
Waktu sudah menunjukan sore hari
Perta perayaan pun di gelar di alun-alun kota, kemeriahan kota menunjukan bahwa kerajaan Golemonst adalah kerajaan yang besar dan berjaya.
Toko toko yang menjual pernak-pernik, butik baju, toko sepatu dan peralatan senjata semua banyak di kunjungi calon pembeli.
Para pedagang yang berasal dari luar negri Golemonst pun mendapat berkah, karena berjualan di sini tidak di pungut pajak dan mendapatkan untung yang banyak.
Tetapi calon pembeli bingung karena uang yang mereka bawa adalah uang logam, sedangkan di Golemonst mereka menggunakan uang kertas khusus.
Pelayan toko mengarahkan mereka untuk menukar terlebih dahulu uang yang mereka bawa dengan uang kertas Golemonst, pelanyan menyuruh mereka menukarnya di Bank Golemonst.
Mereka pun berbondong bondong pergi ke Bank untuk menukar uang sedangkan untuk para Monster yang biasa membarter barang, mereka di arahkan ke KOPRASI Golemonst untuk menukar barangnya dengan uang.
Hari yang sangat sibuk dan meriah
Panggung yang sudah di persiapkan di alun-alun kota sudah beres di dekorasi, semua penonton sudah tidak sabar menonton pertunjukan yang akan di tampilkan.
Kemeriahan terasa ketika pembawa acara berjalan di atas panggung dan memberi sambutan yang meriah.
Acara pun di mulai dengan menampilkan tarian, tarian yang beda dengan yang lain karena ini hasil latihan yang di berikan oleh Lili berupa tari tradisional jaipongan.
Dari anak kecil sampai dewasa silih berganti mementaskan tari tarian tersebut
Para penonton menikmati setiap pertunjukannya.
Kemudian acara selanjutnya adalah menampilkan nyanyian nyanyian.
Penyanyi silih berganti menyayikan lagu dan senandung yang merdu sehingga menghipnotis para penonton untuk ikut bergoyang.
Para penonton dan yang mendengarkan musik tersebut tanpa sana tubuhnya ikut bergoyang mengikuti irama musik dan nyanyian.
Beban mereka serasa hilang, tubuh mereka terasa ringan mengikuti alunan lagu, dan tubuh mereka pun berlenggak lenggok.
Tidak ada perasaan malu di antara mereka untuk bergoyang, meskipun itu para kepala suku dan anak buahnya, mereka larut dalam suasana yang meriah ini.
Tidak terasa waktu sudah menunjukan malam hari, acara selanjutnya adalah penampilan Pencak silat yang sudah di ajarkan oleh Yudi dan Lili.
Para pementas seperti menari menggerakan tubuhnya mengikuti suara kendang, padahal itu adalah suatu teknik bela diri.
Para penonton tergengang melihat bela diri seperti tarian yang di iringi musik kendang
Semua saling berbisi
"Bela diri apa ini, bagus sekali"
"Iya ini sangat menarik"
Ada juga penonton yang meremehkan gerakan Pencak silat tersebut
"Apa ini bisa di pakai buat bertarung"
"Ini kelihatanya Lemah dan hanya untuk pertunjukan saja"
"Iya orang orang di atas adalah orang lemah"
Beberapa komentar memuji dan ada juga yang mencemooh dari gerakan Pencak silat tersebut.
Penampilan selanjutnya adalah pertarungan satu lawan satu dengan tangan kosong
Mereka yang tadinya mencemooh terbengong sendiri ketika melihat peragaan pertarungan satu lawan satu.
Dengan keindahan gerak yang di iringi musik kendang mereka melotot tidak berkedip melihat pementasan yang luar biasa.
Tetapi tetap masih saja ada yang mencemooh nya beberapa orang yang merasa kuat.
Kemudian pentas di lanjutkan dengan pertarungan menggunakan senjata yang satu menggunakan pedang dan yang lain menggunakan tombak.
Pertunjukan semakin lama semakin menegangkan para penonton semakin heboh melihat pertarungan yang begitu bagus.
Tetapi tetap masih ada yang menghina dan mencemooh nya.
"Lah itukan hanya pertunjukan, pada saat pertempuran aslinya mereka pasti akan kewalahan"
"Iya benar toh mereka hanya bertarung dengan kawannya sendiri, itu pasti sudah direncanakan"
__ADS_1
Penonton lain yang merasa kuat pun ikut berkomentar
"Coba saja kalau mereka melawan saja pasti semua akan kalah dengan cepat"
Semua yang bersamanya tertawa
"Hahaha...."
Penampilan selanjutnya yang di tampilkan adalah Debus.
Debus adalah bagian dari Pencak silat, pertunjukan ini menunjukkan seni kekebalan tubuh.
Yang di peragakan oleh anak-anak dari HobGoblin.
Mereka yang menghina menjadi kaget melihat pertunjukan ini.
Si pembawa acara mengumumkan
"Para hadirin yang terhormat apa bila anda membawa golok atau pedang yang tajam boleh kah kami meminjamnya"
Lalu ada salah seorang dari suku Telinga panjang yang menghampiri panggung dan meminjamkan pedangnya
"Ini adalah pedang yang paling tajam di desa kami silahkan pakai"
"Terima kasih tuan telah berbaik hati meminjamkan senjatanya"
Lalu si pembawa acara menebaskan pedang tersebut kepada kayu, dan kau itu tertebas dengan seketika saking tajamnya.
Lalu anak kecil memang hampiri si pembawa acara lalu membuka bajunya.
Pedang di arahkan ke badan anak kecil itu.
Para penonton berhenti bernapas
Melihat ketegangan yang terjadi
Lalu si pembawa acara tadi mengayunkan pedang nya dengan cepat sampul berteriak
"Cia.....t"
Ketika pedang akan menyentuk tubuh anak itu si pembawa acara menghentikan serangannya dan bilang ke penonton
"Panik gak ....panik gak...ya panik lah"
Penonton yang sedang tegang dan menahan napas kembali dapat bernapas lega
Sebagian ada yang berteriak
"Haduh hampir jantungku copot"
"Dasar si pembawa acara kurang aja ternyata itu cuman bohongan"
Semua berkomentar dan ada juga yang tertawa melihat tingkah laku si pembawa acara yang menampilkan hal lucu dan menipu mereka.
Yang pura pura akan menebas bocah kecil yang berdiri di depannya tanpa mengenakan baju.
Ketika riuh penonton bergemuruh, si pembawa acara mengayunkan lagi pedang yang di pegangnya dan langsung menebaskan pedang itu ke tubuh anak kecil tersebut.
Tank.....
Suara benturan antara pedang yang di tebaskan Dengan keras dan tubuh anak itu.
Si pembawa acara itu bukan sekali dua kali menebaskan pendang tersebut tetapi berkali kali
Tank ....
Tank ...
Tank....
Penonton yang tadinya berisik seketika terdiam seperti terkena mental, mata mereka melotot tak percaya dan mulut mereka mengaga.
Melihat anak kecil yang sedang di hujani pedang oleh si pembawa acara.
Tetapi anak kecil itu hanya berdiri dan malah tertawa
__ADS_1
"Hehe ..hehe...aduh geli....hehehe...aduh geli"
Penonton seakan tidak percaya, mereka banyak yang mengucek ngucek matanya,
"Apakah ini asli atau rekayasa"
"Pedang itu milik anggota suku Telinga panjang kan"
"Tadi pedang itu di tebaskan ke kayu dengan seketika kayu menjadi bagian-bagian kecil"
"Anak itu malah tertawa geli"
Penonton banyak yang berkomentar bahkan pemilik pedang, dan dia selalu membanggakan ketajaman pedangnya terduduk lemas karena tidak percaya
"Sekuat apa anak itu"
"Apa dia Goblin keturunan dari Dewa"
Semua berkomentar
Setelah itu pembawa acara pun menghentikannya dia tidak lagi menebaskan pedang itu ke anak kecil itu lagi.
Setelah itu penonton bertepuk tangan dan bersorak keras.
Lalu si pembawa acara berkata kepada si pemilik pedang
"Apa anda mau mencoba menebas anak itu dengan pedang anda silahkan coba dan naik ke atas panggung"
Semua penonton tercengang lalu berteriak
"Coba ayo coba"
"Coba ...coba ..coba"
Lalu si pemilik pedang itu naik ke atas panggung dan mengambil pedangnya itu dari pembawa acara.
Dia mengeluarkan aura dan kekuatan penuh
Lalu berkata
"Jangan salahkan aku apabila anak ini mati dan terbelah jadi dua"
Si pembawa acara cuman bilang
"Silahkan coba saja keluarkan kekuatan penuh anda"
Si pemilik pedang mengambil ancang ancang lalu menebaskan pedangnya dengan menggunakan tenaga penuh.
Tank....
Penonton melihat tanpa mengedipkan mata dan juga mereka menahan napas mereka.
Suara benturan pedang dan badan anak itu terjadi
B...ru....s.....
Si pemilik pedang terpental jauh kebelakang dan jatuh dari panggung.
Pedangnya patah menjadi 2 bagian, tetapi anak kecil itu tidak bergeming sedikitpun
Semua tercengang dan tanpa sadar tangan mereka bertepuk, ketika banyak orang bertepuk tangan, mereka pun bersorak memuji anak itu.
Pertunjukan yang mencengangkan itu berlanjut.
Dengan di ganti anak kecil lainnya mencoba kekebalan dari pedang yang sudah dilakukan dari tadi, tombak tajam, kampak Tertahan dan terberat milik penonton bahkan panah.
Pertunjukan demi pertunjukan di gelar sampai akhir acara mereka pun bubar untuk beristirahat.
Di tengah malam yang sepi karena pengunjung sudah bubar dan beristirahat, ada 2 orang Asasin yang menyelinap masuk ke dalam ruang pribadi Yudi dan Lili.
Mereka di hadang oleh kesatria Golem berbaju Besi penjaga rumah pohon.
Pertarungan pun tidak terelakan, mereka adalah Asasin Ahli dengan kekuatan tempur yang lumayan tinggi Level mereka adalah C2 dengan kekuatan tempur masing masing 200 poin.
Selain berhadapan dengan Golem kesatria besi Asasin ini di kepung oleh 4 ekor musang peliharaan Yudi dan Lili.
__ADS_1
Dengan sekejap mereka berdua dikalahkan karena kekuatan mereka yang jauh di bawah Golem kesatria besi.