Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Kamu pikir Sekuat Apa


__ADS_3

Pasukan Golemonst langsung naik tangga kelantai berikutnya yaitu lantai 17 sedangkan Liones akan bertarung menghadapi jenderal lebah penyengat.


Liones bertanya kepada jenderal lebah penyengat.


"Hai kau, apakah kamu masih ingat aku, yang dulu selalu menyebut ku paling lemah di antara 10 Mahluk terkuat di benua ini.


Sekarang aku sengaja ingin menghadapi mu, supaya kamu tahu sekuat apa aku sekarang ini"


Jenderal lebah penyengat pun balik bertanya.


"Siapa kamu, kenapa kamu tahu aku termasuk kedalam 10 makhluk terkuat di benua ini, kalau mau bertarung yang bertarung lah aku akan melawan mu dengan kekuatan penuh ku"


Kemudian Liones mengeluarkan Auman Harimaunya.


Goar....


Ahum....


Ahum.....


Jenderal Lebah penyengat langsung menyadari siapa orang yang ada di hadapannya.


"Oh ternyata kamu si Raja Harimau Putih, kucing buduk yang hanya mengandalkan kecepatan dan cakar angin"


Liones pun tertawa terbahak-bahak


"Hahaha.... Ternyata kamu menyadarinya juga, tetapi hinaan seperti julukan si kucing buduk akan sirna setelah aku mengalahkan mu"


Jenderal lebah penyengat tertawa terbahak-bahak juga


"Hahaha.... sekuat apa kamu sekarang, paling hanya gertakan saja, karena kamu tidak mungkin bertambah kuat.


Kabar dikurungnya kamu dan istri mu selama puluhan tahun oleh penyihir agung, tidak akan mungkin membuat mu bertambah kuat dengan cepat.


Bahkan dimana harga diri mu, yang memiliki kehidupan yang bebas sekarang di perbudak oleh suatu kerajaan dan bahkan berani menyerang Dungeon Raja Iblis Chimera ini"


Liones hanya tersenyum kecut


"Justru kamu yang tidak memiliki harga diri, di mana sikap kesatria mu yang menyatakan diri setia kepada Raja Hilia tetapi kenyataannya kamu menjadi *njing Raja iblis Chimera"


Jenderal lebah penyengat langsung marah dan menerjang Liones karena di sebuah *njing Raja iblis Chimera.


"Hep...hiat....jangan ajari aku kesetiaan... siapa pun yang memberikan sumberdaya kepada ku itulah yang aku ikuti... Rasa kan serangan ku dasar kucing buduk..."


Jenderal lebah penyengat menggunakan senjata tombak yang di ujung tombaknya bisa mengeluarkan racun yang sangat mematikan dan apabila tergores sedikit saja maka efeknya akan menjadi sangat patal.


Hiuk....


Wuss...


Brak....


Tombak itu di arahkan ke tubuh Liones dia pun menahan sambil menghindari ujung tombak.


"Hahaha....sifat mu tidak berubah, kamu itu sangat pemarah"


Karena serangan pertama gagal, jenderal lebah penyengat kembali menyerang lagi. Jenderal lebah penyengat mengayunkan tombaknya dari atas kebawah.


Hiuk....


Wuss....


Liones memasang Barier Pelindung untuk menahan serangan dari tombak jenderal Lebah penyengat.


Brak....

__ADS_1


"Guh...."


Meskipun Liones menggunakan barier pelindung tetapi hantaman dari tombak jenderal Lebah penyengat sangat keras sehingga membuat Liones terseret energi serangan sejauh 5 meter.


Dan kalau saja tidak memakai pertahanan mungkin efek serangan yang terkena akan patal. Jenderal lebah penyengat kembali menyerang.


Dia mengeluarkan sihir yang disalurkan ke tombaknya tersebut sehingga tombak tersebut si selimuti aura berwarna hitam.


"Jurus Ledakan Tombak Racun Darah....hep....hiah...."


Hiuk....


Wuss....


Liones tidak menggunakan senjata dia hanya menggunakan tinju dan cakarnya saja untuk melawan jenderal Lebah penyengat.


Liones berteriak sambil mengeluarkan serangan sihir untuk menghalau serangan dari jenderal lebah penyengat.


"Hanya segini kemampuan mu, kamu jauh melebihi harapan ku, ku kira pertandingan kita akan menarik tetapi kekuatan mu tidak ada apa-apanya"


"Jurus Cakar Harimau angin....."


Wuss.....


Brak....


Duwar....


Tubrukan antara dua kekuatan menimbulkan ledakan yang sangat besar.


Jenderal lebah penyengat pun bergumam.


"Mustahil, aku menggunakan kekuatan penuh ke tombak racun darah, tetapi serangan ku dapat di halau dengan mudah.


Bahkan serangan yang dia lancarkan adalah jurus yang biasa dia pakai, tetapi kenapa serangan ku tidak menembusnya"


"Hahaha....kenapa bengong, heran aku bisa menghalau serangan mu, kamu hanya seekor serangga pengganggu, yang bahkan sangat lemah"


Jenderal lebah penyengat tambah Emosi karena disebut serangga pengganggu dan lemah.


"Kurang ajar, kamu pikir kamu sekuat apa hingga berbicara begitu dan menilai ku sangat lamah, dimana kepercayaan diri mu"


Liones pun tertawa terbahak-bahak


"Hahaha....lemah ya lemah bahkan kamu tidak akan sanggup menerima satu serangan ku karena kekuatan ku....."


Wuss....


Liones mengeluarkan aura mendominasi dan menunjukkan semua kekuatannya di hadapan jenderal lebah penyengat.


Wuss....


"Hiah.... kekuatan ku...lebih hebat dari pada Raja iblis Chimera...."


Melihat tubuh Liones yang terbalut aura dengan kekuatan tempur sebesar 3.500 poin sedangkan Jenderal lebah penyengat sendiri hanya memiliki kekuatan tempur 600 poin.


Perbedaan yang sangat jauh sekali, dan membuat kaki jenderal Lebah penyengat menjadi lemas dan tidak bisa bergerak.


Liones pun berkata.


"Sudah aku bilang kamu itu hanya serangga pengganggu dan sekarang terima lah kematian mu.


Jurus cakar Harimau angin...."


Wuss....

__ADS_1


Jenderal lebah penyengat pun tidak bisa bergerak lagi dia pasrah menerima kematiannya.


"Raja harimau putih dia sudah menjadi Raja Iblis...aku tidak terima..."


Crack....


Jenderal lebah penyengat pun mati tercabik jurus cakar Harimau angin milik Liones.


*


Di sisi lain pertarungan Liones anak buah Liones pun menghadapi sisa prajurit jenderal lebah penyengat.


Prajurit tersebut hanya 100 orang yang menghadapi 10 orang, meskipun anak buahnya Lionel berlevel kesatria tinggkat kedua yang melawan level prajurit mereka sangat kewalahan.


Dan dengan susah payah bisa mengimbangi prajurit lebah penyengat bahkan beberapa orang anak buah Liones terluka oleh prajurit lebah penyengat.


Beruntung di senjata prajurit tersebut tidak mengandung racun yang mematikan, hanya luka goresan dan sayatan, tetapi itu membuat ke sepuluh orang anak buah Liones menjadi terdesak.


Karena Liones sudah membunuh jenderal lebah penyengat dia pun menghampiri anaknya.


"Dasar kalian lemah, cepat minggir akan aku akhirnya dengan sekali serang"


Anak buahnya Liones pun menghindar dan keluar dari pertempuran.


Liones mengeluarkan jurus yang sama seperti tadi.


"Jurus cakar Harimau angin..."


Wuss....


Crack....


Crack....


Semua sisa prajurit lebah penyengat mati terbantai oleh jurus cakar Harimau angin dengan sekali serang.


Yudi, kit dan Oni pun datang dan menghampiri kemudian kit bertanya kepada Liones.


"Apa ini perbuatan mu tuan Liones"


Liones tertawa sambil menggaruk kepalanya.


"Hahaha....iya habis aku gatal dari hari pertama penyerangan kota Hilia aku tidak boleh ikut bertarung oleh Ratu Golem, dan sekarang kebetulan aku bertemu kawan lama yang pernah membully ku.


Ya aku pun sudah tidak tahan lagi, menyuruh pasukan pergi kelantai berikutnya dan aku menghabisi sisa prajurit yang berada disini..


Yudi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Dasar kamu, hadeuh....sudah ayo kita susul mereka kelantai berikutnya"


Yudi pun melihat anak buahnya Liones yang terluka kemudian Yudi mengeluarkan botol potion dan melemparkannya ke arah anak buahnya Liones.


"Ni ambil dan obati luka kalian segera"


Kemudian mereka pun berangkat menuju Dungeon lantai ke 17 untuk menyusul pasukan yang sudah lebih dulu berangkat.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2