
"Tuh kan kalian lemah masa dengan kami yang 20 orang saja kalah padahal kami ada di tingkatan level E, kalian 100 orang bahkan di antara kalian ada yang sudah mencapai Level C1"
Salah satu anak itu mencibir
Tidak lama setelah itu datang salah satu prajurit kesatria Suci.
"Rangga apa yang kamu lakukan kepada mereka"
Peminpin dari 20 orang anak itu bernama Rangga. Dia pun menoleh ke arah prajurit kesatria suci.
Sambil garuk-garuk kepala
"Eh Paman, ini kita sedang memberi pelajaran kepada mereka yang telah gagal menaklukkan labirin Jebakan"
"Jangan terlalu keras kepada mereka nanti kamu di marahin sama ratu dan bis Golem"
"Tidak Paman, kami hanya memberi sedikit pelajaran saja biar tau kita ini senior mereka"
Kesatria Suci itu hanya tersenyum
Salah satu dari 100 orang itu membela diri
"Memang kami gagal dalam menaklukan Labirin Jebakan, tapi mereka tidak tau penderita kami di sana karena mereka belum merasakannya"
Semua pun membela diri
"Iya kami semua memang gagal tapi coba mereka kalau masuk labirin itu mereka pun sama akan gagal seperti kami"
Prajurit kesatria suci itu pergi dengan melambaikan tangan dan sambil berbicara
"Mereka adalah prajurit pertama yang telah menaklukan Labirin Jebakan tersebut, dan mereka juga sudah menaklukan Labirin ruang iblis Level pertama"
Semua orang terbengong tidak menyangka dengan mereka yang 20 orang anak kecil bisa menaklukan Labirin Jebakan dan sudah melewati labirin ruang iblis Level pertama.
Bahkan mereka pernah dengar cerita dari anak ketua suku mereka yaitu Aquos, Vivie, Tirta dan Agis mereka menaklukan level pertama di Labirin ruang Iblis membutuhkan waktu 6 bulan, waktu labirin.
Mereka telah berhasil menaklukan Labirin ruang iblis Level pertama, ke 100 orang itu pun tersadar karena meskipun Level mereka hanya di tahap kebangkitan atau Level E, tetapi mereka di didik langsung oleh Ratu dan Bos Golem. Sehingga skil mereka menjadi Unik.
Sebenarnya ke 20 orang anak tersebut adalah kelinci percobaannya Ratu dan Bos Golem.
Mereka di jadikan percobaan, untuk mengetahui Skill dan Level, mereka di latih beladiri pencak silat dan Parkur, tanpa menaikan Level mereka.
Ratu dan bos Golem ingin mengetahui kekuatan asli dari dunia ini apakah tergantung dari Level atau kah ada hal lain yang bisa mereka andalkan dari dalam diri mereka yaitu skill, sehingga ke 20 anak itu di tekan untuk tidak naik level hanya level yang mereka miliki dari awal saja yaitu level E.
Mereka juga bukan hanya diajarkan bela diri saja, tetapi juga cara pengobatan secara tradisional tanpa sihir, sehingga mereka di tugaskan untuk mengumpulkan bahan bahan obat yang berasal dari tanaman dan cara meraciknya.
Mereka membuktikan diri dengan menaklukan Labirin Jebakan, dan Labirin ruang iblis Level pertama padahal kekuatan Golem Undead di level pertama lumayan kuat dengan kekuatan tempur di atas mereka tetapi mereka dapat melewatinya dengan susah payah.
Ratu dan Bos Golem sengaja hanya mencoba mereka di Labirin ruang iblis hanya sampai level pertama supaya mereka tidak naik tingkat ke level selanjutnya.
Bukti lain kekuatan Skill bisa sebanding dengan kekuatan Level yaitu mereka telah mengalahkan 100 orang prajurit yang gagal menaklukkan labirin Jebakan hanya dengan 20 orang padahal level dari orang orang itu rata rata di level D dan C1.
Setelah 100 orang mendengar perkataan prajurit kesatria suci mereka pun langsung berlutut sambil merepotkan tangannya dan di simpan di depan dada.
"Maafkan kami senior, kami telah salah"
"Iya mohon maafkan kami"
Rangga sedikit mengangkat bibirnya lalu tersenyum puas
__ADS_1
"Karena kalian telah meminta maaf dan menyebut kami senior maka kalian kami ampuni"
Mereka yang berlutut pun senang karena telah di maafkan
"Tetapi ada satu hal yang kalian belum tepati"
Rangga memulai lagi. Mereka yang tadinya senang mukanya berubah menjadi masam.
"Ya sudah kalian berdiri saja dulu dan berbaris, kami disuruh tuan Guru Liones untuk menjadi mentor kalian selama 2 bulan kedepan"
Mereka pun bangun dan langsung membentuk barisan.
Rangga pun menjelaskan lagi
"Selama kalian mematuhi kami saya jamin apabila kalian mencoba menaklukan Labirin Jebakan itu lagi kalian akan berhasil"
Teman dari Rangga pun ikut berbicara
"Ya sudah sekarang kita bagi grup, sekarang kalian berhitung dari satu sampai dua puluh kemudian kembali ke satu"
Mereka pun mengangguk
"Berhitung mulai"
Mereka pun mulai berhitung
"Satu...dua...tiga.....dua puluh...satu...dua..."
Mereka berhitung sampai selesai
Rangga memimpin lagi
Mereka pun teriak
"Siap senior"
Rangga melanjutkan
"Yang tadi menyebut no satu ikut Lusi, dan yang tadi menyebut dua ikut Indra"
Rangga membagi semua grup sehingga 1 orang dari pasukan Rangga memiliki 5 orang yang mereka pimpin.
"Ayo kita ada tugas dari Ratu dan Bos Golem untuk pergi ke atas bukit Buat mengambil rumput Bulan, untuk di jadikan obat sekalian berlatih. Tapi sebelum berangkat kalian sudah janji mau traktir kami makan, kita cari makan dulu"
Yang lainnya menjawab
"Baik senior"
Disana orang orang yang terluka karena perkelahian tadi meringis kesakitan, beberapa orang ada yang terkilir kakinya ada yang bengok jarinya dan ada juga yang lepas sendinya
Ketika mereka berjalan mengikuti senior mereka yang di pimpin Rangga, beberapa orang sudah tidak kuat menahan sakit lalu terjatuh.
Brak....
"Aduh....sakit"
Lusi yang berjalan di belakang melihat mereka kesakitan dia pun berteriak
"Kak Rangga ada beberapa orang yang lukanya parah, kita obatin dulu takutnya akan terjadi sesuatu kepada mereka"
__ADS_1
Rangga pun berhenti berjalan dia pun menengok lalu memerintah
"Baiklah bagi kalian yang lukanya parah silahkan minta mentor nya masing-masing untuk di obati dan apabila di antara kalian ada yang memiliki Sihir penyembuh, kalian boleh membantu mentor kalian dan obati teman kalian"
Mereka pun berkumpul per kelompok yang terdiri dari 6 orang, salah satu dari mereka yang paling parah ada di kelompok Indra dia sangat menderita karena tulang engsel lutut kakinya bergeser dia pun memohon untuk di obati oleh Indra.
"Senior saya sudah tidak tahan lagi rasanya sakit sekali"
Indra menghampiri
"Coba aku lihat lukamu"
Dia pun melihat lutut kaki junior nya yang bengkok
"Coba pegang kawan kalian ini"
Indra memerintahkan teman mereka untuk di pegangi
"Pagang yang kuat ya jangan sampai dia meronta"
Yang lain ikut memegangi sambil berkata
"Baik senior"
Tangan kanan Indra memegang betis dan tangan kiri memegang tempurung lutut yang bergeser
Trak....
Drak....
A.......
"Huh....huh....huh"
Suara bunyi lutut yang ditarik dengan kuat dan tempurung lutut yang masuk kembali ke posisi semula, teriakan A...menyertai karena rasa sakitnya tidak terkira.
Sungguh sakit yang amat menyiksa sehingga dia seperti orang yang capek dan kelelahan, dia pun hampir pingsan.
"Siapa yang mempunyai sihir penyembuh cepat kemari, dan lakukan sihir untuk menghilangkan rasa sakit"
Tiba tiba seorang wanita dari kelompok mereka mendekat.
"Saya bisa sihir penyembuh senior"
"Ayo cepat obati, tulangnya sudah kembali ke posisi tinggal menghilangkan rasa sakit nya saja"
Mereka yang memiliki Sihir penyembuh bergantian saling mengobati hingga semua luka teman temannya sembuh, setelah itu mereka pun pergi untuk makan.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
__ADS_1
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update