Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Pengawal Ikut Saya


__ADS_3

Lusi tidak berani banyak bertanya tetapi dia dengan sepontan berlutut kepada Yudi dan Lili di ikuti oleh Joni.


"Terima kasih tuan dan nyonya muda, terima kasih"


Mereka pun menangis bahagia, karena tangannya telah utuh kembali.


Yudi berkata


"Sudah bangunlah jangan berlutut lagi, untuk ucapan terima kasih kalian kami terima dan saya harapkan kalian bekerja dengan baik di sini, dan saya tidak mau kalian berkhianat"


Joni pun mengangguk


"Baik tuan muda kami akan setia melayani tuan dan nyonya muda dan tidak akan berhianat, bahkan kami rela mati untuk kalian berdua"


Lusi pun mengangguk


"Iya iya kami rela mati demi tuan dan nyonya muda"


Yudi pun memerintahkan Joni


"Tugas pertamamu adalah bawa Asasin itu ke orang yang menyuruhnya, dia datang bersama si bapak tua pedagang kain. Berikan mayat itu ke mereka"


Yudi pun melemparkan sebuah cincin artefak berwarna biru, kemudian Joni menangkapnya.


"Pakailah cingcin itu"


Tanpa banyak tanya Joni langsung memakainya.


Lusi disana menatap pengawal dan pelayanan yang tadi mereka berdua tebas kaki dan tangan nya, pengawal dan pelayan itu masih berdiri tegak tanpa ekspresi.


Lusi pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Lili


"Nyonya muda maaf saya lancang, kenapa mereka masih berdiri kokoh dan tanpa ekspresi apa mereka tidak kesakitan"


Lili tertawa


"Hahaha.... Mereka berdua bukan manusia, jadi tidak akan merasakan sakit, tangan dan kaki yang kami berikan kepada kalian itu implan atau katalain bukan tangan sesungguhnya, tetapi mirip dengan tangan dan kaki asli"


"Kalau bukan manusia apakah mereka monster atau apa"


Lili pun menyeringai


"Mereka adalah boneka sihir, yang kami beli dari kerajaan sihir, kami tidak mungkin menyewa manusia sebagai pengawal kami, karena perjalanan penuh bahaya. Lebih efektif membeli para Boneka sihir mereka tidak memerlukan makan atau biaya tambahan lainnya, mereka pun kuat dalam bertarung dan apabila mereka putus kaki dan tangannya atau terluka mereka sudah di lengkapi dengan sihir Regenerasi sehingga dapat menyembuhkan diri sendiri"


Lusi dan Joni sedikit bingung mendengar penjelasan dari Lili tetapi mereka paham maksudnya.

__ADS_1


"Ya sudah tugas mu adalah mengantar mayat itu kepada tuannya, kalau penjaga gerbang menanyakan, ada pencuri yang masuk ke mansion jadi pengawal menghabisinya, bawa juga dua pengawal buat mendampingi kamu, itu adalah cingcin perintah, kamu dapat memerintah pengawal yang memakai baju Polet sama dengan warna cingcin tersebut"


Joni mengangguk


"Siap tuan muda akan saya kerjakan"


Lalu Yudi memerintah lagi


"Jangan lupa cepat kembali tugas kamu setelah mengantar mayat itu, langsung bersihkan kandang kuda dan kerbau di belakang jangan lupa kasih makan"


"Siap tuan muda, saya pamit dulu untuk melaksanakan tugas pertama saya"


Joni pun pergi dengan menggendong mayat Asasin tersebut, lalu keluar dari mansion dan menaikan mayat itu ke atas kuda.


Joni pun mengangkat tangannya


"Pengawal ikut saya ini perintah"


Dua pengawal pun bergerak dan menaiki kuda mengikuti Joni pergi untuk menyerahkan mayat Asasin itu ke penjual kain yang tadi sudah mengantarkan kain ke mansion.


Di dalam rumah mansion, Lili memerintahkan Lusi


"Untuk tugas mu beres beres di luar mansion ini jangan lupa ajak Marta untuk bekerja bersama, ingat saya ingin di area mansion itu bersih dari sampah dan rumput liar"


Lusi pun mengangguk


"Ya sekarang pergilah kerjakan tugas mu itu"


Lusi pun membungkukkan badan lalu pergi keluar meninggalkan Yudi dan Lili.


Sebelum keluar Lili berteriak


"Jangan lupa tutup pintunya"


Lusi pun menutup pintu dan berjalan keluar.


Di dalam rumah tersisa Yudi dan Lili, juga pengawal yang kakinya di tebas juga empat orang pelayan.


Pengawal itu sedang berdiri dengan satu kaki, kaki yang di tebas oleh Yudi lembar laun pulih seperti semula begitu juga pelayan yang tangannya di tebas Lili semakin lama tangannya pulih kembali seperti semula.


Karena mereka sudah di lengkapi oleh sihir pemulihan dan regenerasi meskipun mereka terluka parah mereka akan kembali utuh seperti sediakala, kecuali inti dari mereka dihancurkan baru mereka akan mati.


Lili Rewas karerehna keun (artinya apa ini)


Dia bertanya kepada Yudi.

__ADS_1


"Abang, benar telah membunuh Asasin itu. Abang benar benar telah menjadi pembunuh"


Ekspresi wajah Lili benar benar terkejut, dari tadi menahan keterkejutan itu karena ada mereka berdua dan untuk menjaga harga diri mereka seolah-olah Yudi dan Lili menjadi orang yang kejam.


Yudi pun mencubit wajah Lili dengan cubitan sayang.


"Mana berani Abang membunuh, apalagi ini di negri orang"


"Lah tadi itu apa, Asasin itu sampai di tembus oleh pedang"


"Iya memang Asasin itu di tembus oleh pedang yang Abang lempar tetapi Abang mengenainya bukan ke arah titik pitalnya, tadi kan pengawal ini langsung menghampiri Asasin tersebut. Abang sudah mengontrol pengawal ini dengan sihir"


"Jadi maksud Abang"


Lili semakin bingung


Yudi pun menjelaskan


"Pengawal ini yang membuat Asasin itu pingsan dan menotok titik peredaran darah supaya darahnya tidak banyak keluar.


Lili penasaran


"Lalu nantinya bagai mana"


"Setelah 2 jam dia juga pasti tersadar kembali"


Lili bernapas lega


"Syukurlah Abang, bukan menjadi seorang pembunuh"


Yudi dan Lili kemudian beralih ke kursi dia duduk kemudian pelayan membawakan teh lalu menuangkannya digelas mereka berdua.


Yudi dan Lili pun berbincang ringan, sedangkan pelayan lain membereskan dan membersihkan bercak darah yang tertinggal di lantai dan tembok.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**

__ADS_1


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update


__ADS_2