
Setelah Mia masuk ke dalam kamarnya, anak buahnya pun keluar dari kamar tersebut.
Beberapa saat kemudian terdengar suara baju yang di sobek.
Swek....
Sreet....
Cleb....
Terdengar suara erangan juga di dalam kamar tersebut.
"Agh....ugh...."
Kemudian suara ranjang yang beradu ketembok sehingga terdengar gaduh, suara itu berbarengan dengan suara Agis dan Mia yang Mendes*h.
Kuplak... kuplak....kuplak....
"Uch...Uch...ach...ach...Asik..."
Di luar kamar kit dan Yudi tersenyum mendengar suara suara tersebut, Alexsa yang umurnya sudah lebih dari 100 tahun dia tidak pernah mendengar suara ini.
Karena bagi Ras Naga Alexsa masih Muda dan kalau di bandingkan dengan manusia Alexsa itu masih remaja.
Dia pun bertanya kepada Yudi dengan nada yang polos.
"Bang sedang apa sih mereka berdua kok berisik banget apa mereka sedang berkelahi?"
Yudi pun menatap Alexsa kemudian mengangguk.
"Iya mereka berdua sedang bertarung dan saking semangatnya mereka menjadi berisik begitu"
Alexsa pun bertanya lagi sambil berdiri.
"Kalau mereka sedang bertarung kenapa tidak kita membantunya saja, kenapa Abang diam saja"
Alexsa ingin pergi ke arah kamar tetapi tangan Alexsa di tarik oleh Yudi.
"Kita tidak perlu ikut campur, itu urusan mereka dan hanya mereka saja yang bisa menyelesaikannya"
Mereka pun duduk tenang tetapi sesaat kemudian Agis nongol dari kamar tersebut tetapi hanya kelihatan kepalanya saja.
"Bos...."
Agis memanggil Yudi, kemudian Yudi pun bertanya.
"Ada apa?...."
Agis pun sedikit curhat dengan bicaranya yang agak lebay.
"Benar kata Kesatria Hob Goblin waktu pertama kali masuk Labirin Iblis, dia berkata kepada ku, lebih enak menusuk dari pada di tusuk, ini ternyata benar"
Kemudian Agis seperti ada yang menarik dari dalam dan dia pun berteriak.
"Ach...."
Yudi dan kit pun tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha....."
"Hahaha....."
Alexsa tidak mengerti kenapa Yudi dan kit tertawa setelah Agis ada yang narik dari dalam kamar, bahkan anak buah Mia tertawa kecil dan menahan tawanya dengan tangan.
__ADS_1
Setelah lama terdengar gaduh di dalam kamar suasana pun menjadi hening dan setelah itu Agis dan Mia keluar dari kamar dengan memakai baju yang seperti kapelan.
Mia pun berkata
"Terima kasih master, sekarang kami sudah resmi menjadi suami istri setelah ritual yang tadi kami lakukan ternyata suamiku sangat kuat panjang dan besar"
Agis pun tersenyum dan mereka berdua pun duduk di sofa bersama sama, mereka pun mengobrol dan bercanda.
Kegaduhan terjadi di luar dan ternyata itu adalah Lili bersama pasukannya, Alexsa pun langsung berdiri dari samping Yudi dan beralih tempat duduk di sofa panjang dekat Kit.
Brak....
Bruk....
Brak....
Lili datang bukan hanya bersama pasukannya tetapi pasukan semut termasuk Oni dan Rara ikut bersama mereka.
Yudi pun berdiri dan menyambut Lili.
"Syukurlah adek sudah datang kemari, sehingga kita bisa melanjutkan perjalanan menuju lantai berikutnya"
Lili pun menjawab Yudi
"Iya bang maaf adek lama karena ternyata tangga daruratnya rusak Parah, sehingga pasukan siluman tanah dengan susah payah memperbaikinya"
Yudi pun memperkenalkan Mia kepada semua orang.
"Perkenalkan ini adalah Mia penjaga Dungeon lantai ini"
Mia pun mendekat kepada Lili kemudian membungkukkan badannya.
"Hormat saya kepada Ratu Golem istri dari master Yudi, Saya Mia siap melayani anda"
Lili pun memegang pundak Mia
Mia pun berdiri tegak setelah membungkukkan badannya, Lili sambil tersenyum karena setelah Mia berdiri tegak dia menghampiri Agis dan duduk bersamanya.
Kemudian Lili bertanya
"Jadi Abang suruh adek untuk mengirimkan Agis lewat sihir teleportasi untuk ini"
Yudi pun tersenyum
"Iya dek..."
Mia pun menimpali berbicara
"Maaf kan saya Ratu, Saya adalah salah satu anak buahnya Raja iblis Chimera yang tidak suka bertarung. Saya hanya mengajukan syarat kepada master agar saya bisa menikah.
Maka kunci gerbang kelantai berikutnya akan saya berikan dan saya siap mengabdikan diri karena sebenarnya saya hanya tentara bayaran saja.
Dan saya sangat bersyukur master memberikan dia kepada saya untuk menjadi suami saya.
Mia menunjuk Agis dan Agis pun tersenyum bahagia.
Para pasukan yang di pimpin Agis pun menjadi heboh.
"Apa komandan sudah menikah"
"Iya lihat istri komandan begitu cantik"
Kemudian anak buah Agis mengucapkan selamat.
__ADS_1
"Selamat komanda anda sudah menikah bahkan istri komandan begitu cantik"
Dengan lebatnya Agis menjawab mereka.
"Aih...terima kasih Loch, itu semua berkat Bos Golem sehingga aku dapat wanita yang cantik seperti ini"
Bulu kuduk Tirta berdiri dan dia seperti kedinginan di kala Agis berbicara lebay seperti itu.
"Sudah menikah tapi kok kamu masih tidak berubah, apa tulang mu masih lentur, malu dong Ama istri mu, gagah dikit Napa"
Mendengar sindiran Tirta Agis pun menolak pinggang dia berkata dengan nada suara besar.
"Apa maksud Tirta"
Tirta dan yang lainnya malah tertawa mendengar kata Agis yang seperti laki laki tulen. Tirta pun mengacungkan jari jempolnya.
"Nah gitu bagus, jadi kelihatan berwibawa"
Agis pun menjadi malu karena di ketawakan semua orang. Kemudian Mia memerintahkan anak buahnya untuk bersiap karena mereka akan ikut dengan pasukan Golemonst menuju lantai berikutnya.
Mereka pun pergi untuk mengganti baju mereka dengan pakaian tempur mereka. Sedangkan Mia membawa 2 buah baju yang berwarna putih bersih.
"Ratu ini adalah baju buat saya sendiri yang terbuat dari benang Taratec, baju ini mengandung Magi, sehingga tahan panas dan nyaman di pakai"
Lili pun menerima baju tersebut.
"Terima kasih Mia boleh saya langsung memakainya"
Mia pun mengangguk.
"Silahkan Ratu ikut saya, eh dan ini buat master"
Lili pun ikut ke kamar Mia dan memakai baju pemberian Mia.
"Baju ini enak dipakai, elastis dan kuat"
Mia pun tersenyum. Baju tersebut hanya di pakai di bagian dalam saja seperti kaos dalam sehingga Lili memakai kembali baju yang dia pakai.
Lili berkata lagi kepada Mia.
"Setelah memakai baju ini, aku jadi tambah berenergi dan rasa lelah ku menjadi hilang"
Mia pun mengangguk
"Benar apa yang Ratu Golem katakan, baju buat kami ini mengandung Magi yang bukan hanya tahan panas tetapi membuat tubuh lelah menjadi bergairah kembali.
Dan setidaknya dapat meningkatkan kekuatan tubuh sehingga serangan sihir bisa lebih maksimal"
Lili pun berterima kasih.
"Terima kasih Mia"
"Sama sama Ratu"
Setelah itu mereka pun bersiap pergi menuju lantai berikutnya dan Mia pun membuka pintu gerbang menuju lantai berikutnya.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.