
Yudi dan Lili pun meninggalkan istana kerajaan dia berjalan menuju pasar dadakan karena sebelum pulang ada sesuatu yang harus mereka beli terlebih dahulu.
Dan ada informasi dari master Guild pedagang yaitu master Ino bahwa pedangan yang kemarin dikejar oleh monster sekarang membuka lapaknya dan membuat pasar tumpah.
Lili dan Yudi pun menuju kesana sekalian berangkat untuk melanjutkan perjalanan karena gerobak yang di bawa di parkir tidak jauh dari sana.
Saat berjalan Yudi pun bertanya kepada Lili sambil berbisik
"Dek, buat apa kamu menyewa ke tiga petualang itu"
Lili mempunyai alasan kuat untuk menyewa ke tiga petualang tersebut kemudian Lili mengutarakan mengapa dia menyewa para petualang tersebut.
"Bang alasan adek menyewa ke tiga petualang itu adalah karena salah satu dari mereka memiliki buku sihir kuno yang harus kita pelajari buku sihir tersebut adalah buku terakhir atau penyempurnaan sihir kita itu tetrera di dalam surat yang di tulis oleh penyihir agung Volyaw Fahetar"
Lili pun menjelaskan lagi
"Karena wanita yang bernama Nana pemilik buku sihir tersebut tidak mau menjualnya kepada kita ya jadinya adek menyewa mereka biar buku sihir nya adek yang pegang dan kita pelajari"
Yudi pun memuji Lili
"Ternyata pinter juga istri Abang ini"
Pipi Lili menjadi kemerah merahan karena di puji oleh Yudi.
Mereka pun tiba di pasar tumpah pasar tersebut adalah pasar dadakan karena mereka mendirikan tenda lapak jualan di pinggir jalan utama sampai ke alun-alun kota.
Yudi dan Lili melihat ada banyak orang yang bergerombol mereka kebanyakan adalah para bangsawan dan pedagang besar di ibukota kerajaan Vitwins ini.
Yudi dan Lili penasaran mereka pun pergi untuk melihat, ternyata disana ada yang berdagang budak, budak di sini adalah manusia yang diperjual belikan entah mereka nantinya di jadikan pelayan, pekerja keras atau bahkan kalau si budak itu perempuan canti mereka di jadikan pemuas napsu si majikannya.
Seorang budak tidak mendapatkan uang gaji dia bekerja seumur hidupnya untuk melayani orang yang membelinya, dan hanya di beri makan saja itu pun kadang sehari satu kali dan kalau simajikan orang baik mereka di beri makan sehari dua kali.
Banyak orang yang sedang menawar budak budak tersebut kebanyakan yang membeli adalah bangsawan dan mereka mencari budak wanita untuk dijadikan pemuas nafsu sedangkan para pedagang besar bisanya membeli budak laki-laki, untuk mengangkut barang barang mereka di gudang karena mereka tidak di gaji dan hanya di beri makan saja layaknya seekor kuda.
Lili pun berbisik kepad Yudi
"Bang, kasihan kok manusia di perdagangkan sih, mana dirantai lagi di leher seperti anjing saja"
Yudi pun berbisik balik kepada Lili
"Iya dek, disini mah masih jaman jahiliah, perdagangan budak masih dilegalkan, biasanya mereka tawanan perang atau orang yang di culik kemudian di jadikan budak lalu di jual ke negri yang jauh dari tempat mereka ditangkap"
Lili mengingat kejadian Marta yang waktu itu sangat kesusahan dan berniat menjual ke dua anaknya.
Lili merasa iba melihat mereka
"Bang Bagai mana kalau kita beli saja mereka semua lalu kita bebaskan"
Yudi mengangguk
"Iya Abang setuju, Abang akan beli mereka semua uang kita tidak akan pernah habis untuk membeli para budak itu"
Kemudian Yudi mengangkat tangannya dan si penjual budak tersebut melihat yudi
"Tuan berapa anda menjual budak ini biar saya beli semua budak yang anda jual, ada berapa orang semuanya"
Semua melihat kepada Yudi yang berbicara dan berniat untuk membeli semua budak budak itu, semua yang ada di sana berhenti menawar dan membiarkan Yudi membeli semua budak itu.
Karena mereka tahu siapa Yudi di kerajaan ini, dia adalah pemilik perusahaan dagang Kiara yang telah menyelamatkan ibukota kerajaan dari kerisis pangan dengan barang dagangan yang Yudi bawa, dan Yudi juga adalah seorang Baron kehormatan sehingga para pedagang dan bangsawan tidak ada yang berani untuk menyinggungnya.
Si penjual budak tersebut menyambut baik Yudi dia menggosok gosokan tangannya sambil berbicara
__ADS_1
"Oh, Tuan Muda yang kaya, apa benar anda mau memborong semua budak saya"
Yudi pun mengangguk kemudian berkata
"Iya saya akan beli semua, ada berapa orang semuanya dan berapa harganya"
Meskipun orang orang tahu bahwa Yudi dan Lili suka memborong barang barang yang ada di kota ini tetapi mereka semua bengong melihat Yudi dan Lili membeli semua budak itu
Salah satu bangsawan berbisik ketemanya yang lain
"Buat apa si Baron kehormatan itu memborong budak itu aneh sekali"
Temanya memperingati
"Shut...jangan keras keras nanti dia mendengar ucapan kamu, kita tidak boleh menyinggungnya, ingat Raja Ganford dan Baron Kinan ada di pihak dia"
Mereka pun hanya bisa menonton saja tanpa melakukan apapun.
Si pedagang budak itu memberikan pengumuman kepada orang yang berkumpul di lapaknya.
"Maaf ya tuan tuan, kali ini budak yang saja jual ada yang memborongnya jadi silahkan tuan tuan meninggalkan tempat ini"
Mereka pun membubarkan diri karena di usir oleh si pedagang budak. Kemudian dipedagang budak mengajak Yudi untuk masuk kedalam tenda
"Mari tuan masuk kedalam tenda kita bicarakan soal harganya di dalam"
Yudi pun mengajak Lili masuk ke dalam tenda sedangkan para petualang itu menunggu di luar.
Yudi dan Lili pun masuk kedalam tenda, disana mata mesum si pedangan budak melihat Lili dari atas sampai kebawah dan si pedagan budak itu berbicara didalam hatinya.
"Wow cantik banget cewek ini kalau nanti dijadikan budak dan di jual ke kaisaran dengan harga yang tinggi, bisa langsung kaya saya"
Si pedagang budak pun berfantasi dengan Lili di dalam pikirannya. kemudia Yudi pun memanggil.
Si pedagang budak pun terkejut dan tersadar
"I...iya tuan"
Yudi pun berkata
"Kok malah bengong"
"Ti...tidak...."
Kemudian si pedagang budak itu bertanya kepada Yudi.
"Ngomong ngomong siapa wanita yang ada di samping anda itu tuan"
Yudi memperkenalkan Lili
"Oh ini adalah istri saya Lili, dia selalu menemani saya kemanapun saya pergi"
Si pedagang budak itu mengangguk
"Oh istri tuan ya"
Kemudian si pedagang budak itu bertanya
"Apa anda orang sini asli"
Si pedangang budak sedikit mengintrogasi, tetapi Yudi menjawab dengan sebenarnya
__ADS_1
"Saya bukan penduduk asli, setelah ini juga saya akan pergi meninggalkan kerajaan Vitwins ini untuk kembali ke kampung halaman saya"
Si pedagang budak itu bertanya penasaran
"Kemana Anda akan pulang dan lewat jalur mana"
"Saya nanti lewat jalur darat, jalan ke gunung deret dan kemudian masuk ke hutan kabut misteri menyusuri hutan untuk ke kerajaan lain"
Si pedagang budak itu mengangguk anguk, kemudian Yudi balik bertanya
"Eh, berapa orang budak yang anda jual dan totalnya jadi berapa"
Si pedagang budak memberitahukan harganya
"Ini adalah hitungan borongan masing-masing dari mereka saya hargai 100 koin emas dan semuanya ada 20 orang. 8 laki laki dan 12 perempuan"
Kemudian si pedagang budak itu berbisik
"Semua budak perempuan cantik cantik cocok untuk dijadikan Harem"
Yudi tertawa
"Hahaha ....tuan bisa aja"
Lili terlihat bingung kemudian bertanya kepada Yudi
"Apa sih bang yang dibisikin"
Yudi pun berkata sambil bercanda
"Mau tau aja rahasia para lelaki perempuan mah gak perlu tahu"
Lili pun cemberut.
Kemudian Yudi mengeluarkan uang koin emas dari tasnya yang dia bawa.
"Ini adalah 20 uang koin platinum setara dengan 2.000 uang koin emas"
Pedagang budak itu menerima uang dari Yudi dan kemudian pedagang budak itu menyerahkan sertifikat kepemilikan budak tersebut.
Setelah Yudi dan Lili membeli semua budak mereka pun pergi dari sana, dan budak budak itu mengikuti Yudi dan Lili dengan masih memakai rantai yang ada di lehernya.
Kemudia setelah dekat dengan tempat parkir gerobak milik Yudi dan disana pun ada kedai makan mereka masuk kedalam dan memesan banyak makanan untuk dimakan disana dan bekal di perjalanan
Mereka pun makan dengan lahap karena sudah 2 hari mereka tidak diberikan makanan yang layak dan sekarang Yudi dan Lili memesan makanan yang banyak dan enak sehingga mereka makan dengan sangat lahap.
Setelah semua selesai semua naik keatas gerobak dan semua makanan untuk bekal di bawa oleh para pelayan yang dari tadi menunggu di dalam gerobak.
Yudi pun berangkat dari kerajaan Vitwins untuk kembali menuju ke kerajaan Golemonst.
Yudi dan Lili berangkat kira sekitar pukul 9 pagi dan rencana dia nanti akan dua kali transit yaitu di jalan yang ada pohon besar untuk istirahat makan siang dan sore harinya istirahat di desa Korndog untuk mengambil barang dan melanjutkan perjalanannya malam hari
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
__ADS_1
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.