
Yang di gunakan Rangga adalah skill meringankan tubuh yang di ajarkan oleh Lili, dan sekarang di praktekkan oleh Rangga di dalam menghadapi kesatria kekaisaran Chalutac.
Ketika Rangga berada di atas langit pun Rangga tidak takut, karena sudah biasa melakukannya, karena setiap kali mereka naik gunung atau bukit dengan misi mencari tanaman obat, mereka pulang dengan terbang menggunakan layang layang sihir supaya mereka bisa terbang melayang untuk pulang.
Dan dengan tebasan bulan sabit itu tidak ada apa apanya, karena setiap orang di kota utama Kerajaan Golemonst di latih untuk memberkuat sihir pertahanan.
Dan tadi yang dilakukan oleh Rangga adalah menambah sihir pertahanan ke perisai yang di pegang oleh tangan kirinya dan mengaktifkan barier pelindung tubuh, sehingga Rangga tidak mengalami luka sedikitpun.
Melihat itu meskipun tidak percaya kesatria dari kekaisaran itu mencoba kembali menyerang Rangga dengan tebasan pedang yang berbeda.
Dia mengayun ayunkan pedangnya supaya tebasannya nanti bertambah cepat dan kuat, tetapi Rangga malah menertawakannya.
"Hahaha....paman berotot kenapa kamu mengayunkan pedang mu, apa kamu takut aku serang sehingga menjadikan ayunan pedang besar mu sebagai tameng, supaya aku mendekat dan tertebas oleh ayunan pedang mu, aku bukan anak kecil yang bodoh paman berotot" ledek Rangga.
Jarak sekarang Rangga dan kesatria itu berada di jarak 20 meter, sehingga jarak mereka lumayan jauh, tetapi bagi Rangga itu sangat dekat karena gerakannya bisa lebih cepat dari pada anak panah.
"Bocah tadi adalah keberuntungan untuk mu, karena aku hanya menggunakan sedikit tenaga tetapi kali ini aku mulai serius rasakanlah tebasan pedang ku ini" teriak kesatria itu.
Debu pun berhamburan dan membumbung tinggi ke atas karena kesatria itu mengayunkan pedangnya dengan cepat.
"Tebasan bulan sabit berputar...."
Wuss....
Pedang besar itu di arahkan dari samping kearah Rangga, dan kalau Rangga terkena tebasan itu mungkin tubuh akan terbelah menjadi dua bagian dari atas dan bawah.
Tetapi Rangga tidak diam saja Rangga langsung bergerak dengan cepat menghentak kakinya ke tanah dan Meluncur seperti anak panah dengan pedang di depan dan perisai menahan pedang itu di belakangnya untuk memperkuat dorongan pedang
Prang ....
Duwar....
Rangga sengaja mendekati serangan tersebut supaya energi pedang yang di keluarkan tidak Meluncur, tetapi Rangga sengaja menubrukan pedang milik dia dengan milik kesatria itu
Pedang milik kesatria itu ada pada posisi miring dan pedang Rangga dalam posisi berdiri dengan di tahan perisai untuk mencegah keluarnya energi pedang yang keluar dan menyerang dirinya.
__ADS_1
Sehingga dia kekuatan bertubrukan dan terjadi ledakan besar, terlihat dari hasil ledakan itu membentuk kawah dan mereka pun terpental kebelakang puluhan meter jauhnya.
Rangga yang terpental dan terseret ledakan energi mendarat dengan sempurna tetapi kesatria itu terpental dengan jatuh terguling guling di atas tanah.
Kemudian kesatria itu pun bangkit, terlihat sekujur tubuhnya berdarah karena goresan dari tanah dan batu akibat terguling hebat.
"Ohok....ohok...." Kesatria itu batuk dan mengeluarkan seteguk darah.
"Paman berotot, kenapa dengan mu, apa kamu mengaku kalah" ucap Rangga yang tersenyum sambil memprovokasi kesatria itu.
"Dasar bocah tengik sialan, aku bunuh kamu sekarang juga ya" kesatria itu langsung berlari menuju Rangga dengan pedang besarnya, begitu pun Rangga yang melesat menghampiri kesatria itu.
Mereka berdua semakin dekat dan akhirnya saling jual beli serangan pun terjadi, Rangga dapat menahan dan menghindari setiap serangan dari kesatria itu. Tetapi kesatria itu dapat di lukai oleh Rangga dengan beberapa goresan di tubuh nya, bahkan pelindung dada yang dipakai kesatria itu mulai retak karena serangan dari Rangga.
Kesatria itu mengayunkan pedangnya kearah Rangga, dan Rangga pun mengindarinya dengan berjongkok, disana Rangga menggoreskan pedangnya ke paha kesatria itu sampai dia meringis kesakitan.
Dalam pertarungan Rangga pun memprovokasi "Paman berotot, kamu sangat lambat, kamu hebat dalam pertarungan jarak jauh karena bisa menggunakan energi pedang, tetapi dalam pertarungan jarak dekat seperti ini. Pedang besar mu tidak efisien dan bahkan lambat"
"Berisik kamu bocah" teriak kesatria itu yang marah, karena setiap serangannya tidak ada yang mengenai Rangga.
Kesatria itu tersungkur kemudian menggunakan pedangnya untuk di jadikan tumpuan berdiri.
Rangga bersiul kemudian kambing hutan yang dia kendarai menghampirinya, kemudian Rangga melompat dan menunggangi kambing hutan.
"Mau kemana kamu Bocah sialan, pertarungan kita belum berakhir" teriak kesatria itu.
Rangga melambaikan tangannya "Pertarungan kita sudah berakhir, Paman berotot yang kalah, diam dan berdirilah kalau paman berotot mau hidup, kalau paman bergerak maka paman berotot akan mati" peringatan rangga.
Rangga pun meninggalkan tempat tersebut dengan memacu kambing hutannya, dan betapa kesalnya kesatria itu yang ditinggal waktu pertarungan.
"Kurang Ajar dasar Bocah sialan kembali atau aku bunuh kamu" ancam kesatria itu, yang kemudian mengangkat pedangnya dengan kekuatan tersisa berniat meyerang rangga dengan Tebasan energi pedang
Tetapi sayangnya peringatan rangga di hiraukan sehingga ketika kesatria itu akan mencabut pedangnya darah menyembur dari berbagai pembuluh darah yang di sayat rangga ketika mereka bertarung jarak dekat.
"Sialan aku benar-benar mati" ucap kesatria itu sebelum akhir hayatnya, dan kesatria itu pun jatuh dan mati.
__ADS_1
Semua orang yang melihatnya bersorak gembira karena rangga bisa mengalahkan kesatria Kekaisaran Chalutac yang di sebut prajurit terkuat di divisi invasi.
Prajurit kekaisaran Chalutac semuanya melongok tidak percaya, prajurit terkuat di divisi invasi kalah melawan anak kecil "Apa prajurit terkuat kita benar benar sudah dikalahkan dan mati"
"Bagai mana ini bisa terjadi, anak itu bisa membunuh prajurit terkuat kita" ucap prajurit yang melihatnya, membuat mental prajurit kekaisaran Chalutac menjadi down.
Komandan pasukan langsung marah kepada para prajurit yang sudah kehilangan semangat berperang karena kekalahan prajurit terkuat mereka.
"Jangan Bodoh, dia mengmang kuat tetapi dia lambat sehingga bisa di kalahkan, ingat kita lebih banyak dari pada mereka, kita balaskan kematian saudara kita" teriak komandan pasukan yang membuat semangat para prajurit kekaisaran kembali meningkat.
"Ya...habisi mereka...." Teriak semua prajurit kekaisaran.
Komandan pasukan infantri pun memerintahkan untuk menyerang dengan menggunakan busur otomatis yang ada di gerobak kuda.
"Siapkan anak panah dan luncurkan" teriak komandan infantri.
"Siap komandan" teriak prajurit.
Semua prajurit yang bertugas menyiapkan panah otomatis bekerja dengan cepat "panah siap di luncurkan"
"Tembak ...."teriak komandan infantri
Wuss....
Ribuan anak panah di luncurkan dari gerobak kuda sehingga membuat langit menjadi gelap seketika karena anak panah.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna