
Ke esokan harinya
Pasukan Golemonst sudah berkumpul mereka pun di beriping terlebih dahulu sebelum naik kelantai 18.
Di sana Rara dan Mia memperingatkan pasukan Golemonst bahwa di lantai selanjutnya adalah pasukan terkuatnya Raja iblis Chimera.
Mereka adalah pasukan yang paling setia kepada Raja iblis Chimera dan paling kuat di antara pasukan lainnya.
Di lantai 18 terdapat prajurit yang bukan hanya hebat dan kuat tetapi mereka juga sangat jahat bahkan tidak segan untuk memakan temannya sendiri.
Bukan hanya itu saja membunuh bagi mereka sudah biasa apalagi memakan monster lain yang berbeda jenis dengan mereka.
Mereka juga sangat beracun, mereka adalah jenis monster Centipidae atau sering disebut dengan prajurit monster lipan.
Yudi pun bertanya kepada Oni.
"Oni di mana kit dan Heny, aku dari tadi tidak melihatnya bahkan prajurit lebah madu pun tidak nampak"
Oni pun menggelengkan kepalanya.
"Tidak tahu master mungkin kit masih di kamarnya bersama Heny"
Yudi pun mengangguk
"Ya sudah tidak apa apa biarkan saja dia beristirahat"
Kemudian Yudi memanggil para komandan pasukan.
"Tirta, Vivie, Agis, Rona, Gostap, Gopi dan Orcta termasuk kamu Gocir merapat kesini"
Mereka semua maju dan membentuk setengah lingkaran.
"Strategi kali ini adalah pasukan perisai seperti biasa di depan membentuk Formasi pertahanan dan pasukan tombak di belakang, kalian langsung menggunakan sihir kalian supaya lebih mudah membunuh musuh.
Pasukan Gopi bertugas sebagai pendukung, dan apabila ada yang terkena serangan racun langsung kebelakang dan ganti sama prajurit lainnya.
Tugas pasukan Gopi membawa prajurit yang terluka ketempat yang aman, disini kita kekurangan pasukan karena pasukan Aquos dan pasukan dari Mabuya berada di lantai sebelumnya.
Pasukan Vivie seperti biasa menyerang musuh di udara dan pasukan Tirta gunakan elemen api untuk menghancurkan musuh.
Pasukan Agis Kurung pasukan musuh dengan sihir elemen tanah dan elemen kayu untuk pasukan yang menjadi algojo setelah pasukan terkunci oleh elemen tanah Pasukan Orcta yang menyelesaikannya.
Semoga peperangan kali ini tidak memakan korban jiwa dari pihak kita, tetapi fokus dan jangan bertindak ceroboh supaya kita semua selamat"
Semua orang berkata
"Siap laksanakan Tuanku Raja...."
Dengan kompak mereka menyebut Yudi dengan sebutan Tuanku Raja, yang biasanya. Mereka panggil sebagi bos Golem.
Mereka pun mulai membuka gerbang dan naik tangga menuju Dungeon lantai ke 18.
Yudi melihat Lili yang dari tadi terus menguap.
"Dek, kenapa kamu apakah kamu masih mengantuk"
Lili pun menjawab.
"Ti...tidak bang, hanya saja tubuh adek seperti kecapean, tubuh ini terasa pe...."
Lili pun tiba-tiba pingsan.
"Dek...kenapa kamu dek...."
Kemudian Alexsa pun memeriksa Lili
"Kak Lili pingsan sepertinya dia kelelahan"
Yudi pun mengangguk.
"Baik lah bawa dia ke kamar untuk beristirahat"
Kemudian Yudi melirik kearah Liones dan anak buahnya.
"Kalian temani Istri ku, dan juga kamu Alexsa jaga Lili kalau dia sudah siuman baru susul kita kelantai atas"
Alexsa pun mengangguk.
"Baik bang..."
Yudi pun mengajak yang lain setelah membawa Lili ke kamar untuk beristirahat.
"Ayo semua kita pergi ke lantai berikutnya"
Oni, Rara dan pasukan semut ikut berangkat dan tiba tiba kit muncul.
"Tunggu aku ikut dengan kalian..."
__ADS_1
Kemudian Oni pun bertanya
"Dari mana saja kamu kit, kita sudah menunggu mu dari tadi"
Kit pun menjawab.
"Aku dari tadi di kamar, dan membangunkan Heny, tetapi dia tidak bangun bangun, ya aku pun tinggal saja dia.
Soalnya kasian kayanya dia kecapean setelah bertempur melawan Prajurit lebah penyengat dan dia belum istirahat"
Oni pun mengajak.
"Ya sudah ayo kita berangkat"
Mereka pun berangkat pergi menaiki tangga menuju lantai ke 18 dan setibanya di sana pasukan Golemonst sudah bersiap dengan formasi tempur mereka.
Karena di seberangnya para pasukan musuh sudah berkumpul membentuk barisan siap berperang. Pasukan musuh pun menghujani pasukan Golemonst dengan duri beracun yang di pentalkan seperti anak panah.
Dengan sigap Yudi berteriak kepada pasukan Agis dan yang lainnya.
"Pasukan pasang Barier Pelindung, pasukan siluman tanah halau duri beracun tersebut dengan kubah tanah"
Semua pasukan siluman tanah yang di pimpin oleh Agis memasang pelindung tanah.
"Kubah pelindung tanah...."
Wuss....
Celeb....
Celeb....
Celeb....
Ribuan duri pun menancap di kubah tanah, kemudian kubah tanah tersebut di pentalkan ke arah musuh dan membuat diri beracun musuh kembali menghujani mereka.
Ibarat senjata makan tuan, senjata mereka di kembali ke mereka sendiri ditambah lagi pasukan Gopi yang sudah siap dengan anak panahnya.
"Bidik dan tembak...."
Wuss....
Wuss....
Ribuan anak panah dan duri beracun sekarang menghujani pasukan musuh, tetapi pasukan musuh juga memiliki sihir pertahanan sehingga duri beracun yang dipentalkan kembali berjatuhan begitu saja.
Duwar....
Duwar....
Duwar....
Anak panah tersebut ujungnya sudah terpasang bijih Fulham, sehingga benturannya mengakibatkan ledakan.
"Agh...."
"Ugh...."
"Awg...."
Jeritan dan erangan pasukan musuh yang terkena ledakan sampai mereka pun berhamburan, jenderal mereka pun langsung memberikan komando untuk menyerang.
"Serang....dan hancurkan pasukan Golemonst itu...."
Semua pasukan musuh teriak semangat.
"Hura...."
"Serang...."
"Bunuh...."
Yudi pun berteriak
"Formasi bertahan siap..."
Brak....
Brak....
Brak....
Perisai dari pasukan yang di pimpin Rona dan Orcta bersiap dengan posisi di rapatkan seperti benteng pertahanan membentuk berjajar setengah lingkaran.
Yudi pun berteriak lagi
"Pasukan Tombak bersiap di posisi"
__ADS_1
Strang....
Brak....
Pasukan yang di pimpin oleh Gostap menjulurkan tombaknya di tengah tengah pasukan pertahanan, untuk mencegah pasukan musuh menembus pertahanan.
Tirta memerintahkan kepada anak buahnya.
"Pasukan siluman api bersiap"
Wuss....
Wuss....
Pasukan siluman api menggunakan senjata pedang yang sekarang pedang mereka sudah di selimuti dengan sihir elemen api.
Sekali tebas dengan jarak 5 sampai 10 mereka sihir pelepasan dari pedang tersebut akan menyerang musuh.
Pasukan siluman tanah pun bersiap karena apabila pasukan pertahanan sudah tertembus giliran pasukan siluman tanah yang memasang kurungan pertahanan supaya musuh tidak dapat keluar lagi dari pertempuran.
Pasukan udara Ratu langit pun bersiap menunggu perintah yang berada di bagian belakang bersama pasukan Gopi yang dari tadi terus menghujani musuh dengan anak panah yang ujungnya sudah terpasang bijih Fulham.
Sehingga ledakan terus terjadi dan formasi serang Musuh pun berantakan sehingga pas sampai di depan pasukan pertahanan dengan mudah pasukan yang di pimpin oleh Gostap menusuk mereka dengan tombak.
Duwar....
Crack....
"Agh..."
Pasukan Golemonst pun maju selangkah demi selangkah menuju pasukan musuh, dan sebagian pasukan musuh yang menyerang secara langsung mereka mati ditusuk oleh pasukan Golemonst.
Pasukan musuh ternyata dua kali lipat lebih banyak dari pada pasukan Golemonst dan yang mati hanya sebagian saja tidak sampai 20 persennya saja.
Pasukan musuh pun kembali menyerang dengan menggunakan duri beracun dan bahkan mereka menyemburkan racun pelumpuh sehingga pertahanan pasukan Golemonst pun tertembus oleh mereka.
"Agh...."
Brak...
Bruk....
Vivie bergerak dan memerintahkan pasukannya untuk terbang ke udara.
"Pasukan maju dan serang lah...."
Brak....
Wuss....
Mereka pun terbang dan menyerang dari udara.
"Jurus pisau angin berhembus lah..."
Wuss....
crack....
Semua pasukan Ratu langit menyerang dengan menggunakan sihir elemen angin melalui udara. Dan pasukan siluman api pun langsung maju karena Tirta langsung memerintahkan mereka.
"Pasukan Siluman api serang...."
Pasukan siluman tanah pun menggunakan sihir elemen tanah untuk memghambat pergerakan dari musuh dan di akhiri oleh pasukan pertahanan dengan menebas mereka
Crack....
"Agh...."
Pertempuran pun sudah tidak teratur lagi dan mereka pun lupa akan formasi mereka hanya fokus menyerang musuh dan mempertahankan diri sendiri.
Satu persatu pasukan Golemonst tumbang karena terkena racun mereka pingsan dan terkapar tidak berdaya karena efek dari racun pelumpuh saraf.
Hanya pasukan yang di pimpin Tirta, Vivie, Agis dan Gopi yang masih bertahan. Tetapi lambat laun mereka juga terkena efek racun pelumpuh saraf.
Yudi kit dan Oni mulai khawatir, karena pasukan Golemonst kalah, mereka tidak mati tetapi tetap saja mereka terkapar lemah tak berdaya dan lambang laun akan mati juga.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
__ADS_1