
Lili melakukan hal sama dengan Yudi dia menempelkan telapak tangan dan kemudian alat itu menyala untuk menditeksi kekuatan dari Lili, tetapi sayangnya jarum penunjuk tidak bergerak sedikit pun.
Petugas resepsionis pun berkata
"Maaf nyonya mungkin alat ini sudah rusak, nanti saya suruh orang untuk memberbaiki alat ini"
"Ya sayang sekali, padahal saya ingin mengetahui kekuatan level saya"
Mereka pun kembali ke meja karena makanan yang mereka pesan sudah datang.
Mereka pun makan dengan lahap sambil mengobrol akrab dengan ke 3 petualang yang telah menantang Yudi bertaruh.
Setelah mereka mengobrol cukup lama dan hari semakin malam.
Lili pun mengajak Yudi
"Bang, adek sudah ngantuk. Kita tidur yuk"
Yudi pun mulai menguap dia juga merasa ngantuk karena perutnya sudah terisi penuh dengan makanan yang enak.
"Ayo. Bentar Abang bayar dulu ini semua"
Yudi pun berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan ke resepsionis untuk membayar semua tagihan biaya makan dan minum para petualang yang ada di sana.
Setelah Yudi membayar semua tagihan Yudi pun berpamitan kepada para petualang yang masih berada di sana
"Kalau mau makan dan minum silahkan ambil dan pesan saja nanti saya yang akan bayar"
Lalu Yudi berbicara kepada Penjaga Resepsionis
"Mbak kalau ada tagihan lagi catet saja ya besok pagi saya yang bayar"
Penjaga Resepsionis itu pun mengangguk
"Baik tuan terima kasih"
Yudi pun mengajak Lili untuk pergi ke lantai atas tempat kamar penginapan mereka berada.
"Ayo dek kita pergi"
Lili pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Yudi kemudian mereka naik ke atas melalui tangga yang lumayan besar.
Para petualang yang tadinya Membully Yudi dan Lili setelah mereka di traktir makan dan minum mereka pun menjadi baik dan berterima kasih.
"Terima kasih tuan"
"Iya terima kasih"
__ADS_1
"Kapan kapan traktir kami lagi ya"
Yudi yang berjalan ke atas tangga melambaikan tangan
"Sama sama,kalau kita bertemu lagi di lain waktu aku akan traktir kalian lagi"
Yudi dan Lili berjalan hingga sampai di dalam kamar penginapan.
Yudi dan Lili berbincang sebelum mereka tidur.
"Bang apakah Abang ada rencana untuk menghentikan penyerangan Kerajaan Vitwins ini ke Golemonst"
"Kenapa adek takut ya kalau kerajaan yang kita bangun di serang, tenang aja dek pasukan kita tidak selemah itu"
"Iya tau pasukan kita sangat kuat bahkan mereka tidak akan bisa melawan para kesatria suci kita, tapi yang kita inginkan bukan perang tapi kerja sama"
"Tenang saja mereka tidak akan bisa menyerang Golemonst, Abang sudah ada rencana"
Lili bertanya dengan penasaran
"Rencana apa bang"
Yudi malah menjawabnya dengan candaan
"Rahasiah dong, hahaha.... ayo kita tidur sudah malam, besok pagi kita banyak yang harus di kerjakan"
Pagi menjelang Yudi dan Lili pun bersiap untuk jalan jalan di ibu kota kerajaan Vitwins, untuk mengetahui seluk beluk kehidupan masyarakat di negeri ini dan mempelajari kebiasaan manusia yang ada di dunia ini.
Lili menggunakan sihir dimensi Item Room dan mengeluarkan Golem pelayanan yang dia masukan kedalam waktu malam hari.
Mereka pun turun ke lantai pertama melalui tangga yang biasa di lalui pengunjung penginapan.
Di sana nampak sepi tidak ada seorang pun yang duduk di kursi, pemandangannya berbeda dengan waktu malam yang sangat meriah dan banyak orang.
Pagi pagi di sini orang masih tidur, jadi restoran di Guild Petualang sepi pengunjung
Di sana nampak penjaga Resepsionis yang sudah ada duduk menunggu tamu yang datang.
Lili pun berjalan kearah resepsionis di ikuti oleh 2 pelayannya sedangkan Yudi langsung duduk di kursi dan di ikuti 1 Pelayan yang berdiri di belakangnya.
"Mbak, alat pengukur kekuatannya apakan sudah di perbaiki atau belum soalnya saya ingin mencobanya"
Penjaga Resepsionis itu pun berdiri
"Sebentar nyonya kemarin baut nya ada yang copot jadi tidak bekerja Sekarang sudah bagus lagi, silahkan kalau. Anda mau mencobanya"
Penjaga Resepsionis itu mengambil alat pengukur kekuatan yang waktu kemarin sudah rusak karena diakibatkan kekuatan Yudi yang besar.
__ADS_1
Penjaga Resepsionis itu pun memberikan alat pengukur kekuatan tersebut kepada Lili
"Silahkan Nyonya ini alatnya"
Lili pun menempelkan tangannya di alat tersebut kemudian alatnya menyala tetapi tiba tiba.
Brus.....
Jarum penunjuk kekuatan Level itu terlepas
"Ya.... alat pengukur kekuatanya rusak lagi ternyata, gak jadi deh mengetahui kekuatan level saya"
Penjaga Resepsionis itu pun merasa binggung karena kemarin malam sudah diperbaiki dan semuanya baik baik saja tidak ada yang longgar atau copot.
Tetapi pas di coba oleh Lili Alat tersebut menjadi rusak.
Yudi yang melihat Lili kecewa dia pun berdiri lalu menghampirinya.
"Kenapa dek, kok cemberut begitu"
"Ini bang, alat pengukur kekuatanya rusak padahal adek ingin mengetahui kekuatan dan Level adek berapa"
"Ya sudah lain waktu aja adek mengukur kekuatanya, sekarang Abang harus ganti alat pengukur kekuatan itu karena gara gara Abang dan adek juga alat itu jadi rusak"
"Kok nyalahin adek si bang"
"Kan adek yang coba terakhir jadi kita yang harus ganti"
Yudi sambil mengedipkan mata kepada Lili, kemudia Yudi mengambil keristal Sihir yang di gunakan sebagai alat pengukur kekuatan yang lebih modern yang hasil pengukuran nya sangat detail sekali dari Level, tife sihir dan kekuatan tempur bisa di ketahui oleh keristal Sihir tersebut.
"Maaf ya Mbak, ini alat pengukur kekuatanya saya ganti, ini model terbaru yang lebih canggih dari alat yang itu, kebetulan saya bawa di tas tadinya mau saya jual, tapi tidak apalah silahkan ambil saja buat inpentaris di Guild Petualang ini.
Penjaga Resepsionis itu pun mengambil keristal Sihir tersebut.
"Terima kasih tuan, ta.....tapi"
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update
__ADS_1