Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Kaki dan Tangan


__ADS_3

Yudi pun menyuruh mereka


"Ini adalah tugas pertama kamu bekerja disini Joni"


Yudi pun melirik Joni, Joni pun mengangguk dan bertanya kepada Yudi.


"Tugas apa yang anda inginkan dari saya tuan muda"


Yudi pun menjawabnya


"Bawa dan berikan mayat itu ke pedagang kain itu, tetapi saya tidak ingin kamu berpenampilan seperti ini, sebenarnya saya tidak ingin mempekerjakan orang cacat, karena bisa menghambat"


Yudi sedikit mencibir, mendengar Yudi berkata tidak mau mempekerjakan orang cacat dia pun menundukan kepalanya.


"Maaf tuan muda, saya dan istri saya memang cacat tetapi saya akan berusaha untuk bekerja lebih giat lagi"


Kemudian Yudi berjalan kepada pengawal yang sedang memegang mayat Asasin tersebut, Yudi mengambil pedangnya lagi.


Lili pun berjalan kearah Joni lalu mengambil tongkat yang dia pegang.


"Brak...."


Tongkat itu di rebut Lili dan melemparkannya


"Benda ini tidak berguna seharusnya di buang"


Lusi yang melihat itu langsung mendekati Joni untuk menjadi tumpuannya.


Mereka berdua menunduk seakan hatinya teriris dan terhina, tetapi mereka tidak bisa melawan, Lusi di dalam hatinya ingin berontak karena perkataan Yudi dan perlakuan Lili yang mengambil dan melemparkan tongkat kayu yang menjadi tumpuan suaminya.


Tetapi mereka tidak kuasa karena mereka sadar ada sesuatu yang Yudi dan Lili sembunyikan, bahkan waktu Asasin masuk rumah mereka berdua tidak menyadarinya tetapi Yudi dan Lili bisa mengetahuinya.


Lusi dan Joni tahu bahwa Yudi dan Lili menyembunyikan kekuatan mereka meskipun Yudi dan Lili kelihatannya lemah tetapi mereka tahu bahwa kekuatan Yudi dan Lili di atas mereka sehingga bisa mengetahui Asasin yang masuk dan membunuhnya dengan sekali lempar.


Yudi pun berkata


"Bicaraku memang pedas, tetapi itu adalah sudah menjadi sifat ku, kalau kalian tidak suka dengan ucapan ku kalian boleh pergi dari sini. Tetapi kalau kalian ingin bekerja di tempat ku kalian tidak boleh menjadi orang yang cacat"


Mereka berdua bingung, Yudi berkata tidak mau mempekerjakan orang cacat, tetapi di sisi lain mereka tidak boleh menjadi orang cacat.


Mereka berdua pun diam seribu bahasa, karena harus berkata apalagi kepada Yudi dan Lili, di sisi lain Joni kaki kiri nya tidak ada, dan tangan kanan dari Lusi juga sudah putus, mereka berdua telah menjadi orang yang cacat tetapi Yudi bilang tidak boleh menjadi orang cacat.

__ADS_1


Yudi yang memegang pedang mengayunkan pedangnya ke arah pengawal dengan cepat. Mereka yang melihat pun terkejut, apa yang di perbuat oleh Yudi kepada pengawalnya itu.


Brak...


Yudi menebas kaki kiri pengawal, Joni menutup matanya sedangkan Lusi dengan tidak sadar berteriak


"Tidak....."


Ketegangan terjadi di hati mereka berdua, bukan itu saja Yudi melempar pedang yang sudah menebas kaki kiri pengawal kepada Lili. Lili pun menangkap pedang itu kemudian menghampiri pelayan.


Lili mengambil tangan kanan pelayannya, dia mengangkatnya sejajar kearah depan.


Brak ....


Lili pun menebas tangan kanan pelayannya tersebut sampai putus dan terlepas dari tangan pelayan itu.


Yudi mengambil kaki kiri pengawal, dan Lili memegang tangan kanan pelayannya. Kemudian mereka berbalik kepada Joni dan Lusi.


Mata Joni dan Lusi, memancarkan tatapan yang tidak percaya, mata mereka redup seakan ada yang merasuki mereka.


Yudi dan Lili berjalan kearah mereka, Joni dan Lusi seluruh tubuhnya gemetar dia tidak percaya kejadian kejam ini.


Yudi telah membunuh Asasin yang sedang bersembunyi dan sekarang dia menebas kaki kiri pengawalnya, dan begitu juga Lili yang mereka anggap wanita yang murah hati ternyata sama saja bahkan tanpa alasan dia memotong tangan kanan pelayannya.


Di dalam hati dia berkata


"Sekarang adalah akhir hidupku, aku pasti mati"


Yudi memegang kaki kiri Joni yang putus lalu menyambungkannya dengan kaki kiri pengawal tersebut.


Celeb....


Kaki kiri pengawal dipasangkan ke kaki Joni.


Begitu juga Lili yang memegang tangan kanan Lusi yang putus, wajah Lusi di sembunyikan di dada Joni.


Dia ketakutan tetapi pasrah dengan apa yang dia akan terima.


Di dalam hati Lusi berkata


"Aku pasti mati, aku pasti mati"

__ADS_1


Lili yang masih memegang pedang lalu dia melemparkannya kelantai.


Prang....


Suara pedang yang jatuh terbentur lantai menjadi suasana semakin menegangkan.


Lili kembali memegang tangan kanan Lusi, keringat dingin keluar dari kepala dan wajah Lusi yang sedang ketakutan.


Celeb....


Lili menyambungkan tangan kanan pelayannya dengan tangan Lusi yang sudah putus sebelumnya.


Yudi dan Lili kemudian bertepuk


Pak...pak..pak


"Sudah selesai, kalian sekarang sudah bisa bekerja dengan normal"


Lili berkata kepada Joni dan Lusi


Mereka tidak merespon karena masih ketakutan.


Lalu Yudi berbicara dengan nada yang agak keras.


"Sudah jangan berpelukan terus, waktunya kalian bekerja kalian sudah seperti orang normal sekarang"


Joni dan Lusi melepaskan pelukannya


Setelah mereka sadar


"Loch...kaki ku"


Lusi melihat tangannya


"Tangan ku sekarang...."


Lili langsung menyambar perkataan mereka


"Sudahlah nanti kalian juga terbiasa"


Kaki dan tangan mereka sudah terpasang sempurna. Mereka meresa senang juga sangat bingung dan bertanya-tanya di dalam hati.

__ADS_1


**


Lusi bertanya di dalam hati, kapan Kaka pembaca memberi hadiah dan Vote mereka hanyak like saja tanpa berkomentar.


__ADS_2