Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Memanggil Dewa Penjaga Hutan


__ADS_3

Kemudia Petarung dari suku Telinga Panjang pun pingsan karena kelelahan.


Petarung dari suku Ogre bangkit, meskipun dia sedang kelelahan tetapi semangatnya masih membara.


Dia mengayunkan Pedang apinya lalu menyerarang, Bos Golem pun menggunakan pedang Hitam cakar Harimau Angin menahan serangan pedang dari petarung suku Ogre.


Pedang itu pun saling menghantam


Brak.....


Brang....


Tak....


Pedang Petarung suku Ogre patah menjadi dua bagian, dia pun melempar pedang nya tersebut, lalu lanjut menyerang dengan menggunakan tinju nya.


"Badai tinju api"


Wus....


Wus....


Wus....


Bos Golem melancarkan serangan terakhirnya.


"Tendangan Halilintar..."


Brak....


"Euh....."


Buar.....


Tendangan berputar yang di lancarkan oleh Bos Golem telak terkena punggung dari petarung suku Ogre, dia pun muntah darah lalu jatuh terbaring di lantai arena pertandingan, dan dia pun pingsan.


Goblas yang melihat itu semua langsung lari ke tengah arena pertandingan dan mengumumkan kemenangan.


"Ya hadirin yang terhormat, pemenang pertandingan babak terakhir ini di menangkan oleh Bos Golem, pemimpin kita semua"


Semua orang bersorak gembira


"Horay....horay..."


Ratu Golem berjalan kearah Arena pertandingan dan menuruh para prajurit membawa kedua petarung dari aliansi monster itu untuk di masukan ke ruang Iblis.


"Prajurit Bawa mereka dan jebloskan ke ruang Iblis"


Empat prajurit berjalan ke arah mereka lalu menyeret nya dan di bawa untuk masuk ruang Iblis.


Kedua Kepala suku tidak menerima anak mereka di bawa dan di jebloskan ke dalam ruang Iblis karena dari pemikiran mereka dan nama ruang Iblis itu adalah sebuah penjara tempat penyiksaan.


Tetapi suku Herpy dan suku Kappa menerima kenyataan pahit, meskipun melawan mereka tidak akan mampu melawan kekuatan penguasa kastil ini.


Beda dengan suku Ogre dan suku telinga panjang, karena mereka adalah penganut dewa Penjaga hutan, dan dewa penjaga hutan ini adalah yang menguasai hutan kabut misteri ini.


Mereka tidak takut kepada penguasa kastil karena mereka punya andalan di belakang mereka.


Kedua kepala suku dan juga anak buahnya bergesas masuk arena pertandingan, lalu mengepung Ratu Golem dan Bos Golem.


Setelah mereka berada di tengah-tengah, anak buah kepala suku telinga panjang membacakan mantra pemanggil, sedangkan anak buah suku Ogre berada di belakangnya suku telinga panjang untuk melindungi

__ADS_1


Segel pemanggil pun aktif, mereka memanggil dewa mereka untuk hadir di arena pertandingan.


Wus....


Asap putih menyelimuti arena pertandingan, kemudian berlahan menghilang, nampak empat orang wanita cantik memakai gaun berwarna putih dengan aksesoris daun, sulur tanaman dan bunga.


Kedatangan empat wanita ini di tandai dengan aroma khas dan wangi bunga yang sangat menyegarkan.


Setelah kemunculan ke empat wanita cantik tersebut kedua kepala suku yang di ikuti anak buahnya berlutut.


Kepala suku telinga panjang berbicara sambil merendah


"Maaf atas kelancangan kami memanggil para dewa penjaga hutan kesini, kami mohon jatuhilah hukuman kepada mereka karena telah berbuat kejam kepada anak anak kami dan mereka telah merusak hutan menebang pohon pohon dan dijadikan kerajaan"


Ratu dan Bos Golem berada di tengah-tengah Para wanita cantik tersebut, yang mereka anggap sebagai dewa mereka.


Para wanita itu berada di empat penjuru dan di belakangnya adalah anak buah dari dua kepala suku yang mengelilingi Ratu dan Bos Golem.


Setelah mendengar ucapan dari kepala suku telinga panjang, salah satu dari Dewa Penjaga Hutan mengeluarkan sihir Item Dimensi.


Wus....


Mereka yang berada di atas arena pertandingan menghilang seketika


Para penonton di sana kaget tidak percaya, semua bertanya tanya


"Kemana mereka pergi"


"Apa benar ke empat wanita cantik itu adalah dewa penjaga hutan"


"Apakah Ratu dan Bos Golem akan di adili Dewa"


Goblas dan Liones panik,


Semua penonton dan aliansi monster yang berada di sana pun ikut panik, karena mereka pun baru pertama melihat sosok dewa penjaga hutan.


Biasanya mereka hanya mendengar desas desus dan cerita tentang dewa penjaga hutan dari nenek atau kakek mereka bila sedang bercerita.


Tetapi sekarang mereka kaget bahwa dewa penjaga hutan beneran ada dan sangat nyata.


Dewa penjaga hutan tidak pernah menampakan diri, mereka menampakan diri ketika ada musibah besar melanda hutan yang bereka jaga, seperti hutan kebakaran dan penebangan hutan besar besaran, para dewa itu pasti muncul untuk memadamkan api dengan sihirnya dan menghukum para penebang hutan dengan hukuman mati.


Karena beberapa puluh tahun terakhir Hutan Kabut misteri aman dari kebakaran hutan dan manusia tidak ada yang berani menebang hutan di area kabut misteri maka para dewa penjaga hutan pun tidak muncul dari kediamannya.


Hanya para suku Telinga panjang dan suku Ogre lah yang sering berinteraksi dengan para dewa penjaga hutan, karena lokasi tempat tinggal para dewa penjaga hutan dekat dengan desa mereka


Selain itu mereka juga menyembah dan memberi sesaji kepada dewa penjaga hutan tersebut berupa hasil bumi dan hasil berburu mereka.


*


Mereka di pindahkan dari Arena pertandingan ke dalam sihir item Dimensi milik salah satu dewa penjaga hutan.


Ratu dan Bos Golem di kepung dan berniat di adili oleh dewa penjaga hutan.


"Apa benar yang di katakan Kepala suku, bahwa kalian berdua menebang hutan dan membangun kastil ini untuk kepentingan diri kalian sendiri"


Ratu Golem menjawab dengan nada angkuh


"Ya benar, kita berdua membangun kastil ini, kami membangun kastil ini untuk tempat tinggal berbagai ras Monster supaya mereka hidup aman dan berdampingan"


Bos Golem ikut berbicara

__ADS_1


"Kami hanya ingin membangun tempat aman dan nyaman untuk tempat tinggal berbagai ras Monster tanpa adanya diskriminasi dan penindasan juga bebas dari perbudakan. Siapa pun yang menghalangi jalan kami, mau itu pahlawan manusia, Raja Iblis, bahkan Dewa sekali pun akan kami lawan"


Mendengar kata kata dari Ratu dan Bos Golem Para Dewa penjaga hutan pun tercengang.


"Memangnya siapa kalian yang berani menentang Dewa dan Hukum Dewa"


Ratu dan Bos Golem saling berbisik


"Dek ingat tidak apa pesan dari surat yang ditinggalkan tuan Volyaw di lembar ke dua"


"Iya bang, Para Penjaga hutan ini sebenarnya buka dewa sesungguhnya, mereka hanya monster jenis Driyad yang abadi, mereka memiliki kekuatan dan dapat hidup panjang dari hutan yang mereka tempati"


Mereka terus berbisik sehingga Dewa penjaga hutan pun kesal


"Kenapa kalian Tidak menjawab pertanyaan kami, siapa kalian berani menantang Dewa"


Bos Golem pun sedikit berbohong dalam menjawab pertanyaan dari Dewa Penjaga Hutan


"Kami berdua adalah Utusan Tuhan sang pencipta alam raya, untuk menyatukan semua mahluk yang ada di benua selatan ini, dalam perdamaian dan terbebas perbudakan"


Kepala suku Ogre menghujat perkataan Bos Golem


"Dasar pembohong besar, itu adalah omong kosong. Mahluk yang lemah seperti kalian mana bisa menyatukan semua mahluk, bahkan manusia dan Monster sudah lama bermusuhan dan sering terjadi peperangan antar manusia dan Monster. Kamu hanya bermimpi saja"


Ratu Golem pun murka karena di sebut mahluk lemah


"Kalian lah yang lemah, kalian lah yang pembohong besar. Monster yang mempunyai harga diri itu tidak pernah berbohong dan menepati janjinya, kalian sudah kalah masih saja tidak mengakuinya"


Mereka pun terdiam karena apa yang di katakan oleh Ratu Golem itu semua nya benar, mereka sudah kalah dalam pertandingan dan berjanji akan bergabung dengan sukarela menjadi bagian dari kerajaan Golemonst tetapi mereka mengingkarinya, malah menyeret mereka untuk di adili oleh dewa penjaga hutan.


Ratu Golem pun meluapkan amarahnya, dia mengeluarkan semua energi sihirnya.


Wus.....


Badannya bercahaya rambut Ratu Golem melayang seakan ada angin yang menerpanya


Ratu Golem melayang kakinya tidak menempel lagi ke pijakan.


Melihat hal itu semua anak buah dari ke dua kepala suku serentak menyerang dengan kekuatan sihir nya masing masing


Wus....


Sbur....


Swur.....


Serangan mereka tidak bisa menembus dan melukai Ratu Golem. Serangan tersebut hanya tertahan di sekitar Ratu Golem.


Ratu Golem pun mengembalikan serangan yang mereka lancarkan.


Wus....


Sbur....


Swur....


Brak....


Duwar....


Mereka terkena serangan milik mereka sendiri, dan epek dari pengembalian serangan itu menjadi 2x lipat lebih hebat sehingga mereka tersungkur dan terkapar.

__ADS_1


__ADS_2