Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Naga


__ADS_3

Setelah semakin mendekat terlihat ada seekor Naga yang besar yang sedang menyerang sekumpulan orang.


Naga itu menyerang dengan semburan api dan kepakan sayapnya yang sangat kuat sehingga menciptakan angin yang begitu kencang.


Dengan semburan api dan kepakan sayap membuat api yang membakar hutan semakin membesar. Truk yang di tumpangi Yudi dan Lili pun semakin dekat dengan tempat serangan naga.


Karena orang orang yang diserang oleh naga tersebut tepat di jalan yang akan di lalui oleh Truk Yudi dan Lili.


Wuss ....


Tiba tiba semburan api menyambar Truk, Golem supir membanting setir kemudian menginjak rem.


Kriiit....


Ban truk mencekit karena gesekan antara ban truk yang direm dengan Tanah dan lumpur, truk tersebut goyang ke kiri dan goyang ke kanan, Golem supir dengan susah payah membanting setir ke kiri dan ke kanan.


Supaya truk yang di tumpangi Yudi dan Lili tidak terjungkir dan terjadi kecelakaan yang Fatal. Truk yang telah di pasang segel Sihir pertahanan pun aktif dengan otomatis.


Karena truk tadinya melaju dengan kecepatan tinggi sehingga ketika di rem pun truk tidak langsung bersenti dan terus melaju sampai melambat.


Bruk....


Truk pun menabrak pohon dan berhenti, orang orang yang ada di belakang truk yang telah terlepas dari sihir penidur kemudian dengan sigap mereka keluar dari dalam truk tersebut.


Mereka kemudian mengambil senjata yang ada di sana untuk bersiap kalau ada seranga.


Ketika melihat kearah atas mereka pun tercengang karena yang menyerang mereka adalah seekor naga.


Nana dengan sigap membacakan mantra pertahanan untuk melindungi orang-orang yang bersamanya.


Yudi dan Lili baru keluar dari truk tersebut dan kemudian ikut berkumpul dengan yang lainnya.


Para petualang seperti Kit dan Oni dan juga mantan budak yang dulunya seorang prajurit bersiap dalam posisi bertempur.


Giant, Neka dan Neki termasuk Nana mereka ber empat melindungi orang orang yang tidak bisa bertarung.


Naga yang sudah selesai memporak porandakan para kawanan Bandit yang berniat merampok karapan perusahaan dagang Kiara, mendekati kelompok Yudi dan Lili.


Kemudian naga tersebut menyerang denga. Semburan napas api.


"Wuss....


Karena Nana ketika turun dari truk dia dengan sigap menggunakan sihir pertahanan sehingga serangan napas naga tertahan oleh penghalang Sihir yang di buat oleh Nana.


Kit dan Oni langsung menyerang ketika api dari naga tersebut sudah padam, kit dan Oni menggunakan senjata pisau terbang yang dilemparkan ke arah naga tersebut.


Brak....


Brak....


Trang....


Trang....


Pisau terbang milik kit dan Oni mengenai sisik dari naga tersebut tetapi pisau yang dilemparkan oleh mereka tidak bisa menembus Sisik naga yang keras.


Pisau pisau itu pun terpental kembali dan menancap ditanah, para mantan prajurit tidak bisa berbuat banyak karena naga tersebut berada di atas sedang terbang dan mereka tidak dapat menyerang karena senjata yang mereka gunakan bukan panah melainkan hanya sebuah pedang.

__ADS_1


Lili memerintahkan Yuri untuk keluar dari banyangannya kemudian Yuri diperintahkan untuk membantu kit dan Oni untuk melawan naga yang sedang terbang.


"Yuri bantu kit dan Oni melawan naga tersebut gunakan sihir elemen angin yang kamu miliki"


Yuri mengangguk


"Baik ratu akan saya laksanakan


Kemudian Yuri berubah dengan mode Kesatria kegelapan dengan Jirah dan armor hitam.


"Berubah menjadi Kesatria Ninja Storm"


Setelah Yuri berubah dia langsung menyerang dengan senjata kurinai dan bintang ninja yang di aliri oleh sihir elemen angin menjadikan serangan Yuri lebih kuat


Wuss....


Senjata yang dilempar Yuri terbang kearah naga yang sedang terbang.


Brak....


Brak....


Meskipun keuatan serangan Yuri itu kuat karena dia memakai sihir elemen angin yang di padukan dengan senjata yang dia lempar tetapi tidak ada satupun yang melukai dan menancap di tubuh naga tersebut.


"Hia...t...Lontaran Angin"


Yuri melompat dengan menggunakan sihir elemen angin yang di alirkan dikaki supaya lopatanya lebih tinggi dan bisa mencapai naga yang sedang terbang.


Yuri mengeluarkan pedang yang pernah diberikan oleh Lili waktu melawan monster Giant Crab, kemudian Yuri mengeluarkan dari sarungnya, pedang yang terbuat dari batu diamond yang sangat keras dan sangat tajam berwarna biru.


Sreng....


Prang....


Prang....


Yuri menebas naga tersebut dengan 2 kali tebasan yang sangat kuat, tetapi naga itu tidak terluka sedikit pun.


"Sialan sisik naga ini keras juga lebih keras dari pada cangkang dari monster Giant Crab"


Yuri menggerutu, naga itu pun berbalik menyerang dengan semburan api


Goar.....


"Napas Api"


Wuss....


Duwar....


Yuri, Kit dan Oni terkena serangan dari napas api naga mereka pun terkapar.


Yuri berubah kembali ke wujud normalnya, Jirah armor berwarna hitam yang di pake Yuri tidak bisa menahan serangan dari semburan api sehingga Jirah armor kembali kedalam token sihir.


Lili yang berada di kerumunan orang dan berlindung di sihir Pertahanan milik Nana memerintahkan Neka dan Neki untuk membawa Yuri, kit dan Oni yang terkena serangan napas api.


Kemudian Yudi memerintahkan kepada ke 3 pelayan Lili untuk menggunakan sihir pertahanan untuk melindungi mereka sedangkan Nana melepaskan sihir pertahanannya karena diperintah oleh Lili untuk memadamkan api.

__ADS_1


"Nana gunakan sihir elemen air untuk memadamkan api yang membakar hutan ini, kalau api ini semakin membesar kita semua akan mati terpanggang"


Nana sedikit panik


"Tapi kak sihir elemen air saya tidak begitu besar"


"Ayo cepat lakukan"


Nana mengangguk kemudian dia berusaha membaca mantra


"$@....&-+$......@$"


Nana menggunakan senjata tongkat sihir dia mengayunkan tongkat sihirnya.


"Bola air lepaskan"


Wuss....


Bola air keluar dari tongkat sihir milik Nana


Buwar....


Bola air lepas dan meluncur pelan kemudian bola air tersebut pecah.


"Sialan kenapa bisa gagal begini padahal saya sudah benar membaca mantra sihirnya"


Nana kesal karena sihir yang keluar tidak lepas dan memadamkan api tetapi hanya beberapa senti dari ujung tongkat sihir langsung pecah.


Lili memberikan komando kepada Nana


"Nana coba bayangkan tongkat sihir punya kamu adalah selang air yang memancarkan air yang deras"


Nana mengarahkan tongkat sihirnya kearah depan kemudian dia memejamkan mata dan membayangkan tongkat sihir yang dia pegang itu mengalirkan air yang deras.


Lili memberi komando lagi


"Teriakkan Jurus Water zet pum kemudian lepaskan"


Nana membuka matanya kemudian berteriak peserti yang di perintahkan oleh Lili


"Jurus water zet pum lepaskan"


Wuss...


Air keluar deras dari tongkat sihir Nana


"Padamkan api"


Nana menyemprotkan air yang keluar dari tongkat untuk memadamkan api yang berkobar di dekat mereka.


***


Maaf ya Kaka pembaca saya akhir akhir ini telat untuk upload cerita di karena kan lagi sibuk.


Kalau Kaka pembaca menyemangati dengan komen dan Like cerita ini saya akan tetap berusaha untuk upload tepat waktu.


Terima kasih kepada kakak pembaca yang telah setia membaca dan like cerita ini.

__ADS_1


Dan saya tunggu komentarnya ya.


__ADS_2