Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Kata kata Terakhir Mu Liones


__ADS_3

Liones berbicara kepada Jenderal Scorpi yang menambah kekuatan serangannya.


"Kamu dari tadi sudah menyerang ku begitu lama, apa kamu sudah puas, sekarang giliran ku untuk menyerang mu"


Jenderal Scorpi tertawa mendengar perkataan dari Liones.


"Hahaha....serang lah dari arah mana saja aku akan menahan serangan mu dan bahkan aku akan mengembalikan serangan mu dua kali lipat"


Liones pun menyeringai.


"Baiklah akan aku mulai...hiat...."


Liones pun menerjang


"Cabikan cakar Harimau....


Wuss....


Trang....


Crack....


Beberapa serangan dapat di tahan oleh jenderal Scorpi tetapi ada satu serangan yang masuk dan mencabik dada jenderal Scorpi.


Liones pun tersenyum jahat


"Begitu lah yang namanya serangan, kamu dari tadi menyerang ku tidak satupun menggores kulit ku, tetapi satu kali aku menyerang mu lihat dada mu terkena cakar ku"


Jenderal Scorpi pun geram dia mengangkat pedangnya kemudian kembali menyerang Liones untuk membalas dendam karena luka yang di goreskan oleh cakar Liones.


"Jurus Pedang Racun Darah......"


Wuss....


Liones menghindarinya dengan mudah kemudian berbalik menyerang.


"Cakar Harimau angin...."


Wuss....


Crack....


Lagi lagi jenderal Scorpi terkena serangan dari cakar Harimau angin milik Liones.


Liones pun tertawa


"Hahaha....serangan mu tidak ada apa-apanya, bahkan kamu tidak dapat melukai ku, dan serangan balik ku yang mengenai mu dasar makhluk lemah"


Liones menghina dan memprovokasi jenderal Scorpi dengan sebutan mahkluk lemah.


Sambil menahan sakit karena serangan tadi jenderal Scorpi pun bangkit kembali.


"Kurang ajar dasar kucing buduk akan aku habisi kamu"


Setelah berbicara begitu jenderal Scorpi bukan maju menyerang dia malah mundur beberapa langkah kebelakang dan menyuruh beberapa anak buahnya untuk menyerang Liones.


"Serang kucing itu dan habisi dia"


Beberapa prajurit musuh menerjang dan menyerang Liones dan dia pun melawan mereka dengan jurus cakar dan jurus sihirnya.


Brak....


Bruk....


Brak....


Bruk....

__ADS_1


Satu persatu musuh dihabisi oleh Liones dan pada akhirnya Liones berhadapan kembali dengan Jenderal Scorpi karena prajurit yang melawan Liones sudah habis terbantai.


Jenderal Scorpi pun mundur selangkah demi selangkah dan Liones pun tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha....dasar jenderal pengecut, ayo mundur terus sampai kepojokan sana setelah itu menangis lah sekencang kencangnya"


Di sisi lain pasukan Golem sudah tinggal beberapa Ratus prajurit lagi sedangkan prajurit musuh yang disebut dengan pasukan Deathstalker masih ribuan orang.


Yudi dan yang lainnya sudah berada di pintu gerbang kota Raja terlihat banyak orang yang bersembunyi di balik dinding tembok gedung dan ada juga di gang yang gelap.


Mereka terlihat ketakutan, dan di kaki mereka terpasang rantai seperti para manusia di sini telah dijadikan budak oleh Ras Monster.


Mereka juga tidak berani keluar, dan hanya melihat rombongan dari kit dari balik tembok.


Lili kemudian berteriak kepada Liones.


"Liones ayo cepat kemari biarkan para Golem yang melawan mereka"


Karena jenderal Scorpi mundur selangkah demi selangkah dan Liones tidak dapat menolak perintah dari Ratu Golem dia pun mundur dari Medan perang dan memanggil anak buahnya.


"Anak anak ayo pergi tinggalkan mereka semua"


Liones pun berbalik dan melangkah pergi tetapi tiba-tiba jenderal Scorpi menerjang Liones.


"Aku belum kalah jadi jangan pergi semudah itu dasar kucing buduk"


Wuss....


Brak....


Jenderal Scorpi mengayunkan pedang kearah Liones dan Liones pun menahannya kemudian menendang jenderal Scorpi sampai dia tersungkur.


Buk....


"Agh...."


Liones pun berbalik dan kembali berjalan meninggalkan jenderal Scorpi tetapi jenderal Scorpi kembali bangkit dan menghunuskan pedangnya kearah Liones.


Pedang jenderal Scorpi memanjang sehingga Liones tidak sempat menahan serangan pedang yang di hunuskan jenderal Scorpi.


Liones pun terkena tusukan pedang dari jenderal Scorpi ke arah dada kirinya meskipun tidak dalam tetapi ujung pedang tersebut mengeluarkan racun yang berwarna ungu yang di sebut racun darah.


"Agh..."


"Uhuk .... uhuk...."


Liones mengerang kesakitan kemudian terlepas dari pedang dia pun langsung batuk darah dan dengan cepat Liones mengeluarkan jurus terakhirnya.


"Cakar Harimau pembelah gunung....."


Wuss....


Crack....


Crack....


Jenderal Scorpi pun terkena serangan tersebut dan terbelah menjadi 3 bagian, sedangkan Liones langsung ambruk dan hampir pingsan.


Bruk....


Anak buah Liones langsung berlari menghampiri Liones.


"Tuan ku Raja harimau putih....."


Liones pun di bopong oleh anak buahnya menuju gerbang di sisi lain Lili menjadi panik dan Yudi langsung memerintahkan kepada pasukan homokultus.


"Lindungi mereka...."

__ADS_1


Pasukan homokultus pun segera berlari dan menembaki musuh yang mendekati Liones yang sedang di bawa oleh anak buahnya.


Ribuan prajurit Musuh yang tersisa melihat jenderal mereka mati terbelah menjadi 3 bagian dan semangat tempur mereka pun hilang, mereka semua menjatuhkan senjata mereka dan menyerahkan kepada pasukan Golem dan pasukan homokultus.


Ibarat bermain Catur apabila pemimpinnya kalah atau mati mereka pun tidak bersemangat lagi untuk bertempur.


Liones pun dibawa dihadapan Lili dan Lili yang biasanya tenang dia pun menjadi gelisah.


"Kalau saja ada sumber air mungkin aku bisa menyelamatkan nyawa dari Liones yang terkena racun"


Mendengar kata-kata tersebut kit langsung berteriak.


"Hai siapa pun warga kota Raja, aku kit Sunne putra mahkota kerajaan Hilia ini, siapa pun tolong bawakan kami air"


Kit berteriak beberapa kali dan kemudian di ikuti oleh Oni.


"Siapa pun tolong bawakan air, saya oni Maru putra jenderal besar kinta Maru berjanji akan melindungi kalian semua, tolong bawakan kami air"


Lili pun berjongkok di depan Liones dan berkata.


"Aku menyuruh kamu untuk tidak ikut dalam pertempuran karena aku sudah punya firasat buruk yang akan terjadi kepada mu"


Liones yang masih sadar pun berkata.


"Jangan menangis Ratu, mati dalam pertempuran adalah kebanggaan setiap kesatria aku tidak akan menyesalinya"


Lili pun sedikit marah kepada Liones.


"Bodoh, aku tidak akan membiarkan satu orang pun anak buah ku gugur di Dungeon ini"


Kemudian Liones pun tersenyum.


"Aku bangga menjadi bagian dari Golemonst dan aku bangga Ratu dan Raja Golem menjadi master ku.


Sebelum aku mati aku hanya meminta satu permintaan, tolong jadikan anak ku kelak menjadi orang yang hebat"


Lili pun menggelengkan kepalanya


"Tidak....tidak kamu tidak akan mati disini kamu akan sembuh, bagai mana dengan istri mu Maya dan calon anak mu.


Jangan jadikan itu kata kata terakhir mu Liones, kamu harus kuat bertahanlah"


Yudi dan yang lainnya pun gelisah meski pun Yudi membawa buah Dewa tetapi itu tidak akan efektif kalau untuk mengobati Racun yang ada di Dunia ini.


Bahkan obat dan potion tidak akan mampu menangkal racun yang sangat mematikan ini.


Kit dan Oni terus berteriak kepada warga yang bersembunyi untuk dibawakan air.


Racun tersebut hanya bisa di keluarkan oleh Lili dengan memakai air asli bukan air hasil sihir, semua sudah prustasi dan hanya berharap Liones akan kuat menghadapi racun yang ada di tubuhnya itu.


Tetapi semua harapan pupus ketika Liones mengerang kesakitan.


"Agh...."


Dia pun pingsan dan terkulai lemah tidak berdaya anak buah Liones pun menangis.


"Tuan ku Raja harimau putih....."


"Kakak.... Harimau Putih....."


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini

__ADS_1


👇


http://saweria.co/Dani Sutisna.


__ADS_2