
Kemudia wanita itu pun bertanya dengan heran dan sedikit mencibir.
"Apa benar anda bisa mengajarkan saya sihir elemen air yang cepat mengeluarkannya sedangkan anda sendiri adalah seorang Goi yang tidak punya energi sihir"
Lili tersenyum
"Iya bisa memangnya kenapa kalau saya bisa, setiap saya membaca buku sihir saya akan ingat cara kerja dan mantranya kalau tidak percaya ayo kita praktekan"
Mereka yang mendengar sedikit tidak percaya dengan perkataan Lili, karena mereka tau pas waktu mereka mencoba mengecek level dengan alat pengukur kekuatan.
Lili pun berbicara lagi
"Ayo buktikan saya akan mengajari kamu sihir elemen es"
Wanita itu tersentak kaget, karena sihir elemen es adalah sihir tingkat tinggi di atas sihir elemen air.
"Masa iya nyonya bisa menjajarkan saya sihir elemen es"
Lili pun mengangguk
"Ayo kita coba, tapi kamu ikuti gerakan dan mantra yang saya ucapkan, semua orang juga boleh ikut mencobanya"
Lili menempatkan wanita itu di depan panci yang berukuran besar kemudian Lili memberi perintah
"Coba bayangkan di dalam pikiran kamu bahwa air di dalam panci besar ini berubah menjadi batu yang dingin"
Wanita itu pun membayangkan air berubah menjadi batu yang dingi, semua orang ikut membantangkanya.
Lalu Lili memberikan perintah lagi
"Kalau sudah kamu bayangkan, letakan tangan kanan di atas hidung dan pantat sedikit di nungging kan kemudian tangan kiri di atas pantat"
Mereka pun meniru apa yang Lili lakukan dan Lili pun memberikan perintah lagi
"Goyangkan pantat kekanan dan kekiri lalu bacakan mantra Cir Gobang Go Cir"
Seketika mereka pun berhenti dan tertawa
"Hahaha.... Nyonya apa benar itu mantra dan gerakan yang benar, kita harus bergoyang seperti ini"
Wanita yang lain ikut memperagakannya memperatekan lagi goyangannya"
Lili pun mengacungkan jempol nya
"Nah itu benar kamu hebat"
Semua orang tertawa melihatnya lengak lenggok, wanita yang mau di ajari sihir elemen es wajahnya menjadi merah lalu berkata
"Nyonya jangan main main, kita ini sedang serius"
Lili pun meyakinkannya
"Iya saya serius memang begitu gerakannya ayo coba sampai beres jangan berhenti"
Mereka pun menahan tawa mereka lalu mempraktekan lagi
__ADS_1
"Ingat tangan kanan di hidung pantat nungging tangan kiri di atas pantat lalu bergoyang dan bacakan mantra Cir Gobang Go Cir Gobang, Cir Gobang Go Cir Gobang Cir Gobang Go Cir air berubahlah menjadi es Bim salabim"
Mereka pun berdiri lalu merentangkan tangannya ke atas panci.
Ehem...
Ehem...
Ehem....
Di antara mereka ada yang masih menahan tawa kemudian Lili memelototi orang yang masih menahan tawa.
"Ayo serius dan ulangi sekali lagi"
Semuang mengulangi tapi Lili tidak ikut dia hanya memperhatikannya biar mereka semua serius melakukannya.
Wanita berelemen air berada di depan panci berukuran besar dan di samping lainya ada dua waiters yang menghadap panci berukuran kecil desangkan kedua koki tersebut mengambil segelas air dan di simpan di atas meja.
"Ayo semua mulai"
Mereka pun bergoyang sambil menyebutkan mantra Cir Gobang Go tiga kali kemudian menciptakan air berubah menjadi es lalu mereka berdiri dan merentangkan kedua tangannya keatas air masing masing
Lili memegang pundak wanita berelemen air tersebut dan kemudian
Wus.....
Asap dingin menyembur dari tangan wanita itu dengan deras kemudian cairan yang ada di panci besar berubah menjadi keras sekeras batu, begitu pun salah satu waiters dia mengeluarkan asap dingin sedikit tapi pasti membuat air dalam panci ukuran kecil berubah menjadi es.
Mereka berdua berhasil mengeluarkan sihir elemen es tetapi satu waiters dan dua orang koki tidak berhasil melakukannya
"Sial padahal aku ingin menguasai sihir elemen es yang langka ini sedangkan aku pengguna sihir elemen angin"
Salah satu koki itu kesal dan koki lainnya berkata
"aku adalah seorang Magic sword jadi tidak bisa melapaskan sihir"
Dan waiters satu lagi berkata
"aku adalah pengguna elemen api sialan"
Wanita itu dan waiters satunya lagi merasa senang karena mereka berdua bisa melakukan sihir elemen es dan merubah air menjadi es yang sekeras batu.
"Aku berhasil aku berhasil hore"
Kemudian kedua orang itu memeluk Lili karena merasa senang. Lili hanya tersenyum karena sebetulnya itu adalah cara Lili untuk mengajarkan orang dengan gerakan yang aneh dan mantra yang aneh juga padahal, inti dari penggunaan sihir itu adalah Imajinasi.
Dan mereka disuruh Lili membayangkan air itu berubah menjadi batu yang dingin jadi merekapun berimajinasi membayangkan batu yang terasa dingin dan berubahlah menjadi es
Disana Lili menenangkan mereka yang sedang senang
"Sudah sudah ini belum berakhir masih ada yang harus kita lakukan"
Kemudian Lili memerintahkan koki itu mengambil parutan kentang, lalu mereka disuruh untuk memarut es yang berada di panci besar, setelah itu Lili memerintahkan untuk mengocok kembali es tersebut sampai mencair dan mengembang.
Setelah semua selesai Lili memerintahkan wanita tadi untuk mengubah kembali menjadi es tatepi sekarang tangannya tidak diatas tetapi menempel di panci.
__ADS_1
Wanita itu berimajinasi membayangkan lagi perubahan air menjadi es kemudian berlengak lengok dan membaca mantra Cir Gobang Go Cir.
Wus.....
Cairan di panci besar berubah menjadi es kembali tetapi sekarang tidak Keras seperti tadi karena sudah mengalami proses pelarutan dan pengocokan cairan itu sekarang di sebut Ice cream.
Kemudia mereka di suruh untuk membawa gelas dan memasukan Ice cream tersebut kedalam gelas lalu di sampingnya di sediakan sendok setelah itu waiters membawa Ice cream tersebut untuk di berikan kepada para petualang.
Wanita itu pun berterima kasih kepada Lili karena mengajarkan sihir elemen es kepada dia. Begitu pula si koki yang telah mencatat resep dari pembuatan Ice cream.
"Terima kasih nyonya telah mengajarkan cara mengeluarkan sihir elemen es kepada saya"
Si koki itu pun membungkukan badannya
"Terima kasih nyonya Sekarang guild petualang mempunyai menu baru yaitu Ice cream dan untungnya salah satu dari teman kami bisa melakukannya"
Lili pun tersenyum sambil garuk garuk kepala
"Sudahlah jangan banyak Terima kasih, ayo coba ini Ice cream nya enak apa tidak"
Setelah itu Lili pamit untuk kembali kedalam ruangan besar untuk bergabung bersama Yudi dan Joni.
Semua petualang yang ada di sana memakan dan menikmati hidangan yang Lili buat, mereka pun banyak memuji masakan Lili yang sangat enak.
Setelah semua selesai Yudi dan Lili begitu pula Joni berpamitan kepada para petualang. Mereka pun keluar dari guild petualang.
"Joni cepat kembali ke mansion karena Sekarang akan banyak kiriman datang, dan apabila Jidan ada disana suruh dia menungguku dan bawa ini bersamamu"
Yudi menyerahkan pedang yang sangat bagus dan dua buah pedang kayu dan juga tongkat sihir.
Joni pun bertanya
"Lalu tuan dan nyonya muda mau kemana"
"Saya akan berkeliling dulu karena masih ada urusan sebentar, kalau urusan beres kita akan langsung pulang"
"Baik tuan muda saya akan segera berangkat"
Lalu Joni pun berangkat menuju mansion dan di ikuti oleh dua pengawal.
Yudi dan Lili melanjutkan perjalanannya karena ada sesuatu yang perlu di beli oleh mereka
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update
__ADS_1