Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Kuasai Langit Gurun Hilia


__ADS_3

Di parit tempat persembunyian Aquos merengek kepada Lili.


"Ratu kapan kah giliran saya dan pasukan yang saya pimpin untuk menyerang, saya tidak sabar untuk mengamuk"


Lili pun mengeluarkan hawa membunuh yang di tujukan kepada Aquos.


"Silahkan kalian menyerang kalau kamu dan anak buah mu mau mati konyol"


Aquos pun menunduk dan meminta maaf.


"Maaf Ratu ..."


Lili pun berbicara lagi.


"Kita lihat dulu saja pertempuran yang menarik ini"


Lili pun sambil tersenyum jahat.


Pasukan Raja Iblis Chimera berupa pasukan lebah semakin mendekat mendekati kota Hilia.


Kemudian Lili memanggil Gopi


"Gopi siapkan pasukan mu sekarang juga"


Gopi pun mengangguk


"Siap Ratu..."


Lili pun memerintahkan Gopi kembali


"Gopi pasukan mu perintahkan untuk maju dan bidik semua pasukan lebah itu"


Gopi pun mengangguk


"Baik ratu ..."


Kemudian Gopi memerintahkan kepada anak buahnya untuk keluar dari parit.


"Pasukan Merah ayo kita maju kemedan Perang dan habisi musuh kita Dangan anak panah yang kita punya"


Semua pasukan merah berteriak


"Ya....Hura...."


Kemudian pasukan Merah yang di pimpin Gopi keluar dari parit dan menuju ke Medan Perang dengan menarik busur yang anak panahnya siap di tembakan.


Gopi memberikan komando.


"Pasukan Bidik..."


Semua membidik ke arah langit yang dimana pasukan lebah sedang datang untuk membantu pasukan kota Hilia.


Di dalam parit Lili memanggil Vivie.


"Vivie siapkan pasukan Ratu Ratu langit"

__ADS_1


Vivie mengangguk


"Siap Ratu..."


Kemudian Lili berbicara lagi


"Setelah Gopi melepaskan anak panahnya kamu dan pasukan mu habisi sisa lebah yang masih hidup"


Vivie mengangguk


"Baik Ratu..."


Vivie pun menyiapkan Pasukanya untuk keluar dari parit dan bersiap terbang untuk menyerang pasukan lebah.


Pasukan lebah pun semakin mendekati sasaran tembak dari pasukan Gopi, setelah pasukan lebah masuk sasaran tembak dari Gopi dia pun berteriak.


"Pasukan Bidik dan Tembak..."


Wuss....


Wuss....


Wuss....


Ratusan anak panah meluncur kearah pasukan lebah, dan pasukan lebah pun di hujani anak panah.


Crack....


Crack....


Pasukan lebah pun banyak yang terbunuh terkena anak panah dari pasukan Merah, dan lebah yang mati dan terluka itu jatuh satu persatu ketanah.


Vivie berteriak kepada pasukan yang dia pimpin.


"Ayo kita kuasai langit Gurun Hilia dan habisi musuh musuh kita, terbang dan seranglah...."


Pasukan Vivie yang dari suku Herpy dan suku jenis burung lainnya terbang ke angkasa dan menyerang pasukan lebah.


Pembantaian pasukan lebah di angkasa sangat terasa pertarungan yang sengit, perlawanan dari pasukan lebah pun tidak berarti meskipun perbandingan empat banding satu karena tidak semua pasukan ratu langit bisa terbang.


Karena hampir setengahnya pasukan Ratu langit yang di pimpin oleh Vivie bukan dari suku burung melainkan mereka Prajurit yang memiliki sihir elemen udara.


Tetapi pasukan Vivie atau pasukan ratu langit sudah terbiasa bertempur di Labirin iblis dengan berpandingan sepuluh banding satu.


Tidak terasa hari menjelang malam udara terasa dingin dan angin menjadi kencang. Lili pun memerintahkan seluruh pasukan yang sedang bertempur untuk segera mundur.


Lili kembali menggunakan telepati.


"Agis, Gabon mundur lah sudah cukup untuk hari ini kita lanjutkan besok lusa"


Agis dan Gabon berteriak kepada seluruh pasukan.


"Semuanya ayo kita mundur...


Sudah cukup untuk hari ini....

__ADS_1


Ayo mundur..."


Mereka pun kembali mundur, sorakan di dalam benteng kota terdengar menyuarakan kemenangan mereka.


Mereka tidak tahu bahwa pasukan Golemonst belum kalah, ini adalah strategi perang yang di terapkan oleh Lili sebagai ratu Golem supaya stamina para prajurit tetap Fit dan mengurangi korban terluka bahkan mati.


Lili juga memerintahkan kepada Vivie dan Gopi untuk kembali.


"Vivie segeralah turun kita sudah cukup hari ini, Gopi kembalilah keparit sekarang juga"


Gopi dan pasukan mereh pun kembali masuk kedalam parit begitu juga seluruh pasukan.


Semua pasukan sudah kembali kedalam parit Lili pun memerintahkan semua untuk kembali ke goa Goblin batu.


"Semua prajurit ayo kita kembali ke dalam Goa tempat awal kita datang"


Mereka pun berjalan menuju ke tempat awal dan masuk kedalam Goa, Lili pun menutup goa tersebut.


"Apa kalian ada yang terluka kalau ada silahkan menuju kepojok sana, disana sudah ada Alexsa dan Nana yang akan membantu menyembuhkan kalian"


Disana prajurit yang terluka pun diobati oleh Nana dengan sihir penyembuhnya dan pasukan lain yang tidak kebagian perang membagikan makanan.


Lili pun memerintahkan semua prajurit untuk beristirahat.


"Semuanya sekarang kita beristirahat dulu kembalikan stamina kalian besok lusa kita akan kembali menyerang kota Hilia"


Di sana Aquos kecewa karena tidak di tugaskan untuk berperang dan menunjukan kekuatan dia di hadapan ratu mereka.


Sambil mereka makan dan beristirahat Lili pun memuji mereka.


"Besok akan menjadi hari yang berat untuk kita semua, saya salut kepada kalian semua karena maju berperang dengan gagah berani"


Para prajurit yang berperang sangat senang karena di puji oleh ratu mereka dan mereka pun makin bersemangat.


Kemudian Lili berbicara lagi


"Untuk besok giliran Pasukan Aquos dan yang lainnya untuk maju berperang, saya harap kalian bersiap siap lah"


Mereka pun mengangguk dan berbicara


"Siap Ratu..."


Kemudian Lili berbicara kembali.


"Besok kita harus berhasil menaklukkan Kota Hilia jadi sekarang kalian berisitirahat lah"


Lili pun mengeluarkan kristal Cahaya untuk menerangi goa dan kemudian menutup rapat pintu goa tersebut dengan menggunakan sihir elemen tanah.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇

__ADS_1


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2