
Semua anak buah Liones meraung karena sedih.
Goar....
Goar....
Di sisi lain terdengar suara bergemerincing, itu adalah suara rantai yang beradu satu sama lain dan suara itu semakin lama semakin terdengar jelas, suara bergemerincing itu datang dari semua sudut kota.
Dan benar penduduk kota raja memberanikan diri keluar dari persembunyiannya, mereka membawa nampan, ada yang membawa ember dan ada juga yang membawa kendi berisi air.
Mereka berjalan menuju kearah kumpulan yang mengelilingi Liones kit pun tersenyum dan berkata sambil membungkukkan badannya ke empat penjuru arah.
"Terima kasih....
Terima kasih....
Terima kasih....
Terima kasih...."
Ratusan orang bahkan ada lebih dari 1.000 orang baik anak-anak maupun dewasa menghampiri dengan membawa air.
Lili memegang tangan Liones dan memeriksa denyut nadinya, Liones masih terasa hangat dan denyut nadinya masih ada.
Lili pun tersenyum dan berkata.
"Masih ada harapan untuk menyelamatkan Liones"
Kemudian Lili bangkit dan berbicara kepada Yudi.
"Bang, bantu adek untuk mengangkat racun dari tubuh Liones"
Yudi pun mengangguk, kemudian Yudi dan Lili bersiap menggunakan sihir untuk mengobati Liones.
Yudi menggunakan jurus sihir elemen air dan mengangkat air yang penduduk kota bawa, air dari dalam wadah yang penduduk bawa berlahan melayang keudara.
Dan air itupun berkumpul di udara seperti dinding air yang melindungi isi kota, Lili mulai bergerak mengambil air membentuknya menjadi bulatan kecil.
Kemudian diarahkan ke Liones yang sedang berbaring, Liones pun terangkat berlahan ke udara dan di selimuti oleh air.
Lili mulai berdoa dan membacakan mantra.
"Dengan menyebut nama sang pencipta alam semesta yang maha pengasih lagi maha penyayang. Pinjamkan lah kekuatan mu wahai zat yang maha perkasa, saya mohon sembuhkan lah mahluk yang tidak berdaya ini yang terkena racun mematikan"
Lili pun membacakan mantera penyembuhan tingkat tinggi dan berlahan racun dari pori pori tubuh Liones berlahan keluar.
Yudi dengan sihir nya memisahkan air dan racun yang telah keluar tersebut dan membekukannya setelah racun keluar semua dari tubuh Liones, racun tersebut dimasukkan ke dalam sihir dimensi item Book oleh Yudi.
Luka sayatan di tubuh Liones pun sudah tertutup sempurna tetapi Liones belum juga sadar dari pingsannya dan butuh waktu untuk memulihkan kembali kondisi badannya.
Liones pun diturunkan kembali dari udara dan di sambut oleh anak buahnya.
"Syukurlah tuan ku Raja harimau putih racunnya sudah di keluarkan"
Air yang tersisa yang melayang di udara diarahkan ke warga yang memakai rantai tangan dan kaki, Rantai tersebut adalah rantai perbudakan.
Yudi pun mengarahkan air tersebut kewarga kota raja yang memakai rantai budak.
Wuss....
__ADS_1
Buwar....
Mereka pun menjadi basah karena air yang di siramkan oleh Yudi dengan sihir elemen air.
Kemudian Yudi berteriak
"Clear...."
Tiba-tiba tubuh penduduk kota menjadi bersih dan rantai yang mereka pakai pun terlepas dengan sendirinya.
Cring....
Cring....
Warga kota pun tersenyum dan bersyukur.
"Syukurlah rantai ini sudah terlepas"
Mereka pun menjadi gembira dan sorak Sorai pun terjadi setelah itu mereka pun berlutut di hadapan kit.
"Selamat datang Tuan ku Putra Mahkota Kit Sunne, kami penduduk kota Raja siap melayani dan mengabdi kepada anda.
Terima kasih Master, anda sudah membebaskan kami dari belenggu rantai budak, dan kami siap membantu anda"
Kit pun mengangguk dan berkata
"Bangunlah.... tolong tunjukkan tempat untuk kami beristirahat"
Mereka pun berdiri dan salah seorang dari mereka pun menghampiri.
"Mari saya antar tuanku menuju Istana kota disana anda bisa beristirahat dan disana juga pintu masuk ke lantai berikutnya"
Mereka berjalan menuju istana kota dan di istana kota ini sangat besar tetapi tidak ada satu orang pun yang mendiami istana ini.
"Nama kamu siapa, dan Terima kasih kamu sudah mengantarkan kami"
Orang itu pun menjawab.
"Saya torin tuanku putra mahkota, dulu saya kepala pelayan kerajaan Hilia ini dan anda selalu ingin dibacakan cerita oleh ku waktu anda masih kecil"
Kit pun mengingat ingat kejadian waktu dulu.
"Oh syukurlah paman torin ternyata masih hidup, bagai mana dengan yang lainnya"
Torin pun menundukkan kepalanya.
"Keluarga kerajaan sudah di eksekusi mati oleh Raja iblis Chimera beberapa tahu yang lalu dan kami para pelayan dan penduduk kota dijadikan budak mereka untuk bekerja sepanjang hari tanpa henti.
Bila kami melawan dan tidak patuh kami di jadikan tumbal oleh Raja iblis Chimera atau di jadikan mainan anak buahnya. Beruntung anda masih hidup.
Kami kira anda sudah meninggal dunia waktu kudeta beberapa tahun yang lalu, sehingga kami pupus harapan dan hidup menderita seperti di dalam neraka.
Bahkan ada dari saudara kami yang tidak kuat menahan penderitaan ini dan memilih bunuh diri, kami yang bertahan masih berharap adanya keajaiban dan kami bersyukur keajaiban itu datang sekarang"
Kit dan torin pun berbicara panjang lebar sedangkan Liones di bawa ke dalam kamar untuk beristirahat mereka semua pun beristirahat.
Oni bertanya kepada Yudi.
"Master bagaimana dengan sisa pasukan jenderal Scorpi, kelihatannya pasukan itu sudah menyerah"
__ADS_1
Yudi pun berkata
"Ya udah datangi mereka dan buat mereka tunduk padamu dan jadikan anak buah mu, mereka pasukan yang kuat, kalau kamu membuat mereka menjadi anak buah mu, kerajaan ini akan menjadi kuat"
Oni pun meminta ijin
"Ijinkan saya mendatangi mereka"
Yudi mangangguk
"Pergilah dan bawa pasukan homokultus untuk menjaga mu, kalau sudah terkendali cepat lah kembali"
Oni pun berangkat menuju gerbang kota tempat pertempuran tadi dengan membawa pasukan homokultus yang bersenjata lengkap.
Mereka pun beristirahat sejenak sambil beristirahat mereka pun menyusun strategi dan rencana.
Lili pun sudah muak berada di dalam peperangan ini dan ingin segera mengakhirinya.
"Bang, adek sudah muak berada di tengah peperangan ini, Dungeon ini tidak seperti kerajaan Humanimalia yang aku bisa kalahkan hanya dengan sendirian.
Kita seperti sedang melawan beberapa kerajaan besar dengan pasukan yang minim, bahkan kalau pasukan musuh di satukan dan melawan pasukan kita.
Kemungkinan besar kita akan kalah total dan mungkin kita akan tewas juga dalam peperangan ini"
Yudi mengangguk.
"Ya dek, Abang juga menyadari hal itu, beruntung Raja iblis Chimera sangat bodoh dan membagi pasukannya di setiap lantai Dungeon ini.
Kalau berhadapan langsung dengan seluruh pasukan Raja Iblis Chimera secara langsung mungkin benar apa yang di katakan oleh mu dek. Kita akan kalah total dan mungkin kita juga akan tewas mengenaskan"
Alexsa pun ikut berbicara
"Dungeon ini ada 20 lantai dan setiap lantainya setara denga satu buah kota besar atau satu kerajaan kecil.
Setidaknya ada sekitar 11 tempat yang memiliki pasukan yang tidak kurang ada sekitar lebih dari 5.000 pasukan di setiap lantainya.
Pasukan kita sudah kelelahan bahkan Liones pun sudah tak berdaya lagi tinggal kita bertiga yang bisa menyelesaikan lantai terakhir ini"
Yudi pun mengangguk
"Ya sudah sekarang jangan libatkan yang lain, kita sendiri yang harus bertempur melawan sisanya, kita berempat setelah beristirahat berangkat menuju Dungeon lantai ke 20 untuk menghadapi Raja iblis Chimera"
Kit pun berkata
"Baiklah master kalau begitu, tetapi kita memiliki informasi dari paman torin, di lantai 20 itu lantai pengawas, katanya hanya sedikit pasukan yang ditempatkan di sana.
Dan Raja iblis Chimera sendiri berada di Istana yang berada di atas menara Dungeon ini. Dia juga hanya di kawal oleh pengawal kepercayaan nya"
Yudi pun berkata lagi.
"Baiklah kita berangkat sebentar lagi setelah beristirahat, hanya kita berempat yang harus menuntaskan ini semua dan tidak ada lagi korban jiwa di kelompok kita"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna