Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Sekarang Giliran Ku Untuk Menyerang


__ADS_3

"iya itu kekuatan, kita harus memiliki strategi juga untuk bertahan dan menyerang" jawab Raja Morgan.


"Guru ku memang Hebat, dia bahkan banyak melakukan terobosan baru tentang sihir dan Cara ajarnya sangat menyenangkan bahkan mudah di mengerti untuk ku yang bodoh ini.


Sehingga aku bisa memasuki Level pahlawan dan di kerajaan ini level pahlawan di sebuah Kesatria Agung" ucap Nana.


Raja Morgan pun kaget "Apa kamu sudah level pahlawan, kamu penyihir yang jenius kalau begitu, jangan rendahkan diri menyebut bodoh, di kerajaan sihir Morgia kita sedikit orang yang menjadi jenius sihir" ucap Raja Morgan memuji.


"Aku memang bodoh Yah, Bahkan Pasukan Khusus kerajaan Golemonst ini yang jumlahnya lebih dari 500 orang mereka berlevel kesatria Agung dan lebih dari 10 ribu orang sudah level kesatria suci dan sisanya kesatria biasa tingkat 3" keluh Nana.


Raja Morgan pun membelalakkan matanya karena kaget "Apa lebih dari 500 orang mereka jenius sihir "


Di kerajaan sihir Morgia istilah level pahlawan adalah jenius sihir, karena memang lebih banyak menggunakan sihir dari pada fisik.


"Di kerajaan ini Nana di latihan bukan hanya mengendalikan sihi tetapi juga dilatih secara Fisik sehingga kekuatan sihir dan kekuatan fisik itu seimbang, lihat nanti pertarungan antara Nona Alexsa dan Guru ku Ratu Golem.


Ini hanya pembukaan pertarungan mereka menggunakan sihir tetapi lihatlah selanjutnya mungkin ayah akan sangat kaget" ucap Nana.


Kemudian mereka pun pokus menonton kembali pertarungan antara Ratu Naga Mabuya dan Ratu Iblis Golem.


Alexsa kembali akan menyerang Lili, dia sudah bersiap dengan merentangkan tombak pedang kemudian lingkaran Sihir terbentuk di atas kepala Alexsa menghadap ke arah Lili.


"Jurus Elemen Api, Hujan meteor Api...."


Wuss....


Wuss....


Wuss....


Lingkaran sihir tersebut mengeluarkan banyak bola api dan menghujani Lili, para penonton menutup mata mereka tetapi mengintip dari sela sela jari.


Karena serangan hujan meteor api tidak ada jeda dan terus keluar dari lingkaran sihir, Lili tetap diam tidak bergerak seperti dari awal.


Kemudian Lili mengibaskan pedangnya tetapi dia mengibaskan sisi pedang berlian berwarna coklat "Barier kubah pelindung tanah...."


Wuss....


Terbentuk lah kubah setengah lingkaran melindungi Lili dari hujan meteor api milik Alexsa.


Kemudian Lili memutar pedangnya kearah sisi tajam berlian berwarna biru "Barier kubah pelindung Air...."


Wuss....


Kubah pertahanan itu dilapisi 2 elemen sihir yaitu elemen tanah dan juga elemen air.


Kemudian Lili melakukan sihir berikutnya "Sihir elemen air Berubah menjadi sihir elemen Es...."


Krekak....


Air yang melayang dan melapisi dinding kubah tanah berubah menjadi Es yang sangat dingin.


Kubah tanah yang awalnya memerah karena panas dari serangan hujan meteor kini berubah menjadi coklat kembali dan mengeluarkan asap putih.

__ADS_1


Asap putih tersebut adalah es yang mencair dan menguap sehingga membentuk kabut dingin, itu adalah antisipasi Lili supaya tidak mati terpanggang di dalam barier pertahanan yang dia gunakan.


Sehingga kubah tanah yang melindungi Lili tetapi dingin meskipun di hujani meteor api bertubi-tubi.


Para penonton menjadi tegang sampai akhirnya serangan meteor api milik Alexsa berhenti.


Di sana Alexsa tidak tinggal diam karena tidak bisa menembus kubah tanah milik Lili dia menggunakan jurus perubahan dan mengeluarkan 2 sayap naganya.


Alexsa tidak berubah seutuhnya menjadi seekor naga, tetapi hanya mengeluarkan sebagian wujud naganya berupa sayap naga.


Lili menggunakan 2 elemen sihir yaitu sihir elemen tanah dan sihir elemen air, karena Alexsa tidak bisa menggunakan 2 elemen sihir sehingga dia mengakali elemen lainnya yaitu dengan menggunakan sayanp naga nya.


Alexsa menggunakan sayap naga untuk menciptakan sihir elemen angin, bukan hanya itu saja Alexsa juga menggunakan sisi pedang untuk di jadikan kipas dia mengayunkan pedangnya dengan cepat sehingga membentuk angin yang terhempas kencang berbarengan dengan di kipaskanya sayap naga Alexsa.


Sehingga dari kipas sayap dan pedang membentuk serangan angin dan Alexsa pun berteriak "Serangan Pedang angin naga api...."


Wuss....


Elemen angin yang didalamnya terkandung api meluncur kearah barier kubah tanah milik Lili dan hantaman pun terjadi.


Duwar....


Hantaman angin itu membuat ledakan yang sangat besar.


Krekak....


Kubah tanah pun mulai retak dan akhirnya hancur berkeping-keping.


Brak....


Setelah serangan Alexsa berhenti Lili pun berbicara "Sudah beberapa kali kamu menyerang ku, sekarang giliran ku untuk menyerang mu, Bersiaplah"


Mendengar perkataan itu Alexsa memposisikan dirinya dalam posisi siaga dengan pedang tombak berada di depannya dan lingkar sihir pertahanan pun mulai terbentuk untuk menghalau serangan dari Lili.


Lili merubah barier pelindung Es menjadi tombak Es "Serangan Tombak Es meluncur lah...."


Wuss....


Wuss....


Wuss....


Ribuan tombak Es beterbangan menghujani Alexsa.


"Wow hebat ini adalah serangan balasan dari Ratu Iblis Golem, karena tadi Ratu naga Mabuya menyerang dengan meteor api, kini Ratu iblis Golem menyerang dengan tombak Es. Benar benar Sihir yang perlawanan antara api yang panas dan Es yang dingin" ucap penonton.


"Benar ini adalah serangan balik, benar benar pertarungan tingkat dewa, kalau saja di stadium ini tidak di pasang pelindung mungkin saja stadium ini akan hancur lebur " ucap penonton lainnya.


Mereka pun bersorak menyemangati, siapa pun yang menang mereka tidak peduli yang pasti mereka telah melihat pertarungan dua orang yang sangat hebat yang menggunakan elemen sihir sebagai penyerangan dan pertahanan.


Pertarungan ini juga menjadi inspirasi bagi para pasukan penyihir dari kerajaan sihir Morgia, bagai mana cara bertahan dan bagai mana cara menyerang yang efektif dengan menggunakan sihir.


Serangan tombak Es yang diluncurkan oleh Lili di tahan dengan lingkaran sihir pertahanan, bukan hanya itu saja Alexsa pun memasang Barier Pelindung 2 lapis berbentuk balon energi yang mengelilingi dirinya dan 1 Perisai Energi di depannya.

__ADS_1


Sehingga Alexsa memiliki 3 pelindung sekaligus yaitu lingkaran sihir pertahanan, perisai energi, dan balon energi yang berfungsi sebagai pertahanan dari serangan tombak Es milik Lili.


Gempur dari tombak Es terus menghujani Alexsa beberapa lingkaran sihir pertahanan hancur dan sekarang pertahanan yang menahan serangan itu di tahan perisai energi. Dan hingga akhirnya Es yang dilancarkan oleh Lili itu habis.


Alexsa sengaja tidak menyerang balik atau menahannya dengan elemen sihir api karena Es tersebut bisa menguap dan menjadi buih air yang bisa di manfaatkan kembali oleh Lili menjadi serangan jarum Es.


Sehingga Alexsa sengaja membuat tombak Es tersebut menghilang dengan sendirinya.


Setelah serangan tombak Es berhenti Lili tertawa "Hahaha....kamu terlalu fokus dengan serangan tombak Es yang aku lancarkan, kamu lupa aku menguasai 2 elemen sihir"


Alexsa terdiam sambil tetap fokus kepada pertahanan yang dia lakukan, dan tidak mengerti apa yang di katakan oleh Lili. Kemudian Lili pun menghentahan kakinya.


Brak....


Puluhan tombak tanah muncul di bawah kaki Alexsa, beruntung Alexsa memiliki replek yang sangat bagus sehingga dia langsung melompat dan terbang dengan sayap naganya.


Wuss....


Sambil terbang Alexsa mengayunkan pedangnya dan memotong tombak tanah yang keluar dari dalam tanah yang dia pijak sehingga tombak tanah itu hancur.


Alexsa pun terbang dan tidak berani menginjakan kakinya di atas arena lagi, kemudian Lili berbicara "Elemen tanah adalah Elemen terkuat di dunia ini, mereka pengguna elemen tanah bisa mengendalikan tanah sesuka hati.


Karena tanah yang kita pijak bisa di kendalikan oleh mereka para pengguna sihir elemen tanah, kalau kalian tidak percaya lihat lah aku sekarang" Lili menunjukkan dirinya sebagai contoh penggunaan sihir elemen tanah.


Kemudian Lili mengeluarkan jurus berikut dengan menggerakan pedangnya ke arah Alexsa yang sedang terbang, stadium tersebut berguncang kemudian di arena muncul di dalam tanah yaitu seperti tombak berukuran besar.


Alexsa yang melihat itu sudah tahu apa yang akan di keluarkan oleh Lili, karena itu adalah jurus pamungkas Lili, yang kanan membuat sayapnya tidak bisa terbang lagi


Lili berteriak "Jurus Basoka Tanah, Meluncur lah...."


Wuss....


Tanah berbentuk peluru bersekala besar itu meluncur mengarah ke arah Alexsa dan Alexsa pun berusaha menghindarinya tetapi basoka itu tetap mengejarnya terbang kesana kemari


Sampai akhirnya Alexsa memutuskan berbalik dan memotong bagian dari basoka tanah tersebut "Hep hiat...."


Trang ....


Trong....


Trang....


Basoka Tanah itu pun di potong menjadi beberapa bagian, dan terjatuh kebawah. Melihat Alexsa bisa mengantisipasi serangan itu Lili bertepuk tangan. 👏👏👏


"Bagus....Bagus....Itu semua serangan yang pernah mengalahkan mu dulu dan sekarang kamu bisa mengantisipasinya, ingat jangan sampai tanduk naga mu terpotong sampai yang kedua kalinya" ucap Lili memuji sambil memprovokasi.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini

__ADS_1


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2