
Rona dan cula pun saling berhadapan kemudian Cula pun bertanya kepada Rona.
"Apa benar kamu ini adalah si bahamut dari Suku Momut"
Rona pun tertawa
"Hahaha... benar itu adalah aku dan sekarang master aku memberikan ku nama Rona jadi kamu bisa panggil aku Rona"
Kemudian cula bertanya lagi
"Kenapa kamu mau di peralatan oleh mereka, biasanya suku mamot tidak mau bekerja sama dengan siapa pun, bahkan Raja Bison pun ingin menjadikan Suku Momut menjadi bagian dari Humanimalia pun tidak bisa"
Rona pun menjawab
"Tanyakan kepada diri mu sendiri kenapa jenderal besar kerajaan Humanimalia bisa di perbudak oleh raja iblis Chimera"
Cula pun tidak bicara lagi, kemudian Rona pun sedikit Mempropokasi.
"Apa kamu tahu Raja mu Bison sudah mati di penggal oleh master ku, dan kerajaan yang kamu banggakan dan kamu jaga sekarang sudah tidak ada lagi.
Dan kamu malah bersembunyi di kota gurun yang gersang ini, dasar kamu pengecut, Rela meninggalkan negaranya sendiri dan menjadi budak di kerajaan orang lain"
Cula pun sedikit marah
"Diam kamu, aku tidak meninggalkan kerajaan ku, aku hanya ditugaskan oleh Raja ku untuk ditempatkan di tempat ini"
Rona tertawa lagi
"Hahaha....omong kosong yang di lontarkan oleh orang bodoh, tidak mungkin ada raja yang sengaja menempatkan jenderal terkuatnya, di kota milik kerajaan orang lain.
Dan membiarkan kerajaan nya di ambil alih oleh kerajaan yang lainnya, dasar kamu itu bodoh, sebenarnya kamu itu sudah di jual oleh raja Bison mu itu.
Dan di jadikan sebagai budak untuk berperang buktinya orang yang ada di atas benteng itu"
Rona menunjuk kepada komandan yang sedang diam di atas benteng.
"Dia lebih lemah dari pada kamu tetapi dia dapat memerintahkan kamu Untuk bertarung satu lawan satu di tempat ini.
Apa itu bukan bukti bahwa kamu itu di perbudak, ingat kita memengang hukum Rimba yang kuat yang berkuasa.
Lihat dirimu sendiri seorang jenderal besar kerajaan Humanimalia tetapi di perintah oleh komandan lemah di kota Hilia"
Cula pun marah karena cemoohan dari Rona dia pun mengayunkan senjatanya berupa tombak pedang yang lumayan besar.
Huk....
Wuss....
"Apa kamu sudah selesai berbicara, Raja Bison memang sudah mati dan sekarang Humanimalia sudah tidak ada lagi, tetapi apakah kamu tidak berbeda dengan ku.
Kamu diperalat dan di perintahkan untuk Bertarung melawan ku, hukum kamu bicara hukum rimba yang kuat yang berkuasa, tetapi lihat dirimu sendiri.
Apa orang orang yang ada di belakang mu lebih kuat dari pada kamu sendiri, bahkan kamu di perintah oleh manusia bahkan itu adalah wanita yang lemah seperti dia"
Rona menyeringai
"Kamu boleh menghina diri ku tetapi kalau kamu sampai menghina master ku, akan aku habisi kamu sekarang juga, kamu kira master ku lemah bahkan dia bisa saja melenyapkan kota ini dengan sekali ayunan pedangnya.
Dia yang membuat saya lebih kuat, dan dia juga yang memenggal Raja Bison mu, selain itu Humanimalia yang kau banggakan oleh mu, hanya di serang oleh master ku sendiri tanpa melibatkan pasukanya.
Lihatlah di belakang ku, bahkan prajurit dari Humanimalia pun ikut serta menyerang kota ini dan lihat juga teman mu jenderal Rio dia memiliki bergabung bersama kami dari pada seperti mu menjadi budak Raja iblis Chimera"
Cula pun sudah tidak mau mendengarkan ocehan dari Rona dia pun mulai menyerang dengan tombak pedangnya.
__ADS_1
"Cukup bicara mu dan rasakan serangan ku"
"Hia...t"
Wuss...
Cula mengayunkan senjatanya yang di lapisi oleh energi sihir dan rona pun tidak tinggal diam senjata gada yang dia pegang di aliri energi sihir.
Tombak dan gada pun saling beradu.
Wuss....
Trang....
Duwar....
Kedua senjata yang mengandung sihir tersebut beradu dan menimbulkan ledakan yang sangat keras.
Mereka pun saling menyerang satu sama lainnya dan pertarungan mereka berdua pun sangat sengit sekali.
Terjadi ledakan ledakan besar di sekitar mereka efek dari serangan sihir yang mereka lancarkan.
Wuss....
Trang....
Duwar....
Duwar....
Tempat pertarungan pun diselimuti oleh pasir yang membumbung tinggi, kilatan cahaya menyertai serangan mereka.
Cahaya biru, merah dan coklat menyelimuti pertarungan mereka, cahaya tersebut adalah sihir yang mereka berdua keluarkan dan saling beradu satu sama lainnya.
Ledakan demi ledakan terjadi sehingga mengguncang area di sekitarnya dan mengundang monster yang tidak berakal untuk datang menghampiri.
Goar....
Goar....
Raungan dari Monster Giant crab pun mengganggu pertarungan Cula dan Rona karena salah satu Giant crab yang muncul langsung menyerang Rona dan cula.
Mereka pun menghindari serangan dari Giant crab tersebut, pasukan Golemonst pun sedikit panik karena muncul beberapa Ekor Monster Giant crab.
Monster Giant crab yang berada di sini adalah mereka bersembunyi di dalam pasir untuk melindungi dirinya dari panas sinar matahari dan keluar di malam hari untuk mencari makanan.
Karena ledakan ledakan besar yang di timbulkan oleh cula dan Rona saat bertarung menjadikan monster Giant crab merasa terganggu dan mereka pun keluar dari sarangnya.
Pasukan Golemonst pun bersiap untuk menghadapi Monster Giant crab yang lumayan besar, yang besarnya seperti mobil Jeep yang pernah Yudi buat di Golemonst.
Ada sekitar 20 ekor Giant crab yang sebesar Jeep mereka berada di kelas Beast dan 1 Ekor Monster Giant crab yang berada di level bencana.
Lili hanya memerintahkan kepada seluruh pasukanya untuk membentuk Formasi pertahanan.
"Gunakan Formasi pertahanan jangan menyerang kalau monster itu tidak mendekati kalian"
Semua menjawab dengan serentak.
"Siap Ratu"
Lili berjalan beberapa langkah meninggalkan pasukan dan Giant crab yang berada di level bencana pun mendekati mereka dengan cepat.
Lili pun bersiap mengayunkan pedangnya.
__ADS_1
"Tebasan Pedang naga api .."
Wuss.....
Lili mengayunkan pedang dari atas kebawah dan aura yang keluar dari pedang tersebut berwarna merah pedang itu pun nampak memanjang karena aura merah tersebut.
Wuss....
Crack....
Monster Giant crab yang berada di level bencana pun terbelah menjadi dua bagian semua orang membelalakkan matanya karena tidak percaya apa yang telah mereka lihat.
Hanya satu kali ayunan pedang yang di ayunkan oleh Lili dapat membelah Monster Giant crab level bencana dengan jarak 50 meter dan dari belahan tersebut nampak api yang masih menyala dan membakar monster Giant crab.
Monster Giant crab yang lain pun mundur karena Monster yang lebih besar dari mereka sudah kalah tetapi terjadi sedikit guncangan gempa dan terlihat ada kepulan debu yang membumbung tinggi.
Kepulan debu itu semakin mendekat dengan cepat menghampiri, pasukan Golemonst pun bertanya tanya.
"Mahluk besar apa lagi yang menghampiri kita"
"Nampaknya itu monster yang sangat besar sekali"
Lili pun berteriak.
"Semuanya mundur"
Pasukan Golemonst pun mundur beberapa puluh meter kebelakang tetapi Lili tetap di tempatnya tidak bergerak sedikitpun.
Ternyata itu adalah Ratu Giant crab dengan ukuran 10 kali lipat dari pada Giant crab level bencana dan Ratu Giant crab tersebut berada di tingkatkan level Iblis.
Monster tidak berotak atau di katagorikan Binatang Monster yang memiliki Level iblis itu sangat kuat bahkan seorang dewa pun bisa di cabik cabik oleh binatang monster ini.
Ratu Giant crab pun menghampiri Giant crab yang sudah Lili kalahkan kemudian dia mencapainya dan memakannya dengan sekali lahap.
Semua orang pun menjadi gemetaran karena monster di atas kelas bencana yaitu kelas iblis bisa memporak porandakan satu kerajaan.
Monster Ratu Giant crab ini jarang atau tidak pernah muncul di permukaan, mahluk ini hanya di beri makan oleh mahluk yang lebih kecil dari dirinya.
Seperti Giant crab yang sebesar Mobil bertugas mencari makanan untuk di persembahkan kepada Ratu Giant crab dan Monster Giant crab yang berlevel bencana sebagai pemimpinnya yang melindungi Giant crab yang lebih kecil.
Setelah Ratu Giant crab memakan monster Giant crab kelas bencana yang sudah di kalahkan oleh Lili dia pun menyerang Lili dengan capitnya.
Wuss....
Brak....
Semua orang berteriak
"Ratu ....awas...."
Lili dengan cepat menghindari serangan dari Ratu Giant crab dan ratu Giant crab pun terus menyerang dan mencapit Lili tetapi Lili selalu menghindari serangan dari Ratu Giant crab.
Lili pun berada di punggung Ratu Giant crab kemudian Lili menggunakan sihir kontrak untuk menjinakkan Ratu Giant crab.
"Patuhilah perintah saya dan jadilah tungangan saya"
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.