Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Unggul Dari Segi Kekuatan


__ADS_3

Gocir memimpin langsung penyerangan ke Dungeon lantai ke 16 karena di lantai 15 prajurit lebah penyengat sudah habis di bantai oleh pasukan Golemonst.


Yang tersisa adalah lebah penyengat yang berada di dalam istana Ratu lebah madu yang sekarang sedang bertarung dengan kit, Oni , Rara, Yudi, Alexsa dan Lili.


Itu pun dengan sekejap mereka bantai habis sampai tidak ada yang tersisa. Kit pun mendekati Ratu semu tetapi pengawal dari ratu semut mencegahnya.


"Siapa anda, jangan dekati Ratu kami..."


Prajurit lebah madu sambil mengarahkan tombaknya kearah kit sambil melindungi Ratu lebah madu.


Kit pun langsung menjawab pertanyaan dari prajurit lebah madu tanpa basa basi.


"Aku putra mahkota Kit Sunne, ini adalah sekutu ku yang akan mengalahkan Raja iblis Chimera"


Kemudian semua prajurit Lebah madu langsung berlutut kepada kit.


"Hormat kami tuanku Putra Mahkota Kit Sunne, maaf kami tidak mengenali anda"


Kemudian Ratu Lebah madu langsung berlari menghampiri kit dan kemudian meraba wajahnya.


"Apa ini benar Tuanku kit Sunne"


Kit pun mengangguk


"Benar ini aku, aku kembali untuk balas dendam kepada Raja iblis Chimera"


Ratu lebah madu pun menangis kemudian memeluknya.


"Syukurlah, anda masih hidup, saya kira anda sudah meninggal beberapa tahun yang lalu ketika kudeta ini berlangsung,


Maafkan aku karena tidak bisa berada di sisi mu selama ini, aku terpaksa menjadi bagian dari prajurit Raja Iblis Chimera karena untuk mempertahankan hidup dan melindungi Rakyat Lebah madu"


Kit pun menyeka air matanya ratu lebah madu.


"Sudahlah jangan di pikirkan lagi, sekarang aku sudah memiliki sekutu yang akan menggulingkan pemerintahan Raja iblis Chimera. Bahkan Ratu semut pun sudah bergabung dengan kita"


Oni dan Rara mendekati Ratu lebah madu dan kit. Rara pun berkata.


"Kakak Ratu Lebah, ayo kita berjuang bersama demi balas dendam kepada Raja iblis Chimera yang sudah membuat kita menderita selama 20 tahun ini"


Ratu Lebah madu pun merasa heran karena ada wanita cantik yang mengenal dirinya, dan dengan melihat raut muka yang merasa heran Rara pun berkata lagi.


"Aku Ratu Semut kak, sekarang namaku Rara kakak lebah madu bisa memanggil ku dengan sebutan Rara, dan Ini Tuan Oni Maru Partner ku waktu kecil, kakak pasti mengenalnya"


Ratu Lebah madu pun tersenyum dengan sedikit heran karena mereka semua sudah berubah, Ratu lebah madu mengenali kit karena kit sendiri yang menyebutkan namanya.


Sedangkan kit tahu Ratu Lebah madu adalah patner nya karena sejak dari awal Ratu lebah madu adalah Lebah Alfa yang akan menjadi Ratu selanjutnya.


Kemudian kit mengenal kan semua orang di mulai dari Lili, kemudian Yudi.


"Perkenalkan kedua master ku, ini adalah Ratu dan Raja dari kerajaan Golemonst yang membantu kita untuk mengalahkan Raja iblis Chimera"


Lili pun melambaikan tangannya


"Salam kenal nama saya Lili, sering di sebut Ratu Golem dan ini suami saya"


Kemudian Yudi pun memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Saya Yudi Raja kerajaan Golemonst dan sering disebut Bos Golem"


Ratu lebah madu yang membungkukan badannya.


"Saya Ratu Lebah Madu, dan belum memiliki nama, kiranya anda berdua berkenan memberikan saya nama saya akan sangat berterima kasih dan akan menjadi pengikut anda"


Ratu Lebah madu langsung meminta nama karena kit sudah mengatakan bahwa mereka berdua adalah master dari kit dan sudah pasti berilmu tinggi.


Kit pun memohon kepada Yudi dan Lili.


"Saya Mohon master mau memberikan nama kepada patner saya"


Yudi dan Lili saling beradu pandang. Kemudian Lili pun mengangguk. Dan Yudi pun berkata.


"Rara aku yang memberi dia nama, sampai aku pingsan karena anak buahnya ikut berevolusi, energi ku belum pulih kembali dan biarkan lah istriku yang memberi Ratu Lebah madu nama"


Kit pun memohon kepada Lili.


"Ratu saya mohon berikan Partner ku nama"


Lili mengangguk kemudian sedikit berpikir dan bergumam.


"Lebah madu,...Madu itu Honey... Honey kalau aku kasih nama Honey terlalu jelek, Ho...He...Iyah aku tahu..."


Kemudian Lili mengucapkan sebuah nama untuk ratu lebah Madu.


"Baiklah aku tahu nama yang cocok untuk mu aku akan berikamu nama Heny di ambil dari Huruf HNY atau Honey"


Ratu lebah madu pun merasa senang dan dia pun langsung berlutut didepan Lili sambil tersenyum.


"Terima kasih Master atas namanya, nama yang indah dan Bagus. Heny ya nama saya Heny"


"Syukurlah kalau kamu suka"


Tidak ada reaksi perubahan dari Heny atau Ratu lebah madu, tanda tanda evolusi pun tidak ada dan biasanya Lili juga memancarkan cahaya setelah pemberian nama tetapi ini sama sekali tidak ada.


Yudi pun mengajak semua untuk lanjut ke lantai berikutnya karena dia tahu pasukan Golemonst sudah masuk ke lantai 16.


"Ayo kita berangkat lagi pasukan kita sudah masuk dan berperang di lantai atas"


Yudi melirik kepada Alexsa.


"Alexsa jaga Istri ku baik baik, aku khawatir karena tidak ada reaksi setelah pemberian nama, itu pernah terjadi ketika kita memberi nama kepada Goblin, reaksi evolusinya lambat"


Kemudian Yudi mengatakan kepada Lili.


"Sebaiknya kamu istirahat di sini terlebih dahulu bersama Alexa aku akan pergi kelantai berikutnya"


Kemudian Yudi melirik kearah kit.


"Panggil semua prajurit Lebah madu dan biarkan mereka berkumpul disini, untuk mu Heny istirat lah dan Rara temani dia di sini, aku kit dan Oni akan menyusul pasukan Golemonst yang sedang bertarung di lantai atas"


Mereka pun mengangguk, Kemudian Lili pun berkata.


"Aku belum merasakan apa-apa, tetapi apabila reaksinya sudah selesai maka kami akan menyusul ke lantai berikutnya"


Yudi mengangguk kemudian dia langsung ngajak kit dan Oni untuk pergi.

__ADS_1


"Kit, Oni ayo kita berangkat"


Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju lantai ke 16. Dan benar saja di lantai 16 mereka sedang berperang melawan prajurit lebah penyengat.


Saking banyaknya jumlah prajurit lebah penyegat Liones dan 10 anak buahnya yang biasanya hanya menonton saja sekarang ikut bertarung.


"Cakar Harimau angin...."


Wuss....


Crack....


Tanpa ragu Liones mengeluarkan jurus sihirnya dan membantai semua musuhnya. Begitu pula anak buahnya mereka dengan semangat ikut bertarung.


Tirta dan pasukannya menyerang dengan menggunakan sihir elemen api, Vivie berperang di udara, pasukan Agis melempari prajurit lebah penyengat dengan sihir elemen tanah.


Dan sebagian yang memiliki elemen kayu dan sukur tanaman menjerat prajurit lebah penyengat dengan sihir mereka.


Prajurit yang jatuh ke bawah dan masih hidup di bantai oleh pasukan Rona, Orcta, dan Gostap, pasukan Gopi, terus menghujani prajurit lebah penyengat dengan anak panah.


Dan anak panahnya pun tidak habis habis karena di suplai oleh Gocir dengan menggunakan sihir elemen kayu dia yang menciptakan puluhan ribu anak panah.


Meskipun pasukan Golemonst kalah jumlah tetapi mereka lebih unggul dari segi kekuatan dan persenjataan sehingga dengan mudah pasukan lebah penyegat menjadi berkurang.


Yudi, kit dan Oni sudah berada di lantai 16, kit dan Oni pun terkejut karena banyak prajurit musuh yang sudah dibantai habis oleh pasukan Golemonst.


Dan sekarang Pasukan Golemonst sudah masuk ke dalam sarang lebah penyengat, Liones bersemangat karena dari awal dia tidak di perbolehkan bertarung oleh Lili.


Tetapi karena Lili sekarang berada di lantai 15, Liones pun berinisiatif untuk ikut terjun dalam pertarungan, dan sekarang tinggal jenderal lebah penyengat bersama anak buahnya yang masih hidup di dalam sarang lebah.


Liones pun meminta izin kepada Gocir.


"Hai Gocir, tubuh dari tadi sangat pegal dan baru di gerakan sedikit, aku meminta supaya aku bisa melawan jenderal Lebah penyegat itu biar tubuh ku ini tidak kaku.


Kamu habisi saja anak buahnya dan Langsung menuju lantai berikutnya, aku sudah tidak tahan Bandan menjadi kaku karena kurang bergerak"


Gocir tertawa


"Hahaha....tuan Liones bisa saja bercandanya, baik lah silahkan kalau tuan Liones mau berolah raga"


Kemudian Liones pun nengok kiri dan kanan dan dia pun berkata lagi.


"Oh kalian semua langsung ke lantai berikutnya saja biar saya dan anak buah saya yang menghabisi sisanya"


Gocir tersenyum


"Baiklah aku percaya kemampuan tuan Liones, kami berangkat ke lantai berikutnya, hati hati tuan Liones"


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2