
Yudi dan Lili lupa bahwa disini bukan dunia yang dia tempati dulu, disini Perbedaan halal dan haram hanya dari bagai mana mereka mendapatkan makanan, kalau hasil kejahatan itu mereka menyebut haram dan kalau hasil kerja keras itu dinamakan halal.
Di sana Lili malu mukanya menjadi merah.
Yudi pun mengganti pesanannya
"Tolong bawakan kami makanan yang tidak mengandung Babi dan minuman yang tidak mengandung alkohol"
Pelayan pun mengerti apa yang di maksudkan oleh Yudi, dia pun mencatat lalu pergi untuk menyiapkan hidangannya.
Beberapa orang masih menggunjing
"Dasar orang aneh, tidak suka meminum minuman keras padahal itu sangat enak"
"Iya kayaknya dia orang kaya pelit padahal daging babi di sini adalah yang paling enak apalagi babi hutan hasil buruan"
Semua gunjingan di lemparkan oleh para petualang itu tetapi Yudi dan Lili tidak peduli seakan akan itu di anggap angin lalu
Di samping tempat duduk Yudi dan Lili ada 3 orang petualang yang kelihatannya hebat mereka ber tiga ada dalam satu kelompok party.
Lili mencoba bertanya kepada mereka
"Hai tuan, kalian para petualang ya ?...."
Lalu salah satu petualang itu menjawab
"Hahaha.... Nyonya disini semua para petualang saya petualang, mereka juga petualang"
Lili pun bertanya lagi
"Bagai mana caranya kalau kami ingin menjadi petualang"
Si petualang itu menjawab lagi sambil tertawa
"Hahaha....nyonya dari pada nyonya jadi petualang, lebih baik nyonya menyewa kami menjadi pengawal anda. Orang kaya dan lemah seperti anda tidak cocok menjadi petualang"
Petualang itu sedikit merendahkan, Lili hanya tersenyum dia tidak marah sama sekali.
Para petualang yang mendengar ejekan tersebut mereka semua tertawa
"Hahaha....."
Yudi bergantian dengan Lili bertaya kepada petualang itu
"Tuan kayaknya petualang yang hebat apakah disini ada pengukur kekuatan, saya ingin mencoba mengukur kekuatan saya"
Si petualang itu membully lagi dengan kata katanya
"Tuan buat apa anda mengukur kekuatan, kekutan anda sudah ketebak paling juga ada di level F"
Semua yang mendengarkan kembali tertawa
"Hahahaha....."
Suara dari petualang yang sedang berdiri agak jauh ikut berbicara
"Sudahlah tuan, jangan mempermalukan diri anda sendiri, dengan pengukuran kekuatan anda, sudah tahu ada itu lemah, dan hanya mengandalkan para Pengawal saja"
__ADS_1
Yudi dan Lili di sana hanaya tersenyum menanggapinya, meskipun Lili sedikit marah tetapi Yudi menenangkan Lili supaya tidak terpancing emosi.
"Sialan mereka meledek kita"
Lili berbisik kesal
"Sabar dek, kita kan sengaja memancing mereka seperti ini, supaya bisa menyembunyikan kekuatan kita"
"Tapi kalau di bully begini adek tidak tahan"
Yudi pun memegang tangan Lili dan berkata
"Sabar ini bukan negri kita disini kita tidak boleh membuat keributan"
Lalu seorang petualang yang baik memberi tahukan sesuatu
"Tuan dan nyonya, alat pengukur kekuatan ada di resepsionis coba tanya resepsionis yang ada di sana"
Petualang yang baik itu menunjukan tempatnya.
"Terima kasih tuan petualang, telah memberitahu saya, saya akan mencobanya soalnya penasaran"
Yudi dan Lili pun berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan kearah resepsionis untuk mencoba mengukur kekuatan.
"Mbak bisa kah saya di ukur kekuatannya dengan alat ukur kekuatan"
"Sebentar tuan saya ambil dulu alat ukur nya"
Penjaga Resepsionis itu pun mengambil alat pengukur kekuatan, yang bentuk nya mirip seperti timbangan dan jarum penunjuk kekuatanya seperti jam yang berputar.
Petualang yang tadi ditanya pertama dia menantang untuk bertaruh
Semua orang bersorak menyemangati
"Ayo terima tantangannya tuan"
"Anda orang kaya pasti sanggup mentraktir kami semua kalau anda kalah"
"Ayo jangan takut terima saja tantangannya"
Semua meneriaki untuk menerima tantangan si petualang tersebut.
Yudi pun menyetujuinya
"Baiklah akan saya terima tantangan anda"
Semua gembira
"Hore..."
Salah seorang petualang bergumam
"Dasar Bodoh, dia adalah petualang terhebat disini, yang bisa menggunakan sihir penilaian. Penglihatannya sangat akurat sudah pasti si kaya itu kalah"
"Hahaha...."
Penjaga Resepsionis pun membawa alat pengukur kekuatan itu lalu didekatkan dengan Yudi.
__ADS_1
Disana tertulis G, F, E, D , C, B dan A memutar seperti jam dinding, sedangkan alat pegangannya seperti timbangan.
Petugas resepsionis pun menyuruh meletakan tangannya Yudi di alat tersebut.
"Silahkan tuan untuk mencobanya, letakan ke 2 tangan tuan di alat ini"
Yudi pun menaruh telapak tangannya di alat tersebut, ke 2 telapak tangannya dia taruh di alat tersebut yang bercirikan seperti jejak telapak tangan, setelah di tempel kemudian jejak telapak tangan tersebut menyala dan menditeksi kekuatan dari Yudi.
Jarum jam pun bergerak gerak kekiri dan kekanan tanda alat tersebut menstabilkan penilaiannya.
Jarum pun bergerak menunjukan Hurup G, F, E, D, C, B, A lalu berputar terus sampai melewati A kemudian G dan berakhir di F.
Di sana Yudi langsung mengangkat tangannya kemudian tertawa
"Hahaha.... ternyata Benar saya lemah, Level saya menunjukan Level F"
Yudi tertawa sambil garuk-garuk kepala
Lalu para petualang pun bersorak
"Horay...."
"Ayo kita makan dan minum sepuasnya"
"Ayo kita berpesta"
"Terima kasih tuan atas makanan geratisnya"
Yudi pun berbalik melihat petualang yang bertaruh dengannya, lalu mengangkat jempolnya.
"Anda memang petualang yang hebat bisa menebak kekuatan level saya"
Yudi tidak marah karena kalah dalam taruhan dia malah ikut tertawa
"Ayo semua makan dan minum sepuasnya biar aku yang membayarnya"
Di sana Petugas resepsionis membatu mata melotot dan mulut mengaga, dia melihat dengan mata kepalanya sendiri jarum penunjuk itu bergerak mencapai level B, A kemudian melewatinya G, dan berhenti di F.
Petualang lain hanya melihat jarum penunjuk saja berhenti di F, tetapi petugas resepsionis itu dia melihat perputaran yang tidak lazim jarum tersebut melewati Level A, G dan berakhir di F.
Lili menegur penjaga Resepsionis itu
"Mbak kenapa bengong, sekarang giliran saya, ingin mencobanya"
Penjaga Resepsionis itu pun tersadar dari lamunannya.
"Iya iya silahkan nyonya"
*
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
__ADS_1
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update