
Setelah Membeli Inti Dari Monster dan Otak Monster Yudi dan Lili melanjutkan perjalanan dia melihat kiri dan kanan setelah beberapa blok berjalan Lili melihat penjual toples kaca yang sering di pakai buat Posion.
Yudi dan Lili pun langsung menghampiri toko tersebut tanpa pikir panjang Yudi pun bertanya kepada penjaga toko itu,
"Bang ada berapa banyak toples kaca disini, dan bisa menghasilkan berapa toples dalam satu bulan"
Penjaga toko itu melongo karena tiba tiba ada orang yang datang menanyakan banyaknya barang yang ada di tokonya dan bisa memproduksi berapa banyak dalam sebulan, penjaga toko itu sedikit berpikir dan menghitung dalam hatinya, setelah beberapa lama terdiam penjaga toko tersebut menjawab pertanyaan dari Yudi.
"Kami menjual tidak terlalu banyak tuan, di sini hanya terpajang dua ribu toples saja, karena akhir akhir ini permintaan toples buat Posion dan obat obatan lain berkurang, kebetulan kami memproduksi sendiri toples ini di perkirakan kalau pesanan banyak dalam satu bulan bisa membuat seribu buah toples dengan bahan baku dari kaca"
Yudi pun mengangguk
"Ya sudah kami akan borong semua toplesnya tapi tolong antar ke Mansion yang ada di atas bukit ya, berapa harganya semua"
Penjaga toko itu menghitung dengan menggunakan alat hidung sederhana yang di sebut cempoah.
"Harga satu toples lima uang koin tembaga dikalikan dua ribu toples jadi kalau di konversikan ke koin emas totalnya sepuluh koin emas"
Yudi lalu mengeluarkan uang sebanyak lima belas uang koin emas.
"Ini saya bayar sekalian untuk ongkos kirimnya dan sewa gerobak kuda"
Penjaga toko itu menerima uang koin emas tersebut dan menghitungnya.
"Ini terlalu banyak tuan ongkos kirim dan sewa gerobak paling delapan uang koin perak"
Yudi mengibaskan tangannya
"Ya sudah ambil kembaliannya, kalau bisa saya meminta satu juta toples untuk tiga bulan ke depan, itu produksinya terserah kamu saja, nanti uangnya akan saya berikan setelah kamu bawa toples yang ini ke Mansion ku itu"
Penjaga toko itu membelalakkan matanya mulut dia mengaga otaknya sedikit tegang kena mental dan berlahan pulih kembali sambil menghitung jarinya dan berkata
"Sa....satu juta toples dalam tiga bulan"
Yudi pun mengangguk
__ADS_1
"Iya satu juta toples, itu hanya 50 uang koin emas kan"
Yudi sambil memperkirakan harga tersebut, 50 uang koin emas adalah jumlah yang lumayan besar bagi sebagian rakyat biasa, dengan uang sebanyak itu dia sudah masuk dalam katagori orang kaya menengah kebawah karena di kerajaan Vitwins rakyat biasa bisa hidup dalam satu Bulang cuman menghabiskan tiga sampai empat koin emas saja.
Penjaga toko itu mengangguk
"Iya tuan saya akan usahakan dalam tiga bulan kedepan saya akan kirim satu juta toples"
Setelah perjanjian kerjasama pemesanan toples buat Posion tiba tiba ada prajurit yang berlari sambil memanggil.
" Tuan....tuan muda Yudi"
Dia berlari lalu berhenti di depan Yudi dan Lili sambil terengah engah
"Saya tadi mencari tuan ke mansion tetapi kata Marta anda pergi ke pasar tradisional, jadi saya lanjut mencari kesini"
Yudi pun menenangkan prajurit itu yang berkata sambil terengah engah
"Sudah tarik napas dulu kalau sudah tenang lalu bicara ada apa"
"Anda di suruh Raja Ganford untuk menghadap, ini soal si tua Jidan dia telah di tangkap prajurit kerajaan karena, raja Ganford ada laporan bahwa si tua Jidan mengirim Asasin kerumah tuan jadi Si tua Jidan akan di hukum tetapi hukumannya menunggu keputusan tuan Yudi sendiri, sama satu hal lagi tentang buah Dewa yang anda bawa Raja Ganford menginginkannya. Untuk lebih jelasnya tuan Yudi bisa menghadap langsung Raja Ganford"
Penjaga toko toples yang mendengar percakapan antara prajurit dan Yudi menjadi sedikit tercengang karena dia dulu pernah bekerja dengan Jidan ketika dia masih menjadi bangsawan.
Dan toko toples itu pun mendengar bawa raja Ganford menginginkan buah Dewa dari orang yang telah memborong semua toplesnya.
Di dalam hati penjaga toko tersebut bergumam
"Siapa sebenarnya ke dua orang itu sampai raja Ganford mengirimkan prajurit khusus untuk mencarinya"
Otak dari si penjaga toko itu hampir meledak karena memikirkan sesuatu di luar logika dia, yang tidak tau pasti siapa sebenarnya Yudi dan Lili itu.
Di lain pihak Yudi dan Lili mangut kepada prajurit tersebut.
"Ya baiklah ayo kita temui raja Ganford dulu"
__ADS_1
"Iya bang, mungkin ini lebih penting dari pada belanja kita"
Yudi dan Lili bersama prajurit itu pergi meninggalkan toko toples itu untuk menemui raja Ganford.
Setelah sampai di singgasana kerajaan Vitwins, beberapa bangsawan sedang berada di sana mereka sedang mengadili si tua Jidan karena telah berani mengirim Asasin mansion yang di tempati Yudi dan Lili.
Si Tua Jidan sedang berlutut di hadapan raja Ganford dengan tangan di ikat ke belakang, di sampingnya ada seseorang dengan memakai jubah hitam yang sama-sama berlutut dan tangannya di ikat ke belakang dan ada belas luka dan darah kering di bajunya.
Ya itu adalah Asasin yang dikirim oleh si tua Jidan, dan di tusuk pedang oleh Yudi pada saat di mansion lalu di pukul tengkuk lehernya oleh pengawal sehingga Asasin itu di kira sudah mati.
Dia bangun dari pingsannya ketika beberapa saat sampai di kediaman si tua Jidan kemudian di obati dan lukanya di balut dengan perban.
Yudi dan Lili berjalan masuk keruang singgasana tersebut, ketika Yudi dan Lili masuk semua orang memandang mereka.
Yudi dan Lili pun seketika menjadi pusat perhatian. Di ruang singgasana ada sekitar sepuluh orang bangsawan kerajaan, satu orang hakim, dua orang penyihir kerajaan, komandan Dalton dan raja Ganford.
Yudi dan Lili masuk ke dalam ruang singgasana lalu membungkukan badan tanda mereka berdua memberikan hormat kepada raja Ganford.
Setelah itu Yudi bertanya kepada raja Ganford.
"Tuan Raja, ada apakah gerangan Andan memanggil saya kesini"
Raja Ganford pun menjawab
"Ada Tiga hal yang ingin saya sampaikan"
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
__ADS_1
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update