
Hari mulai gelap negosiasi dengan Raja Ganford dan Master Ino pun berakhir dengan kesepakatan yang saling menguntungkan ke dua belah pihak
*
Matahari sudah tidak tampak mata langit yang cerah berubah menjadi gelap awan putih berubah jadi hitam, hujan gerimis pun turun membasahi kerajaan Vitwins.
"Tuan Ino hari sudah mulai gelap, hari ini saya baru datang. Apa anda punya saran untuk tempat menginap hari ini. Kalau besok saya bisa tidur di Mansion yang telah di berikan Raja Ganford"
Yudi meminta saran Master Ino
Master Ino menjawab
"Penginapan terbaik di kerajaan ini ada di tengah kota tidak jauh dari sini"
"Tidak perlu yang bagus, penginapan yang biasa saja biar saya dapat berbaur dengan masyarakat di sini"
"Kalau begitu Penginapan Di Guild Petualang saja, di sana selain kamarnya banyak makanan nya juga enak"
"Dapatkah Tuan Ino mengantarkan kami"
"Dengan senang hati Tuan, kebetulan saya juga ada perlu untuk bertemu Master Guild Petualang"
Setelah berpamitan kepada Raja Ganford, mereka pun pergi menuju Guild Petualang,
Dan setelah sampai di gulid petualang Yudi langsung ke resepsionis untuk memesan kamar.
"Mbak ada kamar yang masih kosong, saya perlu 3 kamar"
Resepsionis itu pun mengecek buku untuk mengetahui kamar yang sedang kosong
"Maaf tuan kamar yang kosong hanya ada 1 lagi semuanya sudah penuh"
"Baik lah tidak apa apa itu aja"
"Baik tuan tunggu sebentar akan saya persiapkan"
Master Ino bertanya
"Bagai mana dengan anak buah yang anda bawa mereka mau tidur di mana kalau kamarnya cuman ada 1"
"Biarlah tuan, mereka bisa tidur di Gerobak bekas bekas membawa sepatu, di gerobak itu bersih tidak bau atau minta orang anda untuk membawa mereka ke mansion yang di berikan oleh Raja Ganford, untuk di bersihkan dan mereka tinggal di sana"
"Ya baik lah kalau begitu, akan aku kirim orang untuk mengantar mereka ke Mansion yang ada di atas bukit di luar gerbang kota"
Yudi dan Lili pun pergi ke kamar yang di sewanya dengan di antar oleh pelayan penginapan dengan di ikuti oleh 3 orang pelayan yang membawa peti uang dan lainnya sedangkan master Ino dia bertemu Dangan master Guild Petualang.
Setelah mereka berada di kamar Lili pun berbicara kepada Yudi
"Bang, Bagai mana ini uang kita terlalu banyak, bagai mana kita membawanya dan mau di simpen di mana"
__ADS_1
Yudi tersenyum mendengar perkataan Lili
"Kenapa adek harus binggung, Masukan saja ke sihir dimensi item Book"
"Oh iya ya kenapa tidak kepikiran ya"
Sambil menepuk jidatnya sendiri
Mereka pun tertawa
"Hahahaha...."
Mereka pun membagi uang kion tersebut lalu memasukannya kedalam sihir dimensi item Book.
Lili bertanya lagi
"Bang, kita tidur berdua di sisi tapi ke 3 Golem pelayan kita melihat kita seperti itu adek jadi malu, masa kita tidur bersama mereka nanti Abang gerayangan ke Golem pelayanan, lihat wajah yang cantik dan imut kaya Maria Ozawa dan Laela Kahfi"
"Hus pikiran adek kemana aja, Abang lebih suka ngegerayang tubuh adek yang seksi dan bohay, klo Abang raba raba mereka, mereka tidak akan ada respon"
"Eh jangan salah adek buat Manusia Golem pelayan itu dengan karet silikon sehingga sangat mirip dengan kulit manusia normal dan adek juga buat titik titik sensitif kepada mereka Loch bang"
"Tetep aja meskipun di gelitik Ama Abang, mereka tidak dapat mendesah seperti adek"
Yudi pun memeluk Lili sambil di gelitik
"Ach geli bang....aduh, sudah dong bang malu"
"Tapi tetep adek malu bang"
"Ya sudah, masukan mereka dalam sihir dimensi item Room adek aja, biar Abang bisa gelitikin adek Sampe merem melek"
"Iya tapi awas dulu abangnya adek engap tau di tindih sama Abang"
"Oh ia maaf, Abang lagi PW soalnya"
"Uh ....dasar"
Lili pun mengeluarkan sihir dimensi item Room dan memasukan ke 3 Golem pelayan itu sedangkan Yudi mengunci pintu kamar supaya tidak ada orang yang masuk dan mengganggu saat mereka sedang bertempur di atas kasur"
Setelah Lili memasukan Golem pelayanan kedalam sihir dimensi item Room dan Yudi sudah mengunci pintu dengan rapat dan kuat mereka pun Bercocok tanam, cangkul cangkul cangkul yang dalam memasukan benih di lubang galian.
Setelah selesai bercocok tanam Lili meresa lapar
"Bang, adek lapar"
"Oh iya kata tuan Ino makanan di sini enak ,ayo kita kebawah"
"Iya bang ayo adek pake pakaian dulu"
__ADS_1
Mereka pun berbenah
Karena kamar mereka berada di lantai atas setelah berbenah, mereka pun pergi ke bawah, di tempat ini lantai atas di pakai sebagai penginapan sedangkan bawahnya di pake restoran.
Setelah berada di bawah, banyak orang yang berbadan kekar ada yang memakai Jirah/armor dengan membawa senjata yang bermacam macam, ada juga wanita yang memakai jubah seperti penyihir, dan wanita yang berjirah besi tetapi kebawahnya hanya menggunakan ****** saja.
Macam macam orang bereda di sini, Di saat malam restoran ini ramai akan pengunjung, pengunjung di sini semuanya Para petualang.
Yudi dan Lili berjalan untuk mencari tempat duduk, suasana yang tadinya berisik seketika sunyi senyap karena melihat Yudi dan Lili yang berpenampilan berbeda dengan mereka.
Yudi mengenakan stelan jas dan Lili menggunakan gaun, mereka pun menjadi pusat perhatian.
Yudi dan Lili menemukan tempat duduk yang kosong, mereka pun duduk lalu memesan makanan dan minuman.
Sambil mengangkat tangan memanggil pelayan
"Pelayan tolong kemari"
Pelayan pun menghampiri Yudi dan Lili
"Kami memesan makanan yang Halal dan minumannya Jus saja"
Mereka yang sedang mengobrol menghentikan obrolan mereka ketika mendengar Yudi berbicara
Lalu pelayan itu pun berkata
"Makanan Halal, emang disini makanannya halal tuan, disini bukan hasil mencuri atau merampok, dan kalau minuman Jus disini tidak ada saya baru mendengarnya"
Mendengar pelayan berbicara begitu pengunjung yang lain semua tertawa terbahak-bahak
"Hahaha ....."
"Dasar orang kaya dikira kami di sini semua pencuri"
"Makanan Halal hahaha..."
"Makanan haram itu hasil curian, tapi asal bisa kenyang itu jadi halal hahaha ..."
Semua orang tidak berhenti bergunjing dan membully.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
__ADS_1
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update