Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Level Dewa


__ADS_3

Mereka pun pergi ke dapur untuk memasak


"Ini dek bahan makanan yang kita bawa di ransel dan ini kompor gas fortablenya karena Abang lihat disini gak ada kompornya"


"Iya bang, sini bawa emang di ransel Abang bawa apa aja"


"Ada sosis dek Abang bawa banyak, Sama Pepaya ini juga Abang ngutang di warungnya teh Elah sebelum kita berangkat, siapa suruh gak ada uang kembalian dia suruh bawa dulu aja pepayanya soal bayar gampang nanti juga ketemu lagi"


"Kasian Teh Elah kita gak bisa kembali lagi ke dunia kita untuk bayar utang"


Sambil sedih dan menunduk


"Sudah sudah nih sosisnya, mau di bakar apa di goreng dek"


"Di bakar aja bang, biar simpel"


"Ya sudah terserah adek aja"


Lili mulai menyalakan kompor fortablenya dan memanggang sosis sosis tersebut sampai matang.


Setelah selesai mereka pun kembali keruang utama dan memakan sosinya di sana.


Sambil mengobrol ringan tentang keadaan mereka yang terlempar ke dunia lain dan mendiskusikan kehidupan mereka selanjutnya.


Setelah selesai makan Yudi mengambil salah satu buku yang tebal di atas meja dan berniat membacanya, pas Yudi pegang dia kaget karena buku sampulnya mengeluarkan cahaya merah.


"Dek lihat bukunya mengeluarkan cahaya"


Karena kaget Yudi pun melempar buku itu ke tengah meja


Bruk ....


Lili sedikit marah


"Kan di dalam surat yang adek baca, siapa pun yang cocok mempelajari buku sihir tersebut bukunya akan mengeluarkan cahaya"


Sambil garuk garuk kepala Yudi menunjukan wajah bodohnya


"Oh iya abang lupa"


Yudi pun berniat mengambil lagi buku yang telah di lemparnya tadi


"Hati hati bang...."


Yudi terkejut....


"Kata didalam surat sebelum kita membaca dan mempelajari buku sihir kuno kita harus tau kekuatan kita berapa"


"Santai aja dek Abang kan mantan atlit Bela diri"


"Kata surat harus minimal Level C3 baru bisa mempelajari buku itu"


"Duh merepotkan sekali dunia ini ada level level segala"


"Kata surat itu alat pengukur level ada di rak peralatan sihir sebelah sana coba abang ambil"


"Hehehe..."

__ADS_1


Yudi menyeringai


"Bentar Abang cari dulu alatnya"


Yudi berjalan kearah rak peralatan sihir yang di tunjukan oleh Lili untuk mencari alat pengukur sihir.


Koprak......Gudubrag....


Bunyi barang yang jatuh


"Ketemu tidak bang alatnya"


Lili sesikit berteriak


Yudi pun menyaut


"Bentar dek, ini gak ada tulisanya"


Sambil mencari dari rak bagian atas sampai rak bagian bawah.


Sambil berbicara pelan sendiri


"Oh, ini ketemu"


Yudi pun membawa alat pengukur level kekuatan dan menghampiri Lili.


Bentuk dari alat tersebut berbentuk bulat terbuat dari bola keristal.


Yudi pun menyerahkan bola keristal tersebut


"Ini dek alatnya, Abang tidak tahu cara menggunakannya"


Lili menggambil bola keristal itu dari Yudi


"Lihat bang di sini ada keterangannya"


"Mana dek, Abang lihat"


"Ini ada keterangannya, cuman tempel kedua telapak tangan kita di atasnya lalu tunggu reaksinya"


Lili menempelkan telapak tangan ke atas keristal itu.


"Adek coba ya bang"


Selang beberapa lama muncul cahaya dari bola itu dan menampilkan tulisan.


Sihir Elemen


Api Level C3


Angin Level C3


Tanah Level A+


Air Level A+


Sihir Penciptaan A+

__ADS_1


Sihir Misterius A+


Total kekuatan tempur 18.798


Total Level SS


Penggolongan tingkatan Ras Dewa


"Wah kamu hebat dek, tingkat kekuatannya...."


Yudi melihat takjub


"Coba sekarang gilirang Abang, lihat levelnya berapa"


Lili pun memberikan bola keristal itu kepada Yudi.


Yudi pun mengambilnya lalu menaruh tangannya di atas bola keristal tersebut.


Bola keristal pun bereaksi dan mengeluarkan tulisan


Sihir Elemen


Api Level A+


Angin Level A+


Tanah Level B1


Air Level C3


Sihir Penciptaan A+


Sihir Misterius A+


Total kekuatan tempur 24.949


Total Level SS


Penggolongan tingkatan Ras Dewa


"Wah Abang hebat, yang paling rendah hanya sihir Elemen air Level C3"


Lili memuji tapi dengan wajah yang bingung


"Tapi apa maksudnya ya bang, terus ada tulisan tingkatan dewa, masa kita dewa kan kita manusia biasa iya kan bang"


"Abang juga tidak tahu dek apa maksudnya, besok saja kita cari tahu. Sekarang sudah malam kita tidur dulu"


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote

__ADS_1


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2