Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Pedang Bulan


__ADS_3

Para komandan pasukan infantri menjadi ketakutan karena pasukan kavaleri Kekaisaran Chalutac sudah di kalahkan dengan mudah dan cepat.


Para komandan pasukan meneriaki para prajurit untuk tetap semangat dan tidak takut menghadapi pasukan dari kerajaan Golemonst.


"Jangan takut kita menang dalam jumlah, ayo kita serang dan habisi mereka" teriak salah seorang komandan.


Para prajurit pun berteriak semangat "Ayo serang....."


Mereka pun berlari untuk menghadapi pasukan Jirah besi yang di pimpin oleh Zagred


Yang tidak terduga di benteng pertahanan Vitwins membawa lebih dari 3.000 prajurit berkuda dengan di pimpin oleh Marquis Lucius dan didampingi oleh Xuan Xie, Joni dan Lusi


Mereka bergerak melalui samping jalur pebukitan supaya tidak di ketahui oleh jenderal Morfy, prajurit ini langsung menuju perkemahan prajurit kekaisaran Chalutac.


Meskipun mereka tahu bahwa sisa pasukan ada 5.000 prajurit yang berada di dalam area perkemahan, tetapi Marquis Lucius sangat percaya diri bisa menghabisi semua prajurit Kekaisaran Chalutac yang tersisa dengan menggunakan Golem mekanik.


Di antara mereka ada sekitar 10 pilot termasuk Marquis Lucius sendiri dan Joni sebagai pilot Gomeka.


Setelah beberapa lama mereka berjalan memutar mereka sampai di samping perkemahan yang kebetulan itu tempat meletakkan pangan mereka.


Marquis Lucius pun memerintahkan kepada para pemanah "gunakan panah api, bakar tenda yang di pakai untuk pangan mereka"


Prajurit yang membawa panah pun mengangguk "siap Marquis... laksanakan"


Mereka turun dari punggung kuda dan menyalakan api, kemudian anak panah mereka di balut kain dan di celupkan ke dalam minyak kemudian di bakar.


Setelah anak panah mereka menyala, para pemanah pun langsung di luncurkan dan mengenai tenda sehingga langsung terbakar


Beberapa anak panah api di luncurkan ke tenda lainnya supaya mereka kalang kabut untuk memadamkan api.


Api pun segera berkobar dan para prajurit kekaisaran Chalutac langsung kocar-kacir "ada serangan panah api....ada serangan panah api...."


Beberapa prajurit kekaisaran sudah bersiap dan yang lainnya memadamkan api dengan peralatan seadanya.


"Xuan Xie, kamu urus jenderal divisi invasi ini, aku mengandalkan mu, Lusi lindungi prajurit dengan sihir mu dan segera obati yang terluka dengan sihir penyembuhan mu, Joni ayo ikut aku untuk menyerang" Ajak Marquis Lucius.


Mereka pun mengangguk kemudian berpencar 10 orang pilot termasuk Joni dan Marquis Lucius bersama sama berlari dan kemudian menggunakan sihir untuk mengeluarkan Gomeka dari gelang penyimpanan.

__ADS_1


Xuan Xie sendiri bergerak dan berubah menjadi kesatria iblis merah, sedangkan yang lain bersama Lusi bersiap menyerang kalau situasi di lapangan sedang kacau.


Strategi ini di lakukan untuk mengurangi korban jiwa dari pihak kerajaan Vitwins yang menyerang markas pasukan kekaisaran Chalutac.


Di Medan perang hampir semua prajurit kekaisaran Chalutac terbantai tetapi masih banyak yang hidup mereka menurunkan senjata mereka dan menyerah.


Yang terluka pun ikut menyerah kepada pasukan Jirah besi, Zagred tidak membunuh prajurit kekaisaran Chalutac yang menyatakan menyerah karena perintah dari Yudi dan Lili yaitu menyuruh membunuh yang melawan dan menangkap yang menyerah.


Jenderal Jieng Xie dan anak buahnya yang sudah mendapatkan kuda mereka menghampiri Zagred. "Jenderal Zagred harus kita apakan, prajurit yang menyerah dan terluka ini, apakah kita harus membunuhnya juga"


Zagred menggelengkan kepalanya "Tidak, aku di perintahkan untuk membunuh yang melawan dan menangkap yang menyerah. Perintah anak buah mu untuk membawa mereka ke dalam benteng kabut dan membersihkan mayat mayat yang ada di sini, yang lainnya ayo ikut aku, sepertinya di depan sana terjadi kekacauan. Mungkin pasukan kerajaan Vitwins sedang menyergap mereka"


Jenderal Jieng Xie pun mengangguk "Baiklah aku akan memerintahkan anak buah ku untuk membawa mereka"


Kemudian jenderal Jieng Xie berteriak kepada seluruh anak buahnya "Tangkap dan bawa mereka yang menyerah dan obati yang terluka, serta bersih tempat ini, sebagian lagi ayo ikuti aku"


Anak buah jenderal Jieng Xie pun mengangguk dan berteriak "Siap jenderal"


Jagred dan Jenderal Jieng Xie memacu kudanya ke arah tenda pasukan Kekaisaran Chalutac yang terlihat sedang kebakaran.


Pasukan Jirah besi dan anak buah jenderal Jieng Xie mengikuti dari belakang dengan memacu kudanya sangat cepat.


Mereka di porak porandakan oleh 12 Gomeka yang besar sehingga dengan mudah di taklukan, sehingga banyak dari prajurit kekaisaran Chalutac termasuk komandan mereka melarikan diri dengan memacu kudanya begitu kencang.


Dan terlihat jenderal mereka sudah mati di bunuh oleh Xuan Xie, disana juga banyak prajurit kekaisaran Chalutac yang menyerah kalah dan hilang semangat bertarung mereka.


Beberapa prajurit kerajaan Vitwins pun ada yang menjadi korban, mereka tewas dalam penyerangan ini dan yang terluka ringan segera di obati oleh Lusi.


"Apa kita akan mengejar mereka yang melarikan diri" tanya jenderal Jieng Xie.


"Biarkan saja dulu, paling mereka lari ke kota Striping, kerajaan Colorius. Lebih baik kita kembali dan menunggu perintah selanjutnya" ucap Zagred.


Mereka pun kembali ke benteng kabut dan membereskan semua sisa kekacauan begitu pula prajurit kerajaan Vitwins mereka menangkap prajurit kekaisaran dan membawa harta rampasan perang.


"Apa kita membiarkan prajurit kerajaan Vitwins mengambil semua harta rampasan perang" tanya jenderal Jieng Xie.


"Biarkan lah mereka, buat apa, sumber daya kita sangat banyak buat apa mengambil barang yang tidak berharga" jawab Zagred.

__ADS_1


"Tapi panah otomatis dan peralatan perang lainnya" ucap jenderal Jieng Xie yang sedikit tidak rela karena semua peralatan perang yang di anggap canggih di ambil oleh kerajaan Vitwins.


"Kan ada 10 kereta kuda yang membawa panah otomatis yang tadi menyerang kita, apa itu belum cukup sebagai hasil rampasan perang " jawab Zagred.


"Ta ..tapi...." Jenderal Jieng Xie ingin berkata lagi tetapi dipotong oleh Zagred.


"Kerajaan Golemonst tidak membutuhkan alat seperti itu, silahkan anda ambil saja untuk pasukan anda" ucap Zagred.


Jenderal Jieng Xie pun menyeringai "Terima kasih jenderal Zagred"


Perang pertama sudah selesai dengan kemenangan di pihak kerajaan Golemonst dan kerajaan Vitwins dan tidak ada korban jiwa dari pihak kerajaan Golemonst, tetapi ada sekitar 50 orang yang meninggal dunia dari kerajaan Vitwins dan lebih dari 100 orang terluka dalam penyerangan ke tenda prajurit kekaisaran Chalutac.


Semua prajurit kekaisaran Chalutac yang menyerah di penjarakan dan mereka yang terluka segera di obati dan kemudian di masukan kedalam penjara.


Sedangkan mayat prajurit mereka di kremasi oleh anak buah jenderal Jieng Xie, itu adalah tradisi di kekaisaran Chalutac dengan mengkremasi semua orang yang meninggal dunia.


Ada 2 orang anak buah jenderal Jieng Xie membawa pedang besar milik kesatria yang melawan Rangga, pedang itu di berikan kepada Rangga.


"Ini pedang untuk mu, karena sudah mengalahkan prajurit terkuat kekaisaran, ternyata kamu hebat juga" puji prajurit anak buah jenderal Jieng Xie


Rangga pun tersenyum "terima kasih paman telah memberikannya kepada ku" ucap Rangga dengan mengangkat pedang dengan satu tangan.


Rangga melihat pedang besar itu dan mengangguk angukan kepalanya "pedang besar yang bagus, karena paman berotot sering menggunakan jurus dengan sebutan tebasan bulan sabit maka aku beri nama pedang ini pedang bulan"


Teman temannya Rangga mengangguk setuju "nama yang bagus"


Kedua prajurit itu melongok karena Rangga mengangkat pedang bulan itu dengan satu tangan dan mengayunkan pedangnya dengan mudah seperti tanpa beban.


Sedangkan kedua prajurit itu dia harus mengangkat pedangnya berdua karena sangat berat dan besar. "Sungguh anak yang luar biasa" ucap kedua prajurit itu.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini

__ADS_1


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2