
Yudi dan Lili mengambil lagi 2 anak panah kemudian mereka membidik
Raja Ganford dan Baron Kinan kagum dengan keahlian Yudi dan Lili memanah para prajurit pemanah dalam beberapa kali serang baru bisa melumpuhkan satu ekor monster serangga itu pun tidak langsung mati tetapi Yudi dan Lili dengan satu anak panah bisa membunuh satu monster dan sekarang Yudi dan Lili mengambil masing masing dari mereka dua anak panah yang di bidikan di busur yang mereka pegang.
Lili kemudian melantunkan Sajak
"Hari yang cerah untuk menghasilkan banyak uang.
Takut lah akan kematian, karena itu kalau kita takut mati maka kita harus menang
Satu bait sajak di ucapkan dua anak panak dilepaskan
Wus ....
Cleb....
Empat ekor monster serangga mati di hujam anak panak Yudi dan Lili. Kemudian Yudi dan Lili mengambil tiga anak panah kemudian membidik, dan Lili masih melanjutkan sajaknya itu
"Kalau kita ingin menang maka kita harus bertambah kuat"
Anak panah di lepaskan
Wus....
Cleb ....
Enam ekor monster serangga mati terkena anak panah Yudi dan Lili. Kemudia Yudi dan Lili mengambil masing-masing empat anak panah lalu mereka membidik dan Lili pun masih melanjutkan sajaknya di bait ke tiga
"Kalau kita sudah merasa kuat, maka habisilah musuhmu di Medan perang.
Menarilah dalam tarian perang
Mandilah dengan darah musuhmu"
Wus....
Cleb....
Delapan ekor monster serangga mati, kemudian dengan telatur Yudi dan Lili memanah dengan mengambil empat anak panah dan membisikan ya kepada monster serangga tersebut. Dengan sajak yang terus di lantunkan.
Sajak yang di lantunkan oleh Lili memberikan semangat kepada para prajurit dan petualang seolah olah ada energi sihir yang masuk ke badan mereka dan mereka merasa bertambah kuat.
Monster yang berada di luar gerbang berdatangan tambah banyak sehingga para petualang dan prajurit tidak dibukakan gerbang oleh Raja Ganford untuk keselamatan mereka, mereka hanya menunggu para pemanah dan penyihir ledakan kehabisan anak panah dan energi sihir.
Lili pun terus melantunkan Sajak, sedangkan di sisi kiri dan kanan benteng prajurit pemanah dan penyihir sudah hampir kelelahan anak panah mereka hampir habis dan energi sihir Meraka juga sudah tinggal sedikit lagi.
Yudi dan Lili pun anak panahnya tinggal sedikit lagi. Tetapi monster masih terus berdatangan tidak habis habis.
Lili teus melantunkan Sajak
"Menangkan lah pertempuran ini lalu pulang lah.
Karena disana anak istrimu menanti dengan cemas.
Berikan kabar baik kepada mereka bahwa kita telah memenangkan pertempuran.
Kabarkan kepada keluarga yang telah mereka tinggalkan.
Suami, dan ayah mereka yang gugur di Medan perang adalah seorang pahlawan yang hebat dan Pemberani
Majulah dan menangkan Pertempuran ini
Dan pulanglah dengan selamat"
Setelah Lili menyelesaikan sajaknya anak panah dalam keranjang pun sudah habis
Yudi dan Lili membunuh ratusan ekor monster serangga dengan menggunakan senjata Busur, tetapi monster itu masih banyak berdatangan.
__ADS_1
Monster serangga jenis Siraru atau disebut Rayap Meraka ada dua jenis yaitu rayap yang berada di bawah tanah dan rayap yang telah berubah jadi Siraru yang memiliki sayap.
Monster serangga Siraru yang terbang banyak yang sudah mati terkena panah Yudi dan Lili, sedangkan Monster rayap masih banyak bermunculan anak panah semua sudah habis, begitu pula para penyihir yang sudah habis energi sihir nya.
Lili mengambil senjata dua pedang lalu di berikan kepada pelayan dan satu tombak yang ujungnya runcing dan satu Tobak pedang Lili juga mengambil tombak sabit.
Semua senjata diberikan kepada ke empat pelayannya kemudian Lili memerintahkan keempat pelayannya itu untuk bertarung melawan monster kegaris depan.
Ke empat pelayan itu melompat dari atas tembok berbang yang tingginya sekitar 20 meter kebawah.
"Hiat......"
Mereka melompat sambil berteriak
"Brak...."
Mereka pun mendarat dengan mulus dan menimbulkan debu yang berhamburan.
Kemudia Lili berteriak kepada ke empat pelayannya.
"Formasi Menyerang"
"Siap Formasi Menyerang dilaksanakan"
"Bentuk Formasi kalajengking"
Mereka pun bergerak sesuai dengan senjata yang mereka pegang, pelayan yang memakai dua pedang berada di bagian depan dengan pedang di silangkan kedepan seperti mulut dari kalajengking yang siap memakan mangsanya.
Di samping kana ada pelayan yang menggunakan tombak pedang dan disamping kiri pelayan dengan tombak runcing mereka berdua mirip seperti capit kalajengking yang siap mencabik mangsanya.
Di bagian belakang ada pelayan yang membawa tombak sabit pelayan itu memukulnya di pundak dan sabitnya mengarah keatas seperti ekor kalajengking yang siap menusuk dan memberikan ruacun kepada mangsanya.
Mereka berempat berteriak.
"Formasi kalajengking siap, selanjutnya menunggu perintah Ratu"
Tetapi anggapan itu di tepis mereka sendiri yang penting saat ini mereka di pihak kita sedang berjuang membunuh para monster serangga yang sedang menyerang kerajaan Vitwins.
*
Lili kemudian berteriak
"maju dan kalahkan monster itu"
Keempat pelayan itu pun berlari dan menyerang monster seranga tersebut dengan membabi-buta.
Di atas benteng Yudi pun tidak tinggal diam di sebelah kanan 14 pengawal dan sebelah kiri benteng 14 pengawal mereka semua memegang senjata Magic Gun.
Yudi berteriak
"Prajurit siap bertempur, siapkan senjata kalian"
Semua pengawal itu berteriak
"Senjata siap"
"Isi energi"
"Energi terisi"
"Bidik dan tembak"
Door....
Door....
Door....
__ADS_1
Magic Gun di tembakan oleh para pengawal Yudi Monster yang terkena langsung terbakar, karena magic Gun menggunakan peluru dari sihir berupa sihir elemen api sehingga apabila terkena target maka target itu akan hangus terbakar.
Melihat sengitnya pertarungan para pelayan Lili yang sedang membantai monster dan pengawal Yudi yang menembaki monster dari atas sehingga monster itu pun sedikit berkurang kemudia disana raja Ganford memerintahkan para prajurit bersiap yang di pimpin oleh komandan Dalton.
"Buka gerbang"
Krek....
Gerbang terbuka lebar, prajurit berkuda ada di barisan depan dengan memegang tombak yang siap dihunuskan, prajurit berpedang dan para petualang berada di barisan belakang.
Komandan Dalton memberikan aba-aba.
"Serang"
Kuda pun berlari di pacu dengan cepat prajurit lain dan para petualang pun berlari siap menghancurkan para monster.
Pertarungan sangat sengit sekali, mereka melihat pertarungan di atas gerbang, Yudi dan Lili tidak bisa melakukan apapun lagi mereka hanya bisa menonton saja.
Raja Ganford dan Baron Kinan tidak melakukan apapun mereka hanya melihat kegigihan Yudi dan Lili serta para pelayan dan pengawalnya yang bertempur habis-habisan.
Xuan dan Marta datang ke gerbang kota dan naik keatas benteng pertahanan mereka mendapati Yudi dan Lili yang sedang menonton para prajurit dan para petualang yang sedang bertarung melawan monster.
"Kenapa kalian datang kesini, bukanya berlindung di guild petualang"
Lili bertanya kepada Marta
"Saya khawatir dengan Nyonya dan tuan takutnya terjadi sesuatu"
"Sudah tidak apa apa, sekarang sudah lebih terkendali"
Semua monster sebagian besar sudah dikalahkan dan sebagian lagi melarikan diri tetapi ada yang aneh nampak dari kejauhan seperti badai pasir yang mendekat dan berherak dengan cepat.
Kemudian prajurit penjaga naik ke menara di atas benteng pertahanan dan melihat dengan menggunakan teropong.
Kemudian prajurit tersebut berteriak
"Lari dari sana, cepat Lari, masuk ke gerbang"
Raja Ganford pun memerintahkan Prajurit lain meniup terompet tanda semua prajurit dan petualang harus mundur dari Medan perang.
"Toot....torototot....."
"Toot.... torototot...."
Komandan Dalton yang ada di barisan depan dengan pasukan berkuda bergegas untuk mundur.
"Mundur....ayo semua mundur...."
Para prajurit dan petualang bergegas mundur dan masuk kedalam gerbang untuk berlindung.
Badai pasir itu semakin mendekat, dan ternyata itu adalah Giant Crab, monster kepiting gurun raksasa, monster serangga yang kabur dan mendekati Giant Crab langsung di tangkap lalu di makan.
Monster Giant Crab yang datang itu sebesar dua kali truk teronton dengan kulit yang keras dan capit yang kuat.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like dong
Komen atuh da bager
Vote
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
__ADS_1