Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Telur Naga Air


__ADS_3

Mereka pun beristirahat sejenak di kediaman Ratu Semut dan ratu semut pun di obati dengan di berikan Potion penyembuh.


Ratu semut pun bercerita.


"Tuan ku Oni Maru sebenarnya kami tidak seutuhnya Tunduk kepada Raja iblis Chimera, karena sebenarnya kami di sini sedang melindungi keluarga kerajaan dan keluarga anda"


Kit dan Oni pun kaget, kemudian kit bertanya kepada Ratu semut.


"Apakah keluarga ku masih ada yang hidup sampai saat ini"


Ratu semut pun mengangguk.


"Iya pangeran mereka di tahan di lantai 10, masih banyak keluarga kerajaan dan keluarga jenderal kinta Maru yang masih hidup dan menjadi tahanan raja iblis Chimera.


Sebenarnya saya yang memohon agar mereka di biarkan tetap hidup meskipun di masukan ke dalam penjara dan setiap hari para prajurit semut yang memberikan mereka makanan dan merewat orang yang sakit"


Oni pun memegang tangan ratu semut


"Terima kasih Prajurit kecil kamu selama ini telah menjaga keluarga kami"


Ratu semut pun tersenyum


"Sama sama tuan ku, ini demi janji kita berdua"


Kemudian Yudi pun berkata


"Oni menyebut Ratu semut, prajurit kecil itu rasanya gak enak untuk di dengar, apa kamu punya nama"


Ratu semut pun menggelengkan kepalanya


"Tidak master, saya tidak memiliki nama tetapi saya sudah senang di panggil Prajurit kecil oleh tuanku Oni Maru"


Kemudian Oni pun meminta kepada Yudi.


"Kalau begitu kenapa tidak master saja yang memberikan nama kepada prajurit kecil supaya kita juga enak untuk memanggil dia dengan nama baru"


Kemudian ratu semut pun meminta


"Sudikah kiranya master memberikan saya sebuah nama"


Yudi pun sedikit berpikir sambil mengetuk ngetuk jidatnya dengan jari telunjuk.


"Baiklah akan saya pikirkan dulu nama yang bagus buat mu, Ratu semu adalah Ras jenis semut buah, dan di tempat saya semut buah disebut dengan Semut Rangrang,


tetapi kalau saya kasih nama kamu rangrang itu terlalu jelek bagai mana kalau aku berikan nama kamu yaitu Rara sang ratu semut"


Ratu semut pun sangat berterima kasih kepada Yudi


"Terima kasih master sekarang nama saya adalah Rara, tuan muda panggil saya Rara"


Kemudian muncul cahaya dari tubuh Yudi dan cahaya itu memasuki semua ras semut yang ada di sana termasuk Rara sang ratu semut.


Kemudian Yudi pun pingsan dan semua monster semut pun berubah menjadi kepompong berwarna kuning emas.


Cahaya itu bukan hanya menyebar ke seluruh Dungeon lantai ke 9 ini saja tetapi sampai ke seluruh monster semut yang ada di lantai 7 dan lantai 8 serta pasukan semut yang ada di luar Dungeon.


Kit dan Oni pun menjadi panik karena master mereka tiba-tiba pingsan dan semua bangsa semut berubah menjadi kepompong emas.


Yudi pun di pindah ke kamar khusus oleh kit dan menjaganya sedangkan ini membawa kepompong Rara ke kamar pribadi Rara.


*Beralih ke tempat Lili


Di goa tempat bekas tambang Goblin Batu beberapa orang menemukan bijih logam yang sangat banyak di kedalaman Goa tersebut dan disana ada juga sebuah danau yang lumayan luas dengan air yang sangat jernih.


Lili pun menyuruh pasukan siluman Air pimpinan Aquos untuk memeriksa danau tersebut.


"Aquos bawa anak buah mu dan periksalah danau ini, tapi hati hati lah siapa tahu di sini terdapat monster yang sangat ganas"


Aquos pun mengangguk.


"Baik Ratu saya akan memeriksa danau itu"


Kemudian Aquos pun pergi bersama pasukannya mereka berenang masuk kedalam air sebagian lagi berada di atas menyusuri danau tersebut.


Tirta melapor kepada Lili karena yang menemukan bijih logam tersebut adalah anak buah dari Tirta.


"Lapor Ratu di bekas galian baru kami menemukan banyak sekali bijih logam"


Lili pun mengangguk

__ADS_1


"Terima kasih Tirta karena kamu sudah menemukan bijih logam"


Kemudian Lili pun memanggil para kesatria.


"Siapa pun kesatria yang memiliki elemen bumi, logam dan manipulasi tumbuhan ikut dengan Tirta"


Kemudian Lili berbicara kepada Tirta.


"Ambil Semua bijih logam tersebut dan masukan kedalam sihir dimensi item Room milik kamu"


Tirta pun mengangguk


"Baik Ratu..."


Kemudian Tirta pun pergi dengan membawa para kesatria yang memiliki atribut sihir elemen bumi.


Pasukan lain yang di perintahkan untuk melakukan ekspedisi ke dalam goa menemukan batu berlian yang sangat besar.


Mereka membawa dan memasukan berlian tersebut kedalam sihir dimensi item Room yang mereka miliki kemudian melaporkannya kepada Lili.


"Lapor Ratu, kami menemukan banyak berlian dan kristal lain di tambang ini, kamu sudah membawanya dan di masukan ke dalam sihir dimensi milik kami"


Lili pun tersenyum.


"Bagus... bagus... terima kasih atas kerja keras kalian dan sekarang beritirahat lah karena sebentar lagi kita akan menyerang kembali kota Humali dan menaklukanya"


Setelah mereka semua berkumpul pintu masuk goa yang ditutup oleh batu dengan sihir elemen tanah milik Lili kemudian di buka dan mereka pun berkata ke kota Hilia dengan jalur yang sama seperti kemarin.


Pasukan yang paling depan adalah pasukan Agis karena mereka memiliki elemen bumi dan untuk membuka jalan karena kemarin malam ternyata ada bagai besar yang menerjang Gurun Hilia.


Lili dan yang lainnya berangkat paling akhir, disana Aquos melapor ke Lili hasil dari pengamatan dan ekpedisi ke dalam danau dan tepian danau yang ada di dalam goa.


"Lapor Ratu saya dan pasukan sudah memeriksa semua sudut danau tersebut dan tidak terdeteksi adanya Monster dan makhluk lainnya.


Sumber air tersebut berasal dari tetesan air yang berada di atas Goa ini, dan air di dalam danau itu banyak mengandung mineral yang baik untuk tubuh kita"


Kemudian Aquos mengeluarkan sesuatu berbentuk bulat dan besar berwarna putih dan memiliki garis Polet berwarna hijau dan poleh hijau itu mengeluarkan sedikit cahaya.


"Saya juga menemukan benda ini di dalam air dan benda ini memancarkan cahaya dalam air tersebut"


Lili pun mengambil benda tersebut.


Kemudian Lili memanggil Alexsa.


"Alexsa kesini sebentar"


Alexsa pun segera menghampiri Lili.


"Iya ada apa kak"


Lili pun bertanya


"Apa kamu ini benda apa, apakah ini telur Naga"


Alexsa pun tersenyum


"Aduk kak, saya ini memang bangsa Naga tetapi kami ini tidak bertelur coba saya lihat"


Lili pun memberikan benda tersebut kepada Alexsa. Kemudian Alexsa pun sedikit kaget.


"Ini...ini adalah telur yang di sebut Naga air mereka bertelur dan telurnya akan menetas setelah 100 tahun"


Kemudian Lili pun tersenyum


"Katanya Naga tidak bertelur tapi kamu bilang itu adalah telur Naga, bagai mana sih kamu ini"


Alexsa pun menjelaskan


"Iya memang Ras naga seperti kami ini tidak bertelur tetapi, telur ini adalah telur binatang Naga dengan tubuh nya mirip seperti singa dan kepalanya seperti naga dengan ekor sirip seperti duyung.


Saya pernah di bawa oleh nenek waktu saya masih kecil di suku naga dekat di Benua besar.


Itu ada satu pulau yang memiliki habitat naga air dan kata nenek saya kalau kita akan mengikat kontrak dengan naga air kita harus menjalankan kontrak tersebut semasa dia masih di dalam telur.


Karena kalau mereka sudah pecah dan dewasa Sihir kontrak apa pun yang ingin mengikat mereka jadi tunggangan kita itu tidak akan bisa.


Selain menjalankan Kontrak dengan terlur tersebut si membuat kontrak harus memberikan esensi sihirnya kepada telur itu beserta darahnya supaya telur naga air bisa menyerap dan bisa pecah dan keluar dari telurnya"


Kemudian Aquos pun bertanya kepada Alexsa.

__ADS_1


"Nona Alexsa apakah dengan esensi sihir dan darah kita tidak perlu menunggu 100 tahun untuk dia keluar dari telurnya"


Alexsa pun mengangguk.


"Ya mereka biasanya menetas kalau sudah memiliki tuan, dan waktu 100 tahun itu adalah mereka menunggu tuan atau si pembuat kontrak datang untuk menjadikan mereka tunggangan.


Kalau tidak ada ya dalam waktu 100 tahun mereka akan menetas dan akan menjadi makhluk mandiri di lautan Lepas"


Kemudian Alexsa sedikit berpikir dan berkata.


"Tapi kenapa ada telur naga air di tempat ini dan bahkan ini adalah gurun bukan laut, dan naga air pun tinggal di lautan Lepas dekat dengan benua besar"


Kemudian Alexsa pun mengembalikan telur tersebut kepada Lili dan Lili pun menyerahkan kembali telur itu kepada Aquos.


"Ini kalau kamu ingin memiliki tunggangan dalam air gunakan sihir dan darah mu untuk membuat telur itu menetas"


Aquos pun tersenyum dan dia pun bahagia karena akan mendapatkan patner yang bisa di tunggangi.


"Nanti saja Ratu, soalnya disini wilayah gurun jadi saya akan menyimpannya dulu di dalam sihir dimensi punya saya"


Kemudian Aquos menggunakan sihir dimensi item Book sebelum telur naga air dimasukkan kedalam sihir dimensi Aquos memberikan telur tersebut esensi sihir berupa sihir elemen air yang Aquos miliki setelah itu dia baru memasukan nya kedalam sihir dimensi.


Lili pun mengajak mereka


"Ayo cepat pasukan kita sudah maju tinggal kita saja yang berada di bagian belakang"


Kemudian Lili memperingati Aquos


"Aquos ingat sebelum aku suruh kamu maju kamu jangan sekali-kali memerintahkan kepada anak buahnya untuk maju"


Aquos pun mengangguk


"Baik Ratu"


Kemudian Lili melirik Nana, Giant dan Yuri


"Kalian bertiga tetap di belakang dan jangan ikut berperang"


Liones pun bertanya kepada Lili.


"Ratu apakah saya dan anak buah saya bisa ikut bertarung melawan musuh"


Lili dengan tegas menjawab.


"Tidak, kamu tidak boleh bertarung. Bahkan pasukan dari kerajaan Mabuya pun tidak perlu berperang. Mereka hanya aku jadikan pasukan cadangan saja.


Nanti ada waktunya kalian aku akan memerintahkan untuk bertarung, untuk berperang maaf aku tidak ijinkan"


Liones pun mengangguk


"Baik Ratu"


Alexsa pun tertawa


"Hahaha....hai Harimau Putih, ini bukan perang untuk kita, kita hanya menjadi penonton saja untuk saat ini"


Liones pun menjawab


"Ah...dasar Naga Pemalas padahal aku sudah gatal mau mencabik cabik tubuh musuh.


Alexsa pun tertawa


"Hahaha...bukan kamu saja yang ingin mengamuk dan mencabik musuh"


Alexsa pun menunuk kearah Aquos.


"Lihat komandan dari pasukan siluman Air pun ingin bertarung tetapi tidak di ijinkan oleh kak Lili"


***


*Author mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Mudah mudahan di momen bulan puasa ini di berikan kesehatan dan keberkahan bagi kita semua, Amin.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2