Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Menikah Dengan Xuan


__ADS_3

Yudi pun bertanya kepada Jidan


"Apakah kerajaan Vitwins pernah melakukan ritual pemanggilan pahlawan dari dunia lain"


Jidan mengingat ingat


"Selama saya menjadi bangsawan di kerajaan ini belum pernah mendengar ada desas desus raja Ganford atau raja terdahulu mengadakan ritual pemanggilan, dikerajaan ini jarang ada perang antara kerajaan paling kami sering berebut wilayah dengan Humanimalia kingdom, kerajaan manusia setengah binatang, dan paling kami sering di serang oleh monster laut kalau di kota karang, tidak ada lagi kasus pemanggilan pahlawan untuk memperkuat negara"


Yudi pun mengangguk


"baik lah kalau begitu tugas Anda adalah mencari informasi itu, dan dimana sekarang orang orang yang di panggil berada, tidak akan sulit mencari informasi kalau anda sebagai pedagang"


"Baik tuan muda akan saya kerjakan tugas ini dengan baik dan atas kemurahan hati tuan dan nyonya muda saya sekali lagi berterima kasih"


Setelah Jidan mengucapkan kata terima kasih, Joni pun datang melapor


"Tuan kerata kudannya sudah siap"


"Ya sekarang saya harus berangkat kalau tidak berangkat sekarang nanti keburu malam dan saya akan bermalam di desa Korndog"


Mereka pun berdiri. Yudi mengeluarkan sesuatu dari sihir dimensi item Book, Yudi mengeluarkan keristal putih berbentuk bulat dan Golem Burung lalu menyerahkannya kepada Jidan.


"Ini adalah alat komunikasi sihir dan ini adalah model terbaru dari boneka sihir yang berbentuk burung, dia bisa sebagai petunjuk arah atau pun mata mata yang penglihatannya akan langsung kelihatan dari alat komunikasi sihir ini, apa bila ada laporan mengenai hal yang tadi langsung saja hubungi saya dengan alat ini atau kalau ada bahaya gunakan burung ini, anak buah saya nanti akan membantu anda"


Jinan pun membungkukan badannya


"Terima kasih, tuan muda telah banyak memberi kepada saya dan bahkan anda tidak mau menerima harta saya"


Yudi malah tertawa mendengar perkataan Jidan.


"Hahaha....harta saya sangat banyak uang hanya sekedar angka saja di hadapan saya semua tidak berarti jika kita mati kelak, ayo saya antar sampai ke gerbang mansion"


Jidan tersenyum dan berkata kepada kedua pengawalnya.


"Pengawal ikut saya"


Kedua pengawal langsung mengikuti Jidan dari belakang termasuk si Asasin.


Lili berkata


"Hai Asasin mau kemana kamu, tuan Jidan telah memberikan kamu kepada saya, jadi lah bayangan saya"


Kemudia Lili berkata kepada Jidan


"Maaf tuan Jidan saya tidak bisa mengantarkan anda"


Jidan pun melirik ke arah Lili


"Tidak apa apa nyonya, terima kasih banyak.


Dan untuk kamu Asasin, sekarang layanilah tuan baru mu, bekerjalah dengan baik"


Asasin itu pun membungkukkan badannya. Kemudia Lili berkata lagi.


"Asasin ayo ikut saya"


Lili pergi di ikuti oleh Asasin ke lantai atas. Sedangkan Yudi dan Xuan berjalan ke luar mengantarkan Jidan untuk pergi.


Jidan pun pergi dengan kereta kuda, dan kedua pengawal yang di berikan oleh Yudi duduk di bagian belakang.


Di gerbang ada Bos black Smith yang sedang menunggu kiriman datang, dan setelah Jidan pergi dari kejauhan kelihatan beberapa gerobak barang menuju ke arah mansion.


Yudi yang sedang berdiri di depan gerbang dengan Xuan Joni dan Lusi juga ada bos black Smith.


Bos black Smith pun tersenyum


"Lihat tuan muda, barang anda sudah datang"


Bos black Smith melambaikan tangannya dan berteriak

__ADS_1


"Cepat kesini"


Rombongan gerobak mendekati mansion, kemudian Yudi memerintahkan Joni


"Joni, tolong bantu nanti mereka memindahkan barang-barang ke atas gerobak punya saya suruh para pengawal membantu juga"


"Baik tuan"


Kemudian Yudi berjalan ke sebuah ruangan di pinggi pos jaga dekat gerbang, ruangan itu mirip sebuah toko dengan kaca lebar di bagian depan kaca tersebut di tutup tirai.


Ruangan tersebut kosong, tetapi sangat bersih, Yudi memasuki ruangan itu yang di ikuti oleh Xuan.


"Ini nantinya akan menjadi ruang praktek mu, dan disini kita akan menjual ramuan obat yang kamu buat"


"Baik tuan terima kasih anda telah menyiapkan semua untuk saya"


Kemudian Yudi menyuruh Xuan keluar


"Keluarlah dulu, saya akan mengeluarkan sesuatu"


Kemudian Xuan keluar dari ruang itu Yudi pun menutup pintunya, dan di sana Yudi mengeluarkan sihir elemen room dan mengeluarkan semua peralatan dan barang barang yang di ambil dari toko Xuan.


Semua barang berterbangan dengan menggunakan sihir elemen angin Yudi pun menyusun semua barang secara rapi sampai semua barang keluar semua dan ruangan yang tadinya kosong sekarang sudah terisi, Yudi menyusun semua mirip dengan apotek, semua tertata rapi.


Yudi pun membuka tirai dari ruangan tersebut sehingga kelihatan dari luar, setelah itu Yudi pun membuka pintu.


Semua orang yang melihat kagum dan takjub melihat ruangan tersebut yang sudah terisi perabot dan obat obatan milik Xuan.


"Sudah selesai coba cek semua, ini barang dan obat obatan punya kamu"


Xuan senang bukan main dia berjanji akan berkerja dengan baik di bawah perusahaan dagang Kiara dan mengabdi kepada Yudi dan Lili.


"Ini sangat menakjubkan, saya kehabisan kata-kata untuk mengungkapkannya"


Yudi memegang pundak Xuan


"Jangan kamu pikirkan yang penting kamu bekerja keras untuk perusahaan dagang Kiara"


Gerobak berisi biji besi dan logam sudah sampai semua saling bantu memindahkannya kedalam gerobak milik Yudi.


Semua bekerja dengan keras sampai semua barang beres di pindahkan.


Marta datang dengan membawa makanan dan minuman untuk orang orang yang lelah bekerja supaya mereka bisa minum untuk melepaskan dahaga.


Semua di berikan air oleh Marta dan makanan ringan, pas ketika Marta memberikan air minum kepada Xuan, wajahnya memerah dia nampak malu malu kucing.


Yudi sudah menyadari tingkah laku mereka berdua ketika masuk gerbang, Yudi pun mengambil inisiatif.


"Marta saya lihat Xuan suka kepada mu, aku mewakilinya untuk melamar mu, maukah kamu menikah dengan Xuan"


Marta pipinya merah merona dia tersipu malu jantungnya berdegup kencang, karena dilihat oleh banyak orang, semua orang bersorak mendukung Xuan.


Xuan pun merasa malu tetapi dia sangat jantan dalam menyatakan cinta.


"Sudahlah Tuan, Marta tidak suka pada saya, sudah beberapa kali saya di tolak oleh Marta"


Semua orang tertawa dan mengejek.


"Hahaha....mungkai kamu menyatakan cinta tidak romantis sehingga dia menolak mu"


"Hahaha....mungkin Marta sudah punya pria lain jadi kamu ditolak"


"Kasian kalau beberapa kali di tolak, tapi semangat mungkin suatu saat hatinya akan luluh"


Beberapa orang ada yang mengejek dan ada juga yang menyemangati, Marta merasa sangat malu kalau saja dia seekor belut mungkin dia akan mencari lubang untuk bersembunyi.


Joni pun menyemangati


"Sudah terima saja, saya tau kamu juga suka sama Xuan, jangan pikirkan almarhum suami mu yang sudah tenang di alam sana, sekarang pikirkanlah kebahagiaan mu dan kebahagiaan anak anak mu sendiri"

__ADS_1


Marta semakin menunduk, dia merasa ingin pingsan tetapi tidak bisa, ingin pura pura kesurupan tetapi ini bukan di bumi yang bila banyak tekanan langsung kemasukan jin, kalau saja Marta Seekor burung mungkin dia sudah dari tadi terbang keangkasa untuk menghindari rasa malu ini.


Dia hanya berdiri dan menunduk tanpa berkata kata, Yudi pun menggoda


"Di mansion ini yang bekerja suami istri hanya Joni dan Lusi apa bila musim hujan atau musim dingin tiba mereka bisa berbagi kehangatan, kalau kamu tidak menikah dengan Xuan mau berbagi kehangatan dengan siapa, tidak mungkin dengan panci atau katel di dapur"


Semua orang tertawa terbahak bahak


"Hahaha...."


Bos black Smith pun ikut berbicara


"Ayolah Marta terima saja, aku nanti yang menjadi saksi kalian, kalau bisa sekarang saja kamu menikah karena besok aku sudah mau pergi ke kota karang untuk urusan penting, kalau kamu dan Xuan menikah sepulang dari kota karang aku akan bawakan kalian hadiah spesial"


Marta semakin menunduk, matanya memerah air mata menetes.


Yudi pune geluarkan sebuah kotak kecil, lalu di berikan kepada Xuan.


"Ayo nunggu apa lagi cepat dekati dia"


Xuan mengambil kotak dari Yudi lalu berjalan ke arah Marta, setelah Xuan di depan Marta dia berlutut, kemudia membuka kotak kecil yang di dalamnya terdapat cincin dan kalung yang sangat indah


"Marta Menikahlah denganku, aku akan selalu mencintaimu selamanya, dan anak anak mu akan aku anggap sebagai Anaku sendiri"


Semua orang mendukung


"Terima....terima...."


"Ayo terima...."


Semua bertepuk tangan dan mendukung Xuan supaya di terima cintanya dan Marta mau menikah dengan Xuan.


Xuan menatap Marta dengan ekspresi memelas, Marta sedikit tersenyum kemudian mengangguk.


Antara senang dan tidak percaya Xuan bertanya lagi kepada Marta


"Benarkah kamu menerima cintaku, dan ingin menikah dengan ku"


Marta mengangguk malu


Semua bersorak


"Hore...."


Xuan berdiri lalu memeluk Marta Dangan erat.


"Terima kasih Marta"


Marta pun menjawab


"Sebenarnya aku juga mencintaimu".


Di momen yang berbahagia ini Yudi pun membagikan uang kepada mereka yang berada di sana setiap orang kebagian 5 koin uang emas.


Mereka pun sangat berterima kasih kepada Yudi.


Lalu Yudi pun menyarankan


"Besok saya ingin kalian menikah, Joni tolong cari penghulu, saya ingin menjadi saksi kalian berdua dalam ikatan janji suci untuk bersama dalam suka maupun duka"


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote

__ADS_1


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update


__ADS_2