Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Asasin


__ADS_3

Beberapa Gerobak barang terlihat mendekati Pintu gerbang Mansion, pengawal yang menjaga gerbang kemudian membuka pintu gerbang tersebut dengan lebar sehingga gerobak gerobak itu bisa masuk kedalam.


Setelah gerobak tersebut masuk ke dalam seseorang turun dari gerobak kemudian mendekati Yudi dan Lili.


"Tuan muda ini kain yang anda pesan kemarin silahkan di cek dulu"


Yudi pun mengangguk, lalu berjalan ke arah gerobak barang tersebut. Setelah di cek Yudi pun menyuruh para pengawal untuk mengangkut kain kain tersebut.


"Pengawal Pindahkan kain kain itu ke gerobak dagang kita"


Para pengawal pun menurunkan kain tersebut, di bantu oleh pekerja yang di bawa oleh pedagang kain itu.


"Terima kasih anda telah mengantarkan kain itu kesini"


"Tidak apa-apa tuan muda, ini sudah kewajiban saya untuk mengantarkannya"


Yudi pun mengajak pedagang itu untuk masuk terlebih dahulu.


"Pak tua apakah anda mau masuk terlebih dahulu untuk sekedar minum atau makan"


Pedagang itu menolak


"Tidak, terima kasih atas tawaran lain kali saja soalnya saya sedang sibuk sekarang"


"Oh ya sudah kalau begitu"


Pedagang itu berpamitan


"Saya pergi dulu soalnya hari ini banyak pedagang dari negara lain datang ke negri ini untuk berjualan, dan pesanan saya baru datang hari ini jadi saya pergi dulu"


"Ya ga apa apa,maaf telah menggangu waktu anda"


Pedagang itu pun pergi meninggalkan mansion, anak buahnya masih memindahkan barang-barang dari gerobak yang mereka bawa ke gerobak milik Yudi dan Lili yang di bantu oleh para pengawal.


Yudi dan Lili kembali masuk kedalam rumah, mereka yang tadi sedang makan sudah selesai dan merapikan semua piring dan gelas yang mereka gunakan kemudian beranjak dari meja makan dan pindah ke kursi ruang tengah.


"Bagai mana makanannya apakah kalian suka"


Lili tersenyum sambil bertanya


Kedua anak kecil itu yang langsung menjawab


"Sungguh enak sekali, perut aku menjadi kenyang aku sampai nambah dua kali, terima kasih nyonya atas makanannya"


"Iya makanannya enak sekali biasanya aku cuman makan roti tawar doang itu juga terasa hambar dan basi"


Yudi dan Lili tersenyum


"Kalian nanti akan lebih sering memakan makanan enak disini asal adek kecil berjanji menjadi anak yang baik, makanan apapun akan di berikan"


Yudi menjanjikan sesuatu kepada ke dua anak tersebut sehingga anak-anak tersebut senang.

__ADS_1


"Sekarang untuk tempat tinggal kalian silahkan ikuti pelayan ini, dia akan mengantar ke tempat tinggal anda nantinya"


Yudi pun menyuruh ibu dan kedua anaknya untuk pergi mengikuti pelayan.


"Untuk kalian berdua tetap di sini saya ingin berbicara"


Laki laki yang memakai tongkat dan wanita yang tangannya tidak ada satu dia pun berhenti melangkah dan bertanya.


"Ada apa tuan mencegah kami pergi"


Di sana Lili memanggil satu pengawal dengan kekuatan pikiran. Salah satu pengawal pun masuk kedalam rumah dan menutup pintu.


Yudi menghampiri pengawal tersebut lalu mengambil pedangnya, Yudi pun melepaskan pedang tersebut dari sarungnya kemudian mengarahkan pedang tersebut ke leher mantan petualang yang laki-laki sehingga mereka pun terkejut.


"Apa yang anda akan lakukan kepada kami tuan muda"


Yudi menyeringai lalu berkata


"Siapa kalian sebenarnya, kalian di utus oleh siapa cepat jawab dengan jujur"


Mereka pun menjadi bingung atas tingkah laku Yudi yang sedang mengancamnya dengan pedang.


Wanita yang bersamanya langsung berbicara.


"Tuan Nyonya, kami bukan suruhan siapa siapa kami memang mantan petualang, tapi kami tidak di suruh siapapun"


Si laki-laki yang memakai tongkat itu kemudian berlutut.


Yudi pun tertawa jahat


"Hahaha....Benarkah kalian rela melakukan apa saja demi kami"


Mereka berdua pun mengangguk, tetapi Yudi malah mengayunkan pedangnya keatas untuk menebas.


Wanita yang ada di dekatnya melihat Yudi akan melakukan tebasan ke leher suaminya, dia pun menutup mata sambil berteriak


"Tidak....."


Yudi mengayunkan pedang tersebut untuk dia lempar kearah depan


Wus....


Pedang itu terbang dengan cepat


Prang.....


Pedang menancap ke tembok


Laki laki yang sedang berlutut kencing di celana, dan wanita yang sedang tegang menutup matanya, kemudian bernapas lega


Pedang yang menacap ke tembok tersebut tiba-tiba mengeluarkan tetesan darah, kemudian muncul sesosok tubuh yang memakai jubah hitam yang tertusuk pedang yang tadi dilemparkan oleh Yudi.

__ADS_1


Orang itu adalah Asasin, dia menggunakan sihir kamoplase untuk menyamarkan dirinya dan menghilangkan hawa keberadaanya supaya tidak terdeteksi oleh Yudi dan Lili.


Tetapi sayangnya hal itu percuma karena Yudi dan Lili tidak termakan tipuan murahan seperti yang Asasin itu lakukan.


Yudi dan Lili tahu Asasin itu datang bersama dengan pak tua pedagang kain itu dia menumpang di kereta kuda bersama pak tua pedagang kain lalu keluar dari kereta kuda dan masuk kedalam rumah yang pintunya terbuka.


Entah untuk apa pak tua pedagang kain itu mengirimkan Asasin, tetapi hal itu sudah terlambat karena Asasin itu sudah mati terkena pedang yang dilemparkan Yudi.


Pengawal yang ada di sana langsung berjalan menghampiri Asasin yang sudah tewas tertusuk pedang yang di lempar Yudi.


Kemudian pengawal itu mencabut pedangnya dan menyeret mayat tersebut. Kedua orang itu melongo tidak percaya, mereka kira Yudi dan Lili marah kepada mereka berdua tetapi ternyata yudi marah kepada Asasin yang sedang bersembunyi.


Lili tertawa


"Hahaha.... Abang. Ternyata pintar berakting juga"


Yudi garuk garuk kepala


"Itu semua berkat adek juga kan yang memberi kode sama Abang"


Yudi pun melirik kearah mereka berdua


"Sebetulnya saya belum tau nama kalian, dan kalian pun tidak memperkenalkan diri kepada kami"


Mereka pun menjawab


"Maaf tuan muda ini kesalahan kami yang tidak memperkenalkan nama kami, Nama saya Joni orang sering memanggil dengan sebutan Jon"


Lalu yang wanita itu pun ikut memperkenalkan diri


"Nama saya Lusi tuan Nyonya muda"


Lili bertanya


"Kalau ibu dan anak itu siapa namanya"


Lusi pun memberitahukan nama mereka


"Wanita yang berada di luar bernama Marta, anaknya yang pertama bernama Dika yang kecil bernama Diki"


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update

__ADS_1


__ADS_2