
Ke Esokan harinya kehidupan di kerajaan Golemonst berjalan dengan normal, Sekarang para monster yang menjadi penduduk kerajaan Golemonst pun semakin beragam. Suasana sangat nyaman dan damai.
Di gerbang masuk, Gomu memeriksa setiap monster yang akan masuk kedalam kota kerajaan, mereka di beritahukan bahwa memasuki kota kerajaan dilarang membawa senjata tajam.
Senjata yang di bawa para monster tersebut dapat di titipkan di kantor penitipan khusus yang berada di sebelah kantor penjaga gerbang
Para monster pun keluar masuk kedalam kota dengan bebas tanpa ada pungutan dan pajak dari penjaga gerbang, mereka berdagang dengan aman dan nyaman tanpa adanya beban pajak.
Perniagaan pun terjadi di antara para monster, mereka sangat di untungkan dengan adanya kerajaan Golemonst ini
Di lain tempat Yudi dan Lili selaku Bos dan Ratu Golem memasuki ruang Iblis yang berada di balai prajurit, dengan membawa pasukan yang di pimpin oleh Gobang.
Ruang Iblis adalah Ruangan yang di jadikan labirin dengan menggunakan sihir item Dimensi yang di gunakan untuk melatih para prajurit Golemonst.
Ruangan tersebut dibuat menggunakan sihir Yudi yang di bantu oleh Lili, ruangan tersebut juga dapat di atur waktu dan gravitasi nya sesuai dengan keinginan pengguna sihir tersebut.
Mereka pun masuk kedalam Ruang iblis tersebut.
Di ruang Iblis terlihat empat orang yang babak belur, mereka adalah suku Herpy, suku Kappa, suku telinga panjang dan suku Ogre yang kalah waktu pertandingan.
Mereka babak belur karena mencoba keluar dari labirin ini, karena persyaratan keluar dari sini adalah mereka harus melawan para Golem, dan apa bila mereka sudah menang mereka bisa keluar dari sini.
Mereka mencoba bertarung dengan para Golem yang ada di labirin ini dan mereka pun berakhir babak belur, karena para Golem tidak memiliki pemikiran maka setiap kali mereka pergi menuju pintu keluar maka para Golem tersebut akan terus menyerang.
Yudi dan Lili hanya mentertawakan mereka
"Hahaha....orang lemah seperti kalian memang cocok berada di sini"
Ketika mereka yang babak belur ini melihat Yudi dan Lili mereka pun bergegas menghadap dan berlutut.
"Terima kasih Ratu dan Raja tidak membunuh kami, tetapi kami tidak sanggup berada di sini, ini seperti neraka bagi kami"
Yang lain pun ikut mengangguk
"Iya ini seperti di neraka kami tidak henti hentinya di pukuli sampai babak belur seperti ini"
Melihat Petarung dari suku Telinga panjang yang babak belur yang lainnya pun tertawa.
Lili selaku Ratu Golem meledek mereka
"Hahaha .... Sudah bagus kalian menjadi jelek begini dari pada kalian harus mati di tanganku waktu pertandingan kemari"
Mereka berempat bingung
Petarung suku Herpy pun menjelaskan
"Anda bilang baru kemarin, kami disini sudah hampir 6 bulan berada di sini Ratu"
Yudi selaku Bos Golem pun menjelaskan
"Ini ruangan iblis kalian di sini baru 6 bulan padahal di luar ruang Iblis ini adalah baru setengah hari"
Mereka pun melotot
"Hah...setengah hari"
Ratu Golem pun bertanya kepada mereka
"Apa kalian mau keluar dari labirin ini"
Mereka pun mengangguk
"Iya Ratu"
"Apa kalian mau lebih kuat"
Mereka pun mengangguk lagi
"Iya Ratu"
"Kalau kalian ingin lebih kuat dan keluar dari sini maka kalahkan lah para Golem itu"
"Kami tidak sanggup ratu"
__ADS_1
Mereka sambil bersedih
Ratu pun menanyakan sesuatu kepada mereka
"Ngomong ngomong kita harus memanggil kalian dengan nama apa soalnya kita tidak tau nama kalian"
Mereka pun menengok satu dengan yang lainnya petarung dari suku Ogre pun menjawab pertanyaan dari Ratu Golem
"Sudikah kiranya anda memberikan kami nama, kami berjanji akan setia sampai mati kepada anda berdua dan kerajaan ini"
"Baiklah akan aku berikan nama kalian"
Ratu Golem pun memberikan nama kepada petarung suku Herpy dan Kappa karena mereka berdua adalah wanita
"Akan aku beri nama kalian Aquos dan kamu Vivie"
Lalu Petarung dari suku Telinga panjang pun meminta di berikan nama.
"Ratu tolong berikan aku nama juga"
Ratu Golem hanya tertawa
"Hahaha...kamu adalah laki laki maka pintalah nama kepada laki-laki"
"Ih Ratu aku kan masih seorang gadis perawan"
Gobang menyela perkataan dari petarung suku telinga panjang
"Gundul mu perawan, di pertandingan kamu bilang keperawanan mu terlah direnggut dan berteriak kenapa kamu bencong"
Semua orang tertawa.
"Hahahaha...."
Lalu Bos Golem pun berbicara kepada petarung dari suku Ogre.
"Karena kekuatan mu adalah elemen api maka aku akan beri nama kebalikan dari elemen api tersebut aku akan memanggil mu dengan nama Tirta. Tirta yang artinya adalah air, biar pun kamu memiliki elemen api yang panas tetapi hati dan pola pikir mu harus dingin dan jernih seperti air"
"Terima kasih Tuanku Raja, sekarang namaku Tirta"
Petarung dari suku Telinga panjang pun protes
"Ih ....Semua orang sudah memiliki nama tapi aku belum"
Prajurit lain pun menyela
"Hai kamu cewek apa cowok, tuan kami bingung untuk memberikan nama kepadamu"
"Ih...aku ini seorang Ce...wok"
Dia ragu mengatakannya
Yang lainya pun tertawa
"Hahahah...."
Bos Golem pun memberikan nama kepada petarung dari suku Telinga panjang tersebut
"Baiklah aku akan kasih nama kamu Agis"
Dia pun loncat loncat kegirangan
"Asik...namaku Agis, nama yang bagus sekali, terima kasih Raja ku"
Dia pun menghampiri Bos Golem dan berniat memeluknya, tetapi dengan cepat di halangin oleh Gobang
"Mau apa kamu, mau memeluk, tuan kami tidak boleh ada yang memeluk kecuali Ratu Golem"
Agis pun tersipu malu karena dimarahin gobang
Prajurit lain bermaksud mempermainkan Agis
"Hai siapa nama kamu tadi"
__ADS_1
"Agis bang"
Prajurit yang lainnya pun ikut bertanya
"Siapa tadi nama mu aku tidak dengar
"Agis..."
Dia menjawab sambil lemah gemulai
Kemudian Ratu Golem memerintahkan Gobang untuk bertanya
"Coba tanya sama kamu siapa namanya"
Gobang bertanya dengan nada yang keras dan berwibawa
"Siapa nama kamu"
Agis pun berdiri dengan sikap sempurna lalu menghormat kepada Gobang dengan tangan kanannya
"Siap Agis komandan"
Agis berteriak menyebutkan namanya dengan nada tekanan laki laki yang Maco
Semua orang pun tertawa
Hahaha....
Prajurit lain pun memuji Agis
"Nah begitu, itu namanya laki laki"
Mereka pun tertawa terbahak-bahak lagi
Hahaha....
Setelah puas menertawakan Agis semua pasukan di perintahkan untuk berbaris.
Gobang mengambil komando
"Pasukan Sepuluh bersap kumpul"
Kemudia para prajurit berlari membentuk sepuluh barisan dan sepuluh Banjar
Satu kompi pasukan yang di pimpin oleh Goblas ini sengaja masuk bersama Ratu dan Bos Golem untuk menjalankan latihan rutin.
Ratu dan Bos Golem ingin menguji mereka dengan tingkat kesulitan yang berbeda dari sebelumnya. Karena sekarang Ruang iblis atau labirin ini di bagi menjadi 6 tingkatan level kesulitan.
Level pertama mereka harus menghadapi para Golem Undead, Golem ini di buat oleh Ratu dan Bos Golem menggunakan sihir Penciptaan dan segel sihir pembangkit.
Di level ini mereka harus melawan tiap orangnya menghadapi 20 Undead, dalam kurun waktu kurang dari 1 hari waktu labirin.
Karena para Undead ini akan bangkit kembali setelah 1 hari setelah mereka di kalahkan, Undead ini mereka hanya bertarung di tempat yang sudah di pasangi segel pembangkit.
Ketika ada orang yang masuk ke segel ini maka akan bangkit 20 Undead untuk menghadang orang tersebut.
Pasukan yang di pimpin oleh Gobang sebanyak 103 orang termasuk gobang sendiri, maka kalau semuanya masuk ke segel pembangkit maka Undead yang akan menghadang adalah 20 kali banyaknya mereka. Yaitu mereka harus melawan 2.060 Undead yang mempunyai kekuatan setara prajurit Level D dengan kekuatan tempur 80 poin.
Level ke dua mereka setiap orangnya harus melawan 10 Golem Tanah yang mempunyai kekuatan tempur 90 poin
Level ke tiga setiap orang dari mereka harus melawan 5 Golem Batu yang mempunyai kekuatan tempur 100 poin
Level ke empat setiap orang dari mereka harus melawan 3 Golem monster yang besar dengan kekuatan tempur 200 poin
Level ke lima setiap orang dari mereka harus melawan 2 kesatria Golem yang mempunyai kekuatan tempur 300 poin
Dan di level terakhir setiap orang dari mereka harus melawan 1 kesatria Besi pengawal Ratu Golem dengan kekuatan tempur 400 poin
Setiap tempat atau level yang telah di taklukan terdapat Rumah atau tempat tinggal untuk beristirahat disana tidak terpasang segel pembangkit jadi mereka aman dan tidak akan diserang siapapun.
Rumah disana mirip seperti Mansion, rumah besar yang mewah lengkap dengan segala pasilitas, kamar tidur, dapur pemandian air panas dan lain sebagainya.
Itu merupakan hadiah bagi orang yang telah menaklukan setiap level tersebut.
__ADS_1