Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Memborong Kain dan Biji Besi


__ADS_3

"Apa saya tidak salah lihat"


Tanya Penjaga Resepsionis


"Gak salah apanya, mbak"


Jawab Lili


"Itu... itunya"


Yudi dan Lili bingung karena penjaga Resepsionis menanyakan sesuatu yang tidak di mengerti


Yudi pun ikut menjawab


"Itu apanya, mbak"


Penjaga Resepsionis itu menjelaskan


"Kekuatan tuan dan nyonya"


"Memang ada apa dengan kekuatan kami berdua, kan kemarin malam saya sudah di cek kekuatan saya berada di Level F, dan tadi istri saya ingin mencoba, ternyata alatnya rusak"


Penjaga Resepsionis kekeh tidak percaya


"Tidak mungkin alat pengukur itu rusak begitu saja, kalau tidak kekuatan tuan dan nyonya begitu besar"


Lalu Yudi tertawa


"Hahaha ...tidak mungkin kekuatan kami berdua besar, kami hanya pedagang, buka petualang atau prajurit yang mempunyai level yang tinggi"


Sedikit tidak percaya, dan heran juga merasa bingung penjaga Resepsionis itu bergumam dalam hati


"Iya dia seorang pedagang bukan petualang mana mungkin kekuatanya begitu besar apa lagi mereka seperti bangsawan yang jarang tersengat matahari, kulit mereka putih dan mulus mana mungkin juga mereka seorang pahlawan atau sebagainya"


Lili bertanya


"Mbak kenapa bengong"


Penjaga Resepsionis itu tersadar dari lamunannya


"Oh...ti..tidak Nyonya"


"Ya sudah kami permisi dulu mau jalan-jalan dan belanja di pasar"


"Iya...silahkan, hati hati tuan nyonya di pasar banyak copet jaga barang kalian dengan aman"


"Terima kasih informasinya kami akan Hati hati"


Mereka berdua pun berjalan keluar dari guild petualang untuk pergi menuju pasar


Di depan pintu masuk guild petualang 1 orang pelayan yang disuruh membersihkan mansion yang di beli Yudi, dan 10 orang pengawal sudah menunggu di depan.


Yudi dan Lili pun berjalan dengan di ikuti 4 pelayan dan 10 pengawal yang berbaris di belakang mereka membentuk 2 banjar.

__ADS_1


Mereka pun berkeliling, lalu masuk ke kios yang menjual kain.


Lili yang memegang tangan kiri Yudi berjalan berdampingan membuat iri orang yang melihatnya, mereka begitu romantis seperti pasangan yang baru saja menikah


Yudi menanyakan harga kain yang ada di kios tersebut. Yang kebetulan pedagangnya seorang bapak tua sekitar umur 50 tahunan


"Maaf pak tua, berapa harga 1 roll kain ini"


"Silahkan tuan muda, di pilih ini murah tuan muda hanya 1 keping uang koin emas saja"


"Ada berapa Roll semuanya, pak tua bisa bantu kirim ke mansion yang ada di bukit di luar gerbang kota tidak, kalau bisa saya borong dagangan anda semua"


Pak tua pedagang kain itu kaget dan juga gembira karena kain yang di jualnya di borong oleh Yudi.


"Bi....bisa tuan muda, saya bisa kirim semua"


Yudi pun menurunkan tas yang dia gendong lalu membuka tas tersebut dan mengeluarkan sekantong uang koin emas lalu memberikannya kepada pak tua itu.


"Ini uangnya kalau ada kembalian ambil saja, saya tunggu barangnya sampai sore ya pak tua"


Pak tua itu mengangguk


"Baik tuan muda akan saya siapkan semua"


Yudi dan Lili berjalan lagi ketempat lain


Seketika pedangang kain itu menutup tokonya dan menyuruh pekerja untuk menyiapkan gerobak untuk mengangkut kain kain yang di beli Yudi untuk di kirim ke Mansion di atas bukit


Yudi dan Lili berjalan menuju Work shop black Smith disana banyak pandai besi yang sedang bekerja membuat senjata dan peralatan rumah tangga dari logam panas yang mereka lelehkan.


Seketika orang orang yang sedang bekerja menghentikan kerjaannya kemudian menengok ke arah Yudi dan Lili.


Kemudian ada bapak-bapak yang tubuhnya pendek yang tinggi nya sekitar 140 cm, berjalan menuju Yudi dan Lili sambil berteriak.


"Lihat apa kalian, ayo kerja lagi"


Mereka yang melihat Yudi dan Lili kembali mengerjakan pekerjaannya


Bapak bapak itu menghampiri Yudi dan Lili


"Ada perlu apa tuan muda mencari bos di tempat ini"


Yudi pun menjawab


"Iya, apa bapak ini bos di tempat ini"


Bapak itu berdiri sambil menyilangkan tangan di dadanya


"Iya benar saya bos di tempat ini"


Yudi pun menyeringai tersenyum


"Kebetulan saya ada perlu dengan anda"

__ADS_1


Bapak Bos pemilik Work shop itu mengajak Yudi dan Lili untuk masuk ke ruangannya.


Yudi pun membuka percakapan


"Bos apa anda punya biji besi atau logam lainnya saya membutuhkannya"


Bapak Bos itu berpikir sejenak, dan berbicara dalam hati


"Kalau saya bilang punya sedikit, dan dia perlu banyak pasti harganya bisa saya naikan 2x lipat dari harga biasanya"


Melihat ekspresi wajah bos itu Yudi pun sudah mengerti


"Ada apa bos kalau anda punya banyak saya borong semua soal harga tidak jadi masalah"


Yudi langsung menyerang dengan kata soal harga tidak jadi masalah


Bos itu pun merasa senang


"Iya tuan muda, saya punya yang anda inginkan tetapi kami disini stock nya sedikit besok lusa barang baru datang"


Yudi pun langsung mengeluarkan uang koin emas dari tasnya


"Baik lah saya borong semua, bukan hanya biji besi dan logam lainnya tetapi semua senjata dan peralatan yang mengandung logam saya beli"


Brak...


Yudi melempar kantong berisi uang koin emas ke atas meja


"Ini adalah uang mukanya, besok lusa bos harus sudah antar ke mansion yang ada di atas bukit di luar gerbang"


Melihat uang di atas meja yang banyak bos black Smith itu matanya bersinar, tetapi ada keraguan di dalam hatinya.


"Tapi tuan muda, senjata yang sedang kami buat itu adalah pesanan dari Raja Ganford jadi kami tidak bisa memberikannya"


Yudi mengeluarkan satu kantong kecil berisi uang koin emas


"Pokoknya saya perlu semuanya tidak terkecuali"


Melihat tambahan uang koin emas bos black Smith itu Tanpa berpikir panjang langsung menyetujuinya.


Di dalam hati Bos black Smith itu berkata


"urusan nanti dengan Raja Ganford itu soal belakangan yang penting sekarang uang dan uang"


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**

__ADS_1


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update


__ADS_2