
"Ada apa ribut ribut, Aya dengar Asasin siapa yang kirim Asasin"
Raja Ganford menyela, komandan Dalton dan prajurit itupun menundukan kepala.
Komandan Dalton pun berkata
"Tuanku Raja, ini ada masalah serius"
Raja Ganford penasaran
"Serius apa ceper katakan"
Sambil menunduk komandan Dalton menjelaskan.
"Si tua Jidan mengirim Asasin ke Mansion yang sekarng di tempati oleh tuan Yudi, entah apa motifnya"
Raja Ganford seketika marah besar
"Kurang aja si Jidan itu, sudah tua masih saja bertingkah, memang mansion itu dulu milik dia tapi sekarang sudah bukan lagi miliknya siapa suruh dia korupsi, tidak di hukum mati saja seharusnya dia bersyukur"
Raja Ganford marah dan memaki Situa Jidan, Sebenarnya Si Tua Jidan adalah salah satu bangsawan di kerajaan Vitwins ini, yang menangani arsitektur pembangunan.
Karena Si Tua Jidan menggelapkan uang dan mengurangi gaji karyawan yang bekerja di kontruksi, terkadang juga para pekerja konstruksi tersebut tidak mendapat gaji yang sesuai maka Si Tua Jidan di jatuhi hukuman satu tahun penjara dan asetnya di sita oleh kerajaan.
Bukan itu saja Si Tua Jidan juga dinyatakan bukan lagi sebagai bangsawan kerajaan, setelah bebas dia pun membuka usaha sendiri berupa toko kain, karena koneksinya bagus dia pun bangkit.
Tetapi dia masih menginginkan mansion itu kembali kepadanya dan berniat menebusnya ke raja Ganford, tetapi raja Ganford telah terlebih dahulu memberikan mansion itu kepada Yudi dan Lili.
Disana Raja Ganford meminta komandan Dalton untuk menangkap si tua Jidan dan hukum nantinya akan di serahkan langsung kepada Yudi dan juga Lili.
"Dalton tangkap si Jidan segera dan kamu prajurit cari tuan Yudi untuk bertemu dengan saya"
Kedua orang itu pun mengangguk lalu membungkuk dan kemudian pergi menjalankan tugasnya masing masing.
Yudi dan Lili yang telah tiba di Kota dengan kereta kuda bersama empat pelayannya kemudian turun dari kereta kuda.
Mereka berjalan kearah perkampungan yang kelihatannya agak kumuh, tidak jauh dari sana terlihat ada kios kios kecil yang menjajakan dagangannya.
Mereka menjual berbagai macam barang yang unik bahkan bagian bagian dari tubuh monster di jual disana.
Suasana sangat ramai para pedangang berteriak untuk memanggil pembeli
"Ayo kak belanja lagi boleh"
__ADS_1
"Yang murah yang murah, barang asli bukan tiruan"
"Silahkan kak boleh lihat lihat dulu"
Lili pun tersenyum sambil memegang tangan Yudi
"Bang, jadi inget kalau kita dulu sedang belaja di pasar baru Bandung si pelayan toko selalu bilang silahkan belanja lagi boleh"
Di sana Yudi pun tertawa mendengar Lili menirukan pelayan yang menawarkan barang.
"Iya dek Abang juga inget, waktu kita masih di dunia asal kita"
Mata Lili berkaca kaca, Napak dia sedih dan mengingat waktu mereka di dunia asalnya, dia sering berbelanja ke pasar baru Bandung ketika mereka masih pacaran, dan ketika mereka akan menikah pun membeli barang untuk hantaran pernikahan mereka beli dari pasar baru Bandung.
Yudi dan Lili mereka tidak pokus berjalan
Brak....
Yudi menabrak seseorang yang sedang berjalan dengan tergesa-gesa.
"Di simpan di mana matamu itu sampai menabrak aku begini"
Orang yang di tabrak Yudi marah, Yudi pun dengan rendah hati meminta maaf.
Kemudian orang itu berkata lagi sambil marah
"Maaf maaf lihat barang yang saya pegang jadi jatuh dan rusak, cepat ganti"
Yudi pun mengangguk
"Berapa kerugian tuan biar saya ganti rugi"
Orang itu menatap dengang sombong, dia menatap Yudi dari atas sampai ke bawah dan melihat Lili yang sedang memegang tangan Yudi, orang itu pun terpesona dengan kecantikan Lili dan muncul pikiran busuk
"Memangnya semudah itu ganti rugi, ini adalah barang limited edition, barang langka tidak semudah itu ganti rugi dengan uang ini barang yang tidak ternilai harganya"
Yudi pun berkata
"Ya sudah itu jenis barang apa nanti saya ganti dengan yang baru"
Orang itu mencari cara untuk memojokkan Yudi.
"Kamu tidak dapat mengganti barang ini atau pun mengganti dengan uang, tapi aku berbaik hati kepada mu, bayar aku seratus koin emas dan untuk permintaan maaf mu serahkan wanita mu satu malam saja"
__ADS_1
Di sana Lili langsung geram dan marah
"Apa maksud perkataan mu itu"
Dengan wajah mesum orang itu merayu Lili
"Ayolah cantik kamu tidak akan menyesal bermain denganku aku akan membuatmu merasa melayang dan kenikmatan"
Lili pun meresa jijik dan berjalan kearah orang tersebut.
Bak....
Lili pun menggampar orang tersebut sampai pipinya memerah dan ada bekas telapak tangan Lili, darah mengalir dari mulut orang tersebut.
"Kurang ajar dasar wanita ******, tidak tahu siapa aku sebenarnya, kalau sudah tahu kamu pasti menyesal"
Dia terhuyung kebelakang lalu di tahan oleh para pengawal yang dia bawa, orang tersebut membawa enam orang pengawal dan tanpa basa-basi dia menyuruh ke enam pengawalnya untuk menyerang Yudi dan Lili
Sambil berteriak
"Pengawal hajar mereka sampai mampus"
Pengawal itu pun mengeluarkan senjata mereka, mereka membawa pedang dan mengeluarkannya dari sarungnya untuk menyerang Yudi dan Lili.
Orang itu meringis kesakitan sambil memegang pipi yang telah telah memerah akibat gamparan tangan Lili, dia geram dalam hati berkata
"Rasakan belum tau siapa aku sebenarnya, anak bangsawan ternama di kerajaan Vitwins mau dilawan, mampus kalian. Tapi sayang wanita itu cantik, ach cantik juga tapi liar buat apa"
Para pengawal langsung menyerang dan menerjang Yudi dan Lili.
Ke empat pelayan Yudi dan Lili pun tidak tinggal diam mereka langsung melindungi tuan mereka.
Para Golem pelayan itu memasang kuda kuda dan mereka pun dalam posisi siap untuk bertarung.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
__ADS_1
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update