
Setelah bersiap dalam barisan salah seorang dari pasukan kekaisaran maju dengan menunggangi kuda, seorang kesatria tingkat ke 3 dengan tubuh tinggi besar, membawa pedang besar yang di simpan di belakang punggung.
Dia memakai Jirah dada tanpa lengan sehingga memperlihatkan otot tangannya yang besar dan kuat, maju kedepan Medan perang dengan gagah berani.
Berhenti di tengah tengah dan berteriak "Kami Pasukan Kekaisaran Chalutac meminta kalian untuk menyerahkan Buronan bernama Denta, dan menyerahkan semua prajurit penghianat kekaisaran untuk di bawa pergi dan di eksekusi. Kalau tidak maka kerajaan ini akan kami luluh lantakan"
Perkataan yang mengancam dari kesatria itu di tanggapi oleh Zagred "Di kerajaan Golemonst kami tidak ada buronan yang anda sebutkan, pergilah dari sini karena kami tidak pernah menyinggung kalian"
"Kurang ajar, apa kalian bodoh, sampai menyembunyikan buronan besar yang sangat di cari oleh pihak Kekaisaran kami, dan lihat di belakang kalian, para prajurit penghianat kekaisaran ada di sini dan kalian melindungi mereka, baiklah aku tidak akan meminta buronan lagi karena kalian dan kerajaan ini akan segera berakhir" ucap kesatria itu
" Ya kalau begitu pergilah dari sini karena ini masih dalam kekuasaan kerajaan Golemonst kami dan kami tidak ingin kalian berada di wilayah kekuasaan kerajaan Golemonst kami" usir Zagred.
"Hahaha.... Berani sekali kamu mengusir kami, Bersiap lah untuk mati karena sebentar lagi kalian akan kami binasakan, aku kesini hanya untuk mengetahui kekuatan kalian dan aku menantang yang terkuat dari kalian untuk melawan ku hidup dan mati " tantang kesatria itu.
Semua orang yang mendengar perkataan dari kesatria itu tertawa terbahak-bahak "Hahaha....dia ingin menantang kami, apa dia layak melawan salah satu dari kami pasukan Jirah besi"
Kesatria itu menjadi marah karena di olok olok oleh pasukan yang di pimpin oleh Zagred, "Kalian hanya 1.000 orang prajurit tidak berguna, kami lebih banyak dari kalian dan bersiap lah untuk mati" kesatria itu mengancam lagi.
Tidak ada yang maju kedepan untuk melayani kesatria itu, bukan tidak berani tetapi tidak layak untuk dilawan.
"Kenapa kalian tidak ada yang maju untuk melawan ku apa kalian takut sebelum berperang " kesatria itu berbalik mengolok olok pasukan yang di pimpin oleh Zagred.
Pasukan pun tertawa terbahak-bahak "hahaha....."
Ketika mereka sedang tertawa terbahak-bahak tiba-tiba muncul dari dalam gerbang benteng kabut seorang anak berusia 10 tahun mengendarai seekor kambing hutan yang besar dengan memakai perisai kecil di tangan kirinya dan pedang sepanjang 60 centimeter di tangan kirinya.
"Hiah...." Anak itu melaju cepat kedepan Medan perang dan menghampiri kesatria kekaisaran Chalutac yang sedang menunggangi kuda.
Anak itu pun berganti di depan kesatria kekaisaran Chalutac yang tadi menantang pasukan yang di pimpin oleh Zagred.
Anak itu pun mengarahkan senjatanya kepada kesatria tersebut "Paman otot besar, biarlah aku yang melawan mu bagai mana" ucap anak itu.
Kemudian anak itu berteriak kepada Zagred "Guru ijinkan aku melawan paman berotot ini"
Zagred tersenyum "Terserah kamu saja Rangga, tetapi aku tidak bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi"
Anak itu ternyata Rangga, dia Komandan dari pasukan Kancil siswa dari sekolah kesatria Golemonst dan murid langsung dari Yudi dan Lili.
__ADS_1
"Tenang saja, Ratu Golem sudah mengijinkan ku untuk duel ini" teriak Rangga
Kesatria itu pun menjadi marah karena yang datang untuk melawannya hanya anak kecil yang berusia 10 tahun.
"Hai kalian, apakah saking takunya kalian kepada ku, harus mengutus anak kecil untuk melawan ku" terima kesatria itu.
Zagred pun menjawab "Kami tidak takut kepada mu Bahakan 5.000 pasukan mu akan kami lawan dengan 1.000 pasukan yang aku pimpin, justru kamu tidak layak melawan kami, lawan lah anak itu, kalau anak itu sampai kalah kami akan mundur dan biarkan prajurit yang di pimpin oleh jenderal Jieng Xie yang melawan kalian semua"
Rangga mencoba untuk memprovokasi "Hai paman berotot, laki laki itu bertarung dengan tangan dan kaki bukan dengan mulut, badan saja berotot, tetapi mulut kayak emak emak"
Kesatria itu pun menjadi geram kepada Rangga "kurang ajar dasar kamu bocah, berani bilang mulut ku kayak emak emak "
Rangga pun tertawa "hahaha...Nah itu buktinya, kalau berani ayo turun dari kuda dan kita bertarung di bawah" tantang Rangga.
"Bocah tengik, aku tidak akan mengasihani mu, jangan harap kamu bisa pulang dengan selamat" ancaman kesatria itu.
Rangga pun melompat dari punggung kambing hutan yang dia tunggangi begitu pula kesatria itu, dia turun dari punggung kuda.
"Ayo kita mulai" ucap Rangga.
Mereka berdua ada di tengah tengah lapangan yang akan di jadikan arena pertempuran, mereka berdua berhadapan dalam 10 meter.
Sorakan demi sorakan di tujukan kepada Rangga oleh anak anak yang ikut melihat dari atas benteng kabut.
Jenderal Jieng Xie menggelengkan kepalanya dan bergumam "siapa anak anak ini, tiba-tiba ada di atas benteng kabut ini, dan salah satu dari anak ini dia menantang prajurit terkuat divisi invasi Kekaisaran Chalutac"
Jenderal Jieng Xie menghampiri anak anak tersebut dan ada dua orang anak yang menghampiri kemudian dia membungkuk hormat kepada jenderal Jieng Xie "hormat kepada kakek Leluhur kami berdua putra tiri dari ayah Xuan Xie dan putra angkat Raja dan Ratu Golemonst"
"Aku terima hormat kalian, berdiri lah, ucap jenderal Jieng Xie.
Kemudian mereka pun menonton Rangga yang akan bertarung melawan kesatria Kekaisaran tersebut.
Kesatria itu mengambil pedangnya yang besar dari punggung kemudian menancapkan pedang tersebut ke tanah.
"Pantas otot paman besar, pedang yang paman pake juga besar, dan kayaknya itu tidak efisien" ucap Rangga sambil tersenyum.
"Apa kamu takut bocah" tanya kesatria itu
__ADS_1
"Kenapa harus takut, pedang itu besar dan pasti paman sangat lambat mengayunkan pedang tersebut" jawab Rangga.
"Ayu kita coba, aku akan membelah mu Dangan sekali tebasan" ancam kesatria itu.
Rangga pun memasang posisi siaga siap bertarung dengan mengarahkan Perisai kecil sebesar katel dan pedang di depan dada dengan posisi Miring.
"Rasakan serangan ku ini, Tebasan bulan sabit..... wuss...." Kesatria itu menendang pedang besarnya yang tertancap di tanah dan di bantu tangan besar yang berotot mengayunkan pedang dari bawah ke atas sampai tanah berhamburan keluar dan debu membumbung tinggi.
Sehingga tebasan pedang bulan sabit membelah tanah dan energi pedang yang keluar membentuk tebasan seperti bulan sabit dari bawah ke atas.
Energi pedang itu meluncur cepat kearah Rangga yang sudah siap dengan posisi siaga dan jarak antara kesatria itu dan Rangga hanya 10 meter sehingga Rangga tidak sempat untuk mengelak.
Rangga memanfaatkan Perisai di tangan kirinya dengan menyelimuti dengan energi sihir untuk menahan energi pedang yang meluncur cepat.
Wuss....Brak....
Energi pedang menabrak perisai Rangga yang membuat tubuh Rangga terpental ke arah Atas, karena tebasan itu di arahkan dari bawah ke atas, sehingga Rangga seperti tercongkel dan terbang ke langit.
Rangga di pentalkan ke atas langit dia bukanya takut, malah dia berteriak bahagia "Huhuy....aku bisa terbang....hahaha aku bisa terbang...."
Setelah itu Rangga mendarat dengan mulus seperti kapas yang terbang melayang dan mendarat di tanah dengan ringan.
Rangga pun tersenyum kepada kesatria itu "Hai paman berotot, bisakah kamu melakukannya lagi, tetapi lebih kuat supaya aku bisa lebih tinggi ke langit" pinta Rangga yang membuat kesatria itu tidak senang.
Kesatria itu memandang Rangga tidak percaya karena biasanya serangan itu bisa memotong 3 sampai 5 orang prajurit di dalam pertempuran dan terbelah menjadi 2 bagian.
Rangga yang mendapat serangan itu dia malah terpental jauh ke atas langit dan mendarat dengan sempurna dan bahkan tidak ada debu atau tapak kaki bekas mendarat Rangga.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna