
Bos Golem hanya bisa berdiri dan dia tidak bisa bergerak sedikitpun, karena tangan yang menempel di badan dan kakinya terlilit oleh tanaman rambat.
Ratu Golem berteriak
"Siapa yang berani membokong dari belakang, cepat keluar dan bertarung disini dengan adil"
Lalu di kumpulan Aliansi Monster ada yang tertawa sambil berjalan menuju area pertandingan.
"Hahaha... Aku tidak membokong dari belakang, kalian lah yang bertarung dengan tidak adil, mereka berdua telah kalah. Sekarang skor kita menjadi seimbang dua kali kalah dan dua kali menang"
Seorang lagi ikut berjalan menuju arena pertandingan.
"Kalian yang tidak adil petarung selanjutnya kenapa bisa turun tangan menganiyaya petarung yang sudah kalah, malah berani membakarnya"
Bos Golem dengan sihir elemen api membakar sulur tanaman rambat yang mengikatnya
Wos....
Api keluar dari tangannya dan membakar tanaman rambat yang mengikatnya, Bos Golem pun terlepas dari jeratan tanaman itu .
"Jadi kalian yang akan bertarung melawan ku, ayo kita lakukan sekuat apa kamu berdua berani melawan ku"
Mereka berdua yang berjalan dari arah Aliansi Monster menuju ke arena pertandingan adalah dari suku Telinga panjang dan dari suku Ogre.
"Hahaha....aku tidak selemah mereka, Levelku adalah kesatria dasar tingkat akhir, (Beast/monster buas dalam istilah monster) yang sebentar lagi memasuki tahapan level kesatria suci tahap pertama (Kelas bencana dalam istilah monster)"
Petarung dari suku Telinga panjang menyombongkan diri.
Lalu petarung dari suku Ogre pun ikut menyombongkan diri
"Aku adalah petarung terkuat di suku ku, belum ada yang pernah mengalahkan ku dalam pertarungan sesama suku bahkan suku lain tidak berani menyerang desa ku karena kekuatan ku yang hebat"
Bos Golem pun menantang
"Baik lah maju kesini lawan aku, karena ini pertarungan penentuan aku pun tidak akan mengingkari janji jika kalah, silahkan ambil kerajaan dan kastil ini kalau kalian bisa mengalahkan ku"
Ratu Golem berteriak kepada prajurit
"Prajurit Bawa mereka berdua ke ruang Iblis untuk menerima hukuman selanjutnya"
Ratu Golem memerintahkan membawa Petarung dari suku Herpy yang sedang terbakar dan Petarung dari suku Kappa yang sedang terkurung di Bola air.
empat orang prajurit pun masuk ke arena pertandingan, dua orang prajurit mengangkat Petarung suku Herpy yang sedang terbakar tetapi mereka berdua tidak merasakan panas atau pun terbakar, kedua prajurit itu di bawa ke ruang Iblis.
begitu pun dengan Petarung dari suku Kappa, kedua prajurit lainnya dengan mudah membawa gelembung udara yang besar yang di dalamnya terdapat Petarung suku Kappa yang sedang terkurung dan berputar putar di dalamnya.
Setelah itu Ratu Golem pun berjalan ke pinggir arena pertandingan.
Semua orang yang ada di atas arena pertandingan pun ikut pergi meninggalkan arena tersebut kecuali para suku Kappa yang telah di jadikan patung Es oleh Ratu Golem.
Bos Golem mengeluarkan Sihir elemen api untuk melelehkan suku Kappa yang membeku.
"Sihir api peleleh"
Wus....
Api tersebut membakar ke lima orang suku Kappa yang menjadi patung Es, kemudian berlahan-lahan meleleh dan mereka pun hidup kembali
"Ohok....ohok ..."
Mereka batuk dan kemudian mernapas sambil merangkak mereka berusaha untuk berdiri.
"Cepat pergi keluar dari arena pertandingan ini kalau tidak kalian akan mati"
Ancam Bos Golem
Mereka pun bergegas merangkak pergi tanpa berusaha berdiri karena ketakutan, ketakutan ini karena Bos Golem mengeluarkan aura membunuh untuk menakuti mereka ber lima, mereka pun menggigil ngeri lalu pergi meninggalkan area pertandingan tersebut.
Sekarang yang berada di atas arena pertandingan hanyalah empat orang saja yaitu Bos Golem, Goblas sebagai wasit dan dua petarung dari aliansi monster.
Goblas berteriak
"Ini adalah pertarungan terakhir, pertarungan yang menentukan, siapakah yang akan menang di babak ke lima ini, Bos Golem kah sebagai penguasa kastil atau Petarung dari Aliansi monster. Ayo kita mulai pertandingannya.
Sekarang peraturannya kalian boleh membunuh, tetapi kalau kalian menyerah atau pingsan itu dinyatakan kalah. Dan kalau kalian terlempar ke luar arena kalian bisa masuk kembali dan melanjutkan pertarungan sampai kalian mengaku kalah atau tidak sadarkan diri, apa kalian paham"
Semua petarung mengangguk
"Ya pertandingan babak ke lima dimulai"
__ADS_1
Goblas langsung berlari ke luar arena pertandingan.
Petarung dari suku Telinga panjang mengeluarkan sihir bumi, dia adalah pengendali sihir yang dapat merekayasa tumbuhan menjadi senjata dia, petarung itu mengeluarkan sulur tanaman rambat dari tangannya dan di rubah menjadi cambuk.
Peratung dari suku Ogre adalah Pengguna Pedang dan sihir elemen api dia adalah seorang Magic sword, sihir elemen api nya di padukan dengan pedang yang dia bawa.
Bos Golem mulai Mempropokasi
"Hai kamu, mau bertarung atau mau jadi kusir kuda kok bawa cambuk segala ini arena pertandingan kekuatan bukan arena balap kuda"
Petarung dari suku Telinga panjang pun membalas menjawab, sambil sedikit lebay
"Idih ....Abang ini usil banget, aku mau cambuk pantat Abang yang nakal, biar tau rasa"
Bos Golem meledek lagi
"Hahaha....seharusnya kamu tadi melawan istri ku, tadi kamu tidak cocok melawanku, sekarang pertandingan antara laki-laki bukan perempuan seperti mu"
Di jawab oleh petarung dari suku Telinga panjang
"Tuh kan mulut Abang ini pedas banget, jadi harus di cambuk biar mulutnya tidak kemana saja, begini begini aku cowok tulen Loch bang"
Sambil bergerak lemah gemulai.
Bos Golem Mempropokasi Petarung suku Ogre
"Ini lagi badan kekar tapi kesini hanya membawa obor, woy ini masih sore belum gelap, kenapa kamu takut kemalaman ya,
Jangan jangan kalian berdua mau pacaran ya, cari tempat mojok ya"
Semua penonton tertawa terbahak bahak mendengar ejekan Bos Golem.
"Hahaha...."
"Iya Petarung dari suku Telinga panjang kayak cewek lebay banget"
"Hu'uh benar apa yang di katakan Bos Golem, mereka kayak nya bukan mau bertarung tetapi mau mojok"
"Hahaha..."
Para penonton tertawa sambil saling berbisik
"Kurang ajar berani menghina ku"
"Cia....t"
Dia pun berlari sambil mengayunkan pedangnya yang telah di selimuti api
Swur....
Swur....
Menyerang dengan membabi-buta
Bos Golem hanya menghindarinya saja tanpa menahan atau pun menyerang balik
Swur....
Swur....
Brak....
Petarung dari suku Ogre terjatuh karena terkena tekel dikakinya yang di lakukan oleh Bos Golem ketika dia menghindar.
"Kurang ajar...."
Petarung dari suku Ogre mengumpat
"Ayo lawan kenapa menghindar terus"
Bos Golem pun Mempropokasi lagi
"Aku tidak melawan saja kamu sudah terjatuh, dasar lemah bicara mu hanya omong kosong, mana yang tidak pernah terkalahkan begitu saja sudah terjatuh"
Petarung dari suku Ogre pun semakin marah, dia mengeluarkan semua kemuatannya.
"Hai telinga panjang, apa kamu hanya ingin menonton saja ayo bantu aku menyerangnya"
Petarung dari suku Ogre meminta bantuan
__ADS_1
"Ih dasar monster tanduk jelek begitu saja kamu tidak bisa melawannya, baik akan aku bantu"
Kedua Petarung itu pun bersamaan menyerang Bos Golem.
Tak....
Swur....
Brak.....
Serangan bertubi-tubi menyerang Bos Golem sabetan pedang dari Petarung suku Ogre, cepretan cambuk dari Petarung suku Telinga panjang, mereka menyerang silih berganti.
Samapi Samapi para penonton yang melihat menjadi pegal lehernya karena tengok kanan tengo kiri lalu keatas dan kebawah.
Bahkan cambuk dan sabetan mereka berdua seperti banyangan saking mereka menyerang dengan cepat.
Tetapi Bos Golem menghindarinya dengan sangat mudah, miring ke kiri miring ke kanan, menunduk, berdiri melompat terus bergerak untuk mengindari serangan tersebut.
Swur....
Sabetan pedang
Brak....
Cambukaan yang mengenai lantai arena
Semakin lama ayunan dan cambukan semakin melambat, Bos Golem pun bisa menahan cambukan dengan cara menangkap ujung cabuk dari Peratung suku Telinga panjang, setelah itu mengelak serangan pedang api dari petarung suku Ogre.
Bos Golem menahan tangan petarung suku Ogre yang sedang ingin mengayunkan pedang dari atas kebawah, dia menahan dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanan memegang ujung cambuk Peratung dari suku Telinga panjang.
Bos Golem menarik cambuk kedepan sehingga petarung dari suku Telinga Panjang menyelonong ke depan, dan kaki kiri Bos Golem menendang perut dari Petarung suku Ogre sehingga terhuyung ke belakang.
Brak....
Kedua petarung pun saling Bertabrakan karena cambuk yang di tarik dan perut yang di tendang secara bersamaan.
Meraka bertubrukan lalu terjatuh
Bos Golem Mempropokasi lagi
"Hahaha.... Tuh kan kalian lagi berpacaran, buktinya kalian sedang berpelukan"
Karena petarung suku Ogre terhuyung ke belakang dan Petarung suku Telinga panjang menyosor ke depan karena tarikan cambuknya, petarung dari suku Telinga panjang memeluk tubuh petarung suku Ogre kemudian mereka terjatuh.
Semua penonton tertawa
"Hahaha"
Mereka berdua bergegas bangun kembali
Bos Golem memuji mereka berdua
"Petarung Level C3 memang hebat, saya sampai kewalahan"
Lalu Bos Golem berkata kepada mereka berdua
"Biar kita sama sama adil aku pun akan menggunakan senjata, apa kalian keberatan"
Petarung dari suku Ogre menjawab
"Pakai lah senjata mu kan di pertarungan ini tidak melarang menggunakan senjata apa pun"
Bos Golem balas menjawab
"Baiklah kalau begitu, saya akan menggunakan senjata"
Bos Golem menggunakan sihir dimensi item Book dia mengeluarkan pedang yang berwarna hitam.
Pedang itu dia ambil dari rumah pohon yang berada di gudang peralatan, itu adalah pedang pertama yang dia gunakan semenjak datang kedunia ini dan berlatih ilmu beladiri pedang tingkat tinggi.
Pedang itu sebetulnya telah di modifikasi dengan di tambah item lain yaitu kuku dari Liones si raja Harimau Putih, ketika bertarung di area peternakan kambing dan Bos Golem berhasil mematahkan kuku depan Liones si raja harimau putih.
Pedang ini pun di beri nama Pedang Hitam harimau angin.
Disen nya tidak berubah tetap seperti bentuk aslinya hanya Bos Golem menambahkan item lainnya berupa kuku Liones si Raja Harimau Putih.
Semua orang terkaget dan heran ketika melihat pedang hitam tersebut, termasuk para kepala suku yang telah hidup lama dan mendengar tentang legenda Pahlawan pengguna Pedang Hitam.
Pahlawan itu sangat terkenal di seluruh benua bagian selatan bai
__ADS_1