Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Lapar


__ADS_3

Di tempat yang lain di kerajaan Golemonst


Para prajurit yang sudah lulus dan menaklukan Labirin Jebakan mereka mulai dibagi tugas.


Para kesatria suci yang awalnya bertugas aktif sekarang di gantikan oleh para prajurit yang baru lulus.


Baik itu pasukan yang di pimpin oleh Gomu maupun Gocir semua telah di gantikan.


Kesatria Suci sekarang menjalankan tugas baru sebagai kapten para prajurit yang baru lulus.


Mereka pun di bentuk satuan satuan kecil seperti Peleton. setiap kapten memiliki. Anak buah 30 hingga 50 orang.


Itu di maksudkan supaya para kesatria suci dapat mengontrol dan melatih prajurit yang baru dengan optimal.


Kesatria Suci yang tidak memiliki anak buah mereka bertugas sebagai pengawas, dan ada juga yang bertugas menjadi guru di sekolah kesatria Golemonst.


Karena sesuai rancana di waktu rapat sebelum Ratu dan Bos Golem berangkat ke kerajaan Vitwins, para kesatria suci harus menjadi para pemimpin pasukan prajurit yang baru.


Sedangkan Liones, Maya, Goblas dan Melia setiap malam harus menaklukan Labirin ruang Iblis, untuk mengingkatkan kekuatan mereka.


Meskipun Maya dan Melia seorang wanita yang tidak suka bertarung, mereka melaksanakan perintah yang di berikan oleh Ratu Golem.


Mereka pun teringat kata-kata dari ratu Golem


"Biarpun kita tidak suka betarung tetapi kita harus bisa menjaga diri kita sendiri, karena tidak mungkin pasangan kita akan selalu melindungi kita. Ada masanya kita harus menjaga kehormatan kita dan melawan orang yang mengancam kita"


Ratu Golem juga berpesan kepada Maya dan Melia.


"Jadilah kuat dan rendah hati, karena banyak orang yang harus kita lindungi, kekuatan kita bukan untuk menindas tetapi untuk membantu orang yang lemah"


Karena kata kata itulah mereka menjadi semangat untuk menaklukkan labirin ruang iblis.


Dan setiap sore menjelang malam mereka selalu pergi ke balai prajurit dan masuk ke ruang Iblis untuk menaklukkan labirin tersebut.


***


Di kerajaan Vitwins


Lili dan Yudi yang sedang jalan-jalan dan memborong barang barang, mereka pun kembali ke penginapan Guild Petualang untuk mengambil barang dan makan di sana lalu pergi lagi ke mansion untuk beristirahat di tempat itu.


Keesokan harinya

__ADS_1


Pagi menjelang, ibu dan ke 2 anaknya sudah tiba di depan gerbang mansion begitu juga ke 2 mantan petualang yang cacat.


"Tuan muda Nyonya muda, kami sudah datang"


Mereka berteriak memanggil


Lili dan Yudi yang berada di kamar lantai atas melihat mereka dari jendela kemudian Lili pun menggunakan sihir pengendali pikiran dan memerintahkan pengawal untuk membuka Gerbang.


Pengawal yang berjaga di sana menghampiri pintu gerbang kemudian membukanya, setelah itu mereka pun masuk ke dalam.


Dari mansion ke gerbang lumayan agak jauh karena mansion itu sangat besar dan halamannya pun luas.


Yang laki laki memakai tongkat berjalan lambat di pegangi istrinya yang tangannya di balut perban sedangkan si ibu menuntun anaknya.


Anak kecil yang masih polos senang di bawa oleh ibunya ke rumah yang besar.


"Bu apakah kita akan tinggal di sini"


Anak itu bertanya


"Iya nak tapi kita bukan tinggal di dalam rumah yang besar itu"


Ibu itu menjawab, dan anaknya bertanya lagi


"Entahlah kita tinggal di mana itu terserah tuan dan nyonya muda pemilik tempat ini yang pasti kita bisa tidur nyenyak dan tidak kedinginan lagi"


Anak itupun menyeringai


Mereka berjalan menuju pintu masuk mansion, pintu pun dibuka oleh pelayan lalu terdengar suara dari dalam mansion itu.


"Masuklah kita sudah menunggu"


Mereka pun masuk dan takjup, semua mata mengamati dari atas sampai ke bawah, ruangan yang sangat bersih dan tertata rapi, tetapi tidak banyak barang di sana hanya kursi dan meja saja. Dan di ruang sebelah lagi ada meja makan yang penuh dengan makanan dan ada pintu yang tembus ke dapur.


Lili dan Yudi yang sedang duduk pun berdiri


"Kalian sudah makan belum"


Tanya Lili, lalu ibu itu menjawab


"Terima kasih nyonya muda kami tadi sudah sarapan"

__ADS_1


Tetapi anak kecil yang berumur 5 tahun dia merengek kepada ibunya.


"Bu lapar, ingin makan"


Ibu itu pun menggoyang goyangkan tangannya sambil melotot ke pada anaknya


"Jangan bikin malu ibu, diam sebentar nanti ibu beliin kamu roti"


Anak itu menundukan kepalanya


Lili dan Yudi pun tertawa


"Hahaha....anak yang sangat jujur"


Lili menyuruh mereka


"Saya tau kalian belum makan, ayo makan dulu itu di atas meja sudah ada banyak makanan. Kalian makan saja sepuasnya"


Anak itu lalu menarik tangan ibunya untuk segera ke meja makan.


"E..eh jangan malu maluin, ini dirumah orang lain dek"


Yudi pun berkata


"Sudahlah jangan malu malu, kami mau pergi dulu keluar soalnya banyak yang akan datang mengirim barang yang kami beli kemarin"


Semua membungkukkan badan


"Baik tuan muda"


Yudi dan Lili pun beranjak dari tempat itu dan berjalan keluar.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**

__ADS_1


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update


__ADS_2