
"iya aku mengerti tetapi caranya bagai mana" tanya Alexsa.
"Kerahkan semua kemampuan sihir penciptaan mu sampai level tertinggi dan bayangan kamu membentuk sebuah dunia yang kamu inginkan dan bacakan mantra ini" ucap Lili yang memberitahukan cara dan mantra yang harus Alexsa ucapkan.
Alexsa pun mencoba dan mulai berkonsentrasi, seluruh kekuatan sihirnya di kerahkan dan dia pun membaca mantra yang di kasih tahu oleh Lili.
"Dengan menyebut sang pencipta Alam semester, yang maha pengasih lagi maha penyayang, saya Alexsa meminjam kekuatan sang penguasa alam semesta untuk menciptakan dunia ku sendiri, dunia kecil di dalam goa ini. Terjadilah......." Teriak Alexsa sambil mengeluarkan kekuatan sihir penciptaan dari kedua telapak tangannya.
Wuss....
Aura menyelimuti goa tersebut, aura itu berubah menjadi kabut, dan memenuhi goa, semakin lama kabut tersebut menjadi tebal dan bertambah banyak.
Kabut bertambah banyak dan makin banyak lagi sehingga tercipta ilusi sihir, hal yang di bayangkan Alexsa itu berubah gunung yang berderet yang di tumbuhi pepohonan yang tinggi serta sungai yang besar dan mengalir indah, serta hamparan Padang rumput, dan juga disana terdapat beberapa vila mansion yang besar dan indah.
Apa yang Alexsa bayangkan itu, masih berbentuk kabut, dan Kabut tebal itu berlahan memudar dan berubah menjadi apa yang Alexsa bayangkan.
Alexsa pun membuka matanya, dia merasa senang karena bisa menciptakan dunia kecilnya yang dia bayangkan.
Setelah membuka mata, Alexsa pun tersenyum "Akhirnya aku berhasil juga"
Setelah berucap begitu Alexsa pun pingsan karena kehabisan energi sihir, badannya menjadi lemas dan dia terkulai, untung ada Lili yang mendampingi sehingga Alexsa bisa ditangkap dan tidak sampai jatuh ke tanah.
Setelah itu Lili pun membawa Alexsa ke mansion paling besar yang dia ciptakan dan Lili membaringkan tubuh Alexsa di kasur empuk dan kamar paling besar.
Alexsa pun tertidur, pulas dan Lili menemani Alexsa di mansion tersebut. Setelah beberapa lama Alexsa pingsan dia pun tersadar.
"Aku ada di mana kak, dan kenapa tubuh ku lemas begini" ucap Alexsa yang baru membuka mata.
"Kita berada di dalam mansion yang kamu ciptakan, kamu lemas karena kehabisan energi sihir setelah membuat dunia kecil dan isinya, sehingga kamu pingsan" jawab Lili.
Alexsa tersenyum "Berarti aku masih lemah ya kak, padahal aku sudah masuk ke level dewa"
__ADS_1
"Level dewa itu masih banyak lagi, kamu hanya baru masuk tahap Dewa awal, dan tahap awal itu tahap regenerasi keabadian, setelah tahap awal ada lagi level dewa tahap menengah dan level dewa tingkat akhir, dan setelah dewa tingkat akhir ada di sebut Batara Dewa di sana ada sub level lagi" jelas Lili.
"Ternyata level di dunia ini banyak ya kak, padahal aku sudah hidup di dunia ini lebih dari 400 tahun tetapi yang aku tahu hanya level dewa lah yang paling tinggi" ucap Alexsa.
"Sudah jangan banyak di pikirkan, minum Potion ini, supaya energi sihir mu kembali, dan stamina mu pulih" ucap Lili sambil memberikan potion obat.
Alexsa tanpa Ragu dan segera meminumnya dengan sekali teguk, setelah beberapa lama Alexsa pun kembali pulih dan dia bangkit dari tempat tidurnya.
"Ayo kita kembali, tugas kita sudah selesai" ajak Lili
Mereka pun keluar dari mansion tersebut dan Alexsa pun menatap ke arah depan gerbang, terlihat ada banyak bangunan yang berjejer seperti nampak sebuah kota.
Alexsa sebelum dia pingsan, dia hanya membuat 3 mansion dan mansion yang berada di tengah adalah yang paling besar yang tadi mereka tempati, dengan batas pagar besi dan tembok menjulang tinggi.
Tetapi ketika Alexsa keluar mansion, dia melihat banyak bangunan berjajar di depan mansion tersebut.
"Kak apa semua bangunan ini kak Lili yang ciptakan" tanya Alexsa.
Lili mengangguk "iya, aku menciptakannya karena aku dengar bahwa ada 10 kerajaan yang datang kemari dengan membawa banyak pasukan, sehingga aku membuat 10 mansion lagi dan di sampingnya aku ciptakan barak prajurit, untuk tempat berteduh pasukan yang datang serta ruang makan, aku juga sudah menempatkan beberapa Golem pelayan untuk merawat dan melayani semua kebutuhan tamu kita yang akan datang"
Alexsa pun langsung memeluk Lili "Terima kasih kak, kamu sudah banyak membantu ku"
Liki tersenyum dan mengelus lembut rambutnya Alexsa, walau pun dia sudah hidup lebih dari 400 tahu, untuk Ras Naga, umur segitu Alexsa masih termasuk sangat muda, kalau di samakan dengan umur manusia mungkin Alexsa masih berusia 17 tahun.
Setelah selesai mereka pun kembali keluar dari dunia kecil atau labirin yang Alexsa ciptakan, yaitu di goa di bukit dekat lapangan besar sebelah barat gerbang kota utama.
Lili melihat pohon yang sangat besar, dengan pedangnya dia menebak pohon tersebut dengan sekali Tebasan, dan pohon itu pun tumbang seketika.
"Kak untuk apa, kak Lili menebang pohon besar ini" tanya Alexsa bingung.
"Kita akan membuat gerbang masuk ke dalam labirin yang telah kamu ciptakan ini, tidak mungkin kan dunia kecil yang kamu buat terbuka begitu saja" jawab Lili.
__ADS_1
Alexsa pun tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal "iya aku lupa"
Setelah pohon itu tumbang Lili pun memotongnya sesuai dengan ukuran yang dia inginkan, kemudian Lili menggunakan instan skill atau sihir penciptaan untuk merubah bongkahan kayu tersebut menjadi gerbang yang menutupi seluruh pintu goa.
Lili membuat 2 pintu utama yang besar, dan di bawah Lili juga membuat pintu kecil yang bisa di lalui penunggang kuda dengan tinggi 4 meter dan lebar 3 meter, pintu masuk kecil itu kuat juga untuk masuk kereta kuda tanpa harus membuka semua pintu goa yang sangat besar.
Setelah semua selesai tidak lupa Lili mengeluarkan 2 Golem Raksasa yang berukuran tinggi 10 meter dengan berbalut Jirah armor besi dengan senjata berupa tombak sepanjang 12 meter.
Golem ini bukan Gomeka yang di kendalikan oleh pilot, tetapi ini Golem murni yang di buat oleh Lili dan Yudi di gudang senjata yang awalnya bertujuan untuk latihan bertarung para pilot Gomeka.
Tetapi sekarang dipakai sebagai penjaga gerbang dunia kecil yang di ciptakan oleh Alexsa, dengan perintah siapa pun yang akan berbuat jahat atau berniat melakukan perusakan maka di larang untuk masuk ke dalam dunia kecil yang kedua Golem itu jaga.
Golem itu pun sudah di tanami sensor warna aura, bila orang yang akan masuk berwarna aura merah atau oranye maka orang tersebut dinyatakan sebagai penjahat atau musuh yang dilarang untuk masuk.
Dan apabila si warna auranya hijau atau biru, mereka dinyatakan sebagai teman sehingga di perbolehkan untuk masuk ke dalam dunia kecil yang Golem itu jaga
"Ya selesai sudah, ayo kita pulang dan membersihkan diri, aku kayak ingin berendam di air hangat" ucap Lili.
"Iya aku juga kayaknya harus berendam juga kak, tubuh ini rasanya sangat pegal sehingga butuh relaksasi " timpal Alexsa.
"Ayo kita pergi, kalau dari 10 kerajaan itu datang, nanti akan aku perintahkan anak anak untuk mengarahkan mereka ke dunia kecil yang kamu Buat, biar mereka bisa beristirahat" ucap Lili.
Mereka pun pergi dari tempat tersebut dan kembali ke gedung balai prajurit kemudian mereka memasuki ruangan pribadi mereka dan bersiap untuk berendam air hangat.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna