
Pahlawan itu sangat terkenal di benua Bagian selatan.
Karena pahlawan itu membentuk Party dengan hanya 3 orang di dalam timnya, orang orang tersebut sangat terkenal seperti si penyihir suci Volyaw, Petarung Dumpi, dan si pahlawan pedang hitam itu sendiri.
Kembali ke pertandingan
Para kepala suku bertanya-tanya
"dari mana dia mendapatkan pedang tersebut, apakah dia keturunan dari pahlawan itu atau dia murid dari para pahlawan itu".
Bos Golem berbicara kepada mereka berdua
"Ayo kita lanjutkan pertandingan kita, sekarang aku sudah memegang senjata, kita sekarang adil, mau aku dulu yang menyerang atau kalian yang menyerang duluan"
Setelah mereka bangkit mereka pun bersiap untuk menyerang
Swur ....
Brak....
Serangan pun di lancarkan oleh petarung dari suku Telinga panjang.
Bos Golem mengelak
Swur.....
Tak....
Duar ....
Pedang yang di balut oleh api di ayunkan oleh Peratung suku Ogre, dan ditahan oleh Bos Golem dengan pedang hitamnya sehingga terjadi benturan dan ledakan.
Bos Golem mengayunkan pedangnya tanpa memakai tenaga
"Cakar Harimau Angin"
Wus ....
Keluar sihir elemen angin dari dalam pedang tersebut sehingga membentuk angin puyuh meskipun tidak besar tetapi dorongannya sangat kuat.
Kedua petarung itu menahannya dengan menggunakan sihir pertahanan, tetapi tetap saja meskipun sihir pertahanan mereka mampu menahan serangan dari Bos Golem mereka terpental keluar arena.
Krek ....
Buar....
Mereka amruk keluar arena
Bos Golem Mempropokasi
"Ayo naik lagi ke atas arena kalian belum kalah kan, masih kuat bertarung kan kalian, ayo jangan tiduran terus kalau mau tiduran sana pergi kerumah dan istirahat"
Mereka pun bangun dan naik lagi ke atas arena
"Kurang ajar, akan aku keluarkan semua kekuatan ku"
Petarung dari suku Ogre marah, dia mengeluarkan sihir elemen air yang besar, pedangnya berkobar api yang sangat besar sehingga pedang itu nampak menjadi gede dan panjang.
__ADS_1
"Kilatan api"
Wus ....
Petarung dari suku Ogre menyerang dengan sihirnya
Bos Golem menahan serangan sihir itu dengan serangan juga
"Tarian cakar angin"
Wus ....
Kedua serangan itu pun saling bertubrukan
Duwar......
Ledakan pun terjadi.
Petarung suku Telinga panjang tidak mau kalah dia pun melancarkan serangan
"Serbuk bunga beracun"
Wus...
Keluar berterbangan benda berwarna kuning yang membuat orang yang kena benda kuning tersebut menjadi gatal.
Bos Golem mengeluarkan jurus angin untuk mengalihkan serangan tersebut
"Badai cakar Harimau Angin"
Wus ....
Mereka pun terkena sihir serbuk beracun itu
"Aduh gatal...."
"Gatal...."
Para penonton menggaruk seluruh tubuhnya karena terkena serbuk beracun yang di lancarkan petarung dari suku Telinga panjang.
Para petarung tidak peduli kepada para penonton yang sedang kegatalan mereka terus bertarung saling serang dengan tekhnik yang mereka miliki.
Pertarungan di arena pertandingan terus berlangsung satu sama lain tidak ada yang mau menyerah atau mengaku kalah, semua tehnik dalam pertarungan mereka keluarkan.
Serangan sihir api, cambukan tanaman rambat beracun, tebasan cakar angin
Mereka saling serang
Penonton yang ada di bawah arena pertandingan tidak menikmati pertandingan tersebut, malah mereka tersiksa oleh serangan beracun yang tadi di lancarkan oleh petarung dari suku Telinga panjang.
Wajah mereka memar dan tubuh mereka bentol bentol bahkan di antara mereka ada yang pingsan karena tidak tahan menahan rasa gatal epek dari racun tersebut.
Ratu Golem tidak tinggal diam melihat rakyatnya menderita dia pun mengeluarkan sihir elemen air untuk menyembuhkan mereka
"Sihir Air pemurnian"
Wus....
__ADS_1
Air itu menyelimuti para penonton yang terkena racun, tidak lama kemudian mereka pun sembuh, muka yang menar tubuh dan tangan yang bentol menghilang, tubuh mereka kembali seperti sedia kala.
Racun pun telah di netral kan oleh sihir elemen air pemurnian.
Para penonton itu pun berterima kasih kepada Ratu Golem.
Di atas arena pertandingan Petarung dari Aliansi Monster mulai kelelahan dan kehabisan energi sihir, tetapi berbeda dengan Bos Golem dia masih bersemangat bahkan belum meneteskan keringat sedikit pun.
Pertarungan semakin melambat karena mereka kelelahan, Bos Golem hanya mengikuti iramanya saja.
Serangan terakhir yang di lancarkan oleh Bos Golem untuk menghentikan serangan mereka
"Tarian pedang angin"
Wus....
Brak ....
Petarung dari Aliansi Monster terhempas dan jatuh
Mereka terengah engah kecapean, tetapi petarung dari suku Telinga panjang bangkit dan menyerang.
"Cia....t"
Bos Golem menghindar lalu menekel kaki si petarung dari suku telinga panjang hingga dia tersungkur.
Lalu Bos Golem menancapkan pedangnya ke lantai arena lalu dia merapatkan kedua tangannya, dengan jari telunjuk di acungkan dan di rapatkan.
Bos Golem pun melancarkan serangan kepada petarung dari suku Telinga panjang yang sedang tersungkur dengan kepala menyentuh lantai arena dan pantatnya menjadi nungging.
"Jurus jari sakti TUSBOL"
cleb......s
Aaaaaaa...ach
Petarung dari suku Telinga panjang terkena jurus jari sakti dari Bos Golem dan dengan repleks dia meloncat jauh ke atas.
Wus......
Sabil berteriak
"Aaa.....Dewa....Kenapa....aku...Bencong...."
Brak......
Petarung dari suku Telinga panjang pun jatuh di luar arena pertandingan.
"Aduh sakit....."
Berbicaranya sedikit lebay
"Uch keperawanan ku hilang, di renggut oleh jari sakti nya Bos Golem"
Penonton yang mendengar itu pun tertawa terbahak-bahak.
*Terima kasih Kepada Kakak yang telah Like dan komen karya aku ini, mudah mudahan Kaka pembaca ada dalam lindungan Tuhan.
__ADS_1
Di sehatkan badannya, di panjangkan umurnya dan di limpahkan rejekinya. Amin.