
Petarung dari suku Babon pun di angkat keluar arena oleh teman-temannya.
Yudi dan Lili yang berada di kursi VIP mereka merdua hanya tersenyum dan geleng geleng kepala melihat tingkah laku Gomi
"Dasar Si Gomi, Bisa bisanya kepincut cewek"
"Hahaha Abang kayak belum pernah merasakan saja kepincut adek"
Yudi mencubit manja Lili
"Adek bisa aja"
Lalu Yudi memerintahkan Gobang untuk naik duluan ke atas arena
"Gobang Pergi lah kamu duluan ke atas arena"
Gobang pun berbalik ke arah Yudi lalu menghormat
"Siap Bos"
Gobang lalu berjalan ke arah arena pertandingan
Goblas memberi pengumuman
"Mohon tenang kepada para penonton karena pertandingan ke 2 akan segera di laksanakan"
Penonton pun terdiam sejenak
Lalu Goblas pun melanjutkan pembicaraannya
"Untuk kalian yang dari kemarin sudah memakai gelang, untuk mengetahui nama kalian kalau kalian belum bisa baca, setelah pertandingan ini pergilah ke pos jaga di depan gerbang kastil,
Nanti para petugas di sana akan membacakan dan memberi tahu nama kalian yang ada di gelang itu"
Semua penonton mengangguk sambil melihat tangan mereka yang memakai gelang
Gobang pun telah sampai di arena pertandingan
"Pertandingan ke 2 yang maju pertama kali adalah Goblas sang Komandan Batalion Pasukan Hijau kerajaan Golemonst, Siapa yang berani maju untuk menantangnya silahkan maju"
Petarung dari aliansi monster yaitu anak kepala suku Ogre maju, tetapi setelah 2 langkah sia di hentikan oleh kepala suku itu sendiri.
"Mau kemana kamu"
"Saya akan melawan HobGoblin itu ayah"
"Bodoh kamu, target kita bukan dia tetapi raja mereka. Kamu ingin menguasai kerajaan ini kan"
"Iya ayah"
"Jadi yang kamu harus lawan bukan anak buahnya tetapi rajanya itu sendiri"
Anak dari kepala suku itu pun kembali ketempat semula.
Aliansi lain memberanikan diri untuk memasuki arena, sekarang yang maju adalah dari suku Neko mereka adalah suku monster manusia kucing.
Dia pun berjalan ke arah arena pertandingan
Gobang yang ada di di tengah arena dia berteriak
"Ayo cepat siapa lawan saya kalau bisa 2 orang sekaligus yang maju"
Aliansi monter pun geram atas kesombongan Gobang.
"Mentang mentang dia Komandan Batalion dia bisa seenaknya menyombongkan diri sendiri"
Mereka pun memerintahkan suku Bunglon untuk maju dengan suku Neko
Petarung suku Bunglon di katakan paling lemah di antara anggota aliansi yang menantang Penguasa Kastil level mereka rata-rata ada di level D dengan kekuatan tempur 70 an.
Tetapi mereka punya kemampuan khusus yaitu bisa menghilangkan diri dan berkamoplase sehingga itu keuntungan untuk mereka dalam pertarungan.
Monster Neko dan Monster Bunglon telah berada di tengah tengah arena, dan Goblas berdiri di tengah-tengah antara Monster aliansi Neko, Bunglon dan Gobang.
__ADS_1
Sebelum pertarungan di mulai, Gobang tiba tiba membuka bajunya lalu melempar baju itu ke sisi arena pertandingan.
Terlihat otot-otot yang kekar dan sispek, Gobang hanya memakai Celana PDL dan Sepatu PDL saja.
Goblas pun memberi arahan kepada mereka
"Ingat aturan pertandingan ini sama seperti pertandingan pertama pingsan, menyerah dan keluar arena itu dinyatakan kalah, paham"
Mereka pun mengangguk
"Pertandingan di Mulai"
Petarung dari suku Neko itu langsung menyerang gobang dengan membabi-buta, sedangkan petarung dari suku Bunglon tiba tiba menghilang entah kemana.
Pertarungan sengit antara Gobang dan Suku Neko tidak terelakan lagi, mereka berdua saling serang satu dengan yang lainnya.
Gobang terkena cakaran di dadanya, sehingga bekas cakaran itu menimbulkan tanda 3 garis memanjang dari atas kebawah sepanjang 10 centimeter.
Suku Neko terkena pukulan di pipi sebelah kiri sehingga wajah menjadi membiru.
Saling serang terus dilancarkan sehingga keduanya sama sama terkena serangan satu dengan yang lainnya.
Mereka bertarung sudah lebih dari 1 jam tidak ada celah lagi untuk masuk kedalam pertarungan lain, gobang pun sudah lupa bawa dia bukan hanya melawan Neko saja tetapi ada 1 orang lagi yang tiba-tiba menghilang.
Penonton terus bersorank
Sekujur tubuh Gobang yang tidak memakai baju banyak terdapat luka cakaran dari Neko.
Wajah dan tubuh Neko pun banyak yang lebam karena pukulan dari gobang.
Penonton banyak yang mengira bahwa pertandingan ke 2 petarung yang ada di atas arena akan seimbang.
Tetapi mereka salah, karena petarung dari suku Neko itu sudah kehabisan stamina
Pukulan terakhir telak mengenai wajah petarung dari suku Neko yang di lancarkan oleh Gobang.
Barak......
Pukulan di lancarkan
Penonton pun bersorak
Gobang terlalu puas dia mengangkat kedua tangannya ke atas
"Ya....Aku menang"
Lalu tiba-tiba
Bruk......
Hantaman yang tidak terlihat mengenai perut Gobang dengan keras
Gobang pun tersungkur dan memuntahkan darah segar di mulutnya.
Dari serangan itu dia tersadar bahwa musuhnya di atas arena pertandingan bukan hanya suku Neko saja tetapi ada satu orang lagi yang bisa menghilang.
Petarung dari suku Bunglon dengan menyamarkan diri dia mencari celah untuk menyerang Gobang
Gobang yang menyadari itu langsung siaga tetapi dia lupa tidak memakai sihir pertahanan dalam tubuhnya.
Alhasil serangan ke 2 telak di terima gobang
Brak....
Punggung gobang terkena serangan yang tidak terlihat lagi
Sehingga dia terjungkir ke depan beberapa kali
Gobang pun bangkit lagi
Gobang melihat lantai arena yang terkena cipratan darah waktu serangan pertama dari suku Bunglon.
Langkah kaki dari suku Bunglon menginjak percikan darah yang di muntahkan Gobang
__ADS_1
Langkah kaki itu menimbulkan jejak sehingga Gobang menyadari kehadirannya mendekati dengan cara mengendap ngentap.
Tubuh dari suku Bunglon memang tidak kelihatan tetapi berkat darah yang dia injak gobang dapat mengetahuinya.
Gobang pun pura pura bersiaga dan bersiap menendang kalau suku Bunglon itu sudah mendekat
Gobang berbalik sambil mengayunkan tendangan berputarnya
Bruk...
Tendangan telak mengenai Petarung suku Bunglon, dia pun terpental ke luar arena pertandingan.
Tubuh petarung dari suku Bunglon berkelap kelip seperti lampu yang kekurangan daya listrik, Menghilang lalu nampak menghilang lagi dan nampak.
Karena level dari Petarung suku Bunglon sangat rendah tendangan dari Gobang yang hanya setengah kekuatan membuat dia terluka dan terpental lalu pingsan.
Kemenangan pun di dapatkan oleh Gobang
Penonton bersorak gembira.
Goblas berlari ke tengah arena dan mengumumkan
"Pemenang pertandingan Sesason ke 2 di menangkan oleh Gobang"
Semua penonton tepuk tangan.
Gobang berjalan meninggalkan arena pertandingan dan mengambil baju yang di lemparkannya tadi sebelum pertandingan di laksanakan.
Gobang lalu memakai baju tersebut lalu kembali ke tempat VIP, tempat dimana Yudi dan Lili menonton.
"Pertarungan sekarang satu sama, antara kerajaan Golemonst dan aliansi monster"
Goblas berbicara di tengah arena
"Sekarang akan di lanjutkan ke pertandingan Season ke 3, ayu siapkan petarung kalian yang paling kuat, siapakah sekarang yang akan maju terlebih dahulu"
Aliansi monster menurunkan mahluk terkuatnya monster yang di juluki The bahamut dari suku Momut, suku monster itu terkenal akan kekuatan dan pertahanannya
Petarung ini memiliki kekuatan tempur yang lebih tinggi dari pada petarung ke 1 dan ke 2, dia memiliki kekuatan tempur 150 poin.
Dia berjalan ke atas arena, setiap langkahnya menimbulkan getaran karena tubuhnya yang besar, dia juga memiliki bulu yang lebat dan gading yang panjang
Semua bersorak
Goblas pun menyambutnya
"Ya petarung yang akan maju duluan adalah petarung dari Aliansi, tepuk tangan yang meriah"
Di tempat VIP Gomu meminta ijin untuk turun ke arena
"Bos dan Ratu saya mohon ijin untuk menghadapinya"
Lili pun mengiyakan
"Lakukan sesukamu"
"Baik ratu Golem"
Gomu pun pergi ke arena pertandingan
Di tempat VIP Yudi berkata kepada Lili
"Si gendut Gomu itu paling pada akhirnya dia akan seperti Gomi yang lari dari arena"
"Kenapa Abang tau, seperti peramal saja"
"Lihat saja nanti dek, hahaha"
"Kok Abang malah tertawa"
"Iya Abang bisa memprediksinya karena dari tadi Abang selalu mendengar perut dia berbunyi dan dia sering mengelus ngelus perutnya yang buncit itu"
Mendengar hal itu lili pun tertawa
__ADS_1
"Hahaha"