Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Lili Memasak


__ADS_3

Yudi pun memegang pundak Joni


"Sudahlah duduk saja dulu temani aku makan, istri ku akan masak untuk kalian, setelah makan baru kamu kerjakan tugas mu di mansion"


Joni pun mengangguk


"Baik tuan muda terima kasih"


Lili berjalan ke arah resepsionis dan berbicara kepada penjaga Resepsionis.


"Mbak boleh saya numpak masak di dapur guild petualang ini, saya punya menu baru mudah mudahan kedepannya bisa di pakai buat menu andalan di kedai guild petualang ini"


"Bi...bisa nyonya ayo masuk kesini"


Lili pun masuk ke dapur sambil di ikuti empat pelayan yang membawa belanjaan, di dalam dapur ada dua orang koki yang selalu masak di sana dan dua orang waiters yang mengantarkan pesanan.


Mereka ber empat sedang santai karena belum ada pesanan dari petualang dan mereka hanya memesan minuman saja.


Resepsionis itu berbicara kepada ke empat orang yang ada di dapur


"Tolong bantu nyonya Lili dan siapkan bahan masakan dia ingin numpang memasak di dapur ini"


Mereka pun mengangguk lalu menyiapkan peralatan.


Lili memberikan komando kepada mereka


"Tolong Karel kasih minyak yang cukup banyak...


Tolong iris sayuran ini lalu masukan kedalam wadah dan cuci bersih....


Tolong ambilkan air..."


Semua menjadi sibuk karena perintah dari Lili, mereka tidak bisa menolak dan langsung mengikuti perintah tersebut.


Lili mengeluarkan tepung lalu mencampur adukkan dengan air sampai Kalis setelah itu dia juga memasukan garam merica dan bumbu lainnya, Lili mengaduk semua dengan tangannya yang putih mulus.


Keempat orang itu pun terpesona melihat keterampilan Lili membuat adonan


"Ini Nyonya sayurannya sudah saya iris"


Lili mengambil sayuran itu lalu memasukannya ke dalam adonan, sudah tercampur rata Lili pun memerintahkan koki untuk memasaknya dengan api yang sedang, Lili mencetak adonan itu dengan menggunakan centong sehingga bentuk dan ukurannya sama satu dengan yang lainnya.


Koki pun menggoyangkan serokan


"Kalau sudah kecoklatan segera angkat dan kemudian tiriskan"


Koki itu mengangguk, kemudian Lili memerintahkan yang lainnya


"Tolong siapkan piring, dan parutan"


Mereka pun mengambil banyak piring yang di simpan di atas meja kemudian disusun rapih, adonan Yang sudah di goreng kemudian ditiriskan sampai minyaknya menetes tak tersisa kemudian di tata rapih di atas piring satu buah piring disusun 8 adonan yang disusun mirip seperti bunga.


Kemudian Lili memarut keju diatasnya, beberapa piring sudah terisi penuh kemudian Lili menyuruh winters untuk membawa makanan itu keluar dan di berikan kepada para petualang.


Semua adonan habis digoreng tidak tersisa dan semua piring yang berisi di bawa ke depan untuk di santap para petualang dan disisakan 2 piring.


"Silahkan Di coba, bagai mana rasanya apakah enak atau tidak"

__ADS_1


Lili mempersilahkan mereka yang berada di dapur untuk mencicipinya, si koki yang dari tadi menggoreng langsung mengambil satu kemudian bertanya kepada Lili


"Bentuk dan adonannya sangat sederhana, tetapi saya belum pernah melihat atau meresakan makanan ini, apa nama makanan ini Nyonya"


Lili tersenyum,


"Ini adalah cemilan tradisional di tempat saya namanya adalah Gorengan Bala Bala"


Koki itu pun mengangguk


"Oh Bala Bala"


Kemudian mereka pun memakannya, ekpresi mereka berubah bibir mereka pun terangkat keatas dan berkata


"Em...Enak...."


Lili tersenyum bahagia karena makanan yang dia buat di bilang enak oleh semua orang.


Kemudia Lili mengambil panci yang berukuran besar dia mengambil beberapa botol besar yang berisi susu segar kemudian Lili memasukan sari buah buahan yang dia beli dan menambahkan Lima Butir telur dan memasukan rempah dan sedikit garam kemudian dia aduk rata.


Semua orang yang berada disana melihat Lili dengan takjub, sikoki yang sedang makan dia buru buru mengambil buku catatan untuk menulis resep yang Lili masukan kedalam panci tersebut.


Setelah semua selesai kemudian Lili berjalan keluar dapur lalu berkata kepada para petualang yang ada di sana.


"Apa disini ada pengguna sihir"


Semua memandangi Lili, dia pun menjadi pusat perhatian. Semua orang mangangkat tangannya tanpa bersuara karena mereka sedang mengunyah makanan yang di sajikan dan di masak oleh Lili.


"Adakah Pengguna sihir elemen es"


Semua orang yang mengangkat tangannya menurunkan tangan secara serempak


"Adakah di antara kalian pengguna sihir elemen air"


Mereka pun tidak bersuara, tetapi ada beberapa orang di pojok bersuara,


"Nyonya teman kami ini adalah seorang penyihir air tetapi Level nya baru level prajurit"


Lili menyeringai


"Tidak apa-apa kesini cepat saya butuh bantuan"


Seorang wanita berdiri dengan malu malu, Lili pun memanggilnya


"Ayo cepat jangan malu malu"


Kemudian wanita itu berjalan menghampiri Lili dan masuk kedalam dapur.


Lili memerintahkan koki untuk membawa panci yang berisi cairan tersebut keatas kompor kemudia mulai menyalakan api kecil dan mengaduknya.


Setelah beberapa lama panci itu pun diangkat.


Lili memerintahkan kepada wanita pengguna sihir elemen air itu


"Nona bisakah kamu mengeluarkan sihir es"


Wanita itu menggelengkan kepala,

__ADS_1


"Maaf nyonya saya tidak bisa mengeluarkan sihir elemen es hanya bisa mengeluarkan sihir elemen air saja"


Lili pun tertawa


"Hahaha...baiklah kalau begitu"


Lili mengambil panci lagi yang lebih kecil sambil menunggu cairan yang ada di panci besar menjadi dingin, panci kecil itu diletakan di atas meja kemudian Lili menyuruh wanita itu.


"Nona coba keluarkan sihir elemen air dan penuhi panci ini"


Wanita itu pun mengangguk, kemudian dia menjulurkan tangannya di atas panci kecil itu dan mulai membacakan mantra


"@ ( '_ ') $ & + @ / $ & * ? ! # $"


Lili disana garuk garuk kepala karena wanita itu membacakan mantra sangat lama, setelah menyelesaikan membaca mantra kemudian wanita itu berteriak


"Keluarlah wahai air"


Teriakannya Membuat kaget semua orang yang ada di dalam dapur terbuka, kemudian sedikit demi sedikit air keluar dari tangan wanita itu sampai panci kecil terisi penuh dengan air.


Setelah selesai wanita itu tersenyum bangga, tetapi Lili malah menertawakan dirinya


"Hahaha....lama sekali nona membaca mantranya"


Kemudian Lili menawarkan kepada wanita itu


"Mau saya ajarin tidak cara mengeluarkan sihir dengan cepat"


Wanita itu pun membalas


"Kenapa tidak nyonya saja yang melakukannya kalau bisa mengeluarkan sihir elemen air, kenapa Anda harus menyuruh saya"


Lili pun tertawa


"Hahaha....Saya seorang Goi tetapi saya suka membaca buku sihir karena banyak cerita menarik di dalamnya dan banyak simbol simbol unik juga"


Wanita itu pun bertegun sebentar di dalam hati dan begumam


"Goi itu kan istilah bagi manusia yang tidak punya energi sihir"


Lalu wanita itu bertanya kepada Lili


"Memangnya level nyonya berapa"


Lili tersenyum kemudian berkata


"Saya Level F"


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote

__ADS_1


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update


__ADS_2