
Setelah Yudi memasukan semua cangkang telur dan cairannya Yudi pun berangkat bersama yang lain kelantai 10.
Dan ketika mereka sampai di lantai ke 10 terlihat mayat Jenderal Mantis dan 2 anak buah Raja Bison yang telah di bunuh oleh para komandan semut.
"Master orang yang menyamar menjadi Ras Semut adalah jenderal Mantis dia yang pernah menyerang kerajaan Golemonst"
Yudi tersenyum
"Bagus sekali, itu pembalasan bagi orang yang sudah menyerang kerajaan Golemonst, untuk sekarang kita bebaskan para tahanan yang ada di sini.
Kalau sudah di bebaskan Oni dan Rara bawa mereka ke tempat kalian di lantai 9 aku dan kit melanjutkan perjalanan menuju Dungeon lantai ke 11"
Oni pun mengangguk
"Baik Master, tetapi maaf saya tidak bisa ikut melanjutkan perjalanan ke lantai selanjutnya"
Kemudian mereka membebaskan semua tahanan yang ada di sana.
Oni pun menetes air matanya karena melihat orang tuanya terlihat menyedihkan
"Ayah...ibu...apa ini benar benar kalian berdua, aku Oni ayah, ibu"
Ibu nya Oni pun menangis dan memeluk Oni.
"Anak ku Oni syukurlah kamu masih Hidup dan sudah menjadi dewasa"
Oni pun berkata lagi.
"Akupun bersyukur kalian masih hidup aku kira semua sudah di bunuh oleh raja iblis Chimera"
Kemudian Oni memperkenalkan Yudi
"Ayah, ibu perkenalkan dia adalah Master ku Bernama Yudi dia adalah Raja kerajaan Golemonst dan ini adalah putra mahkota Kit Sunne"
Semua orang yang ada di sana langsung berlutut dan berkata.
"Hormat kami Tuan Yudi dan Hormat kami Putra Mahkota"
Yudi dan kit menyuruh mereka berdiri
"Bangunlah jangan berlutut lagi"
Semua orang pun berdiri kemudian ayahnya Oni yaitu kinta Maru mengajak kit dan Oni keruangan rahasia yang ada di lantai ke 10 ini.
"Anak ku dan putra mahkota ikut lah sebentar ada yang ingin saya berikan kepada kalian"
Kit pun bertanya
"Apa yang akan anda berikan paman"
Kinta Maru pun menjawab
"Ikut saja dulu nanti kamu pun tahu"
Ayah Oni yang bernama Kinta Maru adalah jenderal besar kerajaan Hilia dia tertangkap saat melindungi Kit dan Oni saat melarikan diri.
Ayah Kit yaitu Raja Hilia meninggalkan dalam pemberontakan yang dilakukan oleh raja iblis Chimera dan yang lainnya di penjarakan di lantai ke 10 ini.
Kinta Maru pun membuka ruangan rahasia dan menunjukkan sesuatu.
"Putra mahkota ini adalah Jirah armor kebanggan Hilia, Jirah armor ini terbuat dari logam Dewa yang akan membuat si pemakainya menjadi lebih kuat.
Ini adalah milik ayah ada, pakai lah dan balaskan dendam Raja Hilia terdahulu dan bebaskan para penduduk dari kesengsaraan"
Kit pun mendekati Jirah armor yang berwarna kuning emas tersebut dan kemudian dia memakainya.
Kemudian kinta Maru pun menunjukan Jirah armor kepada Oni.
"Anak ku Oni ini adalah Jirah milik ku, Jirah jenderal tertinggi di kerajaan Hilia sekarang aku warisan kepada mu"
Oni pun berterima kasih kepada ayahnya.
"Terima kasih ayah, akan aku pakai dan aku gunakan sebagai mana mestinya"
Oni pun memakai Jirah Armor yang berwarna silver setelah itu mereka pun kembali berkumpul dan semua orang yang berada di lantai tersebut sudah di bebaskan.
Kemudian Yudi pun berbicara.
"Oni dan Rara kalian kembali lah ke lantai 9 tunggu Samapi istri ku datang ke tempat ini"
Oni pun mengangguk
"Baik Master"
Kemudian Rara pun berkata
"Hati hati di lantai ke 11 mulai banyak bahaya karena dari lantai 11 sampai lantai ke 19 disebut dengan labirin Ujian.
Dan tiap lantai di jaga oleh pasukan khusus dan seorang jenderal, dan setiap jenderal menegang kunci untuk kelantai berikutnya"
Kemudian Oni mengeluarkan sihir dimensi item Room dan m ngeluarkan semua prajurit golem milik nya dan memberikannya kepada kit.
"Masukkan lah ke item Room milik mu karena kamu sekarang butuh banyak pasukan"
Kit pun memasukan semua Golem kesatria besi milik Oni kedalam sihir dimensi item Room.
__ADS_1
Yudi dan kit pun berangkat menuju lantai ke 11 dengan semangat sedangkan Oni kembali kelantai 9 untuk merencanakan penyerangan kelantai atas dan menunggu Ratu Golem datang.
Yudi dan kit pun sampai di lantai 11 kit sebenarnya tahu jalan menuju lantai berikutnya kemudian dia pun berkata kepada Yudi.
"Master, ini adalah labirin air dulu hanya digunakan sebagai sarana rekreasi tetapi entahlah sekarang, tetapi airnya cukup tenang.
Dan lihat ada seperti menara di sana dan pulau kecil itu adalah jalan menuju istana bawah air dan jalan menuju lantai ke 12.
Kita kesana harus menggunakan perahu untuk dapat sampai ke menara tersebut"
Kemudian kit tengok kiri dan kanan serta berkeliling di pinggir pantai tersebut karena Dungeon lantai ke 11 ini lebih mirip lautan lepas dan tempat yang sekarang mereka pijak adalah pasir pantai dari Dungeon lantai ke 11 tersebut.
Kit pun berteriak kepada Yudi
"Master disini ada perahu kita bisa pergi ke menara itu dengan naik perahu ini"
Yudi pun berjalan mendekati kit yang sedang membalikan perahu tongkang yang terbalik kemudian kit menyeret perahu tersebut sampai ke tepian air.
Kit pun mengajak Yudi
"Ayo master kita naik"
Yudi pun berkata kepada kit
"Sebentar kit coba kamu turun dulu dari perahunya"
Dengan heran kit pun turun dari perahu karena dia tadi sudah naik duluan, dan setelah kit turun Yudi menendang perahu tersebut ke air sampai menjauh dari pantai.
Kit pun bertanya
"Kenapa anda menghanyutkan perahu itu, itu kan satu satunya supaya kita bisa sampai ke...."
Sre...t....
Duwar....
Belum sempat kit menamatkan bicara perahu itu terkena hantaman yang entah dari mana dan kemudian meledak.
Setelah perahu itu meledak di dalam air muncul ribuan prajurit musuh, mereka adalah Ras monster air seperti prajurit lobster prajurit kepiting dan prajurit air lainnya.
Yudi dan kit pun bersiap mereka berdua langsung mengeluarkan sihir dimensi item Room dan mengeluarkan Golem kesatria besi untuk bertempur melawan Prajurit musuh.
Prajurit musuh pun langsung menyerang dan pertempuran pun terjadi di pantai tersebut, pertarungan mereka sangat sengit tetapi sayangnya pasukan Golem kesatria besi satu persatu di bawa ke tepian air dan masuk kedalam sehingga mereka kalah karena tenggelam.
Kelemahan Golem kesatria besi adalah air mereka tidak akan bisa bertarung di dalam air, kit pun menjadi gelisah karena sebagian Golem miliknya dan milik Yudi di tekan diarahkan ke pertarungan di pinggir pantai. Yang kemudian di tenggelamkan oleh prajurit musuh.
"Bagai mana ini master pasukan kita semakin berkurang karena tenggelam"
Kemudian Yudi pun memerintahkan kepada semua pasukan Golem.
Semua Golem milik Yudi pun mundur dan membentuk barisan pertahanan, begitu juga Kit dia memerintahkan Golemnya untuk mundur
"Pasukan mundur dan bentuk Formasi bertahan"
Semua Golem kesatria besi membentuk lingkaran besar dengan formasi bertahan ini Yudi dan kit berada di tengah para Golem.
Yudi pun mengeluarkan smartphone yang dia bawa dari dunia asalnya dan kit pun bertanya kepada Yudi.
"Master benda apa yang anda pengang itu"
Yudi pun menjawab
"Ini adalah alat sihir untuk berkomunikasi dengan Lili di luar Dungeon ini karena pakaian telepati dan alat sihir biasa tidak bisa di Dungeon ini"
Yudi pun menelpon Lili yang berada di kota Hilia.
*
Di kota Hilia Lili dan yang lainnya sedang bersantai karena telah memulihkan keadaan kota dan sekarang kota Hilia nampak seperti normal.
Perdagangan mulai di lakukan dan perbudakan sudah tidak ada lagi para penduduk pun sudah tidak mempunyai rasa takut lagi untuk keluar rumah.
Pembangunan sarana dan prasarana yang rusak akibat pertempuran sedikit demi sedikit diperbaiki oleh pasukan Golemonst dan pasukan Hilia yang menyerah kalah dan menjadi sekutu Golemonst.
Lili dan yang lainnya disana menempati Rumah mansion milik pengusaha daerah di kota tersebut atau di katakan Milik seorang gubernur atau pemimpin kota.
Mansion yang lumayan besar dan megah seperti kastil berukuran kecil dengan halaman yang luas yang berada di tengah kota.
Suara smartphone milik Lili pun berbunyi.
"Lore...Lore...Lore...Lore..Lore...Lore...
Lore...Lore...Lore...R.I.P....Love"
Kemudian Lili pun merogoh saku celana dan mengambil smartphone nya dan kemudia mengangkatnya.
"Halo Kopi Luwak nyaman di lambung"
Kemudian Yudi yang berada di ujung telepon berkata.
"Aduh dasar adek, mantan operator salles kopi"
Lili pun tertawa
"Hahaha....Abang bisa aja, bagai mana keadaan di sana bang apa aman"
__ADS_1
"Aman apanya Abang lagi berperang lawan pasukan musuh di Dungeon lantai ke 11"
Lili pun kaget.
"Waduh....sudah lama Abang masuk kedalam Dungeon itu masih di lantai 11 itu kan semua ada 20 lantai bang kenapa Abang tidak melalui jalan pintas saja"
Yudi pun berkata sambil garuk-garuk kepala.
"Aduh dek, Abang bukan Menyerang kota Hilia yang satu kota, Abang sedang melawan hampir setara dengan 10 kota Hilia,
Ya sudah Abang perlu bantuan ada Prajurit yang nganggur tidak, yang beratribut air cepat kirim kesini"
Lili pun berkata
"Kalau harus di kirim ke sana lama dong bang jaraknya lumayan jauh"
"Aduh adek sayang, kirim via paket ekpres saja"
Lili pun jadi bingung kemudian bertanya
"Disini tidak ada paket ekpres Abang, dan kalau pun ada tidak bisa mengirimkan orang"
"Aduh adek sayang, kirim lewat teleportasi biar cepat"
Lili pun tertawa
"Hehehe...oh iya ya kenapa tidak kepikiran ya"
"Ach...dasar Tisna... cepat aktifkan segel teleportasi yang ada di smartphone adek kemudian kirim pasukan ke sini"
"Baik bang tunggu sebentar"
Kemudian Lili pun bergegas memanggil Aquos dan pasukannya.
"Aquos mana Aquos...."
Aquos pun bangkit kemudian bergegas menuju Lili dengan perasaan berdebar karena kaget tiba tiba di panggil oleh ratu mereka.
"Iya Ratu Golem saya ada di sini"
Lili memerintahkan
"Kumpulkan anak buah mu dan kumpulan dilapangan sebentar lagi kalian akan aku utus untuk berperang"
Semua orang yang ada di sana kaget karena pasukan Aquos dikirim untuk berperang padahal situasi saat ini di kota Hilia sudah aman terkendali.
Aquos merasa senang karena semenjak menyerang kota Hilia dia dan pasukan siluman Air belum pernah di perintahkan untuk turun tangan berperang melawan musuh.
Aquos pun bergegas memanggil semua anak buahnya dan berkumpul di lapangan. Setelah pasukan siluman air yang di pimpin Aquos berkumpul Lili pun keluar.
"Apa kalian siap untuk bertempur hari ini"
"Ya.... siap"
"Baiklah nanti komando ada di Raja kalian yang berada di Dungeon Raja Iblis Chimera bersiap lah untuk berangkat"
Kemudian pasukan Aquos pun berjalan dan akan keluar dari halaman mansion untuk pergi menuju Dungeon Raja Iblis Chimera.
Lili pun berteriak kepada pasukan siluman Air dan Aquos.
"Eee...eh Aquos mau kemana kamu dan pasukan mu"
Aquos pun menjawab
"Kan kita di suruh pergi ke Dungeon Raja Iblis Chimera"
Lili pun menepuk jidatnya
"Aduh...sini kembali kesini dan bersiap"
Kemudian semua pasukan kembali dan berbaris dengan rapi, Lili pun menggunakan sihir teleportasi tingkat tinggi dan mengirimkan 1.000 pasukan yang dipimpin Aquos ke Dungeon Raja Iblis Chimera lantai ke 11.
Wuss....
Semua pasukan yang dipimpin oleh Aquos berteleportasi ke Dungeon. Dengan di saksikan oleh pasukan yang lainnya.
Kemudian Lili pun berpesan kepada semuanya.
"Raja kalian sekarang sedang kesulitan di Dungeon Raja Iblis Chimera lantai ke 11, semuanya harap bersiap untuk pertempuran selanjutnya.
Dan sebentar lagi kita juga akan menyusul ke Dungeon Raja Iblis Chimera dan menunggu konfirmasi dari raja kalian"
Semua mengangguk dan bersiap.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
__ADS_1