Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Serang


__ADS_3

Di perjalanan Kit dan Oni sangat kesulitan karena jalur rahasia sudah tertutupi oleh pasir mereka pun meminta kepada prajurit yang memiliki Atribut bumi atau tanah supaya maju terlebih dahulu bersama dengan mereka.


"Master saya meminta prajurit yang memiliki atribut bumi untuk di depan soalnya Medan yang kita lalui sekarang sangat sulit dan banyak pasir yang memenuhi"


"Baik lah akan aku panggil para prajurit yang beratribut bumi untuk memimpin di depan"


Yudi pun memerintahkan kepada Agis dan anak buahnya.


"Agis bawa anak buah mu untuk berada di barisan depan untuk membantu kit dan Oni"


Agis pun mengangguk.


"Asiap tuan ku Raja.."


Agis pun memerintahkan kepada anaknya untuk berada di barisan depan.


"Pasukan siluman tanah ayo maju paling depan"


Mereka pun langsung berlari menuju paling depan bersama kit dan Oni"


Kit pun berkata kepada prajurit pasukan siluman tanah.


"Para prajurit mohon bantuannya untuk membersihkan area dengan sihir tanah tetapi jangan sampai menimbulkan debu, asal kita dan para prajurit bisa lewat saja"


Mereka pun mengangguk kemudian mereka mengerjakan tugas mereka dengan menyingkirkan pasir dan batu yang menghalangi.


Mereka semua berjalan di parit dan terowongan bekas sungai yang sudah puluhan tahun mengering dan sengaja di biarkan kering karena jalur sungai di alihkan ke tempat yang lain.


Sehingga parit bekas sungai itu di jadikan jalan rahasia oleh orang orang yang melarikan diri dari kudeta di masa lalu.


Mereka menempuh perjalanan selama 3 jam dari Goa tempat Goblin Batu menuju ke benteng pertahanan Kota Hilia dengan mengendap endap.


Pasukan Golemonst pun melihat para prajurit Raja Iblis Chimera yang sedang bersiaga, penyerangan pun akan segera di mulai Lili sebagai Ratu Golem mengomandoi para prajurit yang akan menyerang ke benteng pertahanan Kota Hilia.


Sebelum Penyerangan Lili pun membuat Golem dari tanah sehingga membuat daerah tersebut mengalami gempa, Golem tersebut hanya sebagai pengalihan dan tes kekuatan dari musuh saja.


Golem yang di buat oleh Lili hanya berlevel sangat rendah yaitu berlevel G karena hanya menggunakan sihir Penciptaan yang di gabungkan dengan sihir program.


Lili pun memprogram Golem tersebut untuk menyerang benteng pertahanan Kota Hilia, Golem yang menyerang berjumlah 500 Golem saja.


Ke 500 Golem tersebut kemudian berlari untuk menyerang para prajurit yang sedang bersiaga.


Pasukan Raja Iblis Chimera yang berada di kota Hilia pun menjadi panik lonceng peringatan penyerangan pun di bunyikan.


Teng....


Teng....


Teng....


"Ada serang....


Ada serang...."


Pasukan musuh menempati posisinya masing-masing, pasukan Golem pun langsung di hujani dengan anak panah.


Wuss....


Wuss....


Banyak anak panah yang mengenai Golem tersebut dan Golem pun hancur oleh anak panah dari musuh.


Serangan Golem tersebut membuat Musuh kewalahan dan pertempuran di luar gerbang kota pun sangat sengit, prajurit pemanah terus menghujani Golem tersebut sampai anak panah dari musuh habis dan semua Golem pun hancur.


Teriakan dari dalam gerbang kota Hilia menyuarakan kemenangan mereka menghadapi pasukan Golem.

__ADS_1


"Hore...kita menang....kita menang"


"Prajurit dari Ratu Iblis Golem sangat lemah dan sekali serang langsung hancur"


"Hahaha....benar apanya yang kuat dasar Jenderal Mantis pasukan dia saja yang terlalu lemah sehingga bisa di kalahkan oleh pasukan Ratu Iblis Golem"


Mereka mengatakan Ratu iblis Golem, karena mereka tahu nama itu dari anak buah Raja Bison yang melarikan diri dan tidak ikut menyerah kepada Lili ketika menyerang kerajaan Humanimalia yang sekarang menjadi kota Humali.


Para prajurit Golemonst masih sembunyi di dalam parit kemudian Lili memerintahkan pasukan yang dipimpin oleh Orcta dan Bona untuk menyerang terlebih dahulu.


Karena pasukan Orcta dan Rona memakai Jirah Armor Besi yang tidak ada celah untuk menembus mereka dengan anak panah.


"Nah sekarang Anak panah dari musuh sudah habis dan sekarang Orcta, Rona kamu pimpin pasukan mu untuk menyerang terlebih dahulu, kalau aku suruh untuk mundur segeralah mundur"


Orcta dan Rona pun mengangguk.


"Baik Ratu..."


Rona dan Orcta memimpin pasukan dan maju kemedan perang. Sekitar 1.500 orang prajurit langsung menyerang benteng Hilia.


Disaat mereka merayakan kemenangan mereka dikagetkan lagi dengan serangan susulan, bel peringatan pun di bunyikan lagi.


Teng....


Teng....


Teng....


"Ada serangan susulan lagi.....


Ada serangan susulan lagi....."


Mereka pun panik kemudian kembali ke posisi semula dengan bersiaga penuh dan siap untuk berperang.


Rona dan Orcta berteriak kepada semua Prajuritnya.


Serang....


Ayo....serang"


Di Parit Yudi berpamitan kepada Lili untuk terus berjalan menuju Dungeon Raja Iblis Chimera.


"Dek Abang berangkat dulu menuju Dungeon Raja Iblis Chimera, semoga penyerangan kita ini sukses besar"


"Iya bang pergilah dan hati hati"


"Kamu juga hati hati ya dek"


Yudi pun berangkat dengan pasukan yang di pimpin oleh Jenderal Rio dan Gostap baru saja beberapa langkah Yudi kembali menengok ke belakang.


"Dek jangan lupa Smartphone nya di aktifkan dan sekalian fitur teleportasinya juga"


"Iya bang siap, sana pergi nanti keburu malam"


Yudi pun berangkat menuju ke Dungeon Raja Iblis Chimera, karena hari penyerangan ini sudah menjelang siang hari pasukan Rona dan Orcta berperang dengan semangat.


Karena ketika pasukan Rona dan Orcta menyerang gerbang kota di buka dan pasukan musuh pun keluar. Dan peperangan ini terjadi di luar gerbang kota Hilia.


Pasukan Yang dipimpin oleh Rona dan Orcta mengamuk membabi buta, banyak musuh yang tumbang, tetapi Pasukan musuh terus berdatangan dari dalam gerbang kota.


Peperangan sudah 5 jam berlalu Lili pun memerintahkan kepada Gabon dan Agis.


"Gabon dan Agis persiapkan pasukan kalian untuk menyerang musuh"


Gobon dan Agis menganggu.

__ADS_1


"Siap Ratu...."


Gobon dan Agis menyiapkan Pasukanya mereka telah keluar dari parit dan maju kemendan perang dengan berjalan.


Lili memanggil Rona dan Orcta lewat telemonikasi pikiran atau di sebut telepati.


"Rona, Orcta perintahkan pasukan mu untuk mundur"


Rona pun segera berteriak kepada pasukannya begitu juga Orcta.


"Mundur.....


Ayo mundur....


Cepat mundur...."


Pasukan yang di pimpin oleh Rona dan Orcta melawan musuh sambil mundur dan mereka pun berlari dengan cepat.


Prajurit yang di pimpin oleh Rona dan Orcta berlari untuk mundur tetapi dikejar oleh musuhnya.


Pasukan yang di pimpin oleh Gabon dan Agis pun sudah bersiap.


Agis berbicara kepada semua prajurit yang dia pimpin


"Bersiap keluarkan senjata kalian"


Semua berteriak


"Siap"


Sreng....


Semua prajurit mengeluarkan senjata mereka begitupun pasukan dari Gabon.


Kemudian Agis berteriak.


"Maju....dan serang....."


Semua pasukan Agis dan Gobon berlari untuk menyerang pasukan musuh yang mengejar pasukan Rona dan Orcta, dengan pasukan berjumlah 2.000 orang prajurit.


Pasukan musuh pun dibabat habis oleh pasukan yang dipimpin oleh Agis dan Gobon, sedangkan pasukan yang di pimpin oleh Rona dan Orcta kembali kedalam parit dan beristirahat.


Di dalam kota ada yang menyalakan kembang Api.


Siut....


Duwar....


Kembang api tersebut adalah tanda pasukan dalam kota Hilia untuk meminta bantuan pasukan kepada para jenderal yang berada di Dungeon Raja Iblis Chimera.


Setelah itu banyak pasukan lebah berdatangan dari arah Dungeon Raja Iblis Chimera karena melihat adanya kembang api yang dinyalakan.


Pasukan Agis dan Gabon terus berperang mereka pun mengangguk dan mengerahkan semua kekuatanya.


Banyak musuh terbantai habis meskipun pasukan musuh lebih banyak dari pada pasukan Golemonst tetapi pasukan Golemonst dengan mudah menghadapi dan membunuh pasukan musuh


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2