Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Kesatria Jirah Besi


__ADS_3

Di Gedung Balai prajurit Yudi, Lili, dan juga Alexsa sedang santai, mereka pun sambil melihat layar monitor yang memperlihatkan keadaan di benteng kabut.


Lili banyak mengirimkan Golem, Burung untuk memantau pergerakan dari musuh, sehingga mereka bisa melihat dari monitor yang ada di ruangan.


Alexsa pun bergabung dengan duduk bertiga di sofa yang panjang dengan Yudi berada di tengah.


Driyad melayani mereka dengan membawakan cemilan dan juga minuman serta di pangkuan mereka binatang peliharaan yaitu Rubah seribu tahun sedang tertidur manja.


Raja Morgan datang dengan cemas karena di depan benteng kabut sudah datang pasukan dari kekaisaran Chalutac, sedang Raja Morgan lihat Yudi dan kedua ratu sangat santai tidak ada wajah kepanikan.


"Duduklah Raja Morgan, jangan kamu panik seperti itu, mereka hanya 10.000 prajurit kekaisaran, ini sangat mudah di tangani" ucap Lili.


"Aku memang sedang panik, ini hanya gelombang pertama serangan takutnya pihak Kekaisaran mengirimkan lebih banyak pasukan untuk menghancurkan kerajaan ini" ucap Raja Morgan dengan cemas.


"Toh hanya 5.000 prajurit yang menyerang bukan semuanya, padahal yang aku tunggu semua prajurit kekaisaran itu langsung menyerang" ucap Lili yang membuat raja Morgan tambah cemas.


Raja Morgan bergumam sendiri di dalam hati "Dari kemari Raja dan Ratu kerajaan ini seperti gila perang dan tidak ada rasa takut sedikitpun, ach lebih baik aku tidak khawatir, kalau mereka memiliki kepercayaan diri tinggi berarti mereka punya kartu andalan untuk memenangkan peperangan ini "


Raja Morgan pun ikut bergabung duduk di sofa dan melihat situasi di benteng kabut melalui layar monitor sihir.


Kemudian datang dua anak kecil dari ruangan pribadi dan langsung membungkukan badannya "Ayahanda Raja, ibunda Ratu apa boleh Dicka dan Dicky ikut dalam peperangan bersama paman Zagred" ucap Dicka.


"Kenapa kalian ingin ikut berperang " tanya Yudi.


"Kami berdua ingin merasakan pertarungan yang sesungguhnya, sudah bosan berlatih dan bertarung melawan Golem" ucap Dicka.


"Nanti ada saatnya kalian berdua ada dalam pertempuran yang sesungguhnya, untuk sekarang kalian hanya menonton saja untuk menambah pengalaman dalam pertempuran, ajak teman-teman kalian dan pergilah ke benteng kabut" ucap Lili.


Mereka berdua tidak bisa membantah apa yang di ucapkan oleh Lili, dia memang baik kepada semua orang tetapi ketika di dalam latihan Lili sangat serius dan semua murid yang di latihan oleh Lili segan dan takut, mereka seperti di latihan oleh malaikat maut.

__ADS_1


Dicka dan Dicky pun manganguk "Baik ibunda Ratu"


Kemudian Dicka dan Dicky memanggil rubah seribu tahun "Chiko, choki, ayo antar kami ke peternakan lalu ke benteng kabut.


Rubah seribu tahun yang bernama Chiko dan Choki langsung melompat dari pangkuan Lili, Rubah kecil yang imut langsung berubah menjadi rubah besar lebih besar dari pada kuda.


Dicka naik keatas punggung Chiko sedangkan Dicky naik keatas punggung Choki "Kami berdua berangkat dulu ayahhanda Raja, Ibunda Ratu, Ibunda Ratu naga.


Mereka pun keluar dari gedung balai prajurit menuju peternakan Golemonst untuk mengajak Rangga dan pasukan kancil, pasukan ini adalah para siswa murid pertama dari sekolah kesatria Golemonst yang berjumlah 20 orang dan mereka berasal dari berbagai ras monster.


Mereka juga murid dari Lili dan Yudi, sebagai bahan percobaan skill, karena mereka sengaja tidak di naikan level oleh Yudi dan Lili.


Sekarang mereka di tugaskan sebagai pencari bahan obat dan membudidayakannya di dalam labirin jebakan yang berada di gudang peternakan Golemonst.


Sesampainya di sana Dicka dan Dicky mengajak mereka untuk pergi ke benteng kabut atas perintah dari Ratu.


Mereka semua berangkat dengan mengendarai kambing hutan yang tinggi besar, kambing ini juga sebagai hewan tunggangan para pasukan raider, atau kavaleri tombak yang di pimpin oleh Gostap.


Di luar gerbang benteng kabut Pasukan dari kekaisaran yang berjumlah 5.000 orang sudah bersiap dan berbaris rapi dengan jarak 700 meter dari benteng kabut.


Dengan perlengkapan perang yang sudah di siapkan menghadap ke arah benteng kabut, di benteng kabut sendiri sudah bersiap puluhan prajurit dibawah pimpinan jenderal Jieng Xie dengan alat anti anak panah.


Berjajar 6 buah gerobak anti anak panah untuk menghalau hujanan anak panah yang akan di lancarkan oleh prajurit kekaisaran Chalutac.


Tidak banyak prajurit yang berada di luar cuman pasukan yang di pimpin oleh Zagred yang sudah siap dengan menaiki kuda.


Disana jenderal Jieng Xie merasa heran, karena pasukan yang dipimpin oleh Zagred tidak menggunakan armor.


Jenderal Jieng Xie pun mendekat kepada Zagred "Jenderal Zagred mengapa anda dan pasukan hanya memakai pakaian seperti ini, kita sedang berperang bukan berlatih"

__ADS_1


Zagred tersenyum menanggapi ucapan dari Jenderal Jieng "Tentu kami akan memakai Armor untuk berperang, kami hanya bersiap sebelum masuk kedalam Medan perang"


Zagred pun mengangkat tangan kanannya ke atas dan berteriak "Demi kejayaan kerajaan Golemonst"


Semua anak buahnya mengikuti Zagred dengan mengangkat tangannya ke atas dan berteriak "Demi kejayaan kerajaan Golemonst "


Kemudian Zagreb dan seluruh pasukannya berteriak keras "Berubah menjadi kesatria Jirah Besi"


Wuss....


Aura sihir putih menyelimuti mereka sehingga jenderal Jieng Xie yang berada dekat Zagred terkejut dan mundur beberapa langkah kebelakan, para prajurit di bawah pimpinan jenderal Jieng Xie pun menatap heran dengan pasukan yang di pimpin oleh Zagred yang berteriak bersama sama.


Pasukan yang di pimpin oleh Zagred, menjadi pusat perhatian semua orang, pasukan Zagred yang di selimuti oleh awan sihir berwarna putih dan bercahaya berlahan memudar.


Dan nampak semua pasukan dan kuda yang mereka tunggani sudah memakai Jirah Armor berwarna putih dengan senjata tombak pedang sepanjang 2 meter dengan sisi tajam berlian berwarna biru.


Setelah mereka berubah Zagreb pun berteriak "Ayo bergerak...."


Ke 1.000 pasukan berkuda dengan memakai Jirah Armor lengkap putih maju keluar dari gerbang dan berbaris rapi membentang di depan benteng kabut.


Bukan hanya 1.000 pasukan Zagred tetapi ada juga 10 penyihir dari kerajaan sihir Morgia yang membantu mereka untuk menghalau serangan, dengan menggunakan Perisai sihir untuk melindungi pasukan Zagred.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini

__ADS_1


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2