Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Diselimuti Aura Sihir


__ADS_3

Setelah mereka sampai di lantai 17 mereka di sambut oleh pasukan Belalang sembah yang sedang bertempur dengan pasukan Golemonst.


Pasukan belalang sembah itu adalah pimpinan dari jenderal Mantis tetapi karena jenderal Mantis sudah mati di lantai 10 mereka pun berniat balasan dendam kepada pasukan Golemonst.


Mereka menyerang dengan membabi buta, tetapi mereka dapat di halau oleh pasukan Golemonst dan Pertempuran di lantai ke 17 ini sangat sengit sekali karena pasukan belalang sembah susah untuk di kalahkan.


Rata rata pasukan belalang sembah berlevel kesatria tinggkat satu dan dua sehingga mereka lebih kuat dari pada pasukan di lantai sebelumnya.


Tetapi itu tidak menjadi halangan untuk pasukan Golemonst karena rata rata pasukan Golemonst ada di level kesatria suci dan hanya pasukan Gopi saja yang berada di tingkatkan level kesatria tingkat tiga.


Pasukan Gopi berada di barisan paling belakang karena mereka paling lemah di antara pasukan lainnya.


Trang....


Trong....


Trang....


Brak....


Crack....


Bunyi hantaman senjata yang beradu satu sama lain dan suara hantaman dan tebasan pedang.


"Argh...."


"Ugh...."


Duwar....


Suara erangan para prajurit yang terkena tebasan dan mati serta suara ledakan sihir yang di lontarkan membuat suasana pertempuran begitu mencekam.


Prajurit Belalang sembah Mereka memiliki Level kesatria tetapi mereka sangat di untungkan dengan kulit mereka yang keras dan senjata sabit yang tajam adalah bagian dari tubuh mereka sendiri.


Sehingga prajurit belalang sembah susah untuk ditaklukkan tidak seperti prajurit lain yang berada di lantai bawah, banyak pasukan Golemonst yang terluka. Baik luka sayatan maupun luka dalam.


Yudi berteriak menyemangati.


"Ingat waktu kalian berada di Labirin Iblis, ini belum seberapa dibandingkan dengan kalian berada di sana, tunjukan kekuatan kalian yang sebenarnya"


Mendengar teriakan Yudi sebagai Raja mereka membuat mereka menjadi semangat, satu persatu mereka pun mengeluarkan kekuatan sihir mereka.


Wuss....


Wuss....


Wuss....


Pasukan Golemonst sekarang diselimuti oleh aura sihir mereka pun bergerak dan menyerang semakin cepat dan kuat karena mereka mengeluarkan kekuatan penuh mereka.


Wuss....


Crack....


Wuss....


Crack....


Satu persatu prajurit belalang sembah di habisi dengan cepat, kapten belalang sembah berteriak kepada anak buahnya.


"Bunuh pasukan Golemonst yang sudah menghabiskan jenderal kita, serang mereka sampai titik darah penghabisan"


Semua prajurit musuh berteriak.

__ADS_1


"Bunuh...."


"Bunuh...."


Mereka menyerang dengan brutal


Panah kayu milik pasukan yang di pimpin oleh Gopi tidak mempan dan bahkan tidak bisa menembus cangkang prajurit belalang sembah, bahkan jurus seribu anak panah milik cocor pun tidak mempan.


Serangan fisik sedikit bisa menggores mereka asalkan pedang dan tombak dari pasukan Golemonst di aliri dengan Manna.


Wuss....


Crack....


Pertempuran di lantai ke 17 ini tidak mudah dan mereka pun harus Bertarung dengan kekuatan penuh mereka tetapi pada akhirnya pasukan musuh pun dapat mengalahkan.


Tetapi bayaran setimpal yang didapatkan oleh pasukan Golemonst yaitu diantara mereka banyak yang terluka bahkan ada yang tangannya terpotong oleh tebasan sabit prajurit belalang sembah.


Yudi pun berkata


"Gunakan Potion untuk menyembuhkan kalian sendiri dan untuk yang terluka berat gunakanlah Potion ekstrak buah Dewa"


Mereka pun mengeluarkan potion untuk mengobati diri mereka masing-masing dan dengan sekejap Mereka pun sembuh kembali, tetapi stamina mereka sudah habis untuk bertarung.


Mereka merasa sangat kelelahan setelah melawan prajurit belalang sembah dan mereka pun banyak yang terkapar di rerumputan yang berada di lantai 17 ini.


Lantai ke 17 ini adalah seperti Padang rumput dan banyak rumput gajah dan pohon yang besar dan sebuah bangunan di tengah tengahnya.


Bangunan tersebut adalah jalan untuk menuju lantai berikutnya yaitu Dungeon lantai ke 18.


*


Ditempat lain


Lili dan Ratu Lebah madu atau dengan nama baru yaitu Heny tidak nampak perubahan bahkan bisa biasa saja.


Mereka pun setuju dan berangkat ke lantai berikutnya dengan di ikuti oleh pasukan semut dan pasukan lebah madu.


Sebelum berangkat Heny pun memerintahkan kepada anak buahnya.


"Bawa semua madu yang kita punya, itu akan membantu di saat yang tidak terduga"


Mereka pun mengangguk


"Baik Ratu..."


Mereka sudah naik menuju lantai ke 16 dan dilihat sudah banyak musuh yang terbantai, Rara dengan sigap memerintahkan pasukannya.


"Kumpulkan mayat pasukan lebah penyengat kemudian kremasi mereka"


Prajurit itu pun mengangguk.


"Baik Ratu..."


Kemudian Rara berbicara lagi.


"Sebagian ikut menuju lantai berikutnya"


Mereka pun masuk kedalam istana lebah penyengat dan terlihat ada bekas cakaran milik Liones.


Lili pun menggelengkan kepalanya dan bergumam


"Sudah aku bilang, jangan ikut bertarung ini malah sengaja bertarung melawan pemimpin pasukan lebah penyegat dasar Liones"

__ADS_1


Lili melarang Liones bertarung bukan tanpa sebab, Lili khawatir karena istri Liones yaitu Maya sedang hamil dan Lili masih percaya ucapan orang tua dulu di dunia asal mereka.


Bahwa kalau istri lagi mengandung si suami tidak boleh melakukan pekerjaan yang berbahaya dan dilarang melanggar pantrangan karena bisa di sebut dengan pamali.


Bisa berakibat buruk kepada si suaminya sendiri atau anak dalam kandungan ibunya, sehingga Lili sangat melarang Liones untuk bertempur.


Lili dan yang lainnya sekarang menaiki tangga menuju lantai ke 17 dan betapa kagetnya karena hampir seluruh pasukan Golemonst terkapar lemas akibat dari pertarungan melawan prajurit belalang sembah.


"Bang, mereka kenapa terkapar di rerumputan seperti ini"


Yudi pun menjawab.


"Mereka kehabisan Manna dan mereka sangat kelelahan"


Heny dengan sigap memerintahkan anak buahnya.


"Berikan mereka minum air madu, untuk mengembalikan stamina dan Manna nya"


Pasukan lebah madu yang membawa madu pun menghampiri pasukan Golemonst yang terkapar mereka pun membagikan botol madu untuk mereka minum.


Yudi bertanya kepada Lili.


"Dek, apa kamu tidak apa-apa, dan tidak ada perubahan kepada Heny"


Lili menggelengkan kepalanya.


"Tidak bang, Heny tidak bermutasi atau pun berevolusi"


Kemudian Alexsa berkata.


"Itu terjadi sama ketika aku di berikan nama oleh kak Lili, aku tidak memiliki perubahan hanya saja saat itu tubuh ku menjadi sangat ringan"


Yudi pun menanggapi Alexsa


"Mungkin kalau makhluk tingkat tinggi memang begitu"


Lili mengangguk


"Ya mungkin..."


*


Pasukan yang terkapar setelah meminum madu menjadi fit kembali mereka pun mulai bangun satu persatu.


Tetapi Yudi berbicara kepada mereka.


"Untuk kali ini pertempuran cukup sampai disini kalian sekarang masuk kedalam bangunan itu dan kita istirahat di sana besok kita lanjutkan untuk naik kelantai berikutnya"


Mereka pun berteriak.


"Ya...."


Mereka pun masuk kedalam bangunan tersebut dan mulai mencari tempat untuk beristirahat.


Yudi dan Lili menemukan kamar yang bagus dan mereka pun masuk kedalam dan beristirahat.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇

__ADS_1


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2