Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Bandit Hutan


__ADS_3

Setelah Tatan pergi ke 6 orang mantan prajurit itu juga berdiri kemudian mereka berlutut di hadapan Yudi dan Lili.


Diwakili oleh mantan kapten mereka yaitu Zagred, berbicara kepada Yudi dan Lili.


"Saya dan anak buah saya tidak akan pergi Tuan, terima lah pengabdian kami karena Seorang prajurit yang telah kalah dimedan perang mereka sudah dianggap mati, karena kami masih hidup maka kehormatan kami telah hilang dan tidak bisa kembali, maka ijinkanlah kami mengabdi kepada anda berdua"


Mereka semua bersumpah setia mengabdi kepada Yudi dan Lili dan menjadi anak buah dari Yudi dan Lili. Si kembar Neka dan Neki pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Zagred dan anak buahnya.


"Tuan dan nyonya saya berdua memohon agar kita bisa ikut bersama dengan tuan dan nyonya, karena desa kami sudah hancur kami tidak ada tempat untuk pulang kembali"


Giant maju selangkah kedepan dia tidak berlutut seperti orang lain dia hanya membungkukan badan.


"Saya adalah seorang petarung, mungkin kalau saya berguna bagi tuan dan nyonya saya siap menjadi pengawal dalam perjalanan ini"


Setelah Giant berbicara kemudian Denta dan Eris pun berbicara kepada Yudi dan Lili


"Ijinkan kami berdua tetap bersama tuan dan nyonya karena saya adalah mantan seorang bangsawan, saya bisa membantu tuan dan nyonya dalam perihal perniagaan, dan saya tahu daerah daerah dan banyak tempat untuk berdagang"


Semua budak yang akan di bebaskan Yudi mereka tidak ingin pergi mereka tetap ingin melayani Yudi dan Lili, tetapi Yudi tetap membebaskan mereka dan mereka tidak lagi sebagai budak tetapi orang yang merdeka dan bebas berbuat sesuatu yang mereka inginkan.


"Baiklah kalau kalian ingin bersama saya, tetapi kalian tetap saya bebaskan kalian adalah orang yang merdeka, dan kalian sekarang saya anggap sebagai karyawan perusahaan dagang Kiara dan akan mendapatkan gaji bulanan dan hari libur seminggu sekali"


Mereka berbicara secara bersamaan


"Terima kasih tuan dan nyonya atas kemurahan hati tuan dan nyonya"


Yudi melambai lambaikan tangan


"Baiklah baiklah untuk sekarang dan seterusnya jangan panggil saya Tuan panggil saja Bos, dan untuk istri saya kalian boleh memanggil dia Nyonya atau juga Ratu. Karena istri saya adalah Ratu dari perusahaan dagang Kiara ini"


Mereka pun mengangguk dan menjawab


"Baik tuan....eh Bos"


Setelah mereka menyatakan diri ikut dalam rombongan karapan perusahaan dagang Kiara Yudi pun membahas masalah lainnya yaitu tentang pembangunan Desa Korndog yang akan di jadikan desa pariwisata oleh Yudi.


"Aduh saya lupa kepala desa di sini siapa namanya"


Salah seorang dari penduduk desa berdiri dan memperkenalkan diri.


"Saya tuan kepala desa di sini nama saya Dino"


"Oh iya maaf saya lupa padahal saya pernah berbincang dengan anda waktu pertama kali disini, apa tuan Dino sudah diberi tahu oleh tuan Jidan"


"Iya tuan muda saya sudah diberitahukan atas kepemilikan tanah desa Korndog ini sebagai milik anda"


Yudi memegang dagu kemudian berbicara


"Apa ada disini ahli bangunan yang bisa membaca Blue Print saya ingin membangun tempat ini dan kalian yang bekerja membangunnya soal biaya saya tanggung semuanya"


Kepala desa dino mengangguk


"Ada tuan disini adalah kebanyakan bekerja sebagai buruh bangunan jadi kami sudah terbiasa membangun dan membaca denah dan Blue Print"


Yudi pun bersyukur


"Bagus lah kalau begitu saya bersyukur karena tidak perlu mendatangkan orang luar dalam pembangunan ini"


Yudi pun mengeluarkan kertas blue print dan denah untuk pembangunan desa. Kemudia Yudi buka di atas meja yang besar.


Semua orang melihat dan kagum atas rencana pembangunan desa mereka karena dari denah blue print rancangannya sangat bagus dan indah.


Kepala desa pun bertanya


"Kapa kita bisa memulai pembangunan ini tuan"


Yudi pun menjawab dengan semangat


"Secepatnya saja saya sudah menyiapkan biaya pembangunan dan gaji kalian semua, dan untuk rumah rumah yang kena bongkar kalian bisa mengungsi dulu sementara rumah yang di hancurkan di perbaiki dan di ganti dengan yang baru, dan saya mau benteng kokoh dan tinggi mengelilingi desa ini supaya monster yang suka menyerang kerajaan Vitwins tidak ikut merusak desa ini"


Yudi pun menyerahkan 2 peti besar uang koin emas dan kepala desa Dino sebagai mandornya yang bertanggung jawab atas pembangunan di desa Korndog ini.


Yudi dalam denahnya menggambarkan rencana pembangunan seperti membangun kolam renang dan pemandian air panas dan membangun ruko ruko untuk berjualan dan juga hotel mewah, sedangkan penduduk desa akan dibangun kan rumah rumah berkarya seni tinggi yang membuat orang nyaman tinggal di tempat tersebut.


Disini penduduk desa mencapai 500 jiwa termasuk perempuan dan anak anak laki-laki ada sekitar 200 orang dan mereka mendukung pembangunan ini dan ikut bekerja membangun desa mereka untuk mendapatkan hidup yang lebih layak.


Ketika Yudi dan para penduduk desa sedang membahas rancangan pembangunan dan sampai selesai mereka pun makan dan minum untuk mereyakan pembangunan tersebut yang akan di mulai.


Di luar gedung pertemuan Desa ada sekitar 20 orang yang menaiki kuda dan berteriak.


"Woy warna desa, sekarang tempat ini sedah menjadi kekuasaannya kami Bandit Hutan, serahkan harta kalian kalau kalian ingin selamat dan bayar pajak kepada kami 1 bualan sekali atas kemurahan hati kami tidak membunuh kalian"

__ADS_1


Semua orang yang sedang makan dan minum di dalam gedung pertemuan serentak berhenti. Kepala desa Dino berjalan keluar pintu gedung pertemuan dengan di ikuti oleh para petualang.


Yang lain Yudi meminta mereka untuk diam dan tidak keluar dari gedung ini kecuali nanti Yudi perintahkan,


Para laki laki disana sudah siap mengambil perkakas dan senjata untuk membela diri bila sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi.


Yudi dan Lili pun ikut keluar menyusul kepala desa dan petualang


"Oh jadi kamu menyewa petualang ya untuk mengatasi kami, hahaha petualang yang rendah mana sanggup melawan kami bandit hutan"


Ketua bandit itu menyombongkan diri, kemudian kepala desa Dino berbicara


"Siapa kalian tiba tiba meng-klaim desa ini sebagai daerah kekuasaan kalian, ini adalah wilayah kerajaan Vitwins dan pemilik tanah ini adalah tuan Yudi"


Kepala desa sambil menunjuk Yudi, ketua bandit melihat Yudi dan Lili, mata nya langsung melotot dan hatinya berdebar dengan tanda Love yang bertedub tedub.


"Wow Cantik sekali perempuan ini"


Ketua bandit berkata dalam hati, kemudian ketua bandit itu berteriak.


"Hai nona maukah anda menikah dengan ku, akan aku bahagiakan kamu selama hidup dan dengan belas kasih saya akan membebaskan semua penduduk desa dan dibebaskan dari pajak asal nona cantik mau dengan saya"


Lili yang mendengar rayuan gombal ketua bandit langsung muntah


"Oe..k apa kamu mau aku menjadi istri mu jangan harap, lihat tampang mu yang jelek urakan, dekil dan bau mana sebanding dengan ku hahaha...."


Ketua bandit itu marah


"Kurang ajar dasar wanita murahan berani menghina ketua bandit hutan seperti ku, saya kamu itu cantik tapi mulut mu berbisa"


Lili tanpa rasa takut sedikitpun dengan mereka


"Penjahat kelas teri seperti kalian mana pantas melawan para pengawal ku, begini saja aku tantangan kamu melawan suamiku kalau kamu memang aku akan ikut dengan mu dan bebas melakukan apapun dengan penduduk desa dan apa bila kamu kalah kamu harus mati disini, eh jangan mati karena aku tidak mau darah mu menetes di tanah ini nanti desa ini menjadi sial gara gara tetesan darah mu itu"


Ketua bandit semakin marah dia pun menantang Yudi


"Mana suami mu ayo kita bertarung satu lawan satu"


Yudi yang ada di sana pun tersenyum kemudian dia pun berbicara


"Aku ada di sini, kalau kamu mau berkelahi ayo aku ladeni"


Yudi pun berjalan kearah ketua bandit itu kemudian Yudi memasang kuda-kuda dengan jari mengepal dan tangan berada di depan, posisi Yudi mirip seorang petinju amatir yang bahkan tidak tahu beladiri.


"kak Lili Bos Yudi apa akan baik baik saja, dia itu seorang Goi bahkan kelihatannya tidak bisa berkelahi"


Nana adalah Penyihir dari Party yang disewa Lili dia menyebutkan Lili dengan panggilan Kaka karena pada waktu itu Lili tidak mau di panggil dengan sebutan Nyonya.


Lili hanya tersenyum


"Tenang saja Abang Yudi akan baik baik saja"


Ketua bandit turun dari kuda yang dia tunggangi kemudian dia berjalan mendekati Yudi dengan mengayun ngayun kan pedang yang besar. Lili berteriak kepada ketua bandit itu.


"Hai penjahat kelas teri, badan mu itu memang besar dan kekar tapi kamu seperti banci, masa melawan orang yang tubuhnya kurus dan tidak membawa senjata kamu memakai pedang, dasar banci kalau takut bilang"


Ketua bandit marah sambil memaki


"Dasar wanita lidah ular, tunggu setelah suamimu saya bantai kamu akan saya mainkan dengan mantap dan lidah beracun mu itu akan mendesah sejadi jadinya"


Lili Mempropokasi lagi


"Banci ya banci, badan di gedein beraninya berkelahi dengan senjata, pake tangan kosong kalau berani"


Ketua bandit itu melemparkan pedang yang dia bawa.


"Lihat apakan saya banci, saya sudah melemparkan pedang itu, ayo kita mulai"


Si ketua bandit langsung menyerang Yudi


Wuss....


Pukulan di lancarkan kearah muka Yudi, Yudi langsung menunduk, kemudian ketua bandit menendang, Yudi menghindar kesamping.


Yudi terus mengindari serangan dari ketua bandit sampai dia kecapean dan napasnya terengah engah.


"Kurang ajar, ayo lawan kalau tidak ada niat untuk bertarung jangan menghindari serangan saya terus"


Ketua bandit itu protes kepada Yudi, kemudia Yudi pun merubah posisi kuda kudanya.


"Baiklah ayo, ini baru Pemanasan ayo kita serius"

__ADS_1


Yudi berkata baru pemanasan, itu adalah tamparan besar bagi ketua bandit yang berada di level prajurit.


"Kurang ajar kamu bilang baru pemanasan, ayo kalau kamu mau mati saya akan mengakhiri hidup kamu"


Yudi merubah posisi kakinya kemudian dia melompat lompat kecil sambil meninju ninju angin.


Para petualang melihat jurus yang di pake oleh Yudi mereka kenal dengan jurus itu,


"Apakan itu jurus Dumpi Boxing, jurus tinju yang terkenal di kerajaan Hilia, yang di kembangkan oleh kakek buyut mu kit"


Oni bertanya kepada kit tentang jurus yang di pake oleh Yudi.


"Kita lihat saja apa benar itu Dumpi Boxing karena saya juga baru menguasai sedikit jurus tinju itu"


Kit tidak bisa memperkirakan itu Dumpi Boxing atau buka karena dari gerakan awalnya sama dengan Dumpi Boxing.


Di pertarungan ketua bandit menyerang Yudi dia memukul Yudi dengan tangan bagian dalam


Brak....


Yudi menahan serangan tersebut, karena pukulan tersebut sangat keras Yudi pun terpental mundur beberapa langkah kebelakang kemudian Yudi bergerak lagi dan dia pun menyerang.


Buk....


Yudi meninju badan ketua bandit.


Buk....


Ketua bandit malah tertawa


"Hahaha....apa itu yang di sebut meninju, kamu memukul seperti anak kecil tidak terasa apa apa"


Ketua bandit meledek pukulan Yudi yang lemah dan tidak bertenaga, disana Lili berteriak dan Mempropokasi.


"Hai penjahat kelas teri, badan mu itu memang penuh dengan otot dan tenagamu itu besar, coba kalau berani kamu menjadi samsak hidup suamiku, apa benar pukulan suamiku itu tidak terasa apa apa"


Ketua bandit langsung tersanjung dengan kata-kata Lili karena dia menganggap Lili memuji badan dia yang berotot.


"Baiklah ayo pukul aku sekuat tenaga mu"


Ketua bandit menyuruh Yudi untuk memukulnya dengan posisi tangan diletakan di kepala.


Yudi pun bersiap kemudian menghormati


"Baiklah kalau kamu ingin dipukul siap siap lah, Salam dari Binjai"


Buk....


Buk....


Buk....


Yudi meninju badan ketua bandit dari tulang rusuk kanan, tulang rusuk kiri dan ulu hati dan yang terakhir Yudi melakukan pukulan Jep ke arah kepala dar dagu hingga hidung


Bruk....


Ketua bandit itu jatuh terkapar akibat tinju dari Yudi yang bukan asal asalan memukul, Yudi menggunakan kekuatan 1 persen dari kekuatan asli nya, dan bandit itu terkapar tak berdaya.


16 Pengawal milik Yudi bergegas menghampiri Yudi karena kawanan dari bandit hutan itu turun dari kuda dan berniat untuk menyerang Yudi.


Para pengawal sudah bersiap dengan pedangnya dan melindungi Yudi dari bandit Bandit itu. Yudi mengeluarkan aura mendominasi dan aura mebunuh kepada 19 orang bandit hutan, mereka pun langsung ketakutan karena aura yang sangat pekat yang hanya mereka saja yang menyadarinya.


"Bawa teman kalian ini pergi, dan jangan datang kembali kedesa ini atau kalian akan habis"


Mereka pun bergegas membawa ketua bandit yang kalah di pukuli oleh Yudi.


Setelah para bandit itu pergi para penduduk desa dan mantan Budak keluar dari gedung balai desa.


Mereka bersorak gembira karena para bandit tersebut sudah kabur oleh Yudi dan ketua bandit itu pun pingsan dan terluka oleh pukulan Yudi yang bertubi-tubi.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**

__ADS_1


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2