Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Quest


__ADS_3

Sesampainya di kota Yudi dan Lili langsung masuk ke guild petualang, disana para petualang sedang berkumpul mereka banyak bercerita tentang kejadian kemarin.


Karena mereka hari ini banyak mendapatkan uang dari hasil membunuh monster serangga dan inti monster nya di berikan kepada Yudi dan Lili karena mereka berdua tidak mau menerima uang hadiah karena sudah banyak membunuh monster kemarin dari Baron Kinan.


Yudi dan Lili meminta uang yang akan diberikan kepadanya di sumbangkan sebagian kepada Fakir miskin dan panti asuhan di sekitaran kerajaan Vitwins supaya mereka dapat merasakan kebahagiaan yang sama seperti para petualang.


Yudi meninggalkan 2 orang pengawal di mansion untuk membantu Joni menjaga gerbang mansion, sisanya 6 pengawal mereka berangkat terlebih dahulu untuk mengawal karapan gerobak menuju desa Korndog.


Di Guild Petualang pelayan Lili sisa 3 orang lagi karena kemarin 1 orang sudah habis di bantai oleh monster Giant Crab, mereka bertiga mengambil barang-barang dari kamar yang di sewa oleh Yudi dan Lili.


Yudi pun berpamitan kepada para petualang yang ada di guild petualang, dan dia pun mentraktir mereka tanda perpisahan.


Kemudian di dalam guild petualang Lili melihat seorang wanita mengenakan jubah penyihir, ya itu adalah wanita yang telah membantu Lili ketika memasak dan membuat ice cream dengan sihir elemen air yang dia miliki.


Wanita itu sedang memegang buku tebal, dengan simbol sihir di jilidnya, Lili pun mendekati dia dan menyapa.


"Nona terima kasih anda telah membantu saya waktu kemarin lusa"


Wanita itu pun menjawab


"Saya yang seharusnya berterima kasih kepada nyonya karena telah mengajarkan saya sihir baru yaitu sihir elemen Es yang sangat susah di pelajari tetapi dengan arahan nyonya saya saya bisa menguasainya dengan mudah"


Lili pun tersenyum


"Nona bolehkah saya melihat buku yang anda pegang"


Wanita itu melihat ke buku tebal yang sedang dia pegang.


"Oh ini ya nyonya"


Lalu wanita itu memberikanya kepada Lili, kemudian Lili mengambilnya dan wanita itu pun Memberitahukan Lili


"Itu buku sihir langka, saya seorang pengguna sihir, tetapi saya tidak dapat membacanya, karena tulisan dan bahasa yang ada di buku tersebut berbeda dengan tulisan dan bahasa di dunia ini, mungkin ini adalah buku sihir dalam bahasa kuno"


Lili pun membuka buku sihir tersebut dan kemudian membacanya


"Sihir rahasia Kuno"


Kemudian Lili menawar buku sihir tersebut


"Apa anda mau menjual buku ini, saya akan membelinya berapa harganya sebutkan saja"


Wanita itu berpikir sejenak sambil garuk-garuk kepala.


"Duh bagai mana ya, soalnya ini Buku sihir warisa dari nenek moyang saya"


Lili pun sedikit memaksa


"Ayolah sebutkan harganya berapa pun akan saya bayar"

__ADS_1


Anggota party dari wanita itu menasehati dan ikut berbicara


"Sudah jual saja dari pada kamu cuman membawa buku tersebut kesana kemari tanpa bisa membaca dan mempelajari nya buat apa, lebih baik jadi duit. Kita lagi kekurangan duit tau"


Lalu teman satu party yang lain ikut nimbrung


"Iya jual saja, kita sudah lama tidak mendapatkan misi jadi kita tidak punya duit"


Wanita itu pun marah kepada kedua temannya.


"Diam kalian Buku sihir ini harta Karun aku satu satunya tau, nama mungkin aku menjualnya"


Kemudian Lili mempunyai ide


"Sudah begini saja, karena kalian tadi tidak mendapatkan misi, bagai mana kalau kalian bertiga aku sewa tetapi dengan satu syarat, aku bisa membaca buku sihir tersebut"


Salah satu petualang itu bertanya kepada Lili


"Memangnya Nyonya bisa membaca buku sihir tersebut, si Nana saja dia bahkan tidak bisa membacanya padahal dia seorang penyihir"


Wanita yang mempunyai buku sihir tersebut bernama Nana, dia tidak mengerti tulisan dan bahasa dari isi buku sihir tersebut karena tulisan dan bahasanya bukan tulisan dan bahasa Nara yang di pakai di dunia ini.


Tetapi tulisan tersebut ditulis dengan huruf ngalagena dan bahasa yang di pakai adalah bahasa bangsa Sundanes.


Kemudian Lili meminta untuk melihat buku Sihir tersebut.


"Nona bisakah saya melihat bukunya sebenarnya"


Lili pun membuka jilid pertama dari buku sihir tersebut dan membacanya. Setelah membaca Lili tersenyum dan berkata.


"Buku sihir ini tulisan dan bahasanya adalah tulisan dan bahasa dari negri saya, jadi saya bisa membacanya dan mengerti bahasanya"


Wanita yang dipanggil Nana kaget sekaligus senang karena dengan adanya yang bisa membaca buku sihir tersebut maka dia pun bisa mempelajari sihir yang ada di buku itu


Kemudian Nana pun menyetujuinya untuk di sewa oleh Lili, entah itu jadi pengawal atau pengangkut barang yang penting si Nana itu bisa mempelajari sihir dari buku tersebut.


"Ya baiklah Nyonya, anda bisa menyewa kami bertiga, tetapi saja juga harus mempelajari sihir yang ada di dalam buku sihir tersebut dan tolong anda yang membimbing saya untuk mempelajari buku sihir itu"


Lili pun menyetujuinya


"Baiklah Biar nanti saya yang membaca dan menerjemahkan kamu yang mempraktekkan nya"


Kemudian teman satu party Nana berbicara


"Kira kira berapa lama Nyonya akan menyewa kami bertiga, Saya dan Oni tidak bisa sihir seperti Nana tetapi kami berdua adalah magic sword, anda bisa mengandalkan kami berdua sebagai pengawal"


Lili pun memeritahukan mereka berapa lama mereka akan di sewa oleh Lili


"Paling saya akan menyewa kalian bertiga selama 6 bulan, dan kalian wajib ikut bersama saya dalam perjalanan selama saya berdagang ke Kerajaan lain"

__ADS_1


Kemudian salah satu anggota party atau temannya Nana meminta Lili untuk membuat Quest di resepsionis karena setiap petualang disana kalau disewa harus atas pengetahuan dan ijin dari Guild Petualang.


"Ya sudah, silahkan nyonya buat Quest Guild Petualang untuk tanda jadi menyewa kami bertiga"


Lili pun bertanya kepada orang itu


"Dimana saya bisa membuat Quest"


Lalu Nana pun menunjukan Lili tempat membuat Quest tersebut.


"Itu nyonya ke resepsionis Guild Petualang saja"


Kemudian Lili pun pergi berjalan ke resepsionis untuk membuat Quest dan membayar uang sewa ketiga petualang dengan alasan menjadi pengawal selama 6 bulan.


Kemudian Lili berjalan menghampiri mereka bertiga sambil menunjukan bukti pembayaran sewa pengawal selama 6 bulan.


"Saya sudah membuat Quest dan membayarnya, kalian sekarang resmi saya sewa dan nanti siang kita berangkat"


Yudi yang sedang mengobrol dengan petualang lain kemudian dia berdiri dan berjalan menuju Lili, setelah itu Yudi mengajak Lili untuk bertemu dengan Raja Ganford untuk terakhir kali dan membicarakan kesepakatan dagang antara kerajaan Vitwins dengan perusahaan dagang Kiara.


Yudi dan Lili pun berangkat ke istana kerajaan Vitwins dengan di ikuti oleh ke tiga petualang yang telah Lili sewa.


Ketiga petualang itu sebelum meninggalkan guild petualang mereka mengenalkan diri pemimpin dari Party petualang bernama Kit dan satunya lagi bernama Oni dan yang memiliki buku sihir adalah Nana.


Setelah Yudi dan Lili tiba di istana disana sudah ada Xuan dan Marta yang sedang berbincang dengan Raja Ganford membahas tentang kerja sama Obat potion yang akan di buat oleh kerajaan Vitwins dan dapat di jual ke kota bahkan kerajaan lain.


Yudi dan Lili menemui Raja Ganford untuk membahas kesepakatan terakhir antara master Ino, Raja Ganford dan Yudi,


Yudi pun menjanjikan sesuatu kepada mereka berdua.


"Nanti sekitar 3 bulan lagi saya akan mengirimkan pesanan Raja Ganford dan tuan Ino, tetapi yang mengantarkan nanti buka saya tetapi anak buah saya, dan untuk kesepakatan dan kerja sama lain silahkan anda bisa berkomunikasi dengan Xuan dia sekarang bertanggung jawab atas perusahaan dagang Kiara cabang kerajaan Vitwins"


Xuan mengangguk an kepalanya kepada Yudi, mereka pun menyetujuinya dan kesepakatan pun terjalin.


"Baiklah Tuan Yudi kita sepakati perjanjian kerjasama ini"


Setelah itu mereka menandatangani kontrak perjanjian dan sekalian Yudi berpamitan untuk meninggalkan kerajaan Vitwins ini.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**

__ADS_1


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2