Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Kepala Kalian Kami Ledakan


__ADS_3

Party yang di pimpin Boreas terus berlari tanpa henti sampai mereka melihat ada jalan yang lumayan luas.


"Berhenti..." Ucap Boreas kepada ke dua temannya, mereka pun berhenti berlari dan menginjak jalan dan di jadikan tempat berdiri mereka.


"Apa ini Beton, ya ini jalan Rambat beton tapi siapa yang membuat jalan ini, jalan yang lebar 6 meter dan panjang entah sampai kemana" ucap Boreas heran.


"Mungkin ini buatan para Monster itu" ucap salah satu teman Boreas.


"Kamu ini Ken masa monster bisa membuat jalan sebagus ini, bahkan manusia yang berpendidikan tinggi saja tidak akan mampu membuat jalan seperti ini" ucap teman satunya lagi.


"Apa mungkin di buat makhluk asing yang tidak berasal dari dunia ini karena teknologi yang mereka miliki lebih dari teknologi kita" ucap orang yang di panggil Ken.


Boreas sedikit berpikir kemudian dia mengemukakan pendapatnya "mungkin juga karena teknologi kita belum bisa membuat jalan rambat beton Sekokoh ini" Boreas berjongkok sambil mengetuk ngetuk jalan dengan tangannya sendiri.


Kemudian Ken mengeluarkan senjatanya, dan di tancapkan ke jalan beton tersebut "hiat..."


Trang....


"Sialan bahkan pedang tajam ku tidak dapat menancap di jalan ini bahkan tidak tergores sedikit pun" ucap Ken sambil menebas bebaskan pedangnya.


"Sudah cukup jangan tebaskan lagi pedang mu, ini mungkin ulah dari Raja Iblis Golem itu, dia pengendali Elemen tanah bisa dengan mudah membuat jalan seperti ini dengan kepadatan yang sangat tinggi" ucap Boreas.


"Bagai mana sekarang apa kita lanjutkan atau kembali melapor kepada Raja Gunford" ucap salah satu teman mereka.


"Ayo kita lanjutkan saja kita ikuti jalan ini siapa tahu jalan ini langsung menuju ke kastil iblis Golem" ucap Boreas.


Mereka pun kembali berlari sangat kencang, lari mereka seperti larinya seorang ninja di serial anime Naruto dengan tangan mengayun kebelakang.


Setelah sekitar 4 jam berlari Boreas menghentikan temannya "berhenti...."


Mereka pun berhenti dan Boreas memerintahkan mereka "cepat bersembunyi"


Wuss....


Mereka bertiga melompat keatas pohon dan bersembunyi di rimbunnya pepohonan dan melihat kearah depan.


"Lihat di Depan ada benteng, tapi kapan benten itu di buat, benteng yang besar dan kokoh ini bisa berdiri secepat ini" ucap Boreas heran.


"Lihat itu kastil iblis yang akan kita tuju berada di dalam benteng itu" ucap Ken sambil menunjuk kearah kastil.


"Eh lihat itu, adalah manusia, Goblin batu dan Beast man mereka semua ada di sini" ucap salah satu teman mereka.


"Mana codi aku belum lihat" tanya ken.


Orang yang tadi bicara itu di panggil Codi dan dia pun berkata lagi sambil menunjuk " tuh di gerbang masuk mereka lalu lalang keluar masuk dengan bebas"


Ken dan Boreas pun melihat ke gerbang masuk benteng dan iya disana banyak yang keluar masuk dari Ras manusia, beast man dan monster lain.


"Apa para manusia itu budak yang di pekerjakan oleh Ratu Iblis Golem, tapi banyak beast man juga, kayaknya itu beast man dari kerajaan Humanimalia" ucap Boreas.


Mereka pun mengamati dengan seksama di area tersebut dan memanjat lebih tinggi lagi keatas pohon supaya melihat dengan jelas keadaan di dalam benteng tersebut.

__ADS_1


Tidak nampak para penjaga atau prajurit yang berjaga atau berkeliling bahkan hanya beberapa patung batu yang terlihat berjajar di depan gerbang.


Patung batu itu berjejer di sepanjang jalan dan sampai ke persimpangan jalan menuju jalan kota Humali. Ada sekitar 2.000 patung yang berjajar kiri dan kanan.


Sekitar sana nampak tenang dan damai antar Ras tidak ada perselisihan mereka seperti sudah biasa melihat monster dan berbagai ras lain ada di sana


"Codi laporkan segala apa yang kamu lihat sekarang kepada Raja Gunford, aku dan Ken akan menyusup masuk kedalam benteng tersebut dan melihat situasi dari dalam,


Bilang sama Raja Gunford, kastil iblis tidak di jaga oleh prajurit monster dan ada berbagai ras yang hidup di sini termasuk manusia" ucap Boreas sambil mendikte apa yang harus di katakan kepada Raja Gunford.


"Baiklah tapi kalian harus hati-hati, aku berangkat terlebih dahulu" ucap cobi dia pun turun dari atas pohon dan kemudian berlari kembali ke kelompok mereka yang berada di Padang rumput.


*


Di dalam balai prajurit tepatnya yang para petualang bilang itu adalah kastil iblis, memang Tampak dari kejauhan bangunan itu seperti sangat menyeramkan karena di belakangnya ada pohon yang sangat besar.


Pohon besar itu adalah Rumah pohon yang ditinggalkan oleh penyihir agung Volyaw Fahetar dan tempat dimana buku buku sihir milik penyihir agung Volyaw Fahetar itu tersimpan.


Seorang prajurit HobGoblin yang bertugas mengawasi dan memonitor semua kawasan benteng kerajaan Golemonst memberikan laporan kepada Lili dan Yudi yang sedang duduk di sofa dan menikmati secangkir teh hangat yang di tambahkan madu dan cemilan yang sangat enak.


Prajurit itu menghormat "lapor tuan ku Raja dan Ratu, ada 3 orang penyusup yang terlihat di layar monitor sepertinya mereka bertiga adalah para petualang"


"Pantau terus pergerakan mereka dan terbangkan beberapa Golem Falkon untuk mengawasi area hutan dan sampai ke perbatasan gunung deret" perintah Yudi.


"Siap laksanakan..."


Kemudian ada lagi prajurit yang berlari dari ruang kontrol " lapor mereka bertiga mulai bergerak, yang satu menjauhi benteng dan 2 lainnya berjalan kearah benteng mungkin mereka akan menyamar menjadi penduduk Golemonst.


"Siap Ratu..."


Mereka berdua pun pergi dari sana dan kembali keruangan kontrol.


Banyak prajurit yang keluar masuk kedalam gedung balai prajurit karena memang mereka bekerja di sana dan di sana adalah perkantoran yang menangani berbagai kebutuhan di kerajaan Golemonst.


*


Di depan gerbang benteng masuk kerajaan Golemonst Boreas dan Ken memasuki gerbang dengan tenang mereka nampak tidak di curigai oleh siapapun.


Setelah berjalan beberapa lama menyusuri jalan utama kota di benteng depan mereka berdua di datangi oleh 4 orang petugas yang salah satunya adalah gomu.


Mereka berempat adalah HobGoblin yang sudah mendapatkan serum anti racun sehingga kulit mereka berubah dan wujud mereka seperti manusia pada umumnya dan ke dua petualang itu tidak mencurigai bahwa petugas itu adalah HobGoblin.


"Tuan Petualang, ada yang ingin bertemu dengan anda" ucap gomu yang menghampiri Boreas dan Ken.


Mereka berdua terkejut karena baru kali ini merupakan datang ke kerajaan ini dan sekarang di sambut oleh empat orang petugas.


"Kalian siapa" tanya Boreas.


Keempat orang itu langsung mengelilingi Boreas dan Ken. Di sana gomu yang bertubuh gempal dan gemuk tersenyum, "kami adalah petugas keamanan yang bertanggung jawab di benteng depan ini" ucap Gomu.


Boreas dan Ken melihat gomu dan tiga orang lainnya dari atas kebawah, dan mereka hanya memakai seragam celana pdl berwarna coklat tua dan kemeja coklat muda.

__ADS_1


Boreas berbicara di dalam hatinya "apa mereka prajurit di benteng ini, kenapa tidak seperti prajurit kerajaan lain yang memakai Armor Jirah seperti di kerajaan Vitwins" pikirnya.


Kemudian gomu pun berbicara kembali "ayo tuan ikut lah dengan kami dan jangan melawan kalau tidak maka nyawa kalian sebagai taruhan nya"


Setelah berbicara begitu ketiga teman Gomu menodongkan senjata api kearah mereka berdua "cepat jalan atau kepala kalian kami Ledakan"


Ancaman dari prajurit itu membuat Boreas dan Ken menuruti mereka, meskipun mereka tidak tahu senjata apa yang mereka pakai karena mereka berempat tidak membawa pedang atau busur.


Tetapi mereka membawa benda aneh dan yang ada di pikiran mereka berdua itu adalah alat sihir yang bisa mengeluarkan sihir yang bisa membuat mereka berdua meledak.


Mereka berasumsi seperti itu karena ancaman dari mereka yang mengatakan bahwa mereka bisa meledakan kepala Boreas dan Ken.


Mereka pun menyusuri jalan utama dan sampai ke gerbang ke 2 dan disana gomi yang menjaga keamanan gerbang paling dalam di kerajaan Golemonst.


Boreas dan Ken tersentak kaget ketika melihat isi kota paling dalam yang megah dan mengagumkan, bahkan disini lebih rame dari pada kota bagian depan dan monster yang menghuni sangat beragam.


Area yang sangat bersih meskipun banyak yang lalu lalang dan Ras monster yang berpakaian rapi dan harum bahkan ini seperti di dalam surga yang berada di dalam hutan.


Mereka terus berjalan di bawa lebih dalam lagi dan sampai di penginapan mereka pun di suruh masuk kedalam dan duduk di sebuah restoran yang atasnya adalah sebuah penginapan.


"Silahkan duduk dan maaf kalau kami membuat tuan petualang merasa tidak nyaman" ucap gomu dan kemudian dia pergi dari sana meninggalkan Boreas dan Ken.


Pelayan pun mendatangi mereka dengan membawa minuman dan makanan "Selamat datang tuan petualang, pasti anda dari kerajaan Vitwins dan baru tiba di sini" pelayan itu meletakkan minuman dan makanan.


"Silahkan makan dan minum sepuasnya, maaf jika pelayan kami membuat anda berdua tidak nyaman, kalau butuh sesuatu anda tinggal minta saja dan sebentar lagi tuan kami akan menemui anda di sini" ucap pelayan itu.


Boreas dan Ken semakin heran karena mereka di perlakukan dengan sangat baik, mereka kita kalau tertangkap akan langsung di eksekusi atau di interogasi terlebih dahulu baru di bunuh. Ini malah di sajikan makanan dan minuman.


Boreas pun mencoba meminum air yang di suguhkan pelayan tersebut.


Geleguk....


Boreas pun tidak bisa menahan ekspresi wajahnya "ini sangat enak"


Ken yang melihat ekspresi Boreas dan berkata minum itu sangat enak dia pun langsung mengambil gelas dan meminum airnya "emh....sedap..."


Ekspresi dan perkataan dari mereka membuat pelayan dan pengunjung yang berada di sana tertawa terbahak-bahak.


Mereka berdua pun menjadi sangat malu, ya karena baru pertama kali mereka meminum minuman sari buah yang di campur dengan madu menjadikan minuman itu sangat enak


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


__ADS_2