
Dari penyerangan malam tadi ada beberapa orang yang meninggal dunia dan terluka dari pihak kerajaan Vitwins, tetapi semua prajurit kekaisaran Chalutac semua mati.
Mayat dari prajurit kekaisaran di timpuk di atas gerobak yang di tarik oleh kuda setelah mereka lucuti semua armor dan di ambil pedang serta harta berharga prajurit yang mati tersebut sebagai harta rampasan.
Setelah itu kuda yang membawa gerobak yang di dalamnya mayat prajurit kekaisaran Chalutac di cambuk supaya berlari kencang menuju perkemahan yang di dirikan oleh pasukan kekaisaran.
Marquis Lucius sangat senang dengan pencapaian ini dan hanya dengan 6 Gomeka dan Xuan Xie bisa membunuh, 100 orang prajurit kekaisaran Chalutac.
"Hahaha....Kalian sangat bagus, karena sudah menghabisi nyawa dari prajurit kekaisaran, aku akan mentraktir kalian minum sepuasnya" puji Marquis Lucius kepada para pilot Gomeka.
Semua pilot pun membungkukkan badannya "Terima kasih atas kemurahan hati Marquis Lucius"
"Kita bisa tenang karena memiliki Gomeka dari kerajaan Golemonst, aku yakin serangan selanjutnya hanya akan menjadi kematian bagi prajurit kekaisaran Chalutac, ayo kita rayakan kemenangan kecil kita dengan minuman, karena kalau kita berada di wilayah kekuasaan kerajaan Golemonst kita tidak akan bisa minum seperti sekarang" ajak Marquis Lucius.
Semua orang pun bersorak gembira "Ya...."
Ini kesempatan untuk mereka bisa meminum minuman keras, karena di kerajaan Golemonst minuman keras itu dilarang dan bahkan siapa pun yang berada di wilayah kekuasaan kerajaan Golemonst dalam keadaan mabuk maka akan di penjarakan.
Setelah adanya penyerangan malam beberapa prajurit kerajaan Vitwins memasang blokade seperti pagar berduri dan pagar tombak di depan benteng pertahanan.
Selain itu di atas benteng mereka memasang alat anti anak panah beberapa buah, untuk menghalau hujanan anak panah yang di arahkan keatas benteng pertahanan Vitwins.
Di benteng kabut juga prajurit dibawah pimpinan jenderal Jieng Xie sedang memasang peralatan Anti anak panah untuk menghalau hujanan anak panah dari pihak Kekaisaran Chalutac.
Para prajurit jenderal Jieng Xie bekerja ekstra keras karena untuk melindungi kerajaan Golemonst ini dan Kaisar Denta yang berlindung di bawah kekuasaan kerajaan Golemonst.
Bahkan para penembak jitu dari prajurit anak buah jenderal Jieng Xie bersiaga di atas benteng kabut berbaur dengan pasukan di bawah pimpinan Gopi.
Sayangnya prajurit di bawah pimpinan jenderal Jieng Xie seperti sangat panik, sehingga mereka banyak yang gelisah untuk menghadapi peperangan yang akan terjadi.
Tidak seperti pasukan Golemonst mereka sangat tenang dan hanya seperti sedang latihan gabungan saja menghadapi 10.000 pasukan kekaisaran Chalutac.
__ADS_1
"Hai kenapa kamu nampak gelisah" tanya salah satu pasukan Merah yang di pimpin Gopi kepada prajurit jenderal Jieng Xie.
"Ya aku memang gelisah, bukan hanya gelisah tetapi rasanya kematian sudah menghampiri ku" ucap prajurit itu.
Pasukan merah tersenyum "Santai aja kali, toh hanya 10.000 prajurit kekaisaran Chalutac yang menyerang kita itu bukan apa-apa bagi para kesatria Golemonst"
"Kamu itu tidak tahu kekejaman dan kekuatan divisi invasi yang dipimpin Jenderal Morfy, mereka adalah pasukan terkuat urutan ke 10 dari kekaisaran Chalutac " ucap prajurit itu.
"Ya paling ke 10.000 prajurit kekaisaran Chalutac setara dengan 1.000 pasukan penjaga kota Humali yang di pimpin oleh jenderal Rio" ucap pasukan merah enteng.
"Kamu belum pernah merasakan saja bertempur dengan pasukan divisi invasi yang di bawah pimpinan jenderal Morfy, dengan 10.000 prajurit dia bisa menaklukkan kerajaan kecil" ucap prajurit.
"Sudahlah jangan khawatir, toh kita hanya di perintahkan untuk mengamati saja dan tidak harus bertempur dengan mereka, karena Tuanku Raja Yudistira sudah memerintahkan kepada pasukan jenderal Zagred untuk menghadapi prajurit kekaisaran Chalutac ini" ucap pasukan merah.
Para pemanah di bawah pimpinan Gopi ini disebut pasukan merah karena mereka berasal dari Goblin api yang sekujur tubuhnya berwarna merah, walaupun sekarang mereka nampak seperti manusia pada umumnya, karena sudah di suntik vaksin Anti Racun.
Dan tubuh merah mereka bermutasi menjadi berwarna kuning Langsat mirip seperti warna kulit manusia pada umumnya di dunia ini.
Prajurit itu pun langsung bergidik ngeri, melihat teman mereka yang di perintahkan untuk membuat onar di benteng pertahanan Vitwins mati mengerikan
Prajurit itu pun segera melaporkan kejadian itu kepada Jenderal Morfy.
"Lapor jenderal, ke 100 prajurit kita yang kemarin menyerang benteng pertahanan kerajaan Vitwins kembali dengan tidak bernyawa, semuanya mati mengenaskan" ucap prajurit yang melapor.
Jenderal Morfy tidak panik karena itu hanya pengalihan saja, 100 prajurit yang di korban itu hanya sebagian kecil saja dan hanya di anggap biasa.
"Siapkan 5.000 pasukan kita, dan bawa sebagai peralatan tempur kita serang benteng besar menuju ke hutan kabut misteri itu" ucap jenderal Morfy
Kemudian dia melirik ke 10 orang komandan yang ada di tenda besar itu kemudian menunjuk beberapa orang untuk memimpin pasukan.
"Komandan ke 1 dan ke 2 pimpin pasukan infantri, komandan ke 5 pimpin pasukan pemanah dan komandan ke 7 dan ke 8 pimpin pasukan kavaleri" perintah jenderal Morfy kepada 5 komandan dari 10 komandan pasukan
__ADS_1
Ke 5 komandan yang di tugaskan kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah depan kemudian berlutut di depan Jenderal Morfy "Siap jenderal kami laksanakan "
Ke 5 komandan pasukan itu keluar dari tenda besar dan menyiapkan pasukan mereka untuk maju ke Medan perang.
Ke 5.000 pasukan pun sudah bersiap dengan peralatan tempur mereka, bahkan beberapa kereta kuda membawa peralatan tempur yang sangat mengerikan.
Kepulan debu terlihat dari jauh meskipun jarak dari benteng kabut ke tenda musuh berjarak 10 kilo meter.
Tetapi pergerakan mereka kelihatan karena jarak pandang dari benteng kabut tidak terhalang apapun karena disana hamparan luas Padang rumput dan perbukitan yang tidak terlalu tinggi.
Prajurit di bawah pimpinan jenderal Jieng Xie langsung panik karena adanya pergerakan dari pasukan kekaisaran Chalutac.
Mereka pun melihat dari teropong yang mereka miliki dan menghitung berapa banyak pasukan yang di kerahkan kemudian prajurit yang mengintai melalui teropong itu pun berlari dan melapor.
"Lapor jenderal pasukan Kekaisaran berjumlah 5.000 prajurit beserta peralatan tempur sedang bergerak menuju ke arah kita" lapor prajurit
"Siagakan semua pasukan untuk bertempur" perintah jenderal Jieng Xie.
"Siap jenderal...." Ucap prajurit.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1