
[Queen of War]
sebuah julukan yang telah Surya ketahui sejak ia mendapatkan sistem.
sosok yang menaruh kekuatannya kepada Surya dan menariknya berkali kali dari kegelapan abadi yang bernama kematian.
'jadi dia…sang penguasa perang!!' mata Surya menyipit ketika menatap sosok wanita yang tersenyum.
~gulp
tanpa sadar Surya menelan air liurnya sendiri, ia merasa gugup dan bergetar ketika menatap wanita yang diikat oleh ratusan rantai.
'hanya dengan menatapnya saja, aku bisa merasakan kekuatan yang sangat besar bersembunyi di dalam tubuhnya!!!' membatin Surya.
Surya mencoba untuk berbicara terhadap wanita tersebut, ia merasa bahwa apa yang selama ini ia pikirkan, jawabannya ada didepan matanya.
namun tiba-tiba wanita tersebut yang berbicara lebih dulu.
「aku sudah menunggu kesempatan untuk bertemu denganmu, tidak kusangka, kau tumbuh dengan sangat baik!」 ucap Cala.
"kau yang memberikan kekuatan ini melalui prajuritmu! apa tujuanmu sebenarnya?!" Surya berbicara tegas terhadap Cala.
Cala tersenyum mendengar ucapan Surya.
「HAHAHA!!!」Wanita itu tertawa keras dan menunjukan aura kekuatan yang sangat besar.
「tentu saja kau berhak mengetahuinya, karena itu…」
[Ring]
terdengar notifikasi sistem.
[Anda dapat melakukan sinkronisasi ingatan]
[Apakah anda akan menerima? Ya/Tidak]
sebelumnya Surya pernah mengalami sinkronisasi ingatan mengenai tragedi bencana raya, kini ia mendapatkan notifikasi yang sama untuk kedua kalinya.
setelah membaca pesan sistem, Surya menatap Cala dengan serius.
「ini akan menjadi cerita yang panjang!」ucap Cala sambil tersenyum.
setelah berpikir secara hati-hati, Surya menjawab pesan sistem.
"Ya!"
~Wuoong
tiba-tiba disamping Surya dan Cala muncul sebuah gambaran besar yang berisi ingatan masa lalu Cala.
「Ini adalah permulaan kami sebagai Lord」ucap Cala.
setelah gambar di layar besar tersebut mengeluarkan cahaya putih, layar tersebut menampilkan ingatan yang ditunjukan oleh Cala.
sebuah ruangan yang panjang, di pinggir ruangan tersebut terdapat banyak pilar besar yang menjadi penopang bangunan tersebut.
di ujung ruangan tersebut terdapat lima buah kristal berbentuk oval yang ukurannya sebesar lemari pakaian.
lima kristal yang memiliki warna yang berbeda…Merah, Emas, Hijau, Biru, dan Ungu.
「itu adalah kami, para lord sebelum mencapai sebuah kelahiran」ucap Cala.
Surya memperhatikan ingatan tersebut dengan teliti.
di ingatan tersebut, muncul sesosok makhluk yang menyerupai manusia, ia mengenakan mahkota di kepalanya serta jubah putih keemasan.
「Dewa! ialah yang menciptakan kami para lord!…dia penguasa dari segala penguasa!」ucap Cala.
kemudian layar mengubah penampilannya, kali ini layar tersebut menampilkan medan perang yang dipenuhi mayat, lautan darah, dan kobaran api yang membara.
「kami para lord diberi tugas untuk menghancurkan dunia yang memiliki populasi yang berlebihan」
Surya bekeringat melihat adegan pembantaian berskala besar yang ada di layar.
adegan dimana ratusan ribu naga serta pasukan monster yang melawan prajurit yang mengenakan armor putih.
「Kami dianugerahkan kekuatan yang dapat menghancurkan dunia…lihatlah ke atas langit sana!」ucap Cala.
__ADS_1
Surya melihat ke langit yang merah dan gelap, beberapa saat kemudian, tiba-tiba sebuah cahaya merah melaju dengan kecepatan yang dahsyat dan langsung membentur tanah.
~BOOM
「Itu aku」ucap Cala.
Surya memperhatikan tampilan layar yang menampilkan sosok yang tertutup oleh debu akibat dari benturannya dengan tanah.
***
sosok tersebut keluar dari kumpulan debu, sosok penguasa yang menggunakan mahkota kristal merah dikepalanya.
sosok ratu yang mengenakan zirah hitam legam dengan beberapa bagian sisi zirahnya yang berwarna merah gelap.
「Calamity」
ia hanya sendirian menghadapi salah satu dunia yang dihuni.
didepannya terdapat ratusan ribu pasukan berzirah yang tersebar luas.
Cala maju beberapa langkah kedepan, tiap gerakannya menimbulkan gesekan antar bagian zirahnya hingga terkesan seperti sebuah robot.
Cala melirik ke kanan, ke kiri, dan ke depan, pasukan yang jumlahnya sangat banyak telah mengelilinginya.
para pasukan tersebut merasa waspada terhadap kehadiran Cala, kemudian secara serentak mereka menyerang secara bersamaan.
「Serang!!!」
pasukan itu mulai mendekat ke arah Cala, target pasukan tersebut hanya memejamkan matanya sejenak, kemudian…
~Cling
Cala membuka matanya yang memancarkan cahaya merah yang mengintimidasi.
"mustahil, kekuatan macam apa itu?!" para prajurit musuh bergetar merasakan aura dari Calamity.
kemudian Cala mengangkat satu tangannya ke atas, tiba-tiba…
~BLARR
[Calamity Sword]
pedang tersebut hadir dan menimbulkan kesan gagah serta menakutkan bagi para prajurit yang menjadi lawannya.
~Crak!
~BOOM!!
Cala melaju secara acak melebihi kecepatan sambaran petir.
tiap daerah yang dilewatinya seketika meledak secara hebat.
~BOOM…BOOOM…BOOM
para prajurit tersebut tak berkutik sedikitpun dan tidak bisa memprediksi arah lawannya.
Surya yang melihat adegan tersebut juga merasa takut dengan kekuatan dari penguasa perang.
penguasa dunia tersebut merasa sangat murka ketika ia menyadari bahwa sosok yang menjadi lawannya merupakan sosok yang tidak akan pernah bisa ia gores sedikitpun.
tiba-tiba…
~Sriing
sosok yang ia bicarakan melintas tepan didepan matanya, ia melihat sosok yang tersenyum sambil menikmati pembantaian tersebut.
setelah itu…
~Boom
penguasa tersebut terhempas jauh karena gelombang kejut dari ledakan tersebut.
「ugh! bagaimana bisa…」
ketika penguasa tersebut mencoba bangun, kini ia disuguhkan pemandangan seluruh prajuritnya yang telah mati dalam keadaan mengenaskan.
tidak satupun dari prajuritnya yang masih berdiri di medan perang, hanya ada sosok wanita yang berdiri dan membawa pedang merah kehitaman.
__ADS_1
Cala berhasil membunuh seluruh pasukan tersebut kurang dari tiga menit.
kemudian ia mengangkat satu tangannya setinggi dada dan berkata…
「Soul Destroyer Gaze」
~csskk
~wuoong
ratusan ribu mayat yang terbaring di medan tempur, terangkat oleh kekuatan tak kasat mata, lalu keberadaan mereka mulai terhisap ke salah satu tangan Cala.
~Wushh
begitu pun pemimpin dunia yang masih hidup, ia terangkat ke udara namun jiwanya tidak terhisap.
hal itu sengaja Cala lakukan, ketika seluruh prajuritnya telah binasa, Cala menarik pemimpin pasukan tersebut dengan kekuatan Lord Authority dan mencekiknya.
Cala menatap tajam pemimpin pasukan tersebut yang ketakutan terhadap dirinya.
「******!!」pemimpin tersebut menghina Cala dengan bahasanya.
Cala terdiam sejenak, ia tidak memahami bahasa lawannya, namun ia paham bahwa musuhnya sedang menghina dirinya.
Cala menatap tajam mata penguasa tersebut, tatapan yang membuat lawannya lebih memilih mati dengan cepat dari pada menatap mata tersebut.
kemudian…
~CRAAAK!!
~Crrr
…
Cala mencekik pemimpin pasukan tersebut hingga lehernya hancur berantakan, lalu darah mengalir deras keluar dari leher pemimpin pasukan tersebut.
~Brak
Cala membuang jasad pemimpin pasukan tersebut dan berjalan menjauhinya, wajahnya berlumuran darah pasukan yang ia binasakan.
ia tidak merasa jijik sedikitpun, justru ia sedikit mencicipi darah dari lawannya.
setelah itu, Cala menancapkan Calamity Sword ke tanah, sesaat kemudian energi yang sangat besar mengalir kedalam Calamity Sword.
Calamity Sword menghisap energi kehidupan dunia tersebut hingga habis.
dunia tersebut menjadi kering, keruh, dan rapuh setelah energi kehidupannya habis.
ketika Cala mencabut pedangnya dari tanah…dunia tersebut hancur menjadi abu secara perlahan dan Cala meninggalkan dunia tersebut.
***
「dunia yang dilindungi oleh penguasanya, mereka adalah para prajurit bintang paling terang」ucap Cala.
mendengar kata-kata tersebut, Surya akhirnya memahami arti dari Soul Star Shards.
kemudian Cala lanjut berbicara.
「Kami menghancurkan banyak dunia sesuai perintah dari pencipta kami, namun pada suatu saat ketidakpuasan kami terhadap pencipta kami semakin besar」 ucap Cala.
kemudian layar menampilkan ingatan Cala yang lainnya.
itu berada di sebuah bangunan yang hancur, pemandangan yang mengerikan terjadi disitu.
pemandangan dimana dewa pencipta itu tertusuk oleh lima senjata yang berbeda dan tersandar di tembok yang hancur.
「pada akhirnya, kami mengkhianati pencipta kami dan membunuhnya!」ucap Cala.
dihadapan dewa pencipta yang sekarat, berdirilah lima sosok yang bersembunyi dari balik bayangan.
kelimanya memancarkan cahaya dimatanya serta aura yang mengerikan.
adegan selanjutnya memperlihatkan ketika dewa pencipta tersebut memejamkan mata untuk selamanya.
__ADS_1