
Shiba tetap menunjukan senyum ramahnya, tapi ia tidak akan bisa menyembunyikan auranya dari Surya.
"baiklah aku tidak masalah, tapi ada satu syarat" ucap Surya.
penerjemah memberitahu apa yang Surya ucapkan.
"baiklah, apa syaratnya?" ucap Shiba.
setelah itu, tiba-tiba para hunter terkejut karena Surya berbicara bahasa Jepang.
namun para hunter Jepang lah yang lebih terkejut dengan apa yang Surya katakan, terutama Shiba.
"keluarkan kekuatan penuhmu!" ucap Surya dalam bahasa Jepang.
'dia seriusan?!' membatin Shiba.
jantung Shiba berdetak cepat karena Surya berkata hal seperti itu kepada hunter terkuat di Jepang dan tersenyum.
"umh, apa dia benar-benar serius ingin melawan Shiba?" ucap Sakura kepada Touka.
"entahlah!" jawab Touka.
'hunter mage memiliki kecepatan seperti itu?!' membatin Touka.
"kurasa hunter Surya seorang jenius muda, dia mempelajari bahasa asing juga ternyata" ucap Jin-Ho.
"apakah kita tidak harus menghentikan ini?" tanya Chun Hei Gi.
"meski kau berkata seperti itu, namun matamu berkata ini saat yang tepat untuk melihat kekuatan hunter Surya secara langsung" jawab Ha-Neul.
Chun Hei setuju dengan pendapat Ha-Neul.
setelah berpikir sejenak, Shiba menerima tantangan Surya.
keduanya mundur ke posisi masing-masing.
setelah beberapa saat, keduanya telah siap ditempat.
"baiklah" ucap Surya.
namun ketika ia melihat ke arah Shiba, dirinya telah menghilang.
Surya merasakan sesuatu yang kuat datang dari belakang.
~Wushhh
tangan Shiba yang membentuk seperti bilah menebas ke arah leher Surya dari belakang.
namun Surya telah mengantisipasi serangan kejutan itu dan melompat menjauh.
'haha…sepertinya dia sangat terobsesi!' membatin Surya.
'dia menghindari seranganku? dia yang seorang hunter mage?!' membatin Shiba.
Shiba tidak menyangka seorang seperti Surya dapat menghindari serangannya dengan mudah.
melihat Shiba yang terkejut, Surya tersenyum.
'dia meremehkanku?!'
Shiba sedikit kesal dan terpancing melihat senyum remeh Surya.
'akan kubongkar seluruh kekuatanmu!' membatin Shiba.
kini tubuhnya dikelilingi aura emas keputihan.
ia menguatkan kakinya, memberikan tekanan yang kuat dan melanju ke arah Surya.
~Wushhh
Shiba melaju dengan sangat cepat dan mengambil langkah zig zag.
dengan cepat ia mempersempit jaraknya dengan Surya.
wush…wush…wush.
serangan cepat Shiba memberikan gelombang kejut.
'dia memang sangat cepat, tapi…bukan berarti aku tidak bisa menghindarinya' membatin Surya.
ia menghindari seluruh serangan Shiba dan tetap tersenyum.
'dia masih bisa tersenyum?!'
__ADS_1
Shiba terkejut dan menjadi marah karena merasa diremehkan.
"aku merasa sedikit tidak nyaman menyaksikan pertarungan ini!" ucap Mitsuha.
"kau benar, Shiba terlihat sangat marah" ucap Shiro.
para hunter Jepang berpikir bahwa sebaiknya menghentikan pertarungan sebelum menjadi lebih serius.
"dia sangat cepat!!" ucap Hak-Kun.
"tidak hanya cepat, dia seperti sedang mengejek dan menyuruh hunter Shiba menyerangnya habis-habisan!" ucap Irene.
'entah mengapa dia hunter Surya yang berbeda dari yang kutemui beberapa hari yang lalu!' membatin Irene.
pertarungan menjadi lebih intensif, gelombang kejut yang berasal dari pukulan Shiba membentur dinding ruang pelatihan.
~Woshh
'kau bahkan menghindari serangan ini?!' membatin Shiba.
Surya menghindari serangan yang mengarah ke lehernya dimana sebelumnya ia menghindari serangan yang menyerang kakinya dan masih berada di udara.
'ini tidak akan berakhir jika aku tidak mengeluarkan kekuatan penuhku!'
~Woshhh
Shiba terbawa oleh emosinya dan mengeluarkan niat membunuh yang sangat kuat.
serangannya kini menjadi cukup berbeda.
~crat
leher Surya sedikit tergores walaupun serangan Shiba tidak mengenainya.
serangan Shiba seperti dragon claw aura milik Surya yang bisa menjadi perpanjangan tangannya.
'aura membunuh ya?' membatin Surya.
saat tusukan lurus dari Shiba mendekat ke leher Surya, ia menepisnya dengan tangan kiri dan melangkah ke samping kanan Shiba, kemudian mencungkil kakinya dengan cepat.
Shiba yang terangkat ke udara, memutarkan tubuhnya dan menyerang Surya dengan tangan kirinya.
'kena kau!' membatin Surya.
~BOOM
"ugh!" Shiba mengerang sakit.
tubuh Shiba terbanting ke lantai hingga lantai ruang pelatihan retak.
benturan tersebut membuat debu dari pecahan lantai berserakan dan menutupi pandangan Surya.
ketika Surya melihat ke bawah.
'dia menghilang ya?' membatin Surya.
Shiba menahan sakit di punggungnya dan segera keluar dari debu dan mempersiapkan serangan berikutnya.
namun ia tidak sadar dengan keberadaan Surya yang ada di belakangnya.
~Dbuggg
Shiba berhasil memutar dan menangkis tendangan Surya, namun serangan Surya yang kuat membuatnya terpental ke belakang.
ia merasa sedikit sesak akibat tekanan serangan dari Surya.
Shiba mendarat setelah terhempas, namun saat itu juga Surya sudah berada di depannya.
mana yang terkonsentrasi berkumpul di tangan kanan Surya.
~BOOOM
pukulan Surya dihentikan oleh Jin-Ho, Hak-Kun, dan Chun Hei Gi.
namun ledakan mana dari pukulan Surya tetap tercipta, beruntungnya para hunter mage dari Jepang membuat Kekkai dan untuk berjaga jaga, Mikami sudah siap menerima serangan Surya.
"hunter Surya, dia lah yang akan memimpin raid kali ini" ucap Jin-Ho dengan suara yang sedikit gemetar.
"jika ia sampai terluka, maka akan berakibat buruk untuk raid kali ini, kumohon mengertilah" ucap Chun Hei Gi.
Surya melepas aura ditubuhnya, akhirnya mereka melepas genggamannya pada Surya.
"hunter Surya, apa tindakan kami mengganggumu?" ucap Hak-Kun dengan ekspresi cemas.
__ADS_1
"tidak, kalian sudah benar" ucap Surya.
di sisi lainnya, para hunter Jepang membantu Shiba berdiri.
Ghie mendekat ke arah Surya.
"Ketua, tadi kau bertanya apakah aku akan ikut raid bukan?" ucap Surya.
"ah, iya" ucap Ghie.
"aku akan mengabarimu nanti malam" ucap Surya.
setelah itu, Surya mengabaikan para hunter dan keluar dari gedung asosiasi.
"baiklah, mari kita akhiri pelatihan pada hari ini" ucap Ghie.
para hunter satu per satu meninggalkan ruangan.
Kato Sunohara melihat hal yang tidak biasa dari Mitsuha Megumi ketika dirinya bergetar ketakutan dan tidak bisa bergerak.
"hei, apa yang terjadi?!" Kato menjadi cemas.
"a…ah tidak apa, aku hanya sedikit letih" jawab Mitsuha.
"beristirahatlah, raid akan dilakukan dua hari lagi" Kato menepuk bahu Mitsuha.
Kato berjalan lebih dulu.
'sepertinya terjadi sesuatu' membatin Kato.
Mitsuha mengingat kembali sesuatu yang terjadi padanya beberapa menit yang lalu.
'apa itu?! bagaimana ini bisa terjadi?!' jantung Mitsuha berdetak kencang.
'aku hanya mengeluarkan sedikit niat untuk menyerang hunter Surya jika hunter Shiba benar-benar terpojok…ta…tapi ketika aku telah berniat melakukannya…'
Mitsuha bergetar ketika dirinya akan segera menyerang hunter Surya walau hanya sebagai belaan terhadap hunter Shiba.
ketika Mitsuha baru maju satu langkah…sebuah tangan yang besar dengan cakar tajam sudah sedikit menempel pada lehernya, tiga tangan lainnya telah menempel pada posisi jantung, kaki, dan kepala.
(kau tidak boleh mengganggu pertarungan raja, manusia!)
sosok monster dengan 4 tangan yang dapat menyembunyikan hawa keberadaannya, mengancam Mitsuha untuk tidak bergerak sedikitpun.
ia menyadari kematian sudah ada didepan matanya jika ia bergerak sedikitpun.
insting bertahan hidupnya memutuskan untuk melakukan apa yang diperintahkan sosok yang lebih kuat.
'bagaimana para hunter tidak merasakan kehadirannya?' membatin Kato.
ketika ia berusaha memeriksa sosok yang telah mengancamnya dari belakang, ia tidak menemukan siapapun di belakangnya.
ia tidak dapat menahan tekanan aura membunuh sosok tersebut hingga akal sehatnya terganggu seketika.
'ta…tadi dia bilang raja bukan?!' membatin Mitsuha dan melirik ke arah Surya yang serangannya sedang dihentikan oleh hunter Korea.
'kurasa aku selamat dari kematian yang mengenaskan!' membatin Mitsuha.
ia tidak ingin mengingat kejadian tersebut.
malam harinya…
ketika pengumuman data para hunter yang akan berpartisipasi pada raid pulau Jeju, semua orang terkejut karena Surya memutuskan untuk tidak mengikuti raid tersebut.
media menjadi bingung mengapa Surya melakukan hal tersebut, sehingga orang-orang mulai berasumsi buruk kepada Surya.
"gelarnya saja rank-S, namun mentalnya hanya sebatas pecundang!"
"huh…dia hunter yang sombong!"
"bukankah pada saat pengukurannya, ia juga mengabaikan wartawan?!"
"hunter seperti itu matinya pasti cepat!"
di mobilnya, Surya membaca komentar dari orang-orang di sosial media mengenai dirinya.
"aku tidak peduli mau seperti apa mereka menilai diriku, yang terpenting bagiku sekarang adalah mengurus dan menjaga Mora" ucap Surya.
'entah mengapa, semakin bertambah kuatnya diriku, aku merasakan ada sesuatu yang hilang dari dalam diriku dan entah mengapa aku merasa jauh dari orang-orang yang dekat denganku!' membatin Surya.
Surya membaca data para hunter yang berpartisipasi pada raid pulau Jeju.
"dua belas hunter Jepang dan delapan hunter Korea, tanpa diriku pun itu sudah cukup untuk menyelesaikan raid tersebut…kurasa begitu"
__ADS_1
Surya sedikit ragu dengan kata-katanya.