End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 39. Amarah


__ADS_3

menyadari sesuatu yang buruk telah terjadi, Surya mengetahui bahwa ketiga orang yang ada bersamanya sedang dalam bahaya.


dan Surya merasakan sinyal bahaya dari Park.


'Tuan Park!!'


Surya memfokuskan ingatannya pada wajah Park.


ia melihat vila milik Park terbakar hebat.


~Clap


Surya menjentikan jari dan dari jarinya terbentuk sebuah gate.


~Wushh


Surya langsung berpindah tempat, tepat didepan vila yang terbakar.


"Sial!!"


Surya merasakan firasat buruk ketika Park memberi tahu bahwa tempat vila miliknya tidak banyak orang yang tahu.


~Wushh


Surya melompat tinggi dan mengangkat satu tangannya, di tangannya terbentuk konsentrasi mana yang menyebar luas dan berubah menjadi percikan air yang tak terhitung jumlahnya.


ia mengayunkan tangannya ke arah vila dan air tersebut membasahi vila dan memadamkan api secara perlahan.


api padam begitu cepat karena itu adalah api yang tercipta secara murni sedangkan air yang membasahinya tercipta dari mana.


Surya masuk melalui balkon lantai dua.


"Tuan Park!!" Surya berteriak, ia tidak mendengar jeritan sedikitpun.


ketika Surya menuruni tangga menuju lantai satu, ia melihat seorang pria paruh baya yang mengalami luka bakar 70%.


itu adalah Park.


Surya melompat dan memeriksa keadaan Park.


"dia masih hidup!"


'apa yang sebenarnya terjadi?! kecelakaan?! bukan!!…ini telah direncanakan!!'


mata Surya melebar dan wajahnya mengeras.


"siapa yang berani melakukan ini?!"


kemudian Surya baru menyadari sesuatu.


'aku tidak merasakan Ae-Cha dan Mora di sekitar sini!'


tanpa basa basi, Surya mengetahui apa motif dari kejadian yang terjadi.


ia langsung melepas cincin pengekang aura, dan mengaktifkan beberapa skill yang mengintimidasi seperti brave aura.


"Vanity!!"


segera Vanity keluar dari gate setelah mendengar panggilan dari tuannya.


Vanity bertekuk lutut.


"Your Command, My Lord"


Surya merasa Vanity bisa melakukan perintahnya dengan cepat.


"bawa dia ke rumah sakit terdekat dan biarkan dokter menanganinya, setelah itu kembalilah!"


"lakukan dengan kecepatan yang bisa kau tempuh!"


Vanity sosok manusia dengan dua sayap dibelakangnya…seluruh tubuh termasuk sayapnya dilapisi zirah hitam bercahaya seperti sebuah permata.


"perintah pertamamu akan kuselesaikan dengan sempurna…tuanku!" ucap Vanity.


kemudian Park dibawa pergi oleh Vanity menuju rumah sakit.


Surya memfokuskan ingatannya kepada adiknya.


setelah beberapa saat…


adiknya dan Ae-Cha sedang berada didalam sebuah mobil yang dijaga oleh 4 hunter rank-A.


Surya menyadari bahwa mereka bukan hunter dari Korea, dilihat dari wajah mereka yang merupakan wajah orang-orang Eropa.


Surya membentuk gate dan langsung menuju lokasi adiknya.


ia berada belasan meter diatas mobil yang membawa adiknya.


"Stealth!" Keberadaan Surya menghilang dan ia mendarat tepat di atas mobil yang membawa Mora dan Ae-Cha.


~tap


Surya melihat ke belakang, dan dibelakang terdapat 2 mobil yang sama berjalan mengikuti mobil yang membawa Mora dan Ae-Cha.


'aku tidak bisa bertindak gegabah didepan keramaian atau itu akan menarik perhatian'


mata Surya bersinar mengeluarkan cahaya merah.


"Cih!"


'ini kelalaianku!! seandainya aku memerintahkan prajuritku untuk menjaga mereka sebelum pergi' Surya menyipitkan matanya.


Surya mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada seseorang yang penting di Korea


itu adalah ketua asosiasi Korea, Ghie Dae-Hyun.


(Mohon bantuan untuk kedepannya)


itu adalah pesan yang Surya kirim kepada Ghie.


Surya menyimpan ponselnya dan menatap ke depan dari atas mobil.


'untuk sekarang, mari cari tahu siapa pelakunya' gumam Surya.


***


di gedung asosiasi…Ghie membuka ponselnya, matanya melebar ketika ia mendapat pesan dari orang yang tak terduga.


itu adalah pesan dari Surya.


'sejak kapan aku memberi tahu nomor ponsel pribadiku?!' membatin Ghie.


sebelah mata Ghie bersinar putih keemasan.


ia sangat terkejut karena nomor ponselnya sangat dirahasiakan.


"kesampingkan hal itu…apa maksud dari ucapannya?" Ghie bertanya pada dirinya sendiri.


***


mobil yang Surya taiki akhirnya berhenti di depan sebuah gedung yang memiliki 93 lantai dan menjadi salah satu gedung tertinggi di Korea.


itu adalah sebuah gedung perusahaan ternama.


ketika Surya menatap tajam gedung tersebut, ia merasakan puluhan aura hunter yang cukup kuat.


37 hunter rank-B high dan 15 hunter rank-A menengah.


'jadi mereka yakin bahwa tuan Park memiliki pelindung yang akan datang menyelamatkan anaknya…karena itu mereka mempersiapkan ini semua?' membatin Surya.

__ADS_1


'namun kurasa mereka semua adalah hunter ilegal yang memalsukan identitasnya dan bekerja untuk seseorang'


kemudian wajah Surya menjadi lebih dingin.


"kalau begitu…orang ini bekerja sama dengan pihak luar ya…tindakan bodohmu ini selayak dengan nyawamu!" ucap Surya dengan nada rendah.


Surya menjauh dan melompat ke tiap lantai dan menaiki gedung hingga ke puncak.


ia melihat Mora dan Ae-Cha yang baik-baik saja dan dibawa paksa oleh beberapa hunter.


'maafkan aku…kalian harus menunggu sedikit lebih lama lagi' Surya menatap dua wanita yang dibawa.


Surya memantau situasi dari atap gedung lain yang berada beberapa ratus meter dari gedung tempat Mora dan Ae-Cha diculik.


'ada banyak orang-orang yang tidak bersalah akan terlibat…aku harus mengeluarkan mereka terlebih dahulu.


~Clap


Surya menjentikan jari dan mengeluarkan bola api kecil.


Surya bergaya seperti seorang pitcher dan melempar bola api tersebut.


~Wushh


bola api tersebut melaju dengan cepat dan memecahkan kaca di lantai 28


~Trassh


Surya bisa mendengar alarm terjadinya kebakaran di gedung tersebut…setelah itu para karyawan mulai keluar dari gedung untuk evakuasi.


***


Mora dan Ae-cha dibawah ke lantai 72 melalui lift.


mulutnya di sekap dan mereka tidak bisa berbicara, bahkan bergerak pun tidak karena mereka dikekang oleh hunter yang memiliki peringkat yang tinggi.


setelah keluar dari lift, di lantai 72 terdapat puluhan hunter yang mengenakan setelan yang sama yaitu jas hitam serta memakai kacamata hitam.


dan ditengahnya terdapat dua pria paruh baya, yang satu mengenakan jas putih dan satunya mengenakan jas cream dengan wajah orang Eropa.


"jadi dia adalah putrinya…sungguh cantik dan menawan" pria berwajah Eropa memegang dagu Ae-Cha.


Ae-Cha mengalihkan wajahnya karena tidak ingin disentuh.


pria tersebut adalah Gilbert.


tangan satunya masih di Gips karena patah akibat ulah Surya beberapa hari yang lalu.


"kau boleh memilikinya ketika targetku telah terpenuhi" itu adalah ucapan dari pemilik perusahaan yang ingin menjatuhkan Park.


"tentu saja uang yang banyak tidak akan cukup, jika aku telah melihat gadis secantik ini"


Gilbert mendekatkan wajahnya dengan wajah Ae-Cha.


Mora berusaha berteriak namun tidak bisa karena mulutnya disekap.


"hoo…lalu siapa gadis yang satu ini?" tanya Gilbert.


"mungkin hanya kenalannya" ucap pesaing Park.


"sudah kuduga wajah-wajah wanita Korea memiliki kecantikan yang mempesona…hei nak, kau akan menjadi milikku!" ucap Gilbert.


Mora ketakutkan dan sedikit merintihkan air mata.


lalu Mora dan Ae-Cha dibawa ke belakang mereka.


"menyewa 50 hunter kelas atas milikku hanya untuk ini? kuyakin ada hal yang lebih penting" ucap Gilbert.


"Park memiliki pelindung yang sepertinya merupakan seorang hunter, karena itu sepertinya dia akan datang untuk menyelamatkan anak dari tuannya" ucap pesaing Park.


tiba-tiba seorang karyawan keluar dari lift dan tergesa-gesa.


pesaing Park hanya mengangkat tangannya sebagai jawaban…kemudian karyawan tersebut kembali dan segera evakuasi.


"kuyakin ini bukan kebetulan?" tanya Gilbert.


"ya…dia datang!" ucap pesaing Park.


'melawan 52 hunter ku sekaligus? tidak mungkin…kuyakin dia akan segera mati ketika baru bertemu satu hunterku!' membatin Gilbert.


"bersiaplah!" ucap Gilbert dengan santainya.


kemudian para hunter mage menyiapkan mantranya dan diarahkan ke lift lalu hunter tipe pertarung berdiri paling dekat dengan lift.


mereka berfikir bahwa penyusup akan melewati lift karena itu adalah jalan satu-satunya menaiki lantai.


tiba-tiba…


~BOOM


sesuatu menerobos dari atap gedung dan menciptakan debu sehingga pandangan mereka terhalangi.


~uhuk…uhuk


beberapa orang batuk karena debu yang menyebar.


kemudian…


dibalik debu yang menutupi pandangan semua orang…2 pasang mata mengeluarkan cahaya merah berkilauan seperti darah.


'itu!!!' Gilbert merasakan sebuah bahaya.


lebih tepatnya…ia merasakan dirinya berada di posisi sebagai mangsa, dan didepannya adalah pemangsa.


"para hunter mage…kenapa kalian diam saja?!"


ketika Gilbert menoleh ke belakang untuk memberi perintah kepada hunter…seluruh tubuhnya bergetar ketakutkan menyaksikan pemandangan yang mengerikan.


seluruh mage yang memiliki rank-A tidak bergerak sama sekali…ketika pandangan menjadi lebih jelas…


tubuh tiap-tiap hunter mage telah berlubang dengan ukuran yang besar, dan itu tepat di bagian jantung mereka.


Mora dan Ae-Cha juga telah menghilang.


"Sial…semuanya…serang!!!" Gilbert berteriak.


Serentak para hunter yang tersisa dilantai 72 menyerang Surya.


"Argg" salah satu hunter melompat dan akan memukul Surya.


Surya menghempaskan tangannya yang terbentuk seperti cakar


~Wushh


~Cratt


dalam sekejap hunter tersebut terbelah menjadi tiga seperti dicakar hewan buas dengan ukuran raksasa.


"Ba*ingan sialan!!"


dua hunter menyerang dari sisi samping kanan kiri Surya.


Surya mengangkat tangan kanannya setinggi dada dan berjalan kedepan.


ketika dua hunter itu mendekat.


~Crat…crat…crat…crat


dua hunter tersebut tertusuk belasan tanah runcing yang Surya ciptakan dan mengenai titik vital manusia.

__ADS_1


seluruh hunter yang tersisa adalah para fighter.


"serang secara bersamaan!!"


"Arghhh"


9 hunter bergerak serentak ke arah Surya.


[Sprint : Active]


~Wushh


~Crat…crat…crat…crat…crat


~Arghh…tidaaak!!…ughh


jeritan kesakitan terjadi seketika.


9 hunter tersebut kehilangan kedua kakinya dalam sekejap dan tidak bisa bergerak.


"ba…bagaimana bisa?!" pesaing Park bergetar.


'kurang dari 3 menit…hunter dengan peringkat tinggi dikalahkan dengan mudahnya oleh satu hunter yang tidak diketahui' pesaing Park putus asa.


dengan tangan yang bergetar, Gilbert berusaha meraih ponselnya dan memanggil sisa hunter yang ada.


"tu…tuan…tolong kami!!" Suara dari telpon mengeluarkan suara yang lebih ketakutan dari pada Gilbert.


"a…ada monster…hanya satu, ta…tapi mereka membantai dan memakan para hunter tanpa sisa!!"


"tolong ka…tidaaaaakk!!"


(Craatt)


dari telpon terdengar erangan kesakitan dan suara daging yang sedang dirobek dengan paksa.


(Kuarghh)


~trakk


~tiiit


ponsel tersebut mati.


tanpa sadar Gilbert menjatuhkan ponselnya dan menoleh ke arah sosok yang kini terlihat wujudnya dengan jelas.


"Ka…kauu?!"


"tidak ada waktu bagimu untuk berfikir…Gilbert!!" Surya menambahkan tekanan pada Suaranya.


Gilbert mengamuk kepada pesaing Park.


"kenapa kau tidak memberi tahuku bahwa dia adalah orang yang menjaga putri dari pemilik perusahaan sainganmu?!"


Surya menatapi perdebatan mereka berdua.


'Sungguh merepotkan bekerja sama dengan seseorang…jika gagal mencapai sebuah tujuan, kau akan dibuang layaknya parasit!'


'syukurlah Emptiness dapat membawa Mora dan Ae-Cha…dan juga Gluttony…akan kubiarkan dia memakan orang yang pantas mati!'


~Wuoong


Surya mencekik 2 orang yang masih berdiri tegap ke udara dengan skill Untouchable hanya dengan satu tangannya, itu adalah Gilbert dan pesaing Park.


"akan kutunjukan pemandangan yang indah"


~Clap


ketika Surya menjentikan jarinya…seluruh hunter yang menjerit akibat kakinya yang putus, kini berteriak lebih keras ketika tubuhnya mulai terbakar oleh api.


"Tidaaak…tolong saya tuan…tidaaaaak!!!"


kemudian muncul sosok dari gate kecil di belakang Surya.


"Perintahmu, tuanku!" itu adalah Gluttony yang telah selesai memakan seluruh hunter yang berada di lantai 1 sampai 71.


"aku membuatkan hidangan yang enak untukmu" senyum beringas muncul di wajah Surya dan itu menoleh kepada hunter yang terbakar.


"dengan segala hormat, kuterima hidanganmu, tuan"


Gluttony membuka kembali helm berzirahnya, dan di mulutnya masih dipenuhi darah manusia yang ia lahap.


~Kuarghhh


rahang Gluttony menjadi sangat besar, hingga cukup untuk melahap tubuh manusia dalam sekali gigitan.


~Crunch…Crunch…rrrghhh


Gluttony melahap hunter yang masih hidup.


jeritan putus asa muncul di ruangan tersebut.


dalam beberapa menit, Gluttony melahap habis seluruh hunter, ia melahapnya perlahan karena itu adalah hidangan dari tuannya.


"hamba sangat tersanjung…tapi tuan…"


mata Gluttony menjadi lebih bersinar dan menatap dua orang yang terangkat oleh kekuatan Surya.


"bolehkah…aku melahap dua yang disana?" Air liur bercampur darah keluar dari mulut Gluttony…ia juga memainkan cakarnya seakan tidak sabar menunggu jawaban dari tuannya.


Surya berbalik menghadap Gluttony dan mengetuk bahunya.


Surya mendekatkan dirinya kepada telinga Gluttony seakan sedang berbisik, namun suaranya terdengar oleh dua orang yang putus asa.


"tidak!! aku akan membiarkannya hidup" ucap Surya.


Gluttony merasa sedikit sedih, namun perintah tuannya adalah mutlak.


"baik, tuanku" ucap Gluttony dan ia memakai kembali helm zirahnya.


ekspresi lega muncul di wajah kedua orang yang mengambang di udara


namun tiba-tiba Surya tersenyum beringas dan menatap dingin mereka berdua.


"setidaknya untuk 5 detik kedepannya" ucap Surya dengan ekspresi marah.


wajah mereka berdua mengeras.


dan…


~Wushhh


"ARRRRGHHH!!!"


api hitam membakar mereka berdua…dan 5 detik kemudian…mereka berdua lenyap tanpa sisa sedikitpun.


pesan sistem muncul sebagai notifikasi.


[Authority Quest


mempelajari penggunaan dan pengendalian elemen yang ada di dunia


Quest akan selesai saat potensi anda mencapai 100%


potensi : 100%


hadiah : The Ruler of All Elements ]


[anda mendapatkan otoritas sebagai penguasa elemen]

__ADS_1


Surya langsung menutup pesan sistemnya karena ada hal yang lebih penting yang harus dia urus terlebih dahulu.


__ADS_2