End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 66. Rencana


__ADS_3

Keesokan harinya.


Seoul dilanda hujan yang cukup deras, orang-orang mengenakan payung atau jas hujan dan tetap melanjutkan aktifitas mereka.


(Kami menginformasikan mengenai kematian beberapa orang secara misterius, mereka semua mati dalam keadaan yang mengenaskan.)


beberapa stasiun televisi menyajikan informasi yang sedang hangat.


(berdasarkan informasi yang kami terima, semua korban adalah anggota dari tim streaming raid Korea Selatan, kemungkinan besar mereka adalah korban pembunuhan.)


mendengar informasi yang disampaikan, orang-orang mengaitkan kasus tersebut dengan yang mereka lakukan beberapa hari lalu.


yaitu menayangkan raid pulau Jeju secara langsung, masyarakat teringat kembali dengan sosok monster yang menghancurkan dua helikopter pada saat raid.


(pada hari ini diperkirakan cuaca beberapa jam kedepan akan terjadi hujan yang lebih deras…)


beberapa stasiun televisi juga menginformasikan tentang informasi cuaca.


namun sejak kejadikan Bencana Raya, seluruh dunia menaruh minat yang besar terhadap monster, gate, dan hunter.


perlahan dunia mulai berubah, dimana konsentrasi sihir di bumi semakin membesar karena kebangkitan hunter ataupun kemunculan gate dan artefak yang mengandung sihir.


pada hujan yang cukup deras, Surya memarkirkan mobilnya di depan sebuah gedung yang memiliki dua puluh empat lantai.


gedung asosiasi.


Surya keluar dari dalam mobilnya, dengan setelan kemeja putih dan trench coat hitam yang cocok di musim dingin, namun pakaiannya sedikit demi sedikit terkena tetesan hujan.


setelah berjalan beberapa kaki, Surya memasuki gedung asosiasi.


petugas yang bertugas menerima tamu memberitahukan jadwal ketua asosiasi yang sedang kosong dan memandu Surya ke ruangan ketua Asosiasi.


~tok…tok


Surya mengetuk dan membuka pintu ruangan ketua asosiasi.


ia melihat Ghie Dae-Hyun yang sedang berdiri dan menatap daerah Seoul yang sedang dimandikan rintikan air hujan.


"hunter Surya? silahkan duduk" ucap Ghie.


"terima kasih, ketua" ucap Surya.


Surya duduk di sofa yang telah disediakan untuk tamu ketua asosiasi.


Ghie berbicara terlebih dahulu.


"apa kau sudah mendengar berita mengenai kematian para reporter yang menayangkan tayangan raid pulau Jeju?" Ghie bertanya.


Surya mengatakan hal yang ingin Ghie katakan.


" delapan orang terbunuh secara misterius, dan itu terjadi dalam satu hari" ucap Surya.


kemudian Ghie memeriksa sesuatu di laptop miliknya yang tersimpan di meja kerjanya, lalu menunjukannya kepada Surya.


beberapa foto mengenai korban.


Surya melihat semua kondisi korban yang mengenaskan.


"mereka memiliki lubang yang cukup besar tepat di daerah jantung mereka!" ucap Ghie.


mata Surya menyipit ketika menyadari hal yang Ghie katakan.


"apa ini hanya kebetulan?" Ghie bertanya walaupun hatinya berkata itu bukanlah sebuah kebetulan.


'kuyakin beberapa dari mereka memiliki kamera pengawas di kamarnya!…aku merasakan sesuatu tapi aku tidak terlalu yakin!' membatin Surya.


lalu Surya menjawab pertanyaan Ghie.


"entahlah, sepertinya polisi akan menemui jalan buntu" ucap Surya.


"kau benar…ini perlu dipertimbangkan, karena kedepannya masyarakat akan mulai ketakutan dengan teror yang datang secara tiba-tiba" ucap Ghie.


Surya merasa demikian.


kemudian Ghie duduk di kursinya dan lanjut berbicara.


"lalu, apa ada masalah, hunter Surya?" Ghie menanyakan alasan Surya datang ke kantornya.


Surya menatap ke kaca dimana terdapat pemandangan kota Seoul yang sedang hujan.


"aku berencana membentuk guild" ucap Surya.

__ADS_1


Ghie cukup terkejut sehingga ekspresinya tidak dapat disembunyikan dari Surya.


"apa itu hal yang sulit?" tanya Surya.


ia teringat akan keseimbangan hunter di Korea.


"tidak, justru itu sangat mudah untuk seorang hunter rank-S…karena itu sebenarnya kau tidak membutuhkan izin dari asosiasi" ucap Ghie.


"ah jadi begitu ya?" Surya mengerti penjelasan Ghie.


"membentuk guild setidaknya harus memiliki dua anggota lainnya dan lisensi hunter minimal low rank-A" ucap Ghie.


"namun tidak ada batasan bagi para guild untuk memilih tingkat kesulitan gate yang mereka pesan" Ghie tersenyum.


'memang bukan asosiasi yang membentuk batasan, melainkan para hunter lah yang membatasi tingkat kesulitan yang mereka ambil…karena itu guild kecil memilih raid dengan tingkat kesulitan yang rendah agar keselamatan mereka cukup terjamin sedangkan guild besar akan mengambil alih raid yang lebih sulit dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar' Surya berpikir.


Surya tersenyum.


'yaah…meskipun tidak ada yang menjamin keselamatanmu meskipun seorang hunter kelas atas melakukan raid pada gate tingkat bawah'


"aku mengerti" ucap Surya dan terbangun dari sofa yang ia duduki.


"sudah mau pergi?" Ghie juga berdiri.


"aku memiliki beberapa urusan" ucap Surya.


"baiklah, hubungi saja aku jika kau membutuhkan sesuatu" ucap Ghie.


Surya mengangguk dan mereka bersalaman.


Surya meninggalkan ruangan Ghie.


ketika Surya telah keluar dari pintu gedung asosiasi, seorang pria ber jas hitam dan mengenakan payung sedang berdiri di hadapan Surya seakan pria itu telah menunggunya.


pria itu berjalan mendekat dan berbicara menggunakan bahasa Inggris.


"senang bertemu denganmu, hunter Surya Yeon-Jun"


pria itu menaruh salah satu tangan di dadanya dan menundukan kepalanya ke arah Surya.


lalu pria itu memperkenalkan dirinya.


"perkenalkan, saya Ares William, asisten pribadi dari ketua asosiasi hunter Amerika Serikat" ucap pria yang mengaku dirinya sebagai Ares.


lalu pria itu menjelaskan tujuannya menemui Surya.


"hunter Surya, jika berkenan, aku ingin mengajakmu berbicara di tempat yang lebih layak dan membicarakan hal yang penting-" ucap Ares.


sebelum ia menyelesaikan kata-katanya, Surya melewatinya begitu saja sambil menerima tetesan air hujan.


"maaf, saya sibuk!" ucap Surya sambil melewati Ares.


Ares terkejut karena tawarannya di tolak begitu cepat.


ia menyadari jika perilakunya kurang sopan terhadap Surya.


ia berbalik dan melihat Surya yang telah memasuki mobilnya dan pergi.


"dia sangat menarik!" ucap Ares.


ia juga memasuki mobilnya dan berencana mengikuti Surya.


setelah beberapa saat, Ares mengendarai mobilnya.


tanpa disadari, dua orang ber jas hitam dan dasi merah melihat percakapan Surya dengan Ares.


"sial! ia bergerak lebih dulu dari kita!"


kedua orang itu juga mengikuti Surya pergi.


dua puluh menit kemudian.


~tiin…tiiin…tiiin


suara klakson mobil berbunyi di sepanjang jalan karena terjadi kemacetan.


Surya juga terjebak di dalam kemacetan tersebut.


"sepertinya ketika hujan memang sering menimbulkan kemacetan" ucap Surya sambil menatap mobil-mobil yang ada di depannya.


~tiin…tiin

__ADS_1


Surya memeriksa ponselnya sebentar.


lalu ia cukup terkejut karena sebuah gate high rank-A tiba-tiba muncul di tengah jalan.


Surya menyadari dimana lokasi gate tersebut.


itu adalah jalan yang sedang ia lalui.


'jadi baru saja muncul gate di sekitar sini? kalau begitu guild manapun pasti belum memesannya!' membatin Surya.


Surya menelfon ketua asosiasi.


setelah beberapa saat, Ghie mengangkat telfon dari Surya.


Surya langsung berbicara ke intinya.


(aku sedang berada di lokasi dekat dengan gate yang baru saja muncul, apa aku boleh memasukinya sendiri?) tanya Surya.


(mungkin membutuhkan beberapa jam untuk menunggu elite hunter dari guild untuk tiba di lokasi…kusarankan kau tidak terlalu mencolok) ucap Ghie.


dari panggilan telfon, terdengar suara Ghie yang sedikit tertawa ketika menyarankan Surya untuk tidak terlalu mencolok.


Surya juga sedikit tertawa.


"baiklah, ketua" ucap Surya.


Surya keluar dari dalam mobilnya dan berjalan menuju gate yang jaraknya puluhan meter didepannya.


seorang polisi wanita menahan Surya untuk lewat.


"tunggu, kau tidak boleh masuk ke-"


ucapannya terhenti ketika melihat sosok pria yang jadi lawan bicaranya, namun pria itu tetap terfokus menatap gate ungu dengan ukuran yang cukup besar.


"hu…hunter Surya?!" ucap polisi wanita dan terkejut.


orang-orang yang berada di dalam mobil dan di sekitar tempat kejadian juga terkejut melihat kehadiran Surya.


"i…itu hunter Surya!"


"kau benar!"


"apa ia berencana memasuki gate itu sendirian?!"


"sepertinya begitu!"


"dia hunter yang menyelesaikan gate rank-S seorang diri!! menakutkan"


pemandangan gate kelas atas ditambah seorang hunter yang sangat kuat membuat orang-orang di sekitarnya merasakan aura yang mengintimidasi.


Surya tidak memperdulikan ucapan polisi wanita tersebut dan tetap berjalan.


namun langkahnya dihentikan oleh beberapa penjaga dan polisi.


mereka cukup gemetaran menghadapi Surya.


"tu…tuan, kami hanya mengikuti aturannya, setiap raid membutuhkan anggota setidaknya beberapa elite hunter, kumohon mengertilah" ucap salah seorang penjaga.


tiba-tiba di belakang pria itu, muncul sosok monster bertangan empat dan memiliki wajah yang seram serta mata yang bersinar merah.


Gluttony memajukan kepalanya dan menatap pria yang menghalangi tuannya.


masyarakat yang melihatnya terkejut dan tidak dapat berkata kata.


"jangan menghalangi raja!" bisik Gluttony.


"tidaaak!" seluruh penjaga berteriak dan segera menjauh dari Gluttony.


Surya berjalan dan sudah berada di depan gate.


kemudian sosok prajurit berzirah lainnya muncul dan berjalan di belakang Surya.


Raothun, Quinterra, Emptiness, Vanity, dan Gluttony.


mereka masih menampilkan wujud sosok prajurit berzirahnya sehingga terkesan seperti para hunter yang mengenakan full atribut.


namun ciri khas mereka yang menandakan bahwa mereka bukanlah sosok manusia tetap terlihat dimata orang-orang.


prajurit dengan empat tangan, prajurit bersayap, prajurit ber aura gelap, dan prajurit yang memiliki elemen yang mengintari seluruh tubuhnya.


setelah beberapa langkah, Surya dan pasukannya memasuki gate.

__ADS_1


[Anda memasuki gate]


__ADS_2